
"untuk lebih jelas nya lagi silahkan kalian periksa ke rumah sakit besok"
🌺 🌺 🌺 🌺
"kenapa harus besok? memang nya kau tak bisa memeriksa istri ku?" tanya sean.
Sean sudah sangat penasaran dengan keadaan janin di dalam perut istri nya, dan juga ingin tahu jenis kelamin calon anak nya.
"itu bukan bidang ku sean" jawab reind seadanya.
"cih kata nya lulusan dokter terbaik tapi meriksa ibu hamil saja tidak bisa"ledek sean.
Emosi dokter reind benar-benar sangat di uji oleh pria psikopat ini, ingin rasa nya dia berteriak dan merobek mulut sean
"sean jangan memancing emosi ku, aku itu dokter spesialis bedah dasar nya bukan dokter kandungan" kesal reind
"aku tak sedang memancing emosi reind, lagi pula aku tak perduli mau kau dokter spesialis bedah kek atau dokter kandungan. intinya kau adalah dokter yang sudah seharus nya bisa semua"
clarissa yang melihat perdebatan antara suami nya dan dokter reind menjadi bingung, dokter reind sama sekali tak bersalah tapi kalau diri nya mengatakan itu pasti suami nya akan kebakaran jenggot.
"sayang sudah lah, kita bisa tau lebih jelas dan lebih akurat nya besok" sahut clarissa.
"aku penasaran sayang, aku ingin tau calon anak kita ini perempuan atau laki-laki. biar kita pun bisa menyiapkan nama untuk anak kita nanti"
Ntah lah tiba-tiba otak cerdas sean sama sekali tak berfungsi dengan baik, usia kandungan clarissa saja belum tau sudah berapa minggu. dan bukankah kita bisa mengetahui jenis kelamin bayi saat sudah berusia 24-30 minggu? ah ntah lah bicara dengan sean hanya akan menguras tenaga saja.
"aku mengerti sayang, tapi kita tidak bisa memaksa dokter reind untuk memeriksa kandungan ku" dengan lembut clarissa memberikan pengertian pada suami nya.
"tuh dengar apa kata istri mu" sahut dokter reind.
"hmm dok kira-kira ada langkah khusus tidak untuk mengurangi rasa mual pada suami saya, saya tidak tega melihat suami saya menderita seperti ini" clarissa mengusap telapak tangan suami nya.
__ADS_1
Sean yang melihat istri nya sangat perhatian pada diri nya, semakin menjadi. dia mulai manja dan menciumi leher istri nya di depan dokter reind dan kedua perawat yang ada di sana.
"biarkan saja ini terjadi nona, anggap saja ini sebagai hukuman dan karma yang harus dia terima karena telah menghilangkan banyak nyawa" jawab dokter reind kesal.
"aku tau kau iri reind, kau belum menikah sedang kan aku sudah. kau tidak ada yang memberi perhatian selayak nya istri ku yang sangat perhatian pada ku" tubuh sean memang lemas, tapi tidak menghalangi mulut nya untuk meledek dokter reind itu.
"terserah kau mau bicara apa, yang jelas aku tak bisa memeriksa ibu hamil. ayo sus kita pergi" ajak reind pada dua perawat nya.
sepergian dokter reind dan dua perawat, sean merasakan mual lagi. dengan langkah cepat dan lemas sean menuju toilet untuk kembali memuntahkan isi perut nya.
hoekk... hoekk...
Clarissa sebenarnya juga tak tega melihat keadaan suami nya, tapi dia bingung harus berbuat apa.
"sabar ya sayang ini tak akan lama kok"
clarissa memijat kembali tengkuk belakang suami nya.
"sayang..... tolong beri tau anak kita agar tidak menyiksa daddy nya" rengek sean.
"sayang sudah ya, berhenti mengerjai daddy. kamu lihat tuh daddy sekarang, dia sudah sangat menderita" walaupun sebenarnya clarissa sedikit ragu, tapi tetap clarissa lakukan. clarissa mengelus lembut perut datar nya.
"bayi bar-bar sudah ya jangan menghukum daddy lagi, daddy sudah cukup menderita karena ulah mu" sean juga ikut membujuk calon bayi nya.
"sayang kok kamu menyebut anak kita bayi bar-bar?" tanya clarissa.
"hanya itu nama yang cocok untuk anak kita yang sudah berani menghukum daddy nya di saat dia belum lahir honey"
"tapi..."
tok tok tok...
__ADS_1
"aku buka pintu dulu ya sebentar" sean hanya mengangguk.
krekk..
"kak alex, kk datang bersama siapa?" tanya clarissa.
"sama stevany tapi dia lagi ke dapur" jawab alex.
"sayangg" panggil sean dari dalam kamar mandi.
"sebentar ya kak alex, sean sedang di dalam kamar mandi" tanpa mendengar jawaban alex, clarissa langsung ke kamar mandi.
alex mati-matian menahan tawa melihat adik nya tersiksa, ya mungkin ini adalah hukuman untuk adik karena sudah menghilangkan banyak nyawa.
"sayang, kau kok di sini? dimana clarissa dan sean?" tanya stevany, sambil memegang makanan di piring.
"itu" tunjuk alex.
sean dan clarissa keluar dari kamar mandi terlihat sangat jelas kalau sean sedang di papah oleh clarissa. stevany yang melihat itu tak kuasa untuk tidak tertawa, stevany dan alex bukan nya tak tau apa yang di alami oleh sean. mereka sudah tau dari reind secara langsung maka dari itu lah alex dan stevany ada di mansion sean. bukan untuk menjenguk tapi melihat penderitaan sean.
"hahahaha... yang akan menjadi calon ayah kok lemas begitu sih? bukan kah harus nya kau senang ya dan justru jarus nya kau semangat bekerja mengumpulkan banyak uang untuk anak mu" sindir stevany.
"stev sudah dong jangan di tertawakan terus, kan kasihan adik ku saat ini dia bahkan sudah kehilangan gairah s*x nya" ntah membela sean atau meledek sean, tapi di telinga sean itu terdengar seperti ledekan.
"sayang lihat mereka, mereka meledek ku terus" sean bagai anak kecil yang tengah mengadu pada sang ibu nya.
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
jangan lupa like komen dan vote aku ya
jangan lupa juga beri hadiah untuk anak sean dan clarissa
__ADS_1
salam cinta dari othor abal-abal 😘
sarangheo ❤