
"SAMUEL APA YANG KAU LAKUKAN?!!!" TERIAK SEAN.
🌺🌺🌺🌺
"Kalian sungguh keterlaluan, dan kau Sam, kenapa kau bisa-bisanya melakukan itu pada Tasya? Dia masih belia loh Sam," ucap Sean.
"Tuan, ini tidak seperti yang kau bayangkan, tadi aku hanya..." ucap Samuel tertahan.
"Huwaaa benar tuan Sean, dia begitu jahat pada ku," ucap Tasya sambil berpura-pura menangis.
Samuel melotot seketika mendengar ucapan Tasya, yang benar saja Samuel melakukan hal yang tidak-tidak, lagi pun dia tidak tertarik dengan bentuk tubuh Tasya yang sangat rata.
"Apa yang sudah Samuel lakukan pada mu sya?" tanya David.
"Di-a sudah hampir melecehkan ku, hikss...," ucap Tasya, masih dengan aktingnya.
"Hahaha rasakan, siapa suruh tadi dia menggoda ku," batin Tasya.
"Whaatt??? aku? Berniat melecehkan mu? Ckk yang benar saja, tidak tuan. Itu semua tidak benar, Tasya pasti sedang mengerjai kita tuan," jelas Samuel.
Walaupun Samuel belum lama mengenal Tasya, tapi Samuel yakin sekali kalau Tasya adalah tipe wanita yang sangat jahil dan suka sekali mengerjai orang lain.
"Tuan, apa tuan percaya pada ku? Tuan lihat sendiri kan kalau dia itu sedang menindih tubuh ku yang sudah sangat kecil ini hikss...," jelas Tasya.
__ADS_1
"Kau benar-benar keterlaluan Sam? Kenapa kau sangat br**gsek sekali? Kalau kau ingin bercinta jangan mengorbankan gadis polos seperti Tasya. Sekarang ikut aku, kau harus menjelaskan ini semua ke ibu panti," ucap Sean.
Sean menarik tangan Samuel menuju luar kamar, tapi ada yang lupa, Samuel hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di bawah perutnya.
"Ehm tuan tunggu, boleh kah saya memakai baju lebih dulu?" tanya Samuel.
"Astaga, yasudah sana cepat pakai baju mu," ucap Sean.
Sean dan David pun keluar dari kamar Samuel. Namun, dia lupa membawa Tasya yang masih di dalam kamar.
Setelah Samuel memakai baju, dia melihat ada Tasya yang sedang membereskan riasan nya. Samuel pun tersenyum devil sambil mendekati Tasya yang sedang bercermin.
"Aku akan mengikuti semua rencana mu little girl," bisik Samuel tepat di belakang telinga Tasya, setelah itu Samuel pergi meninggalkan Tasya yang masih terbengong.
🌺🌺🌺🌺
Sean pun sudah menjelaskan apa yang terjadi saat di kamar Samuel, mendengar penjelasan Sean membuat ibu panti shock dan hampir pingsan, ibu panti juga menangis. Lalu suasana itu pun berubah menjadi hening saat tangisan ibu panti begitu pilu dan juga menghayat hati.
"Kau lihat, karena ulah mu itu ibu panti jadi seperti itu," bisik Samuel.
"Kau menyalahkan ku pak tua? Jelas-jelas ini semua salah mu, kalau saja kau tadi tidak menggoda ku, pasti ini semua juga tidak akan terjadi," bisik Tasya.
"Tasya," panggil ibu panti.
__ADS_1
"Ya ibu," jawab Tasya.
"Usia mu saat ini sudah 17 tahun, kau juga sudah mempunyai identitas diri bukan?" tanya ibu panti.
"Ya bu, umur ku sudah 17 tahun," jawab Tasya.
"Ibu rasa kamu sudah cukup umur untuk memulai pernikahan dengan tuan Samuel," ucap Ibu panti.
Mendengar itu semua nya kaget dan shock, terkecuali Samuel, dia justru terlihat sangat santay dan malah memandang Tasya dengan meledek.
"Ibu pasti bercanda kan, aku masih umur 17 tahun loh bu, aku bahkan belum lulus sekolah, bagaimana bisa aku menikah di umur yang semuda itu?" ucap Tasya.
"Nak tolong mengerti lah, ibu hanya tidak ingin hal ini terjadi lagi untuk yang kedua kali, ini sangat dosa nak, lebih baik kalian menikah, begitu lebih baik," ucap ibu panti.
"Ku rasa yang di ucap kan ibu ada benar nya juga, aku hampir kehilangan kendali saat bersama mu, dari pada kita dosa, lebih baik kita menikah," sahut Samuel.
Tasya panik, sungguh ini tidak sesuai rencana nya. Seharusnya semua keluarga mengomeli Samuel atau bahkan menghukum nya.
" Tasya, menikah di usia muda kakak rasa itu tidak masalah kok, kalau kau takut kau tidak akan bisa meraih cita-cita mu, kakak rasa Samuel bisa membantu mu meraih cita-cita mu," sahut Willy.
"Tapi kak,"
"Keputusan ibu sudah mutlak Tasya," perintah ibu panti.
__ADS_1