
"terima kasih sayang"
ππππ
Stevany tidak menjawab, dia bahkan langsung tidur setelah cairan itu masuk ke dalam rahim nya. sedang kan alex langsung pergi ke kamar mandi untuk membersih kan diri dan ingin turun ke bawah, dia ingin melihat kekacauan yang sudah dia buat tadi.
Setelan sudah selesai bersiap alex pun turun ke bawah menggunakan lift, di sana dia melihat ternyata para tamu undangan sudah mulai sedikit. ntah karena alex yang terlalu lama menjalani ritual nya atau malah acara pesta pernikahan ini yang di percepat.
"loh kok sudah sepi saja?" heran alex.
"untuk apa mereka berlama-lama di sini kalau tidak ada pengantin nya" sahut sean tiba-tiba di belakang alex.
"ckk kau seperti tak pernah merasakan saja" kesal alex.
"ohh tentu tidak kak, apa kau lupa kalau aku tidak mengadakan pesta karena pesta pernikahan ku di serang gevan, " jawab santay sean.
Alex tak mendengarkan ocehan adik nya, dia langsung pergi ke tempat makanan. perut nya sangat lapar karena habis membuat kecebong.
"tuan alex, apa kau sudah selesai ritual nya?" tanya salah satu tamu.
"ohh sudah tuan, maaf karena sudah mengabaikan kalian" ucap alex berpura-pura tidak enak, padahal mah dia tidak perduli orang lain menganggap diri nya apa.
"it's oke tuan alex, saya mengerti dan saya pun juga pernah muda seperti anda. tapi tentu saja tak segila anda"
Alex dan tamu itu tertawa, kalau di pikir-pikir alex juga sebenar nya malu karena berani mengatakan seperti itu. padahal dia melakukan itu hanya spontan karena memang dia sudah tidak tahan lagi untuk segera menerkam stevany.
"loh kak alex sudah selesai bercinta nya? lalu dimana stevany?" tanya clarissa polos.
Alex menjadi malu sendiri karena ucapan adik ipar nya itu, dia seperti lupa kalau diri nya sendiri bahkan sampai tak bisa jalan karena ulah adik nya.
"ah clarissa, kau seperti tak pernah merasakan saja. stevany sedang ber istirahat di kamar" jawab alex kikuk.
"ohh seperti itu, apa kah tubuh stevany berubah menjadi siluman macan tutul seperti aku kemarin?" tanya clarissa polos.
"sayang lebih baik kita ke sana, di sana ada cake yang sangat enak" sahut sean tiba-tiba.
Dia jadi kasihan pada kakak nya saat clarissa mulai kepo terhadap olahraga panas antara alex dan juga stevany.
__ADS_1
"benarkah? yasudah kalau gitu aku ke sana dulu, bye kak alex bye tuan" pamit clarissa.
"baiklah tuan, seperti nya saya juga harus pamit karena hari sudah semakin malam" pamit tamu tersebut.
"oh ya tuan, terima kasih karena sudah datang dan sekali lagi saya juga minta maaf karena sudah mengabaikan anda dan juga para tamu yang lain nya" ucap alex.
"no problem tuan alex, saya bisa mengerti. mari tuan alex, tuan sean"
"astaga clarissa benar-benar ya sean, apa dia tak pernah merasakan malam pertama? ini kan juga pertama untuk stevany, jelas dia tidak akan mau aku ajak langsung kemari"
"itu lah keistimewaan nya istri ku" ucap sean yang langsung pergi begitu saja.
"astaga pasutri itu kenapa jadi sangat menyebal kan sekali" rutuk alex.
πΊπΊπΊπΊ
Pagi hari pun tiba, stevany mengerjap kan mata nya untuk menyesuaikan dengan sinar matahari yang sudah terang.
"sudah pagi rupanya ya, sshhh... kenapa masih sakit ya" stevany bahkan sangat sulit hanya untuk sekedar duduk saja.
"eh sayang kau sudah bangun? mari ku bersihkan tubuh mu, setelah itu kita akan sarapan di sini saja. agar kau bisa ber istirahat lagi" ucap alex tanpa baju, hanya menggunakan handuk pendek yang melingkar di perut nya yang sixpack.
Otak stevany langsung traveling, dia jadi ingat malam pertama diri nya kemarin dengan alex yang begitu menguras tenaga, stevany tidak menyangka kalau alex akan seperkasa itu. sebelum menikah perkiraan stevany mungkin alex akan hanya bisa bertahan hingga 30 menit, tapi siapa sangka kalau alex bisa melakukan nya selama dua jam.
Bukan kah itu sangat luar biasa? stevany jadi penasaran apa rahasia alex sampai bisa sekuat itu. sedangkan alex melihat wajah istri nya yang seperti sedang memikirkan sesuatu, alex mendekat ke arah stevany.
"sayang kau kenapa? kau sedang memikirkan apa?" tanya alex.
"ah tidak, tidak ada yang aku pikirkan" stevany tersentak kaget karena alex sudah berada di depan nya.
"apa kau masih mengingat percintaan kita semalam?" goda alex.
"tid-dak, ak-ku sudah lupa kok percintaan kita semalam" jawab gugup stevany.
Melihat wajah gugup dan merah sang istri, alex pun semakin semangat untuk menggoda stevany.
"benarkah kau sudah lupa?" tanya alex dengan wajah mesum nya.
__ADS_1
"tentu saja" jawab stevany cepat.
"kalau begitu mari kita lakukan lagi agar kau bisa mengingat nya dengan baik" ajak alex.
Stevany langsung panik begitu mendengar ajakan alex, stevany tentu saja tak ingin mengulangi nya untuk beberapa hari ke depan, rasa perih yang dia rasakan masih belum hilang. masa iya dia harus melakukan nya lagi, yang nanti stevany tak akan bisa jalan selama satu minggu.
"kau mau membuat ku tak bisa jalan selama satu minggu hah?" amuk stevany.
"tak apa kalau itu bisa membuat para bibit ku bisa langsung berkembang" jawab alex santay.
Alex juga tak segila itu juga, dia sangat mengutamakan istri nya. kalau istri nya belum merasa nyaman ya alex tak memaksanya, karena bagi nya percuma kita bercinta tapi pasangan kita tak menikmati nya. kalau dia bercinta dengan ja**ng baru lah alex tak memikirkan kenyamanan wanita itu.
"yaakkk.... kau jangan macam-macam ya alex, aku, aku, aku akan memotong tongkat mu dengan pisau kalau kau sampai berani mendekat" ancam stevany.
"oh benar kah? tapi mana pisau nya?" tanya alex dengan wajah tengil nya, dia terus mendekat ke arah stevany sambil tersenyum mesum pada stevany.
stevany pun langsung mundur sampai ke ujung tempat tidur, ketika sudah sampai ujung stevany pun segera turun dari kasur tapi naas dia malah terjatuh karena area i*tim nya terasa perih.
"aawwhhh...." rintih stevany.
"astaga sayang" pekik alex, dengan cepat alex membantu stevany naik ke atas kasur.
"lihat, bahkan aku tak sanggup untuk berjalan kak. apa kau tak merasa kasihan pada ku karena hmm" ucap stevany memelas.
"aku hanya bercanda stev, aku juga mana mungkin tega memakan mu di saat kau sedang menderita seperti ini. sekarang mari ku bantu kau membersihkan diri"
Mendengar tawaran alex, stevany buru-buru menggelengkan kepala nya. dia tentu saja masih malu dan ada rasa sedikit takut, takut alex tak bisa menepati janji nya.
"tidak, aku tidak mau. aku bisa melakukan nya sendiri kok" tolak stevany cepat.
"aku memberi mu dua pilihan, yang pertama ku bantu kau membersihkan diri dan yang ke dua kita akan melakukan nya lagi seperti semalam" ancam alex.
"ini sungguh pilihan yang tak adil"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
DI LIKE YUK, DI VOTE YUK, DI KOMEN DAN DI BERI HADIAH JUGA SUPAYA OTHOR NYA MAKIN SEMANGAT OKE
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ