MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM

MENJADI TAWANAN PSIKOPAT KEJAM
KISAH PAMAN CLARISSA


__ADS_3

"Kalau jadi begini aku jadi enggan untuk menjodohkan anak ku nanti pada anak mu"


🌺🌺🌺🌺


Mereka sudah sampai di mansion Sean, mereka juga sedang mengobrol sembari bercanda ria dengan paman Clarissa.


"Hahaha.... kau benar paman, itu benar-benar sangat menggelikan" Ucap Stevany.


"Oh ya paman, Clarissa ingin bertanya boleh?" Tanya Clarissa.


"Tentu Clar, kau ingin bertanya apa?"


"Bagaimana paman bisa bertemu dengan suami ku, maksud ku, aku hanya ingin tau saja cerita pertemuan kalian" Tanya Clarissa.


Mendengar pertanyaan Clarissa, membuat suasana hening. Paman Clarissa terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa. Paman Clarissa pun melirik ke arah Sean untuk meminta jawaban.


"Aku mencari keberadaan paman sayang, aku berpikir kalau kau sebentar lagi akan melahirkan dan alangkah baik nya kalau ada paman mu di tengah-tengah kebahagiaan kita menyambut baby Abian. Awal nya paman menolak, tapi aku memberi nya sedikit ancaman yang mana berhasil membuat paman ikut dengan ku" Jelas Sean.


FLASBACK ON


"Bagaimana apa kalian sudah berhasil menemukan nya?" Tanya Sean pada anak buah nya.


"Sudah tuan, beliau selama ini tinggal di balik kolong jembatan" Jawab anak buah Sean.


"Ckk sungguh miris, baiklah kita kesana sekarang" Perintah Sean.


Sean dan beberapa anak buah nya pun pergi untuk menemui paman Clarissa yang berada di bawah kolong jembatan untuk berteduh.


"Bagaimana cara dia bertahan hidup?" Tanya Sean di sepanjang perjalanan.


"Hmm saya kurang tau pasti tuan, cuma menurut penyelidikan saya. beliau bisa bertahan hidup karena belas kasih dari masyarakat sekitar tuan" Jawab anak buah Sean.


"Kalau bukan karena istri ku, pasti sudah dari dulu aku memb**uh nya bersama istri nya"


Tak bisa menutup kemungkinan kalau Sean masih dendam kepada paman dan bibi Clariss yang sudah jahat kepada Clarissa.


"Dimana dia?" Tanya Sean.


"Mari ikuti saya tuan"

__ADS_1


Sean pun berjalan mengikuti anak buah nya ke bawah kolong jembatan, Sean melihat paman Clarissa yang tertidur ber alas karpet dan potongan kardus yang sudah usang. Yang lebih memprihatinkan nya lagi, paman Clarissa tertidur sambil terbatuk-batuk. Jelas saja itu akan membuat tidak nyaman, tidur di bawah kolong jembatan membuat banyak nya virus, bakteri di sana.


Tanpa lama lagi, Sean segera menghampiri paman Clarissa yang sedang tertidur lelap dengan keadaan batuk.


"Bangunkan dia" Perintah Sean pada anak buah nya.


"Baik tuan"


"Hehh... bangun lah hehh bangunn ku bilang" Ucap anak buah Sean sambil menggerakkan tubuh paman Clarissa.


Anak buah Sean memegang dahi paman Clarissa, dan ternyata dia sedang sakit.


"Tubuh nya sangat panas tuan, mungkin dia demam" Ucap anak buah Sean.


"Ckk lagi sakit saja masi bisa merepotkan, kalau gitu bawa di ke mobil sebelah"


Beruntung Sean membawa dua mobi, karena Sean enggan berdekatan dengan orang asing. Apa lagi orang itu penyakitan, kecuali istri kecil nya yang sangat imut. Mau penyakit nya separah apapun Sean akan tetap di samping nya.


"Baik tuan" Anak buah Sean pun menggotong paman Clarissa masuk ke dalam mobil.


"Ka-lian siapa? Uhhuukkk..." Tanya paman Clarissa sambil terbatuk.


"Tu-an Sean?"


"Benar itu aku"


Paman Clarissa langsung mendekat dan memeluk kaki Sean sambil menangis dan meminta maaf.


"Maaf kan saya tuan Sean, sekarang saya ingin sekali bertemu dengan Clarissa. Izinkan saya untuk bertemu dengan nya untuk terakhir kali nya tuan, saya mohon hikss... saya sudah tak mempunyai apa-apa hikss... saya hanya ingin bertemu dengan nya dan meminta maaf pada nya hikss..." Mohon paman Clarissa.


"Kau ingin bertemu dengan istri ku dengan keadaan seperti ini? Apa kau gila hah? Kau ingin membuat istri ku bersedih lalu menyalahkan ku atas ini semua iya begitu?" Kesal Sean.


Kalau Sean membawa paman Clarissa ke rumah nya menemui Clarissa, pasti istri kecil nya akan bersedih dan akan mengira kalau ini semua pasti ulah Sean. Padahal Sean sama sekali tidak ikut campur lagi setelah berhasil mengambil perusahaan peninggalan dari orang tua Clarissa.


"Tid-dak tuan, saya tak bermaksud seperti itu. Saya hanya ingin bertemu dengan Clarissa untuk terakhir kali nya dan setelah itu saya berjanji tidak akan mengusik kebahagian nya lagi tuan"


"Ya karena setelah kau bertemu dengan istri ku, maka aku nanti akan di ceraikan oleh nya, kau baru boleh akan bertemu dengan istri ku kalau keadaan mu sudah sehat lagi pula istri ku itu sedang hamil, dengan keadaan kau seperti ini itu sangat lah tidak bagus untuk istri ku" Jelas Sean.


"Baik tuan, saya akan menyehat kan diri saya. Setelah saya sehat saya akan menemui ponakan saya tuan hiks" Jawab paman Clarissa dengan semangat.

__ADS_1


"Bawa dia ke mobil" Perintah Sean.


"Tu-an untuk apa saya di bawa ke mobil?" Tanya paman Clarissa.


"Lalu apa kau punya uang untuk menyehat kan diri mu hah? Kau itu harus di bawa ke rumah sakit dan selama di sana kau harus benar-benar di nyatakan sehat oleh para dokter"


Mendengar itu paman Clarissa merasa terharu, dia menteskan air mata nya. Di balik Sean yang ketus dan tajam tapi paman Clarissa percaya kalau Sean adalah pria yang baik, hanya saja Sean tak tau bagaimana harus bercakap baik selain pada istri kecil nya.


"Terima kasih tuan hikss..." Paman Clarissa bersimpuh di bawah kaki Sean.


"Kau jangan memegang kaki ku ya, kau itu berpenyakit. Nanti aku bisa tertular penyakit mu" Ucap Sean dengan nada sombong nya.


Paman Clarissa sama sekali tidak sakit hati mendengar nya, karena paman Clarissa yakin Sean hanya tak nyaman saat diri nya bersujud di bawah kaki Sean.


"Hikss..baik tuan"


"Sudah cepat naik ke dalam mobil, aku tak mau satu mobil dengan orang yang berpenyakitan"


" Baik tuan"


FLASBACK OFF


"Begitu lah sayang kira-kira cerita nya, untung saya paman bisa sembuh dengan cepat. Kalau tidak aku tetap tidak akan mempertemukan kau dengan nya" Ucap Sean.


Mendengar kebaikan suami nya membuat Clarissa terharu, walaupun Sean terkenal karena sombong dan arrogant. Nyata nya hati nurani Sean masih bekerja sedikit.


"Aku bersyukur memiliki mu sayang hikss... dan terimakasih sudah membantu paman" Clarissa memeluk suami nya dengan erat, Sean pun tentu saja tidak tinggal diam. Dia juga membalas pelukan itu sambil mencium puncak kepala Clarissa.


"Aku melakukan nya untuk mu sayang, bukan untuk diri nya. Aku yakin kau masih menyayangi paman mu, jadi ku rasa tak ada salah nya memaafkan paman mu" Jelas Sean.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA


JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA.


SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘


SARANGHEO❤️

__ADS_1


__ADS_2