
"DASAR MESUMM!!!!" teriak clarissa.
🌺 🌺 🌺 🌺
Selesai mandi clarissa masih saja kesal dengan ulah suami nya yang sudah menggunting baju-baju nya itu.
"sudah lah sayang jangan cemberut gitu, aku juga sudah membelikan nya pakaian yang lebih mahal dari pada pakaian yang kau gunakan tadi" sean menghampiri istri nya dan memeluk clarissa dari belakang, sean mencium aroma tubuh clarissa yang membuat sean selalu di buat mabuk kepayang.
"lepas ish" ucap clarissa ketus, clarissa juga melepaskan pelukan nya dari sean.
Tapi bukan sean kalau langsung menyerah begitu saja, sean malah mempererat pelukan nya dan mengigit kecil telinga clarissa.
"sshhh... kenapa kau menggigit telinga ku" kesal clarissa, karena gigitan dari sean, clarissa hampir saja terbuai oleh sentuhan sean. sungguh clarissa tak akan sanggup untuk menolak sentuhan itu.
"masih untung aku hanya mengigit telinga mu, bukan memakan mu" bisik sean.
"jangan macam-macam ya hubby, aku ini masih lelah dan masih kesal pada mu" padahal dalam hati clarissa juga menginginkan nya.
Ntah kenapa semenjak hamil clarissa menjadi ingin sekali di sentuh oleh suami nya yang kekar berotot itu, padahal dulu sebelum hamil clarissa biasa saja.
"hahaha.. baiklah sekarang kenakan pakaian mu, habis itu kita akan pulang" sean mencium pipi clarissa sebelum meninggalkan nya untuk memakai baju.
"astaga clar, apa yang sedang kau pikirkan sih? masa iya kau mengharapkan sentuhan dari sean sedang kan tadi kau sendiri yang menolak nya" gumam clarissa merutuki diri nya sendiri.
Clarissa langsung memakai pakaian yang di belikan suami nya itu, namun dia merasa pakaian dalam nya itu sangat pas di tubuh nya. padahal clarissa tak pernah memberi tahu pada sean tentang ukuran.
"kenapa dia bisa tau ya? atau dulu partner ranjang nya juga memiliki ukuran yang sama seperti ku? ah tapi rasa nya sedikit mustahil, setau ku dulu partner ranjang sean memiliki ukuran buah semangka, bukan buah jeruk seperti ku" gumam clarissa heran.
Tapi clarissa berusaha mengacuhkan nya, mungkin saja sean memilih nya asal dan siapa sangka kalau pilihan suami nya itu sangat pas.
🌺 🌺 🌺 🌺
Clarissa sudah memakai baju yang di pilihkan oleh sean, dan yang di pilihkan sean benar-benar tertutup sampai melebihi atas leher seandai nya clarissa tidak melekuk nya. beruntung hari sudah semakin gelap yang mana udara juga akan sedikit lebih dingin, coba saja kalau hari semakin siang dan clarissa harus memakai pakaian seperti ini, sudah pasti clarissa akan menolak keras.
"nah ini baru nama nya trend fashion" sahut sean setelah clarissa sudah memakai baju yang dia pilihkan.
"kerah leher nya terlalu panjang sayang" keluh clarissa.
"sengaja sayang, biar tidak ada orang yang melihat leher putih indah nan mulus itu. aku lupa memberi nya tanda di leher itu, jadi ya sudah aku belikan saja baju dengan kerah leher yang panjang" jawab sean.
Alasan me*um itu lah yang membuat clarissa kadang suka meradang kesal.
"kenapa tidak sekalian kau kurung saja aku di mansion mu, biar sekalian aku tak bisa kemana-mana." kesal clarissa.
"hmm itu ide bagus juga, baiklah nanti aku akan mengurung mu di kamar ku. kau jadi tak perlu melakukan apapun" jawab santay sean.
"maka aku akan pergi menjauh dari mu" ancam clarissa.
__ADS_1
Lama-lama kadar kecemburuan dan keposesifan sean semakin meningkat drastis, dan itu membuat clarissa hanya mengelus dada ya walaupun kadang dia harus protes dengan keras saat kegilaan suami nya itu sudah semakin parah.
Sean segera menyusul istri kecil nya yang tengah merajuk, sebelum istri nya itu tambah merajuk.
"sayang heyy sini dulu" teriak sean.
"tidak mau"
"sayang heyy, jangan lari kau itu sedang mengandung nanti anak kita kenapa-kenapa sayang"
Clarisaa baru lah berhenti saat dia mengingat bahwa di tubuh nya ada satu nyawa yang sangat bergantung pada nya.
"sudah ya jangan marah lagi" sean memeluk clarissa dengan mesra, untung saja keadaan kantor sudah sepi.
"tapi ada syarat nya" ucap clarissa.
"katakan lah, selagi itu tidak membahayakan mu dan anak kita pasti akan aku turuti" jawab sean.
"kan kita tidak pernah menjalan kan pacaran kaya pasangan-pasangan yang ada di sana" ucap clarissa.
Ya ada benar nya juga, clarissa dan sean tidak melakukan pacaran itu di karenakan sean yang memaksa clarissa untuk segera menikah dengan nya.
"lalu?" seperti nya sean mulai mengerti kemana arah bicara istri nya ini.
"aku ingin jalan-jalan keliling kota menggunakan motor sport mu" ucap manja clarissa.
Melihat tingkah istri nya yang sangat manja, membuat sean tak tahan untuk segera melahap bibir mungil itu.
"jangan menunjukkan sikap manja itu pada orang lain selain pada ku mengerti?" coba saja kalau ada pria lain yang melihat tingkah manja clarissa, sudah sean pastikan pria itu pasti akan langsung jatuh cinta pada istri nya itu.
Clarissa hanya menganggukkan kepala saja, dia tak perduli suami nya ingin bilang apa. yang jelas dia mau jalan-jalan keliling kota menggunakan motor sport milik suami nya.
"jadi bagaimana?"tanya clarissa penuh harap.
"baiklah, ayo kita ke samping gedung di sana ada salah satu motor yang ku tinggal di sana" ucap sean.
Clarissa merasa heran kenapa juga motor suami nya itu di taruh di gudang perusahaan.
" kenapa kau taruh motor mu di sana?" tanya clarissa.
"hmm itu karena aku suka jalan-jalan keliling juga menggunakan motor itu" elak sean.
Tak mungkin kan dia bilang sama clarissa, kalau motor itu pernah dia gunakan untuk mencari mangsa nya dan sekaligus membu**h mangsa nya.
"ohh" clarissa cukup lumayan percaya dengan sean
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Sesampai nya di gudang clarissa langsung teringat tentang pertemuan diri nya dengan sean saat sean sedang mem**nuh seorang wanita.
"apa kah kau mengingat pertemuan kita nona manis?" goda sean.
"tentu dan kau begitu menyeram kan" jawab clarissa ketus.
Sean tertawa kecil mendengar jawaban dari istri kecil nya, sean lalu berjalan ke arah motor nya yang di tutupi kain yang sudah usang.
"ternyata motor ku masih cukup bersih" gumam sean, saat membuka kain itu.
Sean langsung mengambil kunci motor nya di samping laci lalu langsung mengendarai motor berwarna abu-abu dan hitam itu.
Brummmm.....
Sean mengambil dua helm, yang satu untuk nya dan yang satu untuk istri nya dan tak lupa sean juga memakaikan helm itu.
"kenapa harus pakai helm? memang nya di malam seperti ini ada polisi?" tanya clarissa.
"bukan masalah ada atau tidak nya polisi sayang, tapi ini masalah keselamatan. kalau saja nyawa mu lebih dari satu pasti aku juga tak akan menyuruh mu untuk memakai helm" jawab sean
Motor pun sudah mulai di jalan kan saat clarissa sudah menaiki motor nya, sean mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang.
"sayang lebih cepat dong" teriak clarissa.
"no sayang, nanti kau bisa terluka" balas sean juga berteriak.
"tidak, aku kan berpegangan erat pada mu"
"baiklah pegangan yang erat ya"
Clarissa memegang pinggang sean dengan erat, dan sean pun mulai menambah kecepatan nya sampai di atas 100km/jam, benar-benar sangat kencang. dan clarissa pun bukan nya ketakutan justru dia malah terlihat sangat senang.
bruuummmmm......
bruuuuummmmm......
"yiiipppiii..... senang nya jalan-jalan di malam hari" teriak clarissa.
Melihat wajah bahagia dari istri nya tentu saja sean senang, dengan hanya memberikan hal kecil seperti ini saja sudah membuat clarissa senang. sangat beda dengan wanita di luaran sana yang baru akan bahagia ketika di belikan barang-barang mewah dan mahal.
"pegangan lebih erat lagi sayang, aku akan menambah kecepatan nya"teriak sean.
"okee sayang"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
yuk like nya yukk biar aku semangat up nya
__ADS_1
salam cinta dari othor abal-abal 😘
sarangheo ❤️