
"Kau saja yang aneh Tuan, masa iya kau cemburu dengan anakmy sendiri, dasar tidak waras," batin Samuel.
πΊπΊπΊπΊ
Sean saat ini sedang memakan bekal buatan dari istri tercintanya, tetapi pandangannya tidak lepas dari putranya itu. Wajah putranya mungkin terkesan polos dan sangat menggemaskan, tetapi di mata Sean wajah baby Abian itu seperti sedang meledek dirinya. Apa lagi saat ini baby Abian sedang menyusu dengan Clarissa, putranya itu sedang menyusu dengan lahapnya.
Apa Clarissa tidak tahu, kan dirinya juga ingin menyesap susu menggantung itu, sungguh sangat malang sekali nasib dirinya. Sean hanya dapat jatah kalau baby Abian terlelap tidurnya sepanjang malam, tetapi baby Abian selalu menangis dan rewel saat tengah malam. Itu membuat Sean susah sekali untuk meminta jatah.
"Masih kecil saja kau sudah menyebalkan Nak, bagaimana kalau sudah besar nanti," batin Sean.
"Sayang nanti tolong jaga baby Abian sebentar ya, aku ingin belanja bulanan di temani Kak Willy," ucap Clarissa.
"Bagaimana kalau perginya denganku saja? Aku takut baby Abian akan rewel kalau denganku," elak Sean, sebenarnya yang di katakan Sean ada benarnya juga, kalau putranya itu seakan enggan untuk berdekatan dengan dirinya, tetapi sebenarnya alasan lainnya bukan itu. Melainkan dia kesal dengan wajah baby Abian yang terkesan sangat meledek dirinya.
"Ah kau benar juga sih, tapi kau pasti sangat sibuk Sean. Aku akan membuat baby Abian tertidur kok agar dia tidak menyusahkanmu," jawab Clarissa.
"Sayang bukannya aku menolak sungguh, tapi kau tahu sendiri kan kalau putra kita itu seperti memiliki dendam pribadi denganku, entah dendam apa itu," ketus Sean.
__ADS_1
"Husss jangan bicara seperti itu ah, mana mungkin seorang bayi bisa memiliki dendam, terlebih lagi kepada Daddynya. Kau itu sangat tidak masuk akal sekali sih Sean," ucap Clarissa.
"Sudahlah pokoknya perginya nanti saja denganku, aku juga senggang kok. Nanti kau malah di goda pria lain lagi kalau pergi sendiri," ujar Sean.
"Kan aku perginya dengan Kak Willy, sayang. Lagi pun di hatiku cuma ada kamu, tidak ada pria lain. Hanya ada pria psikopat yang tampan ini," goda Clarissa.
Sean terlalu takut untuk membiarkan istrinya pergi sendiri, pasalnya istrinya terlalu cantik dan terlalu mempesona, walaupun dia sudah menikah. Zaman sekarang ini itu banyak pria yang mengincar istri orang, apa kalian pernah dengan istilah rumput tetangga lebih menyegarkan dari pada rumput sendiri? Kira-kira itu lah ungkapan yang pas untuk saat ini.
"Pokoknya kau akan tetap pergi denganku sayang, cuma itu cara yang paling aman," balas Sean.
Hufft kalau sudah begini Clarissa bisa apa? Apa lagi melihat wajah suaminya yang menjadi Clarissa tidak tega, dia pun akhirnya hanya menganggukkan kepalanya saja, "Baiklah kau selesaikan makan siangmu," ucap Clarissa.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Mereka pun sampai di salah satu super market besar di kota itu, jangan tanya itu milik siapa, jelas saja super market besar itu milik istrinya, tetapi Clarissa tidak mengetahuinya. Itu berawal di saat Clarissa mengatakan kalau super market itu adalah tempat yang ingin sekali dia kunjungi, tetapi karena dia tidak memiliki uang, Clarissa pun tidak dapat memasuki super market di sana.
Mendengar itu langsung saja Sean membeli super market itu, awalanya pemiliknya tentu saja tidak menjualnya, tetapi apapun yang Sean mau harus'lah dia miliki, apa lagi untuk wanita yang dia cintai.
__ADS_1
"Ayo sayang," Saat mereka memasuki super market itu, membuat semua staf di sana menyambut Sean dan juga Clarissa.
"Selamat siang dan selamat datang Nyonya Clarissa," sapa mereka.
"Ak-ku?" Clarissa tergagap, dia bingung kenapa semua staf itu hanya memberi sapaan dirinya saja? Kenapa semua orang itu tidak menyapa suaminya juga, ada apa ini? Apa Clarissa melewatkan sesuatu?
"Sudah sepantasnya mereka menyambutmu sayang, kan pemilik super market ini adalah kau," ucap Sean.
"Apa?!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
PLEASE SISAKAN SATU PRIA SEPERTI SEAN π
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YAJANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH NYA JUGA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
__ADS_1
SARANGHEO β€οΈ