
"terimakasih sayang"
πΊ πΊ πΊ πΊ πΊ
hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi, ini pertama kali nya clarisa bangun di jam segini. jangan tanya kenapa, jelas itu semua adalah ulah dari sang suami yg sangat agresif dalam bercinta.
"aawwhh!! bahkan untuk bangun saja aku tak ada tenaga, benar2 hukuman yg sangat mengerikan" gumam clarissa.
clarissa akhirnya memutuskan untuk mencoba lagi untuk turun dari kasur, setelah dia ingin berdiri untuk berjalan sela**kangan nya begitu perih dan sakit hingga akhirnya dia terjatuh karna tak bisa seimbang.
brak..
mendengar ada suara yg cukup kencang membuat sean terbangun dari tidur nya.
"suara apa itu?" sean lalu melihat ke samping, dan ternyata istri kecil nya tak ada di kasur sean langsung panik
"aawwhh sakit sekali" samar2 sean mendengar suara istri nya tapi dia tak melihat keberadaan clarissa. saat menengok ke pojok dinding dia baru melihat keberadaan istri nya.
"astaga sayang" dengan cepat sean membantu istri nya.
"bagaimana apa ada yg terluka? pasti kau patah tulang kan, baiklah2 aku akan menghubungi dokter sebentar" clarissa mencegah suami nya yg ingin menelpon dokter.
yg benar saja diri nya hanya jatuh dari atas kasur bukan dari gedung berlantai 10, mustahil sekali kalau sampai patah tulang. ntah lah mendadak otak cerdas nya sean sama sekali tak berfungsi dengan baik kalau berhubungan dengan perempuan yg bernama clarissa ini.
"sayang tak usah berlebihan, aku hanya jatuh dari atas kasur saja kok" ucap clarissa.
"jatuh dari kasur kau bilang hanya? sayang dengarkan aku bagaimana kalau seandainya kau mengalami cidera yg serius, mungkin patah tulang atau bahkan bisa menjadi orang lumpuh. aku tak mau itu terjadi pada mu sayang aku tak sanggup melihat mu terluka"
perhatian dari sean membuat hati clarissa menghangat, karna sebelumnya diri nya hanya mendapatkan perhatian dari kedua orang tua stevany saja, itu pun dia jarang sekali mengunjungi rumah orang tua stevany yg berada cukup jauh dari kosan dia dulu.
"sungguh aku tak apa2 sayang aku hanya jatuh biasa saja kok" mungkin clarissa lupa kalau pada saat dia terjatuh dia tak menggunakan sehelai benang pun,hingga akhir nya ada singa jantan yg diam2 ingin menerkam diri nya.
"kau memang mau kemana jam segini sudah bangun?" tanya sean yg sedang menahan gairah.
"aku mau ke toilet" tangan clarissa hendak ingin mengambil selimut yg berada di atas kasur untuk menutupi area terlarang nya.
"baiklah kalau begitu kita mandi bersama saja" sean ingin menggendong clarissa tapi buru2 di cegah nya.
__ADS_1
"tid- tidak usah aku bisa sendiri kok sayang" jawab clarissa menunduk.
"mungkin akan sangat kejam kalau aku tak memberi nya istirahat terlebih dahulu" batin sean.
"baiklah hari ini kau ber istirahat dengan tenang, tapi besok malam aku tak bisa menjamin kau bisa beristirahat dengan tenang. karna aku ingin mempunyai keturunan dari mu, sekarang mari ku gendong ke kamar mandi"
"sa-yang bagaimana kalau nanti seandainya aku tak bisa memberi mu keturunan?" tanya clarissa ragu, pasal nya saat ini dia mulai terbiasa pada sean, hati nya mulai terbuka untuk lelaki kejam ini.
dia takut kalau seandainya dia tak bisa memiliki keturunan untuk sean, sean akan pergi meninggalkan diri nya dan mencari perempuan lain.
"sama sekali tak masalah bagi ku sayang, kau tak perlu ragu soal itu. mungkin memang itu rencana kita dari tuhan untuk rumah tangga kita. dan percayalah aku hanga cinta pada mu dan akan seperti itu untuk selamanya"
mendengar itu ingin rasa nya clarissa menangis, rupanya sean memang sangat tulus mencintai nya. bolehkah clarissa egois? clarissa sangat ingin sean terus mencintai nya dan tak akan pernah meninggalkan nya, clarissa juga ingin hubungan rumah tangga nya sangat tentram dan haromonis. ya walaupun dia tau setiap hubungan rumah tangga pasti akan ada badai nya.
"sekarang ayo aku antar" sean menggendong tubuh clarissa sampai ke bathup kamar mandi, tak lupa juga sean mengisi air hangat agar clarissa bisa sedikit lebih baik di bagian sela**kangan.
"sekarang kau mandi lah, kalau sudah selesai segera panggil aku" clarissa hanya mengangguk.
sean keluar dari kamar mandi dan berniat ingin mengganti sprei yg bernoda darah, sean mengulum senyum. ingatan nya seketika terbang kemana2 di tambah semalam adalah malam yg sangat istimewa untuk sean. tapi dia cukup kesal kenapa malam itu cepat sekali berlalu.
'ingin rasa aku menghentikan waktu di malam hari agar aku bisa berduaan dengan nya" setelah melamun sean mulai mencopotkan sprei itu, namun bukan untuk di cuci melainkan untuk dia simpan.
sungguh hanya sean lah yg mampu berpikir seperti itu, mungkin pria lain akan merasa geli dan jijik sama yg nama nya da**h tapi beda dengan sean, justru sean malah mengelus bekas da**h itu. sungguh sean pria psikopat sejati ππ
krakk...
kia sudah keluar dari kamar mandi, buru2 sean langsung menyimpan sprei itu di lemari yg tak pernah di buka oleh clarissa.
"loh sayang kok kamu belum pakai baju" pipi clarissa bersemu merah, dia kira sean sudah memakai pakaian ternyata belum. sungguh memalukan.
"memang nya kenapa? kan di sini hanya ada kita berdua sayang, kau tak usah malu2 kalau kau menginginkan nya katakan saja. aku dengan suka rela akan menuruti nya"
di bagian mana kalau clarissa mengatakan, kalau dia menginginkan nya? sungguh tingkat kemesuman suami nya tidak ada dua nya.
"tidak, aku sudah cukup kok" jawab cepat clarissa.
"ohh begitu yasudah kalau begitu aku mandi dulu ya, oh atau kau mau mandi lagi agar badan mu tambah bersih?" goda sean.
__ADS_1
"tidak sayang badan ku sudah cukup bersih kok" jawab clarissa gugup.
"ah begitu ya, sayang sekali padahal dia butuh di pijat" ingin rasa nya clarissa melakban mulut suami nya yg tak berfilter itu, apa dia tidak tau apa kalau saat ini diri nya sedang mati2an menahan malu.
"sayangg... sudah lah jangan menggoda ku lagi" akhirnya clarissa menyerah, dia tak sanggup menahan godaan dari suami nya itu.
"hahahaha.... baiklah2 aku mandi dulu" sean tertawa dengan sangat kencang.
πΊ πΊ πΊ πΊ πΊ
sean dan clarissa pun sudah selesai bersiap, clarissa memakai dres kuning bunga2 dengan memakai syal yg melingkar di leher putih nya, jangan tanya kenapa clarissa memakai syal di tengah terik nya matahari.
jelas itu semua ulah suami nya itu, sebenarnya sean sudah melarang clarissa untuk tidak memakai syal. karna sean ingin memberi tahu pada seluruh dunia kalau clarissa sudah ada yg memiliki, yaitu diri nya.
"karna hari ini adalah hari libur aku berniat mengajak mu untuk pergi jalan2 terserah kau mau kemana, aku akan selalu mengikuti mu"
"hmm benarkah?" mata clarissa berbinar saat dia di izinkan keluar walau harus di temani oleh sean.
"tentu katakan saja, biar samuel yg akan menyiapkan nya"
"hmm boleh kah aku ke kota x?" tanya clarissa ragu2.
"untuk apa kau ke sana?" tanya sean.
"aku ingin mengunjungi makam nenek, dan kedua orang tua ku. bahkan sebelum menikah harus nya aku mengunjungi mereka kan untuk memberi restu. jadi aku memutuskan untuk mengunjungi mereka agar mereka tau kalau aku sudah menikah dan kehidupan ku sudah lebih baik dari sebelum nya"
"baiklah nanti setelah sarapan kita akan pergi ke sana"
"terimakasih sudah mengabulkan permintaan ku" mata clarissa berkaca kaca.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
**jangan lupa like komen dan vote aku ya
jangan lupa juga kasih hadiah untuk sean dan clarissa oke
salam cinta dari othor abal2 π
__ADS_1
sarangheo β€**