MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM

MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM
SOK TAU


__ADS_3

"tidak selamanya kok hanya untuk hari ini saja"


🌺 🌺 🌺 🌺


"baiklah sayang tapi hanya untuk hari ini saja dan itu pun harus aku sendiri yang mengawasi nya dengan ketat"


Sebenarnya sean tak mau mengizinkan istri nya di periksa oleh dokter pria itu, tapi kalau di pikir-pikir dia juga sangat penasaran dengan bentuk calon anak nya yang sudah menyiksa diri nya.


"wah apa kah matahari terbit dari arah barat?" sindir stevany.


"berisik kau" kesal sean.


akhirnya sean, clarissa, dokter richard dan dua perawat pun masuk ke dalam ruangan dan yang lain menunggu di depan.


"silahkan nona clarissa berbaring"


"baik sus"


"sus tolong oles kan gel ke perut nya ya" perintah richard.


"untuk apa gel itu?" tanya sean.


Sean sudah berpikiran negatif tentang gel itu, sean berpikir mungkin kah gel itu bisa mencelakai perut istri nya.


"gel itu untuk menghindari gesekan, gel itu juga untuk memudahkan pengiriman gelombang suara ke dalam tubuh tuan. jadi saya bisa pastikan kalau gel itu sama sekali tak berbahaya untuk nona clarissa" jawab dokter richard.


"ohh gitu, yasudah oleskan saja tapi sebelum di oleskan kau jangan melihat perut istri ku, awas saja kalau kau sampai melirik nya sedikit saja maka aku akan menghancurkan karir mu" ancam sean.


"baik tuan"


Setelah di oleskan gel di perut istri nya itu, sekarang dokter richard mulai menggerakan alat nya itu ke perut istri nya. tapi belum sempat alat itu menyentuh perut istri nya, sean sudah lebih dulu mencegah nya.


"eh tunggu-tunggu kau mau apa hah? jangan bilang kalau kau mau melakukan hal mesum pada istri ku" tuduh sean.


"tuan saya sedang memeriksa apakah istri anda benar sedang hamil atau tidak dan saja juga ingin tau usia kandungan istri anda sudah berapa minggu. jadi saya melakukan ini murni untuk pemeriksaan bukan untuk berbuat mesum" lama-kelamaan emosi dokter richard mulai tak terkontrol saat diri nya di tuduh mesum.


"sayang sudah dulu ya jangan bicara dulu, biarkan pak dokter melakukan tugas nya dengan baik kalau kau terus seperti itu pemeriksaan ini tak akan berjalan cepat" sahut clarissa.

__ADS_1


Clarissa merasa tak tega dengan dokter richard yang tuduh seperti itu.


"begini saja bagaimana kalau aku yang menggerakkan alat itu, kau hanya perlu mengarahkan kemana seharusnya tangan ku"


Sean tetap lah sean yang keras kepala dia tetap tidak mau istri nya itu di sentuh oleh pria lain.


"sayang memang nya kau bisa?" tanya clarissa.


"apa sih yang tidak bisa di lakukan oleh suami mu yang tampan ini? kau tenang saja sayang aku pasti bisa kok" dengan percaya diri yang tinggi sean meyakinkan istri nya.


"reind kalau aku tau suami dari pasien ku ini mengidap penyakit kejiwaan enggan rasa nya aku berhadapan dengan nya" batin dokter richard.


"baiklah tuan ini alat nya, dan tolong dengarkan instruksi dari saya" peringat dokter richard.


"ya aku tau, kau itu bawel sekali sih" jawab sean ketus.


Dokter richard mulai memberi instruksi kepada sean, tapi sean tak mendengarkan nya dia malah menjadi orang yang sok tau.


"apa alat ini rusak? kenapa anak ku belum terlihat juga?" tanya sean.


"alat ini tidak rusak tuan, yang ini adalah calon anak anda" dokter richard dengan sabar menjelaskan pada sean.


Tanpa memperdulikan ocehan richard yang sedang menjelaskan kalau clarissa masih dalam usia satu bulan, sean tetap menggerakkan alat itu untuk mencari calon anak nya.


"mana anak ku? kenapa tidak terlihat?" tanya sean.


"sayang kan tadi dokter richard sudah menjelaskan nya, memang nya kau tak mendengarkan nya?" tanya clarissa.


"tidak, aku sibuk mencari keberadaan anak ku sayang dan dokter ini terlalu berisik sekali"


"sekarang tolong berhenti dulu mencari anak kita, biar aku jelaskan"


Bagai anak kucing yang langsung menurut pada induk nya, sean menaruh alat itu di sembarang tempat.


"calon anak kita masih berusia satu bulan sayang, dia masih sebesar biji kacang hijau, sama seperti yang kau katakan tadi. nanti seiring waktu berjalan anak kita baru lah anak kita bisa terlihat bentuk nya" jelas clarissa.


Sean mendengar kan penjelasan lembut dari istri nya, sean merasa sangat bodoh di dalam hubungan rumah tangga diri nya. dia merasa dia belum dewasa untuk menjadi suami bagi istri nya itu.

__ADS_1


"ohh begitu, pantas saja aku mencari tapi tidak menemukan nya" jawab sean.


"sekarang kau minta maaf ya pada dokter richard" pinta clarissa.


Untuk apa sean meminta maaf pada dokter richard? diri nya kan tidak bersalah.


"kau itu sudah memaki nya sayang, padahal di sini dia sangat profesional dan kau juga menuduh nya tadi. kasihan loh dia hati nya pasti akan merasa terluka saat kau menuduh nya melakukan hal mesum" jelas clarissa.


"baiklah, aku minta maaf"


"anda tidak bersalah tuan, saya lah yang bersalah" jawab dokter richard.


"lihat bahkan dia mengaku kalau dia yang bersalah sayang, di sini aku tidak bersalah" bela sean.


Ya tentu kalian tau lah kenapa dokter richard menjawab seperti itu, itu karena sean atasan nya dan akan melakukan apapun untuk menghancurkan diri nya yang hanya remahan rempeyek. tidak mungkin kan dokter richard mengatakan kalau dia tidak mau memaafkan sean.


"terserah kau saja wahay tuan sean yang sakit jiwa" maki dokter richard di dalam hati nya.


🌺 🌺 🌺 🌺


"kenapa lama sekali? apa kalian habis perang di dalam?" tanya stevany.


"tidak terjadi sesuatu kan di dalam?" tanya dokter reind.


Wajar saja kalau dokter reind bertanya seperti itu, dia jelas tau kelakuan sahabat nya yang seperti orang gila itu.


"tak mungkin lah kalau adik ku ini tidak melakukan sesuatu yang akan membuat orang lain kesal, apa lagi ini menyangkut istri nya" sahut alex.


Rupanya orang-orang yang ada di luar ruangan sudah merasa curiga dengan sean, di tambah lagi wajah dokter richard terlihat tidak begitu bersahabat.


"astaga kalian itu bisa nya curiga terus ya pada ku"


🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺


jangan lupa like komen dan vote aku ya


jangan lupa juga beri hadiah untuk sean dan juga clarissa

__ADS_1


salam cinta dari othor abal-abal 😘


sarangheo ❤


__ADS_2