
"biar saja saya yang buka nona" ucap samuel.
πΊ πΊ πΊ πΊ
Clarissa sudah kembali dari dapur, tapi dia melihat suami nya sean sedang tertidur. rasa nya tak tega untuk membangunkan suami nya tapi harus clarissa lakukan karena suami nya harus minum vitamin agar rasa mual nya sedikit lebih baik.
"sayangg bangun dulu yuk sebentar, kau makan dulu lalu minum obat" clarissa mengusap kepala suami nya.
"eeughh.. tidak bisa nanti saja sayang? aku sangat mengantuk" jawab sean.
"bisa saja, tapi apa kau mau rasa mual mu itu akan terus menemani mu setiap hari?" tanya clarissa.
Clarissa yakin sekali kalau suami nya pasti akan langsung bangun.
"tentu saja tidak, mana makanan nya sayang sini biar aku makan" jawab sean langsung bangun.
Benar saja kan dugaan clarissa, suami nya langsung segar saat diri nya bertanya seperti itu.
"sini biar aku suapi"
"lihatlah bagaimana aku tidak makin jatuh cinta dengan istri ku, istri ku begitu perhatian dan sangat sayang pada ku" ucap sean yang besar kepala.
"kalau awal nya kau tidak memaksa mana mungkin aku akan mau menikah dengan mu dan bahkan belajar mencintai mu, jadi tak usah berbangga diri" jawab clarissa.
"sayang segala sesuatu nya tuh harus ada sedikit paksaan, agar apa? agar semua nya berjalan semesti nya"
Yah begitu lah sean selalu memaksa clarissa, hingga akhirnya clarissa sudah terbiasa dengan ancaman dan paksaan dari sean. dan mungkin clarissa sudah sangat mencintai dengan pria yang hobi nya suka memaksa ini.
"sayang please lah kalian kasihani lah daddy mu ini, daddy mu ini sudah sangat menderita jadi tolong kau jangan nakal di sana ya" ucap sean sambil mengelus perut clarissa.
Clarissa hanya tersenyum melihat interaksi calon ayah itu, clarissa tiba-tiba terfikir tentang masa depan ketika anak nya sudah besar. tentu saja clarissa sebagai ibu nya sangat berharap kalau anak nya tidak mengikuti jejak daddy nya yang sebagai psikopat.
"sayang kau kenapa?" tanya sean.
"tidak apa-apa aku hanya berandai ketika anak kita sudah besar, aku takut saat besar nanti dia menjadi seperti mu, kau tau pasti tau apa yang aku pikirkan sayang" jelas clarissa.
Jujur saja sean juga takut seperti itu, sebagai seorang calon ayah yang penuh dengan dosa sean juga tetap tidak menginginkan kalau anak nya akan seperti diri nya. kasihan clarissa, dia pasti akan sangat sedih kalau anak nya sama sepertinya.
"kau tenang saja sayang, aku akan mendidik anak ku dengan benar agar nanti dia tak seperti ku" jawab sean.
Beruntung saat ini sean sudah lebih bisa mengendalikan emosi nya, coba kalau tidak. mungkin stevany saat ini sudah berada di dalam kubur.
"aku bangga mempunyai suami posesif, psikopat dan yang pasti sayang pada ku."
πΊ πΊ πΊ πΊ
__ADS_1
Saat malam hari ntah ada apa alex mengajak diri nya untuk dinner, padahal sebelum nya alex tak akan pernah mengajak dinner kalau bukan stevany sendiri yang memulai nya.
"ayo lah sayang kita dinner, kita sudah lama tidak makan di luar" ajak alex.
"aduhhh aku malas sekali bersiap kak, kita kapan-kapan saja ya dinner nya" pasal nya cuaca sedang sangat dingin, itu membuat stevany malas untuk pergi kemanapun.
"hanya sebentar saja sayang, ayo lah aku sedang lapar nih" alex masih terus membujuk stevany agar mau dinner dengan diri nya.
"baiklah tunggu sini"
Stevany langsung pergi ke kamar untuk bersiap, setelah bersiap stevany keluar dengan pakaian yang sama tidak di harapkan alex.
"sa-yang kit-a mau dinner loh, kenapa kau memakai baju seperti itu?" tanya alex kaget.
Harus nya stevany memakai baju dress yang sangat cantik, tapi yang dia lihat stevany malah memakai baju berwarna cokelat muda dan di padukan dengan jaket bulu putih dan juga celana panjang berwarna cokelat.
"lalu kau mau aku memakai dress di tengah cuaca sedang dingin? jangan gila deh lex, kau mau aku mati kedinginan?" ucap stevany.
"tapi sayang kita ini mau dinner loh kenapa kau memakai pakaian casual, memang nya tidak ada dress yang tertutup?"
"seandainya ada, aku tetap tidak akan mau memakai nya. jadi lebih baik ayo kita berangkat kalau tidak jadi yasudah aku tidur saja" jawab stevany.
πΊ πΊ πΊ πΊ
"loh kita kok ke pantai?" tanya stevany.
"ya kita akan dinner di sini, oh ya kau tutup mata dulu pakai ini" alex
Stevany jadi curiga apakah alex merencanakan sesuatu yang akan membuat dia terguling-guling.
"aku tidak merencanakan hal buruk pada orang yang ku sayangi, sayang" ucap alex yang sudah paham apa yang di pikirkan stevany.
"lalu kenapa kau menyuruh ku memakai ini?"
"karena ini sangat spesial, ayo lah sayang pakai jangan memperlambat waktu" jawab alex.
Alex memuntun stevany menuju pinggir pantai, niat alex saat ini adalah melamar stevany untuk menjadi istri nya. alex sudah cukup yakin dengan pilihan nya ini, dia juga ingin seperti adik nya yang menderita karena sesuatu hal yang nanti akan membuat dia senang. apa itu? tentu saja anak, di usia nya yang sudah 31 tentu saja alex menginginkan seorang anak.
"kau suka?" tanya alex saat penutup mata stevany terlepas.
Sangat jelas terlihat kalau stevany sangat terpesona dengan dekorasi di pinggir pantai ini, mulai dari banyak nya lilin yang menerangi malam nya hari hingga tempat makan yang terkesan sangat romantis.
__ADS_1
"sangat, benar-benar suka" jawab stevany.
"ayo mendekat"
Alex menuntun stevany menuju meja makan yang di hiasi tenda sangat cantik.
"kita makan dulu ya setelah itu akan ada sesuatu yang ingin ku bicarakan"
Alex melambaikan tangan pada salah satu pelayan agar di bawakan makanan nya.
"wah banyak sekali makanan nya" mata stevany berbinar melihat banyak nya makanan yang di atas meja.
"makan lah semua kalau kau sanggup"
"tentu saja aku tak akan sanggup, nanti aku minta tolong di bungkus saja" mendengar itu alex jadi terheran.
"untuk apa?"
"untuk clarissa dan kak willy, mereka juga harus merasakan apa yang kurasakan saat ini. "
Mungkin alex lupa, kalau stevany adalah sahabat clarissa dan pasti sifat mereka akan sama persis.
"nanti kita pesankan saja yang baru, kalau makanan sisaan nanti aku bisa di hajar oleh sean"
"baiklah"
Mereka pun mulai menyantap makanan yang di hidangkan sambil di temani alunan musik biola yang sangat merdu, semakin membuat suasana sangat romantis.
Setelah beberapa menit, mereka pun selesai makan malam ini lah saat dimana mental alex di uji. dimana dia akan menyatakan niat nya yang ingin menjadikan stevany sebagai istri nya.
Alex menuntun stevany hingga berdiri dari kursi nya, lalu tiba-tiba alex berlutut di depan stevany. melihat itu pun stevany jadi kebingungan dan merasa tidak enak.
"loh loh lex kenapa kau berlutut, hey berdiri lah" ucap stevany.
"will you marry me?"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
jangan lupa like komen dan vote aku ya
jangan lupa juga beri hadiah untuk sean dan clarissa oke
salam cinta dari othor abal-abal π
sarangheo β€
__ADS_1