
Bismillahirrohmanirrohiim
Mulai setiap langkah dengan menyebut nama Allah
❤️❤️❤️
Seminggu sudah berlalu sejak kejadian 'menegangkan' di kafe itu. Rima kembali ke rutinitasnya. Berusaha menghilangkan bayangan Adhi dari kepalanya dengan menyibukkan diri di sekolah dan tempat les yang sedang ditekuninya. Beberapa kali Yulia mengajaknya bertemu, tapi Rima menolak. Dia butuh waktu untuk mendinginkan kepalanya.
"Assalamualaikum Rima..aku besok balik ke kerjaan. Maaf kalo aku dan Yulia membuatmu repot. Take care..gonna miss you."
Rima membuka pesan teks dari Adhi, bagian terakhir pesan itu membuat jantungnya berdesir penuh harap. Perlahan dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum,mencoba mengembalikan dirinya ke kenyataan. Kenyataan pahit.
"Waalaikumsalam, iya Dhi..take care juga. Fii amanillah."
Rima membalas pesan Adhi. Tak lama ponselnya berdering pendek, notifikasi dari aplikasi pesan berlogo hijau.
"R u gonna miss me? I hope so 😢"
Rima membelalakkan matanya membaca balasan Adhi. Tumben Adhi menulis begitu. Seperti permohonan. Biasanya dia hanya akan membalas dengan 'ok' dan percakapan pun berakhir. Adhi akan menghubunginya lagi ketika dia sudah kembali kota ini. Tapi...ini benar-benar di luar kebiasaan. Atau mungkin Rima yang terlalu gr.
Rima kembali memaksa pikirannya untuk kembali ke dunia nyata. Dunia dimana dia adalah 'alibi' bagi Adhi dan Yulia. Emotikon bundar berwarna kuning 😏 dikirimnya untuk membalas Adhi, karena Rima ga tahu harus membalas apa.
💐💐💐
Sore itu ada sedikit mendung di atas kota Malang. Rima dan dua orang muridnya sedang asyik di gazebo di halaman belakang rumahnya. Rima memang sudah 6 bulan ini membuka les di rumahnya. Halaman belakang rumahnya yang ga terlalu luas dijadikan taman dilengkapi gazebo berukuran sedang untuk tempat belajar.
"Bu, setelah kita mendapatkan info tentang topik,trus diapain. Maaf bu..saya lupa."
Erin,salah satu muridnya nyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya. Rima hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Setelah dapat info, dipisah mana yang menurut kamu penting dan kurang penting. Trus dibuat tabel seperti ini."
Rima menunjukkan gambar tabel di whiteboard.
"Okeee bu..sekarang sudah ingat."
"Rima.."
Ratna, rekan Rima yang membantunya mengajar di tempat les tiba-tiba sudah berdiri di dekat gazebo.
"Iya Rat..ada apa?"
"Ada yang nyariin kamu."
Rima menautkan alisnya.
__ADS_1
"Siapa Rat? Kayanya aku ga bikin janji sama siapa-siapa."
"Bapak-bapak dan dua anak perempuan tamunya."
"Waduhh..siapa ya?!"
"Udah temuin aja dulu, mereka di ruang tamu."
Rima beranja dari gazebo setelah memberi tugas pada dua muridnya.
❤️
"Assalamualaikum Bu Rima..."
Seorang gadis remaja beranjak mendekati Rima.
"Waalaikumsalam..eh Syarifa. Duduk yuk."
"Bu, maaf ya kalo datang mendadak, ini Omnya Syarifa bu, Om Tyo sama anaknya Emira."
Syarifa mengarahkan pandangannya pada seorang gadis kecil berjilbab biru langit, sama seperti warna jilbab Karima sekarang. Di sebelah gadis itu seorang pria berkulit cerah berdiri,dengan satu tangan memegang tangan gadis kecil itu. Pria berkacamata dan berambut lurus itu tersenyum pada Karima.
Karima mengangguk dan tersenyum pada laki-laki yang diperkenalkan sebagai paman oleh Syarifa. Syarifa adalah muridnya di Sekolah tempat Rima mengajar.
"Assalamualaikum shalihah..sini kenalan dulu sama tante."
"Waalaikumsalam tante."
Gadis bernama Emira itu bersembunyi lagi di balik tubuh ayahnya. Karima tersenyum menatapnya, entahlah kenapa, tapi Karima merasa senang menatap gadis itu. Kulitnya cerah dan wajahnya mirip dengan Ayahnya.
"Sini yuk duduk sama tante..eh tante apa bu guru ya manggilnya?"
Karima berusaha menarik perhatian gadis kecil itu.
"Bunda Guru saja manggilnya."
Gadis kecil itu menjawab tegas tapi dengan ekspresi malu.
Karima sedikit tersentak dan ga sengaja saling berpandangan dengan lelaki berkacamata itu. Keduanya terlihat kikuk. Sementara Syarifa tersenyum tipis.
"Hmmm...bu Rima, kami datang kesini sebenernya ingin minta tolong sama Ibu."
Suara Syarifa membuat fokus Rima kembali.
"Eh iya..minta tolong apa Sya? Eh maaf, mari silahkan duduk pak."
__ADS_1
Mereka pun duduk kembali di kursi ruang tamu.
"Begini bu, ini adek sepupu saya Emira. Dia kelas 5 SD, perlu bimbingan belajar tambahan. Saya bilang sama Om Tyo kalo bu Rima sepertinya guru yang tepat untuk Emira."
"Oh gitu, saya bisa memberi Emira bimbingan, tapi..apa Emira mau?"
Rima memandang Emira sambil tersenyum. Gadis kecil itu menatap ayahnya sebentar dan mengangguk yakin.
"Kalo gitu, Emira duduk di sebelah bu guru sini dong."
Rima menepuk kursi di sebelahnya. Emira langsung beranjak dan duduk di sebelahnya. Bukan hanya duduk, tapi juga menempel pada Rima yang langsung mendekap bahu Emira. Wajah Tyo, ayah Emira terlihat kaget melihat kejadian itu.
"Emira mau belajar sama Bunda guru, Kapan kita belajar Bunda?"
Sekarang Rima yang salah tingkah.
"Emira, panggilnya bu guru ya sayang."
Tyo berusaha meluruskan melihat Rima salah tingkah.
"Eh gapapa kok pak, yang penting Emira nyaman dengan saya."
"Iya bu, terima kasih sebelumnya. Tapi..kalo boleh saya ingin bicara berdua dengan Ibu."
Tyo menatap Rima sebentar sebelum kemudian mengalihkan pandangannya. Sedangkan Rima memgerutkan keningnya mendengar kata 'bicara berdua'. Terdengar menyeramkan baginya.
"Iya bu, om Tyo mungkin perlu menyampaikan beberapa hal tentang belajarnya Emira."
Syarifa ikut menjelaskan.
"Mmmm..begini Pak, kalo ada yang perlu dibicarakan mungkin bisa bertemu bertiga dengan Syarifa. Mohon maaf, saya tidak bisa kalo..hanya bertemu berdua dengan Bapak."
Rima menunduk, takut Tyo tersinggung.
Syarifa memandang Omnya dan tersenyum.
"Eh..iya maksut saya juga begitu, saya akan ngajak Syarifa jadi kita ga berduaan kok."
Tyo tiba-tiba terlihat salah tingkah juga. Sedangkan Syarifa diam-diam tersenyum melihat adegan itu.
Karima akhirnya setuju untuk bertemu keesokan harinya setelah pulang sekolah.
Tyo, Emira dan Syarifa pun pamit setelah mereka mengobrol beberapa lama. Selama obrolan berlangsung diam-diam pria 36 tahun itu selalu mencuri pandang pada Karima. Ada sesuatu yang 'tak biasa' sedang terjadi di dalam hatinya.
__ADS_1
Pak Setyo
Saya tunggu vote dan komennya yaaaa..🤗🤗