
"Baiklah aku bersiap dulu"
🌺🌺🌺🌺
Sean dan Clarissa pun sampai di mansion Alex, mereka langsung di sambut oleh kepala pelayan.
"Dimana kak Alex?" Tanya Sean.
"Tuan dan Nyonya sedang sarapan Tuan" Jawab kepala pelayan.
Sean dan Clarissa pergi ke ruang makan untuk menemui Alex dan Stevany, dan benar saja. Mereka sedang bermesraan di sana.
"Ekhmm kami datang" Ucap Sean.
"Ckk... kau tak punya rumah ya Sean? Pagi-pagi begini sudah di rumah orang" Kesal Stevany.
"Kak, aku ingin menitipkan baby Abian kak. Karena kasihan Clarissa dia kelelahan mengurus baby Abian" Ucap Sean.
"Ckk.. aku tak yakin kalau ini atas kemauan Clarissa. bilang saja kau sengaja ingin menitipkan anak mu karena kau ingin bermesraan kan dengan Clarissa" Sahut Stevany.
"Tidak kok Stev, aku memang sedikit agak kelelahan dan bukan kah itu arti nya bagus ya kalau Sean memperhatikan kondisi ku" Jawab Clarissa.
"Aduh Clar, di balik perhatian nya suami mu ini dia itu menyimpan banyak sekali rencana mesum dalam otak nya. Apa lagi anak mu kan laki-laki"
"Sudah lah sayang, tak apa kalau mereka ingin menitipkan Abian di sini. Toh kamu juga senang kan karena Abian ada di sini" Sahut Alex.
"Nah benar itu, kau sebagai sahabat nya bagaimana sih masa iya tidak kasihan pada Clarissa" Sahut Sean mengompori.
"Aku sih senang kalau Abian ada di sini, tapi aku tak senang alasan Abian di titipkan di sini. Yasudah sini serahkan baby Abian pada ku"
Walaupun Stevany sempat merasa kesal dengan Sean, tapi Stevany tak mungkin menolak untuk mengasuh baby Abian. Sedang kan Sean, dia sangat senang sekali karena akhir nya Sean bisa bermesraan dengan Clarissa. Ya walaupun tak bisa bercinta, tapi setidak nya Sean bisa berduaan kan.
"Kasihan sekali ya kau nak, orang tua mu malah sibuk memandu kasih sedangkan kau malah di titipkan pada onty. Tapi tak apa nak, nanti kita akan pergi jalan-jalan ya anak tampan" Ucap Stevany.
"Stev kami sedang tidak memandu kasih kok, aku hanya sedikit perlu istirahat saja" Sahut Clarissa.
"Ya ya sekarang sudah sana pergi lah bersenang-senang, aku akan mengurusi anak tampan ini" Stevany membawa baby Abian ke dalam kamar.
__ADS_1
"Ayo sayang kau ikut aku ke kantor" Ajak Sean.
"Oh ya kak, ini kebutuhan baby Abian" Clarissa membawa tas berisi kebutuhan baby Abian.
"Oh ya, yasudah kalian bersenang-senang lah"
Sepergian Sean dan Clarissa, Stevany masih terus mengajak bicara dan bercanda baby Abian.
"Nanti kalau onty sudah mempunyai anak, dan anak onty perempuan nanti akan onty jodoh kan dengan mu ya tampan" Ucap Stevany.
"Mana bisa sayang, aku dan Sean itu adalah saudara dan Abian dengan nanti anak kita pun juga akan menjadi saudara mana mungkin mereka bisa kita jodohkan" Sahut Alex tiba-tiba.
"Hmm tidak bisa ya, tapi aku ingin sekali loh sayang anak kita berjodoh dengan baby Abian" Stevany hanya bisa cemberut.
"Sudah lah tak usah bahas jodoh, baby Abian kan masih sangat kecil. Dan kita pun juga belum memiliki anak"
"Baby Abian lapar hmm? Mau minum susu?" Tanya stevany.
Baby Abian tak tersenyum dan bahkan tak menangis, respon nya sangat datar di saat di ajak bicara oleh orang lain.
"Lihat lah dia mirip sekali dengan Sean dulu, selalu bersikap datar. Bahkan momy ku sampai bingung harus bagaimana lagi agar Sean menjadi normal" Ucap Alex.
"Hahaha kau benar sayang"
🌺🌺🌺🌺🌺
Sean sudah menghubungi David dan juga Samuel untuk mengerjakan semua pekerjaan nya, lalu untuk apa Sean di kantor tapi tidak bekerja? Tentu saja itu hanya alibi nya agar bisa berdekatan dengan istri.
"Ayo sayang kita ke kamar saja, sambil menonton" Ajak Sean.
"Loh bukan nya kau harus bekerja?" Tanya Clarissa.
"Ya nanti aku akan bekerja kalau aku sudah jatuh miskin" Jawab asal Sean.
"Kalau kau jatuh miskin bagaimana kehidupan abian? Jangan suka asal bicara Sean" Jawab Clarissa.
"Iya iya maaf sayang, aku sudah memerintahkan David dan Samuel kok untuk mengerjakan pekerjaan ku untuk sementara"
__ADS_1
"Kok malah menyuruh kak David dan kak Samuel sih? Ohh aku tau jangan-jangan benar apa yang di katakan oleh stevany tadi? Kalau kau sengaja menitipkan Abian untuk bisa bermesraan dengan ku, iya?" Selidik Clarissa.
"Tid-dak sayang, mana mungkin aku sekejam itu pada anak ku sendiri" Jawab gugup Sean.
Clarissa menelisik wajah Sean dari dekat, dia tak mau lagi terkena modus suami nya.
"Sean??"
"Hmm, kenapa sayang?"
"Kau masih tak mau jujur juga?" Tanya Clarissa.
"Hufftt ya benar apa yang di katakan Stevany, tapi kau harus tau sayang aku itu terpaksa melakukan ini. Itu karena kau selalu perhatian pada baby Abian, biasa nya kau akan sangat peduli dengan penampilan ku. Tapi baru ada baby Abian dua hari aku malah di lupakan, sungguh kejam" Sean mengeluarkan kekesalan nya.
Sedangkan Clarissa bukan nya merasakan kasihan atau iba, tapi malah melongo dengan sikap suami nya. Yang benar saja suami nya cemburu dengan anak nya sendiri? Apa suami nya ini sudah gila?
"Astaga Sean, apa otak mu sudah tak berfungsi lagi? Dia anak ku loh, darah daging mu juga. Kok bisa-bisa nya sih kau cemburu dengan anak mu sendiri?" Clarissa tak habis pikir dengan pola pemikiran dari suami nya ini.
"Sayang itu sangat lah wajar kalau aku cemburu dengan baby Abian, dia itu seorang pria dan kau istri ku. Dia juga mengambil tempat favorit ku yang berada di tubuh mu" Ucap kekeh Sean.
"What? Cukup Sean, aku tak bisa melanjutkan perdebatan ini lagi. Kau benar-benar sudah gila Sean"
Clarissa pergi ke kamar yang ada di ruang kerja nya Sean, lalu mengunci pintu nya. Sedangkan Sean dari luar memanggil Clarissa.
"Sayang heyy buka lah pintu nya" Panggil Sean.
"Tidak mau"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
WAH GIMANA NIH MENURUT KALIAN KALAU SEAN CEMBURU DENGAN BABY ABIAN, YANG KENYATAAN NYA ADALAH ANAK NYA SENDIRI. APAKAH WAJAR? COBA TOLONG KOMEN DI BAWAH YA.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
JANGAN LUPA JUGA YUK BERI HADIAH UNTUK KELAHIRAN BABY ABIAN.
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
__ADS_1
SARANGHEO ❤️