
"Hufftt baiklah, sekarang lebih baik kalian masuk," ucap Samuel.
🌺🌺🌺🌺
Janji suci pernikahan antara Willy dan juga David pun sudah selesai di lakukan, acaranya berlangsung dengan khidmat dan Willy maupun David ikut meneteskan air matanya kala mengingat kalau pernikahan mereka tidak di saksikan oleh orang tua mereka.
Kini tinggal acara resepsi pesta pernikahan, pesta pernikahan mereka di lakukan sederhana, tapi bagi orang biasa seperti Willy ataupun anak-anak panti,
"Wah banyak sekali makanan nya, enak-enak lagi," gumam Tasya.
"Ya benar, tapi apa boleh kita makan sebanyak ini?" tanya anak panti.
"Kalian boleh makan apapun yang kalian suka, jadi nikmati lah," ucap Willy.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Tasya dan seluruh anak panti bergantian mengantri untuk mengambil makanan yang mereka suka.
"Hmm enak sekali," ucap Tasya sambil mengunyah makanan.
"Ini masih kurang enak, rasanya sedikit hambar, terlalu manis dan mengandung gizi yang tak seimbang," ucap Samuel tiba-tiba.
"Ckk siapa yang perduli tentang itu semua," gumam Tasya dengan pelan.
"Kau anak kecil mana mengerti tentang rasa dan gizi," ledek Samuel.
"Yaaakkkk.... kau itu ada masalah apa sih dengan ku pak tua? Kalau masih soal yang tadi aku minta maaf, sungguh aku tak bermaksud untuk tidak sopan," pekik Tasya.
Teriakan Tasya sampai membuat para tamu melihat ke arah nya, Samuel tentu saja malu saat menyadari pandangan para tamu.
"Sssttt... diamlah, apa kau tak melihat kalau para tamu sedang melihat ke arah kita," bisik Samuel.
"Kenapa harus di perdulikan sekali? Mereka punya mata, mereka ber hak melihat apapun yang mereka inginkan," ucap Tasya tak perduli.
Melihat Tasya yang keras kepala, Samuel menarik tangan Tasya untuk menjauh dari para tamu, membawanya ke bagian luar gedung.
"Kenapa kau malah membawa ku keluar? Aku itu sedang makan," kesal Tasya.
__ADS_1
"Kau masih nanya kenapa? Kenapa kau tidak bisa mengecilkan suara mu itu sih? Kau membuat malu saja," ucap Samuel.
"Ya siapa suruh kau membuat ku kesal, aku itu sedang makan dengan tenang, tapi kau malah mengganggu ku," ucap Tasya.
Tasya pun langsung melangkahkan kaki nya meninggalkan Samuel, tapi Samuel malah menarik tangannya hingga tubuhnya terbentur tembok.
"Mau kemana hmm?" tanya Samuel dengan pandangan tajam.
glukk...
"Astaga kenapa dia sangat menyeramkan?" batin Tasya.
"Ya mau makan lagi lah, enyah lah dari hadapan ku pak tua," ucap Tasya sambil mendorong tubuh Samuel.
"Coba kau perhatikan lagi wajah ku dengan baik, dimana ada letak keriputan di wajah ku? Coba beri tahu aku," ucap Samuel.
"Banyak, sangat banyak sampai tak terhitung jumlahnya," jawab Tasya.
"Benarkah?"
Tasya mengangguk, tapi Samuel malah mengikis jarak, yang tadi nya jarak mereka sekitar 30cm kini hanya tersisa 5cm saja.
"Tid-dak mau, cepat menjauh lah atau aku akan..."
"Akan apa?" tantang Samuel.
"Ak-ku ak-kan, " ucap Tasya gugup.
Cup
Samuel mengecup bibir Tasya, mata Tasya melotot kaget, namun itu tak berlangsung lama. Karena setelah itu Tasya pingsan tak sadarkan diri, beruntung Samuel bisa menangkap tubuh Tasya.
"Yang original memang beda," gumam Samuel.
Samuel pun mengangkat tubuh Tasya ala bridal style, Samuel membawanya ke kamarnya, bukan tanpa alasan kenapa Samuel membawanya ke kamarnya, dia takut orang-orang akan cemas dan akan berfikir yang tidak-tidak.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Samuel langsung membaringkan tubuh Tasya di atas kasur king size. Samuel mengamati Tasya dengan teliti.
"Ckk badan mu kecil sekali, apa kau tidak di beri makan? Tapi sepertinya mustahil, ibu panti sangat baik pada anak-anak panti, apa kau tak punya nafsu makan? Ku rasa sepertinya juga tak mungkin, jelas-jelas tadi ku makan begitu lahapnya. Lalu pergi kemana semua makanan itu?" heran Samuel.
Lalu Samuel keluar dari kamar membiarkan Tasya beristirahat di kamarnya, ibu panti juga pasti saat ini cemas mencari Tasya. Saat Samuel keluar dari kamar, tiba-tiba saja ada salah satu anak panti berkisar 10 tahunan.
"Om, apa kau melihat kak Tasya? Dia sudah menghilang sekitar 20menitan yang lalu," tanya anak panti itu.
"Ehmm ya ehmm ya tadi kak Tasya izin pada ku kalau dia akan pergi ke supermarket, aku baru saja ingin menemui ibu panti untuk memberi tahunya," jawab Samuel.
"Benarkah?"
" Ya tentu saja, yasudah kalau begitu mari kita temui ibu panti," ajak Samuel.
Samuel pun menggandeng bocah itu untuk turun menemui ibu panti, di lihatnya ternyata benar, ibu panti sedang cemas di temani oleh Willy dan juga Clarissa.
"Ibu, ibu tak usah cemas ya, tadi sebelumnya Tasya sudah izin pada ku untuk pergi ke supermarket, tadinya dia ingin mengatakan pada ibu, tapi ibu tadi kelihatan nya cukup sibuk," jelas Samuel.
"Ohh begitu, syukurlah. Kalau begitu ibu minta tolong untuk menemani Tasya tuan, apa tuan Samuel mau?" tanya ibu panti.
"Tentu saja kak Sam pasti mau bu, dia itu pria yang baik," sahut Willy.
"Syukurlah, pasalnya Tasya itu sangat ceroboh dan sangat keras kepala, ibu takut terjadi sesuatu padanya," ucap ibu panti.
"Sekarang apa lagi yang kak Sam tunggu? Segeralah temani Tasya di supermarket," ucap Willy.
"Ah ya baiklah,"
Akhirnya mau tidak mau, Samuel harus menemani Tasya di dalam kamarnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH NYA JUGA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA.
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️