
"terimakasih telah mengabulkan permintaan ku" mata clarissa berkaca kaca.
🌺 🌺 🌺 🌺
"tapi itu semua tidak gratis sayang" mendengar itu clarissa terbatuk2
uhukk... uhukk...
sean buru2 memberikan minum untuk sang istri.
"astaga tuan tidak bisa kah anda bersikap tidak mesum di depan banyak orang" batin willy.
"kenapa kau terbatuk sayang? aku bahkan belum memberi tahu mu apa2 tapi kau sudah batuk saja"
"aku tau maksud mu sayang maka dari itu aku terbatuk" kesal clarissa.
"hahaha... kau memang istri pintar ya rupanya" sean mengusap pucuk kepala istri nya sedang kan sang istri mencabikkan bibir nya. clarissa kesal dengan suami nya yg selalu mengambil keuntungan.
"maaf tuan di depan ada nona stevany dan tuan alex berkunjung" sahut david.
"benarkah kak david?" clarissa langsung berdiri dari kursi nya, dia sangat senang kedatangan stevany.
"benar nyonya"
"sayang aku akan menemui dia dulu ya"
muach
dengan spontan clarisaa mencium pipi suami nya lalu dia segera berlari ke ruang depan untuk menemui sahabat nya, sedangkan sean dia sedang terbang menuju surga yg benar2 sangat jauh. sungguh baru kali ini clarissa berinisiatif untuk mencium diri nya tanpa dia suruh.
"ekhhmm... tuan tuan tuan" david memanggil sean namun nihil sean sama sekali tak merespon panggilan nya.
"loh kenapa dia vid?" tanya samuel tiba2.
"seperti nya tuan sean sedang terbang ntah kemana setelah nyonya clarissa mencium pipi tuan sean" jawab david.
samuel akhirnya yg maju, kalau sudah seperti ini mau di panggil pake pengeras suara pun tak akan sadar tuan nya itu. akhirnya samuel menepuk pundak sean dengan tepukan yg cukup kencang.
pukkk...
dan benar saja sean langsung kembali ke dunia nyata nya.
"aishh kau kenapa memukul ku sam" kesal sean.
"maaf tuan saya terpaksa melakukan itu karna tuan tak mendengarkan panggilan dari david" jawab samuel tertunduk.
"tapi tak perlu mengagetkan ku seperti itu, bagaiman kalau aku terkena serangan jantung dan istri ku menjadi janda di usia nya yg masih sangat muda" setelah mengomeli samuel, sean mencari keberadaan istri kecil nya.
"nyonya clarissa ada ruang depan bersama nona stevany dan tuan alex, tuan" sahut david.
"ckk.. aku tau, kau tak perlu memberi tahu ku" padahal mah sean tidak tau keberadaan clarissa tapi karna dia gengsi akhirnya dia pura2 merajuk, dan pergi begitu saja.
di ruang tamu, clarissa dan stevany sedang bercanda dan tertawa sedangkan alex dia bagai makhluk astral yg tak kasat mata.
__ADS_1
"sial, kalau tau begini mending aku tak usah mengajak stevany kemari" batin alex menahan kesal.
"kenapa kalian datang?" tanya sean tiba2.
"ckk... aku ini kakak mu sudah sewajar nya aku mengunjungi mu" jawab alex ketus.
memang sih alex itu selalu mengunjungi sean setiap sebulan sekali, tapi semenjak mengenal stevany, alex jadi lebih sering ke rumah sean dan itu mengganggu waktu berdua sean dan clarissa, sungguh menyebalkan.
"sayang kau mau berangkat jam berapa?" tanya sean.
"kau mau kemana clar?" tanya stevany.
"aku mau mengunjungi makam nenek dan orang tua ku stev, seharus aku meminta restu pada mereka sebelum menikah kan. tapi aku malah tidak mendatangi nya dan sekarang aku harus mendatangi nya untuk mengatakan kalau aku sudah bahagia dan tidak ada beban lagi, agar mereka bisa senang" jawab clarissa.
"oh ya aku baru ingat, kau tau tidak clar kalau paman dan bibi mu sudah bercerai. bibi mu pergi ntah kemana semenjak pertengkaran besar antara paman dan bibi mu"
clarissa yg mendengar itu kaget, pasal nya 3 hari yg lalu bibi nya menemui diri nya dan mengajak dia untuk pulang.
"kau dari mana stev berita itu?" tanya clarissa.
"dari orang tua ku, dan seluruh tetangga mereka tak ada yg mengetahui keberadaan bibi mu dimana"
"dia sudah di kirimkan oleh david menuju ke neraka sayang, untuk menebu semua dosa2 dia pada mu" batin sean.
"di cari sampai lubang semut pun tidak akan pernah bertemu nenek tua itu" batin alex*.
"duh sayang kira2 kemana ya bibi maryam" clarissa menjadi panik saat mengetahui bibi nya menghilang.
"tapi... "
"yg di bicarakan oleh sean ada benar nya juga clar, bibi mu itu sudah dewasa dia tau mana baik dan mana yg tidak baik" alex memotong pembicaraan clarissa, dia juga tak ingin kalau rahasia ini akan terbongkar.
"lagi pula kalau dia menghilangkan itu bagus juga untuk kau clar" sahut stevny.
"bagus dimana nya stev?"
"kau jadi tak perlu lagi membayar hutang pada paman dan bibi mu yg kejam itu" jawab stevany.
"nah benar itu apa yg di katakan stevany"
"tapi... "
"eh mending kau siap2 clar kan tadi kau bilang ingin pergi ke makam, keburu makin siang dan akan makin malam juga kau pulang nya" alex mencoba mengalihkan pembicaraan.
"apa aku boleh ikut?" tanya stevany.
"tidak" jawab sean dan alex.
"aishh kalian itu kompak sekali sih, dan kenapa juga aku tak boleh ikut?"
"sayang beri mereka waktu, mereka kan pengantin baru mereka ingin menghabiskan waktu bersama tanpa ada orang lain yg mengganggu" alex memberi pengertian ada kekasih nya itu.
tunggu2 kekasih? memang nya alex sudah menyatakan cinta nya pada stevany? oh tentu sudah selesai pernikahan sean dan clarissa. alex menyatakan cinta pada stevany dan beruntung nya stevany pun juga menerima cinta nya alex.
__ADS_1
"aku setuju, lagi pula memang nya kau tak ingin mempunyai ponakan? kalau kau mengikuti kita terus bagaimana kita ingin memberi mu ponakan?" sahut sean.
"wah benar juga, clar kau harus mencetak anak sebanyak2nya ya agar aku juga ikut di repotkan"
"stev apa kau pikir membuat anak sama dengan membuat kertas hah? ada2 saja kau ini"
"hahaha baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya, aku juga ingin berkencan dengan alex bye bye"
"bye juga stev"
setelah kepergian stevany dan alex, clarissa dan sean langsung jalan ke kota x. di mobil clarissa sangat menikmati perjalanan karna sean selalu mengajak nya bicara dan melemparkan canda2an agar suasana tak membosankan. sebenarnya bercanda dan tertawa bukan bagian dari hidup sean, ntah sejak kapan sean bisa tertawa karna bahagia, biasa nya dia hanya tertawa karna korban nya menderita tapi saat ini sean tertawa sangat bahagia. dan rasa nya juga sangat beda, benar2 sangat bahagia.
"kau tidur lah sayang, perjalanan masih cukup panjang"
"tapi apa kau tak mengantuk menyetir sendirian?" tanya clarissa.
pasal nya mereka tak memakai sopir pribadi, sean memutuskan untuk menyetir sendiri karna sean tak mau ada orang lain yg mengganggu keromantisan mereka berdua.
"tidak apa2 kok aku sudah biasa menyetir sendiri saat dulu aku masih belum sukses" sean tak tega melihat clarissa yg sedang menahan kantuk nya.
"baiklah aku tidur dulu ya sayang"
"iya"
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
empat jam kemudian sean membangunkan clarissa karna saat ini mereka sudah sampai di lokasi.
"sayang, hey bangun yuk kita sudah sampai"
"euggh... sudah sampai ya rupanya" clarissa membuka mata nya perlahan.
"mau langsung turun atau mau di sini dulu?"
"langsung turun saja takut nya keburu malam"
"baiklah ayo"
clarissa dan sean pun turun dari mobil dan masuk ke area pemakaman, sesampainya ke tempat pemakaman, clarissa membacakan doa dan mulai bercerita.
"ayah, ibu, nenek. kalian yg tenang ya disana, saat ini aku sudah bahagia aku juga sudah tak menderita lagi dan clarissa ke sini ingin memperkenalkan suami nya clarissa, mungkin awal nya clarissa tak mencintai nya tapi percaya lah clarissa sudah terbiasa dengan nya. clarisa bahagia hidup dengan nya dan mengenal nya, jadi clarissa mohon tolong restui kami berdua" mata Clarissa berkaca2
"it's oke sayang, ada aku di sini" sean memeluk clarissa, menguatkan istri nya
🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺 🌺
**jangan lupa like komen dan vote aku ya
jangan lupa juga kasih hadiah untuk sean dan clarissa oke
salam cinta dari othor abal2 😘
sarangheo ❤**
__ADS_1