
"Bagaimana kondisimu Ai?" tanya Bu Soraya yang saat ini sedang berkunjung kerumah Airi dan White. "Ibu lihat, kau semakin kurus," ujar wanita paruh baya itu sambil menggenggam tangan putrinya yang ada diatas meja. Sebagai seorang, mana mungkin dia bisa tenang saat rumah tangga putrinya sedang ada masalah.
"Airi baik-baik saja Bu," sahut Airi sambil menunduk. Berusaha menyembunyikan raut wajah yang sedang tidak baik-baik saja. Mungkinkah dia masih bisa baik-baik saja saat semua akun sosial medianya diberondong pertanyaan seputar video tersebut. Dia ikut kena imbas, meski bukan pelakunya. Airi pernah mengupload foto genggaman tangannya dengan White, diketerangannya dia men tag akun pria itu. Mungkin darisanalah mereka tahu.
"Ibu tahu kau sedang tak baik-baik saja Nak." Bu Soraya bangkit dari duduknya lalu berdiri disebelah Airi yang sedang duduk. Merangkul bahunya serta mengusap punggung dan kepala Airi yang saat ini bersandar didadanya. "Jangan berpura-pura didepan ibu. Ibu sangat mengenalmu."
Airi tak bisa berpura-pura lagi. Dia menangis, menumpahkan sesak didada dalam dekapan ibunya. Sudah seminggu ini Airi tak keluar rumah sama sekali. Terakhir kali dia keluar, tatapan kasihan dari orang sekitar membuat hatinya sakit. Dan diantara orang-orang yang tampak kasihan padanya, terselip segelintir orang yang membicarakan aib suaminya. Didepan White, dia pura-pura tegar, pura-pura tak terjadi sesuatu diluar sana yang perlu dikhawatirkan. Tapi kenyataannya, dia sendiri takut untuk keluar rumah.
"Tidak mungkin kau akan mengurung diri didalam rumah terus nak."
Deg
White yang diam-diam mendengarkan obrolan mereka, kaget mendengar jika Airi tenyata mengurung diri dirumah selama ini. Dia pikir, Airi masih keluar untuk belanja dan mengobrol dengan tetangga, ternyata istrinya itu sudah menarik diri dari lingkungan sekitar, dan itu karenanya, karena aibnya.
"Mungkin lebih baik kau menyetujui saran mertuamu, pindah kerumah mereka. Ibu akan lebih tenang jika kau ada disana." Sejak kasus ini mencuat, Mama Nuri menyarankan White dan Airi pindah kerumah mereka, tapi White menolak. Dia merasa lebih nyaman disini daripada dirumah orang tuanya.
"Bagaimana dengan Ibu, apa ada yang menggunjing Ibu?" tanya Airi.
"Jangan pikirkan Ibu. Ibumu ini sudah perpengalaman menghadapi mulut orang," sahut Bu Soraya.
__ADS_1
"Abian?"
"Beberapa hari yang lalu dia sempat bolos. Katanya dia jadi bahan dibullying teman-temannya karena kakak iparnya menjadi aktor film dewasa. Tapi sekarang Bian sudah tak terlalu menggubris itu. Dia sudah mau sekolah lagi. Jangan pikirkan dia."
White menunduk dalam, menyandarkan punggung pada dinding sambil memejamkan mata. Dia tak menyangka jika video ini berdampak sejauh itu, bahkan mertua dan adik iparnya ikut kena bullian karenanya. Perusahaan papanya juga kena dampak dari video itu. Bahkan acara anniversary perusahaan yang akan digelar bulan depan, terpaksa dibatalkan karena Papa Sabda tak punya muka untuk menghadapi para koleganya. Beberapa hari yang lalu, Papa Sabda hampir menghajarnya. Untung ada Airi yang melindingi, kalau tidak, sudah pasti tubuhnya remuk. Mama Nuri sudah tak mau lagi melindunginya, wanita itu sudah sangat kecewa.
...----------------...
Bugh
White yang baru memasuki mobil, langsung mendapatkan bogem dari Ryu. Hari ini, Ryu menghubungi nomor White, meminta pria itu menemuinya didepan rumah tanpa sepengetahuan Airi.
"Aku akan berusaha membahagiakannya."
Bugh
Sekali lagi, sebuah tonjokan mengenai rahang White, membuat darah segar keluar dari sudut bibirnya yang pecah.
"Kau tak pantas untuk Airi," bentak Ryu. Nafas pria itu tampak memburu. Saat ingat video itu, kemarahannya pada White naik berlipat ganda. Dia sungguh muak, benci pada kenyataan jika pria yang menikahi Airi adalah seorang berengsek. "Kau tahu, seperti apa Airi menjaga kehormatannya? Meski kami pacaran dan aku sudah sempat melamarnya, kami tak pernah melakukan hal diluar batas. Kami tak pernah melakukan lebih dari genggaman tangan dan mencium kening. Baru ketika aku akan pergi ke Jepang, saat itulah kami ciuman untuk pertama kalinya. Airi wanita yang sangat menjaga kehormatannya. Apa kau pikir, adil jika wanita seperti Airi, mendapatkan pria brengsek sepertimu. Pria yang bahkan tak bisa menghargai wanitanya."
__ADS_1
White hanya diam mendengar semua makian Ryu. Tak bisa menyangkal atau membela diri karena dia memang seburuk itu.
"Aku memperlakukan Airi seperti berlian," lanjut Ryu. "Aku menjaganya, bukan merusaknya, karena aku mencintaimya dengan tulus. Sementara kau, kau pria yang tak paham apa itu cinta."
"Aku mencinta Airi, aku sangat mencintainya," ujar White.
"Bulshit, kau bahkan tak paham apa itu cinta White. Seperti apa cinta itu? Seperti hubunganmu dengan Raya? Cih, itu bukan cinta, itu naffsu. Karena jika kau tulus mencintai Raya, kau tak mungkin merusaknya."
White tak ada sama sekali niat untuk merusak Raya. Mereka melakukan atas dasar suka sama suka. Dan dia juga ingin menikahinya, tapi Raya sendiri yang membatalkan pernikahan itu.
"Kau pernah bilang, kau akan membuktikan jika kau pantas untuk Airi. Dan jika kau membuatnya terluka, kau akan mundur. Jadi sekarang, aku tagih janjimu, lepaskan Airi, bebaskan dia, biarkan dia bersamaku."
White menggeleng cepat. "Aku tidak membuatnya terluka dengan sengaja, semua ini masa lalu. Airi juga sudah menerima ini dengan lapang dada. Aku tidak akan pernah melepaskan Airi," ujar White yakin.
"Cih, tidak melukainya kau bilang? Dia ikut merasakan dampak dari video syurmu," sinis Ryu.
"Terserah kau mau bilang apa. Aku mencinta Airi dan dia mencintaiku. Aku tidak akan melepaskannya apapun yang terjadi," tekan White.
Ryu tersenyum miring mendengar White membahas soal cinta. "Dasar pecundang. Ternyata selain berengsek, kau juga pria yang tak bisa dipegang kata-katanya. Sadar White, kau hanya membuat Airi menderita. Skandal video mesummu juga berpengaruh pada Airi. Dia ikut dihujat, ikut dibulli. Raya adalah publik figur, video kalian sudah dilihat jutaan orang. Dan sampai kapanpun, mereka akan mengingat ini. Dan selama Airi bersamamu, dia akan terus dikaitkan. Bahkan nanti saat kalian punya anak. Anak kalian juga akan ikut kena getahnya. Karena jejak digital tak bisa dihapus dengan mudah. Mungkin orang tuamu sudah berusaha men take down video itu, tapi apa kau pernah berfikir, sudah berapa juta orang yang menyimpan video itu? Kau hanya akan membuat Airi malu."
__ADS_1