
"ayo lah cepat" sean menarik tangan clarissa.
πΊπΊπΊπΊ
Setelah terbang di udara menggunakan balon udara, sean memutuskan untuk mengajak clarissa ke suatu tempat. dimana tempat itu adalah kejutan untuk clarissa.
"ayo kita ke hotel, setelah itu kita makan malam"
"kenapa tak langsung makan malam saja? perut ku sudah lapar tau" clarissa mengelus perut nya yang sudah membuncit.
"di hotel ada banyak cemilan, kau bisa makan cemilan dulu"
"benarkah?" mata clarissa berbinar saat mendengar cemilan.
"ya, sekarang pakai lagi mantel mu. cuaca semakin dingin" sean dengan perhatian memakaikan mantel ke tubuh clarissa.
πΊπΊπΊπΊ
Skip time
Clarissa dan sean sudah sampai di tempat dermaga yang seperti tak berpenghuni. clarissa bertanya-tanya untuk apa dia di bawa ke sini? clarissa langsung menatap suami nya heran.
"ikuti saja" sean masih terus menggandeng tangan clarissa menuju kapal.
"bentar sebenar nya untuk apa sih kita di sini?" tanya clarissa saat memasuki kapal.
"KEJUTAN" teriak stevany dan juga alex, berhubung karena clarissa tak mempunyai teman selain stevany.
Tapi tiba-tiba ada seorang pria paru baya yang muncul dari belakang tirai sambil membawa kue ulang tahun yang sangat tinggi sampai menutupi wajah nya.
"wah besar sekali kue ulang tahun nya" clarissa masih belum sadar siapa pria yang ada di belakang itu.
Wajah stevany dan alex cukup cemas, stevany dan alex tentu tau siapa pria yang ada di belakang kue ulang tahun itu.
"kau suka?" tanya sean.
"tentu, aku bahkan sampai lupa kapan terakhir aku merayakan ulang tahun ku" mata clarissa berkaca-kaca.
Dan pria paruh baya yang ada di belakang kue ulang tahun itu juga menetes kan air mata nya, dia merasa sangat bersalah karena sudah menelantarkan clarissa.
"hiks.. hiks.." samar-samar clarissa mendengar suara isak tangis seseorang.
"siapa yang menangis itu?" clarissa menuju belakang kue ulang tahun.
Dan betapa kaget nya clarissa saat melihat siapa yang menangis, tubuh nya kaku tak bisa di gerakkan, bibir nya juga terasa berat untuk bicara. hanya air mata saja lah yang menetes, ntah itu air mata kebahagiaan atau air mata kekecewaan.
"maaf kan paman clar"
Itu lah yang muncul dari mulut paman clarissa, ya pria paru baya itu adalah paman clarissa. yang membuat clarissa sedih adalah melihat penampilan paman nya, rambut yang sudah panjang dan memutih, tubuh yang sudah sangat kurus tak se segar dulu.
Paman clarissa berjalan ke arah clarissa, tapi di cegah oleh sean. sean mana rela istri nya di peluk oleh pria lain walaupun itu adalah paman dari istri nya.
__ADS_1
"kau jangan memeluk istri ku" ucap sean.
Clarissa tak bisa menahan keterkejutan nya sampai akhir nya clarissa jatuh pingsan, untung saja sean ada di belakang nya.
"sayanggg" sean langsung menggendong tubuh clarissa menuju kamar yang ada di sana.
"sayang bangun sayang" sean menepuk pipi clarissa sambil mengolesi minyak angin ke hidung clarissa.
"apa ini semua karena saya tuan? maka nya clarissa pingsan? kalau begitu apa saya bersembunyi saja tuan?" paman clarissa takut kalau keadaan ponakan nya memburuk karena diri nya.
"tidak, ini bukan salah mu. clarissa seperti ini karena merasa shock saja, lebih baik kau tetap di sini sampai clarissa sadar"
"benar paman, stevany yakin sekali kalau clarissa masih sangat menyayangi mu"
"ba-baiklah kalau begitu"
"eughh" samar-samar clarissa mulai mengerjap kan mata nya.
"sayang, apa ada yang sakit?" tanya sean.
"hauss" ucap clarissa.
Dengan sigap sean memberikan air minum untuk clarissa, clarissa langsung meminum hingga habis.
"cla-rissa bagaimana keadaan mu nak?" tanya paman clarissa.
"paman hiks... " clarissa merentangkan tangan nya, bermaksud meminta peluk dari paman nya.
Paman tentu saja tak langsung menghampiri clarissa, dia melihat dulu ke arah sean. setelah sean menganggukkan kepala nya baru lah paman mendekat ke arah clarissa dan memeluk nya penuh kasih sayang. dia benar-benar sangat menyesal karena sudah bersikap egois dan menyakiti clarissa.
Rasa sakit hati yang dulu menghinggapi nya kini hilang begitu saja, saat melihat keadaan paman nya yang sangat memprihatinkan.
"paman juga rindu, maafkan paman atas sikap paman dan bibi dulu"
Sean, stevany, alex dan david merasa takjub akan kebaikan hati clarissa yang memaafkan paman nya. bukan mudah bagi clarissa sebenar nya memaafkan paman dan bibi nya. clarissa bahkan berniat tak mau memikirkan paman dan bibi nya yang ntah kemana, tapi saat melihat keadaan paman nya. runtuh sudah kebencian yang clarissa tanamkan.
"ekhmm lebih baik sudah dulu pelukan nya paman, kasihan istri ku sangat lapar" lama-lama sean menjadi cemburu saat paman clarissa memeluk istri nya begitu lama.
"ckk dasar pencemburu" batin alex, yang merasa muak dengan adik nya.
"sean aku tau kalau kau sebenar nya cemburu kan saat paman mu memeluk clarissa" ucap stevany terus terang.
"yup itu salah satu alasan nya"
Sean membantu clarissa berdiri, namun clarissa merasakan perut nya sangat sakit. benar-benar sakit.
"akhhh... sakit sekali perut ku" clarissa memegang perut nya yang begitu sakit.
Sean dan yang lain nya tentu saja bertambah panik melihat wajah clarissa yang kesakitan sambil memegang perut nya.
"sa-yang kau kenapa?"
__ADS_1
"perut ku sakit sayang tolong aku" wajah clarissa harus memucat.
Stevany lalu melihat kaki clarissa yang mengeluarkan air di sela-sela betis nya. stevany yang tau pun langsung kaget.
"kau ingin melahirkan clar?" pekik stevany, sambil melihat ke arah kaki clarissa.
"kau pipis sayang?" tanya sean
Plakk..
"kau itu bodoh atau apa sih? itu bukan pipis tapi itu air ketuban yang sudah pecah itu berarti istri mu akan melahirkan bodoh" maki stevany sambil menjitak kepala sean.
"apa melahirkan?" kaget semua orang yang ada di sana.
"cepat panggil dokter b**oh. kenapa kalian malah diam saja" kesal stevany.
Bukan nya malah bergerak cepat, tapi mereka malah diam bagai patung. akhir nya david lah yang keluar mencari dokter.
"clar, dengarkan aku. tarik nafas " perintah stevany.
"huufftt" clarissa pun tarik nafas.
"buang"
"huuhhhh"
"nah bagus, lakukan seperti itu lagi oke" perintah stevany.
"Sayang, paman cepat berbalik badan aku harus melihat clarissa sudah pembukaan berapa"
Alex dan paman segera berbalik badan, sedangkan sean terus memegang tangan clarissa dan menenagkan sang istri.
"sakit sayang hiks... " tangis clarissa.
"aduh dimana sih david kenapa lama sekali, pembukaan nya hampir lengkap nih" kesal stevany.
"maksud nya apa stev, aku tak mengerti" ucap sean.
"jalan anak mu sudah sedikit lagi, kalau tidak segera di keluarkan takut nya air ketuban nya akan habis dan anak mu akan dalam bahaya" jelas stevany.
"yasudah tunggu apa lagi, cepat keluarkan anak ku bodoh" maki sean, yang merasa benar.
"kau yang bodoh, kau pikir masin asal tarik aja hah? kalau anak mu terjadi sesuatu bagaimana? aku bukan bidan jadi aku belum tau cara nya" teriak stevany, diri nya tak terima di maki oleh sean.
"sudah lah kenapa kalian sangat ribut, cepat panggilkan dokter" ucap clarissa.
"dokter nya sudah datang tuan"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
ADA YANG PERNAH MELAHIRKAN DI KAPAL TIDAK? COBA TOLONG KOMEN YA π
__ADS_1
SALAM CUNTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ