
"Kalau begitu, mari kita belajar bersama-sama untuk saling mencintai dan melengkapi," jawab Samuel.
πΊπΊπΊπΊ
Saat malam harinya Tasya di landa gugup dan cemas, dia bingung harus seperti apa, ingin rasanya dia kabur dari keadaan ini, tetapi tidak mungkin rasanya dia melakukan itu. Sampai akhirnya Samuel keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang di lilit di bawah perutnya, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, "Kau tidak mandi?" tanya Samuel.
Glukk!
Di hidangkan pemandangan seperti itu membuat Tasya terpesona, ingin sekali dia menyentuh deretan roti sobek yang berbaris rapih di perutnya, "Ah iya, aku akan mandi," jawab Tasya.
Dia tidak boleh terlalu lama terpesona dengan keindahan ciptaan tuhan itu, Samuel mencegah tangan Tasya, Tasya yang terkejut pun kehilangan keseimbangan karena gaun yang sangat panjang itu membuat Tasya kehilangan keseimbangan. Beruntung Samuel bisa menangkap tubuh mungil Tasya, tetapi handuk yang di kenakan Samuel harus terlepas hingga Tasya bisa melihat belalai gajah yang bahkan tidak pernah Tasya lihat secara langsung.
"Aaakkhhhh!!!!" teriak Tasya, Tasya juga mendorong tubuh Samuel dan langsung lari masuk kedalam kamar mandi.
"Ada apa dengannya? Baru melihatmu saja dia sudah terbirit lari seperti itu, bagaimana kalau kau memasuki wadahnya?" gumam Samuel.
Di dalam kamar mandi Tasya menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya, dia tidak menyangka kalau benda kramat milik Samuel sangatlah menyeramkan bagi Tasya. Tasya tidak bisa bayangkan kalau benda itu memasuki dirinya, "Astaga kenapa seram sekali? Aku tidak menyangka kalau aslinya akan seseram itu dari pada di vidio yang pernah aku tonton," gumam Tasya.
Sesungguhnya kepolosan Tasya sudahlah di nodai oleh teman-temannya di sekolah, teman-temannya sering sekali mengajak Tasya untuk menonton vidio yang berbau bercinta, " mudah-mudahan saja dia tidak meminta jatahnya sekarang," gumam Tasya. Tasya pun akhirnya memutuskan untuk membersihkan dirinya.
Di luar kamar mandi, Samuel sudah memakai kaos polos berwarna hitam dan juga celana pendek ketat hingga tercetak benda kramatnya yang menonjol, Samuel sedang fokus menatap layar laptopnya sembari meminum kopi hitam pahit favoritnya.
Cklek!
"Kak Sam, bisakah kau mengambil handukku?" teriak Tasya dari balik pintu kamar mandi.
"Ambillah sendiri, aku sedang sibuk dengan pekerjaanku," jawab Samuel.
"Ish kak tolonglah, hanya sebentar saja kok," mohon Tasya.
__ADS_1
"Ambillah sendiri Sya, tidak ada orang kok di sini," Samuel masih enggan untuk mengambil handuk untuk Tasya.
"Baiklah, tapi Kak Sam tutup mata ya," ucap Tasya.
"Hmm," jawab Samuel.
Samuel sebenarnya tidak mengerti kenapa juga dirinya harus tutup mata, tetapi Samuel tetap menuruti permintaan istri kecilnya, Tasya berjalan dengan perlahan, memastikan agar langkahnya tidak terdengar oleh Samuel, "Sudah belum?" tanya Samuel.
"Belum, jangan buka mata dulu," jawab Tasya.
"Hmm," jawab Samuel.
Kali ini Samuel tidak mendengarkan ucapan Tasya, dia membuka matanya sedikit untuk mengintip apa yang di lakukan istri kecilnya itu, dan ternyata di luar dugaan. Tasya ber***anjang bulat di depan dirinya, terlihat sangat jelas bokong putih mulus dan padat itu membuat Samuel kesusahan meneguk silvianya, "Astaga cobaan apa ini?" batin Samuel.
"Sudah, Kak Sam bisa membuka matanya sekarang," sahut Tasya.
"Kak Sam mau apa? Kenapa masuk lagi kedalam kamar mandi?" tanya Tasya.
"Diamlah kau," jawab Samuel.
"Ish aneh sekali dia," gumam Tasya.
***
Hampir satu jam lamanya tetapi Samuel tidak kunjung keluar juga dari toilet, membuat Tasya kesal hingga akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.
Tok!
Tok!
__ADS_1
"Kenapa lama sekali kak? Kak Sam tidak tidur kan di sana?" tanya Tasya.
Cklek!
Wajah Samuel sudah dipenuhi keringat dan juga pucat, terlihat sekali Samuel sudah kelelahan, "Boleh aku minta tolong padamu?" tanya Samuel.
"Minta tolong apa Kak? Apa Kak Sam sakit?" tanya Tasya.
"Tidak, aku baik-baik saja, tapi sahabatku yang sakit dan hanya kau yang bisa menyembuhkannya," jawab Samuel.
"Aku? Kenapa harus aku? Aku kan bukan Dokter," ucap Tasya.
"Intinya kamu mau tidak membantunya?" tanya Samuel yang sudah tidak sabaran.
"Baiklah aku mau," jawab Tasya.
"Aku ingin meminta hakku, dari tadi dia tidak mau memuntahkan lahar panasnya," mohon Samuel.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
KIRA-KIRA SAMUEL DAPET JATAH GAK YA DARI TASYA? KALO SEANDAINYA GAK DAPET JATAH, APA SAMUEL AKAN MEMAKAI JASA WANITA MALAM? π€ COBA KOMEN DI BAWAH YA GUYS π
GUYS KALAU AKU BIKIN SEANSON 2 KIRA-KIRA PADA MAU BACA GK NIH GUYS? TERUS KALAU AKU BIKIN SEASON 2, ENAKNYA DI PISAH ATAU DI GABUNG AJA? COBA KOMEN DI BAWAH YA.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YAJANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH NYA JUGA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ
__ADS_1