
"paham tuan" stevany pun langsung pergi dari kantor menuju rumah nenek clarissa.
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
sesampai nya stevany di sana, rumah itu terkesan kosong dan gelap.
"kenapa rumah nya gelap sekali, apa tak ada clarissa di dalam?" tanya stevany pada diri nya sendiri.
stevany pun memencat bel rumah itu, tapi hasil nya nihil tetap tak ada jawaban dari sang pemilik rumah, lalu tiba2 stevany ingat kalau biasa nya clarissa menaruh kunci rumah nya di bawah pot tanaman nya.
"ah ketemu juga" stevany menemukan kunci itu dan langsung membuka pintu nya.
"clar... clar... apa kau ada di dalam?" teriak stevany.
" eh tunggu, kalau kunci nya ada berarti clarisaa memang tak ada di rumah dong? aishh.. lalu kemana dia pergi? kenapa tak menghubungi ku sama sekali" kesal stevany.
akhirnya stevany pun langsung pergi dari rumah nenek clarissa.
"astaga clar kau dimana sih" air mata stevany hampir menetes.
dia takut terjadi sesuatu pada clarissa, sungguh stevany tak mau terjadi apapun pada nya.
"apa stevany di culik lalu minta tebusan? tapi kenapa tidak ada yg menelpon ku" stevany berjalan sambil menangis.
dia tak perduli orang2 akan menganggap dia orang gila atau apa sampai akhirnya begitu stevany keluar dari komplek rumah nenek clarissa, ada mobil yg berhenti di depan nya.
"hiks.. kenapa mobil ini berada di depan ku hiks.. padahal kan hiks.. aku tak pesan taxi online hiks.. " ucap stevany di sela sela tangis nya.
"dek kamu kenapa? kenapa kamu menangis di pinggir jalan seperti ini? dimana orang tua mu?" tanya pria tampan yg ternyata menganggap stevany adalah bocah yg kehilangan orang tua nya.
"tampan hiks.." gumam stevany tanpa sadar.
pria itu hanya tersenyum mendengar gumaman wanita ini.
"terimakasih atas pujian nya, sekarang katakan pada paman dimana orang tua mu? atau paman antar pulang saja?" tawar pria itu.
bukan nya meredah, malah tangis stevany sekarang cukup kencang dan tingkah nya itu memandang ke arah stevany dan pria itu sambil berbisik bisik.
"lihat lah pria itu pasti sudah menghamili wanita muda itu"
"iyaa benar"
"kalau memang hanya ingin melampiaskan harus nya dia memakai pengaman"
"pria macam apa dia yg menghamili wanita muda seperti itu"
kira2 begitu lah bisik2 orang yg lewat, membuat pria itu malu.
__ADS_1
"bukan aku" ucap pria itu kepada orang2 yg lewat.
"sungguh bukan aku" ucap pria itu lagi.
"aishh.. niat ingin menolong kenapa malah jadi bahan pembicaraan seperti ini" batin pria tersebut.
"hey.. hey.. sudah ya dek nangis nya, bagaimana kalau paman belikan permen atau coklat? yg penting kau berhenti dulu menangis, semua orang membicarakan paman" ucap pria itu.
"aku bukan ingin permen atau coklat, aku juga bukan adik mu aku hanya ingin sahabat ku kembali, carikan sahabat ku dia hilang hwaaa...." tangis stevany.
"baiklah2 kita masuk dulu kedalam mobil ya" ajak pria itu.
akhirnya stevany masuk kedalam mobil mewah pria itu.
"ini minum dulu, tenangkan diri mu dulu' ucap pria asing itu.
stevany pun meminum satu botol penuh air kemasan itu sampai habis, karna jujur saja dia sangat haus setelah menangis, setelah nangis nya mulai mereda, pria itu mulai memperkenalkan diri nya.
"kita kenalan dulu, kenalkan nama ku alex, nama kau siapa?" tanya alex.
ya, pria itu adalah alex anderson kakak dari sean anderson, sifat kaka beradik itu sangat jauh berbeda, kalau sean lebih terkesan angkuh,sombong dan kejam beda dengan alex yg sangat humoris, ramah,baik penyayang dan penyabar, pokoknya benar2 komplit untuk di jadikan calon menantu mama mu ๐.
"nama ku stev hiks.. vany hiks.." isak tangis stevany masih terdengar di telinga alex.
yg mana aksi nya itu membuat alex tersenyum gemas dengan tingkah nya stevany.
"aku tak tahu hiks.. dia tiba2 menghilang ntah kemana aku cari2 ke rumah nya juga tak ada di kantor juga tak ada hiks.. bahkan ku telpon juga tak aktif hwaa... pasti dia di culik hwaa.... " tangis stevany pecah lagi saat mengingat clarissa pergi ntah kemana.
"benar yg di katakan sean, wanita hanya membuat hidup kita sulit, tapi ntah kenapa aku menyukai kesulitan ini, ah jantung ku, ku yakin sekali aku pasti telah jatuh cinta dengan gadis belia ini"batin alex.
"baiklah aku akan bantu carikan sahabat mu, tapi berjanjilah untuk tak akan menangis lagi mengerti?" ucap alex.
"ya aku janji" jawab stevany.
akhirnya mereka berdua mencari clarissa yg ntah pergi kemana, semua tempat yg biasa di kunjungi clarissa saat sedang sedih ataupun senang akan di cari oleh stevany dan alex.
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
"nona ini sudah jam makan siang, ayo kita turun ke bawah tuan sean sudah menunggu" ucap willy sambil membukakan ikat tali yg berada di kaki dan tangan clarissa.
"huff lega rasa nya, kau tau tidak kak will tangan ku hampir saja patah karna ikatan itu, pokoknya aku akan meminta sedikit keringanan pada tuan mu itu agar tidak mengikat ku lagi" gerutu clarissa.
sesampai mya di bawah clarissa menunduk dia tak berani menatap wajah datar nya sean.
"apa kau sedang mencari uang di bawah sana?" tanya sean sambil memasukkan makanan nya kedalam mulut nya.
"mana ada orang buang uang tuan" jawab clarissa.
__ADS_1
"lalu kenapa kau menunduk?" tanya sean lagi.
ingin rasa nya clarissa mengatakan karna wajah nya sean sangat seram dan itu membuat diri nya ketakutan, tapi tak mungkin dia mengatakan itu, bisa2 nanti dia akan di beri hukuman yg lebih parah dari pada saat ini.
"duduk dan makan lah" perintah sean.
clarissa langsung menuruti perintah sean, dan willy dengan sigap mengambil makanan untuk clarissa tapi di cegah oleh clarissa.
"tak usah tak apa kak, aku bisa mengambil nya sendiri" ucap clarissa pada willy
sean bingung kenapa clarissa memanggil pelayan itu dengan sebutan "kak"
"kenapa kau memanggil nya dengan sebutan kakak? apa dia kakak mu?" tanya sean.
jujur saja sean cukup iri dengan panggilan yg di buat oleh clarissa untuk pelayan itu, sedangkan diri nya sama sekali tak mendapatkan panggilan istimewa apapun.
"bukan tuan, itu karna dia lebih tua dari ku jadi aku memanggil nya dengan sebutan itu" jawab clarissa dengan takut.
dia tadi keceplosan saat memanggil nama willy dengan sebutan itu.
"aku juga jauh lebih tua dari mu, tapi kau tak memanggil ku seperti itu" ucap sean sambil melirik sinis ke arah willy, pertanda kalau dia tidak menyukai nama yg di berikan clarissa pada pelayan itu.
sedangkan willy yg di tatap sinis seperti itu sudah mulai mengeluarkan keringat dingin, dia juga kesusahan untuk menelan salvia nya.
glukk..
"astaga nona, kau membuat ku seperti ingin mati mendadak" batin willy.
"apa kau bahagia mendapat panggilan se istimewa itu wahay pelayan?" sindir sean.
"apa tuan mau aku memanggil dengan sebutan yg sama dengan kak willy?" tanya clarissa.
clarissa mana tahu kalau sean saat ini sedang iri hanya terhadap nama itu.
"tak perlu, lanjutkan makan mu aku akan pergi ke kantor, dan hukuman mu yg mengatakan ku iblis sudah selesai jadi kau bisa bebas berkeliling menikmati kemewahan di rumah ini, tapi kalau kau berani kabur, aku akan mencari mu sekali pun kau berada di rumah semut sekali pun, paham?" ucap sean.
"mengerti tuan" jawab clarissa.
๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ ๐บ
**hay guys gimana suka gak sama episode kali ini? komen di bawah ya๐ .
jangan lupa berikan dukungan dan support kalian dengan like,komen dan vote aku, karna novel ini akan aku ikutsertakan lomba di noveltoon.
kalian juga bisa loh kirim saran dan kritik kalian di bawah, atau di instagram aku; amelia_wi_21
salam cinta dari othor abal2๐
__ADS_1
sarangheoโค**