
"heyy mau kemana kau?"
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
"pulang lah apa lagi? masa iya aku harus menginap di sini?" jawab ketus dokter reind.
"setidak nya berikan aku obat bo*oh, untuk mengurangi rasa mual ku" enak saja reind main asal pergi saja, padahal dia sudah sangat mahal membayar dokter itu. tapi dia malah tak mendapatkan obat atau resep obat.
"kau yang bo*oh, sudah ku bilang aku tak menemukan penyakit apapun di tubuh mu, dan seandainya dugaan ku benar, tetap saja tak akan ada obat nya. hanya satu obat nya yaitu mati" reind menakut-nakuti sean, habis nya emosi nya benar-benar di uji saat berhadapan dengan teman laknat nya ini.
"kau jangan menakut-nakuti ku ya, aku tau kau hanya menakuti saja ya kan"
"nona clarissa kalau suami mu yang galak ini sudah tiada, segeralah datang pada ku. aku mungkin tidak sekaya suami mu tapi aku bisa memenuhi kebutuhan mu" setelah mengatakan itu reind benar-benar pergi.
"heyy kemari kau, berani sekali kau mengatakan seperti itu pada istri ku heyyy" sean hendak ingin turun dari atas kasur, tapi badan nya sangat lemas sampai akhirnya dia terjatuh.
"sayang bisa tidak sih tak usah galak, lagi pula dokter reind hanya bercanda kok" clarissa dengan perlahan membantu suami nya untuk naik ke atas kasur.
"tetap saja aku tak terima sayang.. hoek.. " perut sean mulai mual, dia dengan cepat menuju toilet untuk memuntahkan isi makanan yang ada di dalam perut nya.
sungguh sean merasa sangat tersiksa, seumur hidup nya dia tak pernah merasakan semenderita ini, atau merasakan mual seperti ini.
"sudah?" tanya clarissa yang masih setia memijat tengkuk belakang sean.
"sudah sayang"
"sini mari ku bantu" clarissa membantu sean berdiri, tak lupa juga clarissa mengelap mulut suami nya dengan lap basah.
"maaf sayang aku merepotkan mu dan terimakasih karena sudah mau merawat ku" sean merasa sangat bersyukur karena istri yang dia pilih bisa sabar dan mau merawat diri nya.
"kau ini bicara apa sih, aku ini istri mu sudah seharus nya aku merawat mu. jadi tak usah bicara seperti itu ya" clarissa kembali memapah tubuh sean sampai ke kasur.
"sekarang kau istirahat ya" clarissa menyelimuti tubuh suami nya.
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
hari sudah menunjukkan pukul delapan pagi, clarissa sudah bangun dari pukul tujuh pagi untuk membuat bubur untuk suami nya yang sedang sakit.
"beruntung sekali ya tuan sean memiliki istri seperti nona clarissa, sudah cantik, perhatian pula pada suami nya. saya yakin ya nyonya kalau saja yang jadi istri tuan sean adalah wanita lain, mereka pasti enggan merawat tuan sean yang sedang sakit seperti ini" sahut willy.
"kak willy bisa saja, lagi pula kan memang ini tugas seorang istri untuk memperhatikan suami nya mau itu sehat atau sakit" jawab clarissa.
"tapi tak semua wanita berpikiran seperti nyonya, pokoknya yang seperti nyonya sangat paket komplit deh" sahut maid lain.
"yasudah kalau begitu aku kemar dulu ya kakak-kakak." izin clarissa.
__ADS_1
"baik nyonya"
clarissa pun membawa nampan berisi bubur dan teh jahe hangat, yang konon kata nya bisa menyehatkan tubuh.
krekk...
sesampai nya di kamar clarissa tak melihat keberadaan suami nya itu, tapi dia mendengar ada suara orang yang sedang muntah. dengan cepat clarissa menaruh nampan itu di meja rias dan segera menyusul suami nya yang sedang di toilet.
"astaga sayang" pekik clarissa.
clarissa melihat suami nya itu sedang memuntahkan isi perut nya di closet dan terduduk lemas di sana, dengan lembut clarissa memijat tengkuk belakang suami nya.
"sudah baikan?" tanya clarissa.
"sudah sayang"
clarissa langsung memapah tubuh sean untuk di baringkan di atas kasur.
"aku panggil kak sam dulu ya untuk meminta dia menghubungi dokter yang semalam lagi" terlihat sangat jelas di mata sean saat wajah itu terlihat begitu khawatir.
sean mengusap pipi clarissa dengan lembut, dia merasa bersalah karena membuat istri kecil nya kerepotan dan juga merasa khawatir.
"nanti saja, suapi aku makan dulu karena aku sudah lapar" jawab sean.
"baiklah, sekarang duduk ya biar aku suapi"
"enak?" tanya clarissa.
"masakan mu selalu enak sayang, tak pernah tak enak"
"dasar, oh ya setelah ini aku akan membantu mu membersihkan diri aku takut kau akan terjatuh kalau mandi sendirian di dalam kamar mandi"
"bukan karena ingin bercinta kan?" goda sean.
lihat lah di saat keadaan nya sudah lemas seperti ini, dia masih sempat-sempatnya menggoda istri nya. sean memang tidak bisa di katakan 100% sakit, karena dia pasti akan menyempatkan momen untuk menggoda sang istri.
"astaga kau ini, kau sedang sakit tapi kenapa pikiran mu sangat mesum sekali" kesal clarissa.
"haha baiklah honey maaf kan aku"
"sebentar ya aku siapkan dulu lap basah nya"
"baik honey"
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
__ADS_1
sean sudah bersih dan dokter reind beserta dua perawat nya pun sudah tiba, tapi yang aneh nya dua perawat itu malah ingin memeriksa clarissa, dua perawat itu meminta air pipis clarissa yang kata nya kan di cek. clarissa yang tak mengerti apapun sih hanya menurut saja.
"ini sus" clarissa menyerahkan air pipis nya ke tempat yang sudah di sediakan
"baik nyonya, harap tunggu sebentar ya" lalu suster pun mengeluarkan tespeck.
clarissa pun cukup kaget saat suster itu mengeluarkan alat tespeck, dia lalu ingat kalau diri nya belum haid juga semenjak menikah dengan sean.
"astag ya sus aku lupa kalau aku belum mendapatkan haid semenjak aku menikah dengan suami ku" pekik clarissa.
"saya harap hasil nya seperti yang kita duga ya nyonya" jawab salah satu suster.
"amin"
beberapa kemudian hasil nya pun keluar, dan kedua perawat itu memberikan hasil tespeck nya kepada dokter reind.
"sudah ku duga kau memang tak sakit bung" sahut dokter reind.
"maksud mu aku hanya pura-pura sakit begitu?" kesal sean.
"tak ada yang mengatakan seperti itu, kau saja yang berlebihan"
"sekarang katakan pada ku ada apa sebenarnya?"
"kau terkena Kehamilan simpatik atau disebut jugaย sindrom couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.
Kehamilan simpatik biasanya dialami suami saat kehamilan istri berada di trimester pertama dan ketiga.
jadi aku harap kau bisa sabar sedikit ya, karena ini hanya bersifat sementara saja kok" jawab dokter reind.
"maksud mu istri ku sedang hamil begitu?" sean sangat senang saat mendengar kabar ini, sebentar lagi dia akan menjadi ayah.
"benar sekali" jawab dokter reind.
sean memeluk clarissa, clarissa juga merasa sangat senang dengan berita ini.
"sekarang kandungan istri ku sudah berapa bulan reind?" tanya sean.
"untuk lebih jelas nya lagi silahkan kalian periksa ke rumah sakit besok" jawab reind.
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
jangan lupa untuk like komen dan vote aku ya
jangan lupa juga beri hadiah untuk sean dan clarissa atas kehamilan mereka berdua.
__ADS_1
salam cinta dari othor abal-abal ๐
sarangheo โค