
Cerita berikutnya
pagi telah tibalah marini pun langsung saja datang ke kamar Yuli untuk membicarakan perihal ini secara sensitif karena ini menyangkut harga diri keluarga nya Kalau jika mereka (orang tuanya marini) tau kalo dia (yuli) bisa hamil pasti akan gawat nanti nya.
" Yuli Mbak mau bicara sama kamu mengenai perihal penting ini secara kekeluargaan."tanyanya yang terang-terangan.
" Eh ...mau nanya secara kekeluargaan apaan sih Mbak.."jawabnya yang teriak kepada dirinya.
" ini apa." timpal marinih yang menunjukkan hasil tespek di kamarnya.
"Hah."( Timpal ekspresi wajah nya yuli yang mulai tegang).
" balikin ... Itu balikin itu punya ku Mbak dapat dari mana sih mba tolong balikin." ujar yuli dengan maksa sambil kedua tangannya Yuli yang ingin mengambil tespek yang ada di tangan kanannya marinih.
"kenapa ... iso tespeknya Ada di tangannya mba."gumam yuli dalam hati.
" Kamu ... nggak perlu tahu ini mba dapet dari mananya dan mba tau ini hasilnya kan."ujar nya marinih yang tegas kepada yuli sambil ia memegang tespack itu dengan erat.
"Dan ...mba ga nyangka sama kamu bahwa." Timpal marinih yang mengomelinya dan kata-katanya belum diselesaikan karena Ibunya sudah datang.
"Bahwa ... Apa Hah bahwa apa." imbuhnya yang melanjutkan kata buru-buru marini menyembunyikan nya.
" dari.... Tadi Ibu ngeliatin kamu ...ngapain ngomel-ngomelin ke yuli kaya gitu udah tahu dia lagi kecapean." timpalnya yang memarahinya marini lagi.
"Karena ... Habis pulang kerja !!!."
"Astaghfirullahaladzim Bu marini cuman nanya saja bu."jawab marinih yang belum menyelesaikan kata.
" nanya apa Hah nanya sampai-sampai adik mu diintrogasi seperti itu."timpal ibunya yang menempeleng kepalanya marini secara berulang-ulang.
lalu marini mulai menjawab lalu ibunya naik pitam kemudian ibunya mulai menamparnya.
"Plakk."
"Ahh."
"Sakit buu."
"Karena kamu keterlaluan sama yuli ... Cepat Keluar jangan ganggunya istirahat."timpalnya ibunya yang memaki si marinih lalu kemudian ditertawakan oleh yuli kemudian marini mulai menangis.
"Ya... allah kenapa ibu selalu membela dan menyayangi Yuli dibandingkan aku yang waktu itu pulang malam diomeli seperti ini Kenapa harus aku yang mengalami rasa sakit ini ya Allah."gumam marinih dalam hati.
kemudian marinih menangis sejadi-jadinya di dalam kamarnya sendiri sakit rasanya sendari kecil ia selalu didiskriminasikan oleh ibunya sampai Ia berpikir untuk membunuh diri tapi ia tidak cukup berani untuk bunuh diri pasti akan dihina oleh ibunya.
__ADS_1
sampai marinih mulai istirahat sejenak dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah untuk menenangkan pikiriannya kemudian Ibunya mengomel-ngomel dan berkata seperti ini.
" Dasar anak culasss dan gak tau adab ... Udah jam segini dia belum juga beres-beres juga auhhkkkk !."imbuhnya yang mengomeli sih marinih.
sambil ibunya melihat jam sudah mendekati siang sudah pukul 11.34 wib didepan pintu kamarnya. namun marinih tetap tidak memperdulikan nya jika diteriak-teriakin oleh ibu seperti ini mulai dikatain anak bawa sial,culas, kek, anak Gak berguna kek, perekk, dan lain sebagainya.
karena itu sudah kebal apalagi ia sudah diperlakukan seperti binatang tadi pagi oleh ibunya seperti ia tidak dihargai oleh ibunya dengan terpaksa Bu endah mengerjakan pekerjaan rumahnya.
kemudian jam makan siang pun telah tiba yang telah dimasak oleh ibu cuman marinih tidak makan karena masih mengingat kejadian barusan saat ia dimaki oleh ibu sendiri lalu marini pun mulai menangis .
Dan bèrfikir kenapa Yuli yang selalu diberikaan perhatian,dimanja-manja dan dibangga-banggakan karena dia adalah pekerja keras pikirnya dengan keras.
Apakah dia tidak diharapkan sebagai anak oleh ibunya waktu ia hamil sampai ibunya tega meledek marinih sebagai anak tak berguna sampai insiden ini membekas di hatinya.
" Ya Allah Sakit hati ini perlakukan seperti ini, dan kenapa selalu ibu membela yuli selama ini aku menjadi anak yang penurut tapi kenapa sampai sekarang ibu masih memperlakukanku seperti ini. "gumamnya dalam hati.
hingga pada akhirnya marini pun terus saja menangis selalu saja ia disakiti oleh ibunya dan sampai saat ini Ibunya belum meminta maaf dengan apa yang dialami oleh si marinih mulai dari tidak boleh bekerja di tempat jauh alasan takut marinih akan membuat aib keluarga lagi itu dikatakan oleh ibunya sampe bikin ia susah.
terus juga ibunya malu mempunyai anak pengangguran tapi pengennya tuh dia kerja sesuai pilihan ibunya mulai jadi pns,pegawai Bumnlah dan juga dia juga pengen calon mantu orang kaya seperti jortomo biar kelihatan lebih terhormat katanya padahal mqh konsep hidup bukan seperti itu yang terpenting ngeliat anak-anaknya sudah bahagia udah itu saja malah ibunya yang egois.
sampai pada akhirnya diam-diam Yuli pun mendaftar CPNS dengan keadaan hamil namun perut masih kecil.
dan akhirnya ia pilih menjadi guru honorer dengan gaji yang kecil karena ia masih kuliah di semester 6 sampai-sampai bapaknya mulai nyuekin marini akhir-akhir ini dan selalu menanyakan keadaan Yuli karena ia punya pangkat anak kedua sebagai tulang punggung keluarga.
dan sekaligus menjadi kebanggaan keluarga dan pengen punya anak berpenghasilan tetap meskipun badannya yuli mulai berisi sampai-sampai para tetangga heran dengan mulai perubahan yuli yg tadinya kurus sekarang jadi lumayan berisi banget dibagian tertentu.
" Duh kamu bener-bener hebat do, nggak salah ibu support kamu sampai sukses sekarang ini."pujinya ibunya yang berlebihan padahal sih yuli anak yang nakal.
" Ya iyalah dong Bu ini kan semua demi ibu dan bapak biar kita bisa makan enak setiap hari, Dan nanti yuli ngajak Bapak sama Ibu jalan-jalan." jawabnya yang cari muka di depan kedua orang tuanya.
"Serius nak."jawab ibu bya dengan senyum sumringah.
"Ya bu."
" Emang Kamu luar biasa ...bYul kamu bisa diandalkan."puji bapaknya sekali lagi.
" Hehehe bapak bisa aja."jawab yulisa mbil makan nasi ayam kremes.
" Hehehe iya dong anak siapa dulu, anak bapak."timpal bapaknya yg mengbanggakan yuli padahal ia sedang mengandung cucu mereka.
" Iya bener kata bapak mu kamu lebih hebat dibanding Mbak mu loh itu Yang kerjanya tiap hari tidur, makan, sama nggak bisa bantuin Ibu beres-beres rumah sama nyari duit."timpal ibunya yang menjelekkan marinih dari belakang.
" benar bapak aja salut sama kamu masih muda bisa kerja Sambil kuliah km emang luar biasa yul." Timpal bapak yang mendukung pendapat ibunya.
__ADS_1
"Ahh ... Bapak ini bisa aja."jawab yuli dengan canda sambil ia cengegesan.
" ya ... Benar yul kami sangat menyangi mu." Timpal Ibunya yang mengutarakan isi pendapat bahwa mereka sayang sama Yuli dibandingkan si marinih Anak Yang Tidak Dianggap.
" Iya aku juga menyangi sama Bapak sama Ibu." jawab Yuli dengan hati yang riang sambil memeluk mereka berdua.
hingga pada akhirnya marinih menangis karena merasa marinih tidak disayang lagi oleh bapak nya terutama ibu nya yang mulai membencinya.
selama berminggu-minggu sampai saat ini marinih tetap saja dikucilkan seperti ini oleh bapaknya karena hasutan ibunya yang menganggab sih marini tidak berguna mengenai rumah yang sedikit berantakan karena marini depresi karena perkataan ibunya yang tidak bisa mencari uang dan ekonomi sedang sulit tahun itu banyak banget rintangan yang mereka hadapi makanya bapak mulai galak dan kurang perhatian lagi sama marinih.
Namun marinih pun tidak tahan digini secara terus-menerus di kucilkan seperti ini oleh orang tuanya sendiri Langsung saja sih marinih memberitahukan saat mereka makan siang diruang makan dengan lahapnya tanpa menyisahkan marinih padahal marinih loh yang membuatnya sendiri.
sambil ia memengan hasil tespek ini lalu ibunya nyerocos bawain tespek itu punya nya dia padahal bukan tapi itu ini benar punyanya sih Yuli sehingga bapaknya kaget sekali mendengar berita ini hingga akhirnya ia kena serangan jantungan.
"Heg ... Heh heh heh." Timpal Bapaknya yang mengalami gangguan pernapasan karena ia mengalami serangan jantung.
"Astaghfirullahaladzim bapak bertahanlah pak bertahanlah bu yul Panggil ambulans cepat." titah marinih sambil memegang bapaknya sendiri bapaknya sudah terbaring di lantai.
" sudah sudah minggir-minggir, cepatan kamu panggilan ambulans saja." timpal ibunya dengan bentakan.
"Ehnm." timpal sih marinih yang mulai menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
" ehhh ... cepet heh inii Bapak lagi jantungan gara-gara kamu mba cepetaann dongah ." titahnya si Yulia menyuruh marinih untuk segera menelpon mobil ambulans-nya.
dengan cepat marinih menelepon mobil ambulans tersebut Lalu sampai ia mulai menceritakan kronologisnya bahwa bapaknya sedang mengalami serangan jantung tepat di rumahnya sendiri lalu petugas ambulans tersebut langsung menanyakan Di mana mereka tinggal lalu marinih pun memberikan alamat nya tersebut dikp.batukali No.29 Rt/001 Re/007.
hingga pada akhirnya mobil ambulans pun telah tiba dan langsung saja para petugas ambulans tersebut mempong tubuh bapaknya sudah rentan usia sekitar 56 tahun lalu para petugas medis pun langsung menyuruh mereka untuk masuk ke dalam mobil ambulan.
" Ya Allah Yul gimana nih kalau bapak meninggal Yul Ibu nggak sanggup." Timpal ibunya yang curhat kemudian ia mulaai menangis.
" Iya Bu Sabar bu kan ada Yuli di sini bu." timpalnya si Yuli yang memeluk ibunya.
hingga pada akhirnya marini pun merasa bersalah dengan bapaknya karena selama ini ia memberitahukan tanpa pikir panjang karena emosi sesaat yang membuat dia langsung berkata jujur namun tidak bisa melihat si kondisinya sampai bapaknya mengalami serangan jantung Jadi mau gimana lagi.
mungkin ini adalah teguran dari Allah swt bahwa setiap manusia pasti diberi kesempatan dan juga support dan Ridho dari orang tua kalau mereka tidak mau mempunyai nasib seperti keluarga ini.
apalagi ibunya selalu mendukung Yuli apa yang Yuli mau pasti dikasih seperti memperbolehkan kerja dan main sama temen-teman nya hingga larut malam sampai ia jadi guru honorer sebentara meskipun gajinya kecil.
Beda dengan Nasib nya sih marinih pas Waktu kuliah dulu dia ingin kuliah sambil bekerja di usianya yang sepantarannya dulu ia ingin menjadi tenaga belajar di tenaga adminstarsi hukum di surabaya..
cuman sayang karena ibunya keberatan membayar ongkosnya yang menurutnya begitu mahal dari Malang ke surabaya dan akan berbuat yang senonoh lagi itu pun tak mungkin dan juga pasti ditentang oleh ibunya malah ia suruh untuk melanjutkan sekolahnya Padahal di tempat kampusnya harus ada KKN di semestmer 5/6 ini.
jika pengen lulus tepat waktu dengan hasil clumlude yang memuaskan makanya dengan terpaksa sih marinih mengulang 1 semester lagi agar ia cepat lulus kuliah Coba bayangkan akhirnya kejadian seperti ini yang dialami oleh para muda-mudi Indonesia jika punya orang tua yang otoriter,egois dan juga keras kepala dan ga mau kalah dari anak,pilih kasih ataupun suka mendriskiminasi mau jadi apa generasi ini jika terus dikekang malah mendapatkan petaka masalah besar yang dialami oleh keluarga ini.
__ADS_1
" Ya allah Pak bapak bertahanlah pak." gumam marinih dalam hati sambil memegang gangang kereta nya tepat berada di rumah sakit.
/Next cerita berikutnya/