
"sayang lihat mereka, mereka meledek ku terus" sean bagai anak kecil yang tengah mengadu pada sang ibu nya.
🌺 🌺 🌺 🌺
"sudah ya kak alex, stevany jangan meledek nya terus. aku kasihan dengan nya dia selalu muntah-muntah dari kemarin" ucap clarissa.
"akhirnya omongan ku terwujud juga, kau menderita di saat istri mu tengah mengandung" ledek stevany lagi.
Wajah sean saat ini benar-benar seperti orang sakit, wajah yang pucat dan tubuh yang lemas. lengkap sudah penderitaan sean saat ini.
"oh ya kata reind hari ini kau harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan mu" sahut alex.
"oh iya sayang, kalau begitu ayo kita bersiap" ajak sean.
"bagaimana kalau aku dan stevany saja? kau dengan kak alex di sini, bukan nya aku tak mau mengajak mu tapi aku tak mau kelelahan dan malah akan memperburuk kesehatan mu" jelas clarissa.
"tentu saja aku tidak mau sayang, aku kan ingin melihat anak ku. bagaimana bentuk nya dan kenapa dia sangat berani terhadap daddy nya"
Pada dasar nya mah janin di dalam perut clarissa belum bisa apa-apa dan belum berbentuk manusia juga.
"yasudah kita berangkat semua nya, nanti kau ku dorong pakai kursi roda saja" sahut alex.
Apa pakai kursi roda? oh tidak, sean tentu saja tak mau memakai kursi roda. dia belum cacat loh masa udah di suruh pakai kursi roda, lagi pula dia tak mau mempermalukan istri nya di depan umum. apa kata orang nanti kalau istri nya yang cantik itu memiliki suami yang cacat.
"tidak mau, aku itu tidak cacat jadi aku tak perlu itu. aku juga masih kuat berjalan" tolak sean.
"apa menurut mu kami buta hah? jelas-jelas dari dalam kamar mandi sampai kemari saja clarissa harus memapah mu. apa kau tak kasihan dengan istri mu hah?" kesal stevany.
"lagi pula tak selama nya yang duduk di kursi roda itu adalah orang cacat, jadi kau jangan berfikiran seperti itu"sahut alex.
"sayang bagaimana ini?" rengek sean.
Clarissa sih tak masalah kalau harus memapah suami nya, tapi dia ingin suami nya lebih nyaman dan tidak kelelahan.
"itu terserah mu sayang, tapi kalau aku boleh saran sebaik nya kita pakai ide dari kak alex saja. aku cuma mau kau merasa lebih nyaman dan tidak kelelahan hanya itu saja kok" jawab clarissa.
__ADS_1
"baiklah aku mau pakai kursi roda" jawab sean dengan lemas.
"untuk sementara waktu kau jadi orang cacat dulu ya sean" ledek stevany.
"sayanggg lihat sahabat mu itu, dia benar-benar sangat menjengkelkan" adu sean.
Clarissa hanya menggelengkan kepala saja melihat suami nya yang sangat manja dan sahabat nya yang sangat jahil.
🌺 🌺 🌺 🌺
Mereka akhirnya sampai di rumah sakit, kursi roda sean di dorong oleh clarissa. sean tidak mau kursi roda nya di dorong oleh kakak nya kenapa? karena tentu saja dia tak percaya 100% pada kakak nya dia lebih percaya pada sang istri.
Tak lupa juga sean menggunakan masker, karena tidak mau wajah nya di pandang banyak orang hanya karena diri nya memakai kursi roda. padahal kalau di pikir-pikir seseorang yang memakai kursi roda adalah bukan tindakan yang aneh bukan? tapi ntah kenapa sean merasa sangat malu dan enggan untuk memakai kursi roda.
Dan sampai lah mereka di poli kandungan, di depan ruangan poli kandungan terlihat jelas kalau reind dan dokter menyambut kedatangan mereka.
"kenapa lama sekali?" tanya dokter reind.
"tanya kan saja pada orang yang sedang menjadi orang cacat" jawab stevany.
"maaf ya dokter kami terlambat, tadi ada sedikit insiden kecil" sahut clarissa.
"yasudah kalau begitu, oh ya kenalkan ini dokter richard. dia adalah dokter kandungan yang sangat profesional dan sangat ahli dalam bidang nya" jelas dokter reind.
"apa kau kehabisan dokter wanita reind sampai-sampai kau menyuruh dokter pria? kalau memang iya kau kan bisa katakan pada ku agar aku bisa mencarikan dokter yang wanita" sahut sean.
Sean tentu saja tak ingin istri nya di periksa oleh dokter pria, poli kandungan identik dengan harus membuka baju nya untuk melihat perut istri nya. perut clarissa sangat putih mulus dan sangat indah, dan sean mana boleh memperlihatkan keindahan itu pada pria lain. sama stevany saja yang notaben nya adalah sahabat istri nya belum tentu akan mendapatkan izin dari sean untuk melihat perut nya.
"tak apa ya sayang sementara aku pakai dokter richard dulu, lagi pula dokter reind juga mengatakan kalau dokter richard sangat lah profesional" jelas clarissa.
"benar sekali tuan anda tak usah khawatir, saya sudah sering melihat perut dari bermacam wanita bahkan tak hanya perut saya sudah pernah melihat juga lubang seorang wanita. namun semua pasien saya sama sekali tak bermasalah" jawab dokter richard.
Ntah sadar atau tidak tapi ucapan dokter richard membuat sean tambah tidak mengizinkan istri nya untuk di periksa.
"si*lan kau, tidak aku tidak mau istri ku di periksa oleh dokter lelaki. kalau kau tak bisa mencari dokter wanita biar aku yang mencari nya. davidd!!!" teriak sean.
__ADS_1
Kalau sudah begini tidak ada yang bisa mencegah nya, sean tetap lah seorang lelaki yang keras kepala walaupun di saat tubuh nya sedang lemas seperti ini.
"ya tuan" jawab david.
"carikan dokter kandungan untuk istri ku dan ingat harus wanita dan harus sangat hebat mengerti kau?" perintah sean.
"baik tuan" david segera pergi untuk mencari dokter kandungan untuk istri nya.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat keposesifan dan kegilaan seorang sean anderson.
"Sayang aku mau tanya pada mu boleh?" tanya clarissa dengan penuh kelembutan.
"tanya saja sayang"
"kau penasaran tidak dengan bentuk anak kita seperti apa?" tanya clarissa lagi.
"tentu saja aku penasaran"
"maka dari itu untuk hari ini saja, izinkan aku untuk di periksa oleh dokter richard toh juga kau akan mengawasi nya benar tidak?"
"tapi sayang.."
"tidak selama nya kok hanya untuk hari ini saja"
hayoo kira-kira sean mengizinkan clarissa buat di periksa oleh dokter richard tidak ya guys?
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
jangan lupa like komen dan vote aku ya 😘
jangan lupa juga beri hadiah untuk sean dan clarissa oke
salam cinta dari othor abal-abal 😘
sarangheo ❤
__ADS_1