
"sakit sedikit kok"
🌺 🌺 🌺 🌺
"lagian kenapa kau tak bilang pada ku kalau kau akan kemari? aku kan bisa me jemput mu di bawah" tanya stevany.
"aku hanya ingin memberikan mu kejutan stev tadi nya" jawab clarissa.
"selesai, sekarang kau ingin makan apa biar aku pesankan untuk mu" tawar sean.
"kau mau apa stev?" tanya clarissa.
"aku mau spageti... "
"sayang aku tak menawarkan stevany aku menawarkan mu bukan dia" sean memotong pembicaraan stevany.
mendengar itu stevany kesal, bisa-bisanya sean sangat pelit pada nya, apa dia lupa kalau sebentar lagi diri nya akan menjadi kakak ipar nya.
"astaga pelit sekali kau, ku sumpahi kau akan menderita saat clarissa sedang hamil" kesal stevany.
"sayang nya ancaman mu tak akan berpengaruh untuk ku" jawab sean dengan santay.
"astaga kalian kenapa seperti pasangan suami istri saja, aku jadi iri kalau begini." clarissa meledek suami dan sahabat nya yang setiap ketemu selalu saja bertengkar.
"sayang jangan mengada-ngada deh, yang benar saja aku menikah dengan berwajah tebal ini. mau di tusuk pan**t ku dengan paku pun rasa nya tetap enggan untuk menikah dengan nya" jawab sean.
"kau pikir aku mau menikah dengan laki-laki berwajah datar seperti mu? lebih baik aku bersama kak alex, sudah tampan, romantis, penyayang, lemah lembut dan yang paling penting punya standar humor yang bagus. tidak seperti mu tidak pernah tertawa, ku yakin sebentar lagi sahabat ku akan cepat menjadi nenek-nenek yang berwajah peyot"
tok tok tok..
"masuk"
"semua sudah beres tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya samuel.
"sayang kau ingin makan apa?" tawar sean.
"aku spaghetti saja sama seperti stevany, tolong tiga ya ka sam"
"baik nyonya, ada lagi?"
"itu saja kak sam"
"baik nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" setelah kepergian samuel, stevany mendekati clarissa untuk memberikan gosip-gosip yang lagi hangat di bicarakan.
"sayang kau mengobrol dulu ya dengan dia, aku ingin melanjutkan pekerjaan ku sebentar" sean mencium kening istri nya dengan mesra di hadapan stevany.
__ADS_1
"cih dasar tak tahu malu" rutuk stevany.
"bilang saja kalau kau iri, karena kak alex tak ada di sini" sean melangkah ke meja kerja, membiarkan istri kecil nya berbincang-bincang dengan sahabat nya itu.
"clar kau tau tidak berita yang sangat viral saat ini?" tanya stevany.
"tidak tau lah stev, kan aku tak memegang ponsel. kau tau sendiri kalau aku belum di izinkan memegang ponsel oleh suami ku" jawab clarissa.
astag sean itu benar-benar ya, apa sih yang ada di pikirkan sean sampai-sampai dia bisa sangat se posesif itu dengan istri nya.
"cih dasar laki-laki tua, kau juga clar masa iya suami mu kaya tapi kau tak punya ponsel. lumayan kan clar kau bisa mencuci mata mu dengan melihat pria-pria tampan" stevany sedang mencuci otak clarissa, agar sahabat nya ini tidak terlalu menurut pada suami nya.
"kau jangan berusaha untuk mencuci otak istri ku stev, aku tak akan segan-segan mendepak mu dari sini" tanpa di duga ternyata telinga sean cukup tajam saat stevany sedang mencoba merayu istri nya.
"itu nama nya normal sean, kau nya saja yang berlebihan"
karena tak tahan dengan sikap stevany yang terus mencuci otak istri nya, sean memanggil david untuk mengusir stevany.
"usir dia vid, bukan kah divisi keuangan sedang banyak pekerjaan? kenapa dia malah bersantay di sini"
"baik tuan, stev ayo ke ruangan mu" ajak david.
"astaga lihat kah kelakuan suami mu clar"
clarissa hanya tersenyum, dia sudah sangat lelah melihat suami dan sahabat nya selalu bertengkar seperti itu.
🌺 🌺 🌺 🌺
"ayo sayang" sean berusaha untuk melawan apa yang dia derita, sean tak ingin membuat istri nya khawatir.
sampai akhirnya diri nya tak kuat, sean langsung ke toilet untuk memuntahkan semua nya. clariss tentu saja khawatir dengan keadaan suami nya itu, buru-buru clarissa mengambil minyak angin dan langsung menyusul suami nya yang sedang muntah.
"sayang kita ke rumah sakit saja ya setelah dari sini" sahut clarissa sambil memijat tengkuk belakang suami nya.
"tak usah sayang, aku hanya tak enak badan saja kok. kau tak usah khawatir"
"benar tidak apa?" clarissa sangat cemas, karena wajah suami nya sudah pucat.
"ya benar, sekarang tolong panggilkan samuel dan david ya sayang" clarissa langsung menghampiri david dan samuel untuk membantu memapah tubuh suami nya ke mobil.
🌺 🌺 🌺 🌺
di mansion samuel dan david membaringkan tubuh sean di atas kasur.
"tuan apa tak sebaik nya anda ke dokter saja? wajah anda terlihat cukup pucat" sahut david.
__ADS_1
"sayang sudah ku bilang lebih baik kita ke rumah sakit saja ya, atau kalau tidak tolong hubungi saja dokter pribadi suami ku kak david"
"tak usah sayang, aku tak selemah itu. besok juga pasti sudah sembuh" sean tak mau clarissa menganggap diri nya lemah, dia harus kuat dia tak mau membuat sang istri cemas.
"sayang tak ada yang menganggap mu lemah, kau sangat kuat dan kau adalah pahlawan ku. kalau pahlawan ku sakit nanti siapa yang akan menjaga ku? apa kau mau aku di jaga oleh pria lain?" mendengar itu sean membayangkan kemungkinan yang akan terjadi kalau sampai dia sakit terlalu lama.
tidak ini tidak bisa di biarkan dia harus sembuh besok, perkataan istri nya ada benar nya juga. dan sampai mati pun sean tak akan pernah rela kalau istri nya akan di jaga oleh pria lain.
"baiklah tolong panggilkan aku dokter reind sam" perintah sean.
"baik tuan"
beberapa menit kemudian dokter reind pun datang, dia langsung memeriksa keadaan sang penguasa yang sedang terkapar lemas di atas kasur.
"ini sudah dari kapan terjadi?" tanya dokter reind.
"baru saja tadi sore dok, apa suami saya keracunan makanan dok? soal nya tadi pagi sumi saya sangat sehat, bahkan dia bisa memarahi karyawan nya saat siang tadi"
"maaf kalau saya lancang, tapi saya perlu memastikan sesuatu pada anda nona" ucap dokter reind.
"katakan saja dok"
"kapan terakhir kali anda mengalami haid?" tanya dokter reind.
mendengar itu sean emosi, kenapa pula dokter kepercayaan malah bertanya sesuatu yang sangat tidak sopan.
"apa maksud mu reind? kenapa kau bertanya selancang itu pada istri orang? lagi pula yang sakit itu adalah aku bukan istri ku" kesal sean.
"kan tadi aku sudah bilang maaf kalau lancang, tapi aku perlu memastikan. soal nya aku tak menemukan penyakit apapun dari mu"
"walaupun kau tak bisa menemukan penyakit ku harus nya orang yang kau tanya itu adalah aku bukan istri ku"
sudah lah reind menyerah, susah bicara dengan orang yang sudah tidak waras karena cinta. lebih baik dia besok kemari saja lagi sekalian membawa dua perawat wanita.
"baiklah kalau begitu aku pulang dulu, besok aku akan kemari lagi dengan membawa perawat agar istri mu di bisa di periksa" setelah mengatakan itu dokter reind langsung pergi, dia tidak mau membuang waktu dan emosi nya untuk meladeni banteng sakit jiwa itu.
"heyy mau kemana kau?"
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
kira-kira sean kenapa ya guys? ada yang bisa tau?
jangan lupa like komen dan vote aku ya
jangam lupa juga beri hadiah untuk sean dan clarissa agar mereka bisa memiliki momongan.
__ADS_1
salam cinta dari othor abal-abal 😘
sarangheo ❤