MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM

MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM
DI BUJUK SAHAM


__ADS_3

"Aku melakukan nya untuk mu sayang, bukan untuk diri nya. Aku yakin kau masih menyayangi paman mu, jadi ku rasa tak ada salah nya memaafkan paman mu" Jelas Sean.


🌺🌺🌺🌺


Malam hari nya baby Abian sudah tertidur, ini berarti saat nya Clarissa dan Sean bisa menonton film sambil bermesraan seperti dulu saat belum ada baby Abian.


"Untung saja baby Abian pengertian, kalau orang tua nya sedang ingin pacaran dulu" Sahut Sean.


"Makanya kau jangan cemburu pada baby Abian, dia sangat sayang pada orang tua nya"Jawab Clarissa.


"Aku juga sangat menyayangi baby Abian darling, hanya saja aku sedikit tak rela kalau..." Ucap Sean tertahan karena Clarissa membungkam mulut Sean dengan ci*man mesra.


"Apakah ini sebuah kode?" Tanya Sean.


"Dasar ya kau ini sangat mesum sekali, aku itu mencium mu bukan karena memberi kode pada mu. Apa kau lupa kalau goa ku belum bisa berfungsi dengan baik?" Kesal Clarissa.


"Hehe maaf sayang, yasudah kalau begitu kita tidur saja yuk" Ajak Sean.


Akhir nya mereka memutuskan tidur, karena hari sudah semakin malam. Mereka berdua tidur sambil berpelukan dengan mesra, saling menyalurkan kehangatan di tengah dingin nya malam hari.


🌺🌺🌺🌺


Saat pukul tiga dini hari Sean tiba-tiba terbangun ingin ke kamar mandi.


"Aduh ke kamar mandi dulu deh" Gumam Sean.


Sean pun ke kamar mandi dengan tergesa-gesa karena sudah tak tahan lagi.

__ADS_1


Setelah selesai, Sean langsung ke kasur tapi tiba-tiba dia ingin melihat baby Abian yang tertidur di box bayi dekat tv.


"Aisshh lihat lah bahkan dia sangat mirip sekali dengan ku saat masih kecil dulu" Dengan perlahan Sean mencium pipi gembul baby Abian.


Tapi siapa sangka, sedikit pergerakan itu membuat baby Abian menangis. Sean berusaha menenangkan dengan cara menepuk pan**t baby Abian dengan perlahan sambil mengeluarkan rayuan berharap kalau baby Abian akan kembali tidur.


"Ssstt diam lah sayang jangan menagis, momy mu sedang tidur. Kalau kau menangis nanti dady bisa kena marah oleh momy mu"


"Oeeekk.... oeekkk...." Tangis baby Abian bertambah besar, dan itu membuat Sean semakin kebingungan dan panik.


"Sstt... sayang kau mau apa hmm? Diam lah sayang, nanti akan dady belikan saham untuk mu kalau kau diam ya sayang. Sssttt diam lah sayang"


"Oeeekkk.... oeekkk....."


Mendengar baby Abian yang menangis hingga kencang begitu membuat Clarissa terbangun, dan dia melihat suami nya yang sedang berusaha agar baby Abian diam. Clarissa memilih untuk melihat dulu bagaimana cara yang Sean lakukan untuk menenang kan baby Abian.


"Apa aku gendong saja ya?" Gumam Sean.


"Astaga Sean apa yang kau lakukan?!!" Pekik Clarissa.


Yang benar saja, baby Abian belum genap satu bulan. Tulang nya masih sangat lentur dan lunak. Tapi Sean malah melempar ke atas baby Abian.


"Eh sayang kau bangun? Maaf ya mengganggu tidur mu, aku sudah berusaha agar baby Abian bisa terdiam. Tapi dia tak mau diam, dia malah semakin kencang menangis nya" Jelas Sean sambil menyerahkan baby Abian pada sang istri nya.


"Tapi tidak seperti itu juga Sean, dia masih sangat kecil bahkan umur nya belum genap satu bulan. Tulang-tulang nya juga belum kokoh, kau jangan masih asal di lempar saja dong. Kalau kau tak bisa menenangkan nya lebih haik bangun kan aku" Omel Clarissa, sambil menenang kan baby Abian dengan asi nya.


Sean yang kena omelan istri nya pun tak berani membuka suara, dia akui dia memang salah. Tapi dia kan melakukan itu juga demi istri nya, dia tak mau istri nya itu kelelahan dan sampai akhir nya jatuh sakit.

__ADS_1


"Maaf sayang, aku tidak tega habis nya kalau harus membangunkan mu. Kau pasti sudah sangat lelah karena mengurus baby Abian dan juga mengurus ku. Jadi aku ingin membantu mu sedikit" Ucap Sean.


Clarissa hanya menghembuskan nafas kasar, ya walaupun niat Sean sangat lah baik tapi Clarissa tak bisa membenarkan tindakan Sean tadi.


" Yasudah tak apa, lagi pula aku juga ingin tau kenapa baby Abian bisa menangis? Apa karena dia pup? Tapi seperti nya aku tidak mencium aroma nya" Ucap Clarissa sambil mengecek popok baby Sean.


Sean pun jadi bingung saat istri nya bertanya seperti itu, ingin mengaku tapi takut nanti istri nya akan memarahi nya lagi.


"Kau sedang tidak menggoda baby Abian saat dia tertidur kan sayang?" Selidik Clarissa saat melihat ke bungkaman nya Sean.


"Aku tidak mengganggu nya sayang, tadi saat aku ingin ke kamar mandi aku hanya ingin mencium sedikit baby Abian, tapi siapa sangka kalau dia malah menangis. Padahal aku sudah membujuk nya dengan akan membelikan saham untuk nya" Mendengar penjelasan dari suami nya, Clarissa hanya bisa terbengong.


Yang benar saja bayi yang bahkan belum berumur satu bulan, tapi sudah di rayu dengan iming-iming saham. Jelas saja pasti bayi itu tidak akan berhenti menangis.


"Sean apa otak mu sudah tak waras? Dia masih bayi loh, dan kau membujuk nya dengan saham? Yang benar saja" Clarissa langsung meninggalkan Sean dan pergi ke kasur untuk menidurkan baby Abian.


"Sayang tapi bukan nya banyak ya para manusia yang tergoda dengan saham? Baby Abian kan juga manusia"


"Sudah lah terserah kau saja, aku malas berdebat dengan mu. Inti nya kalau kau tak bisa menenangkan nya jangan pernah melakukan hal seperti tadi paham?" Omel Clarissa.


"Paham sayang"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA


JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH NYA JUGA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA.

__ADS_1


SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘


SARANGHEO ❤️


__ADS_2