
"huwaaaa...."
🌺🌺🌺🌺
Setelah Stevany selesai menangis, Stevany mendadak kelaparan, padahal sebelum ke rumah Sean, Stevany sudah makan banyak. Namun kini dia kelaparan lagi, bahkan Stevany mendadak lupa.
"Kak Alex, apakah kau tak pernah memberikan makanan untuk istri mu?" tanya Sean.
"Sayang kau jangan makan banyak-banyak sayang, nanti perut mu sakit," sahut Alex.
"Tapi aku lapar, apa kau tega membiarkan aku dan anak mu kelaparan? tanya Stevany, mata Stevany juga sudah berkaca-kaca, akan menumpahkan air mata nya.
"Jelas aku tak akan membiarkan hal itu terjadi, tapi aku hanya tak ingin kau sakit perut karena terlalu banyak makan," jawab Alex.
"Bohong bisa saja kau tak sayang lagi pada ku, ya kan? Atau yang lebih parah nya kau tidak lagi mencintai ku di saat aku sudah tidak langsing lagi, huwaaa.... Clar, lihat suami ku dia begitu jahat pada ku," tangis Stevany pun pecah.
"Sudah lah Stev, kau jangan menangis terus, memang nya kau tidak lelah apa menangis terus?" bujuk Clarissa.
"Tapi kak Alex."
"Ssttt... kak Alex itu akan selalu mencintai mu, bagaimana pun bentuh tubuh dan wajah mu, karena yang kak Alex suka adalah hati mu bukan rupa mu Stev, bukan begitu kak Alex," ucap Clarissa.
"Benar sekali, aku akan selalu mencintai mu apapun yang terjadi, dan rasa cinta itu akan selalu bertumbuh seiring waktu berjalan," ucap Alex.
Clarissa memberikan nasihat pada Stevany, kasihan kalau melihat kak Alex yang seperti tertekan dan sudah sangat geram menghadapi tingkah Stevany yang sangat berbeda.
__ADS_1
"Begitu ya, terus apa sekarang aku boleh lanjut makan lagi?" tanya Stevany, penuh harap.
"Tentu saja tidak boleh," jawab Sean.
"Huwaaa..... kak Alex, kenapa kau mempunyai adik yang sangat menyebalkan? Huwaaa...." tangis Stevany pecah lagi.
Alex memandang Sean dengan tatapan tajam, namun Sean malah terlihat santay dan malah dia memberikan senyuman meledek pada kakak nya itu.
"Kau bisa diam tidak sih?" ucap Alex dengan kesal.
"Sudah-sudah sayang jangan menangis, jangan dengarkan omongan Sean, kau bisa makan apapun yang ada di sini," ucap Alex, menenangkan Stevany.
"Sekali lagi kau menjahili nya, maka kau tidur di luar, mengerti?" bisik Clarissa pada suami nya.
"Hehe iya iya sayang maafkan aku," Ketika sudah di ancam seperti itu maka Sean hanya bisa menuruti permintaan istri nya.
🌺🌺🌺🌺
Sedangkan Sean menatap layar laptop nya, namun mata nya tak bisa lepas dari benda kenyal favorit nya yang sedang di hisap oleh putra nya sendiri.
"Sayang," panggil Sean.
"Hmm kenapa sayang?" tanya Clarissa.
"Kapan baby Abian akan dewasa?" tanya Sean.
__ADS_1
Clarissa yang mendengar itu pun mengerut kan dahi nya heran, sungguh pertanyaan itu sangat aneh di telinga diri nya. Putranya ini baru berumur 3 bulan loh, lalu suami nya malah bertanya kapan dewasa nya?
"Pertanyaan macam apa itu? Kenapa pertanyaan mu sangat aneh?" tanya Clarissa balik.
"Aku hanya bertanya saja, aku ingin melihat nya dewasa," elak Sean.
Kalau dia jujur, yang ada nasib nya akan tersiksa tiap malam, Sean tidak akan pernah bisa tidur kalau tidak mencium ke*iak istri nya yang sangat harum itu.
"Apa kau lupa berapa umur putra kita saat ini?" tanya Clarissa.
"Tentu saja tidak lupa," jawab Sean.
"Lalu kenapa kau harus bertanya kapan dewasa nya?" tanya Clarissa heran.
"Hufft..."
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
MAAF YA GUYS KALAU AKU UP NYA SEDIKIT, SOAL NYA AKU HARUS LANJUT NULIS LAGI DI PLATFORM LAIN🙏.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH NYA JUGA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT UP NYA.
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
__ADS_1
SARANGHEO ❤️