Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 35


__ADS_3

" ibu-ibu.. tolong tenang sedikit biar masalah keluarga Bu Endah Bisa diurus oleh saya sendiri." timpal bu RT yang memberitahu kepada para warga untuk tetap diam namun tetap saja para warga tidak dapat berlangsung saja berteriak dan berkata seperti.


" Ya gitulah Bu... Kan anak-anaknya pezina ngapaim juga mereka harus tinggal di sini Bu."ujar ibu-ibu tersebut dengan Barbar nya,ia berkata seperti itu.


" betul Bu betul."sahut ibu-ibu lain yang kompak dan setuju jika bu endah harus pergi kampung nya.


" ya ... Bu nanti diikutin sama gadis-gadis desa di sini Bu termasuk anak-anak kita kalo udah dewasa nanti."timpal ibu barbar satu ini yang memberikan pendapat,sambil ia menunjuk bahwa bu endah harus pergi dari kampung ini.


"Betul itu bu betul."teriak ibu warga-warga lain yang setuju.


disitulah para warga mulai menghakimi Endah sampai-sampai para warga pun berbondong-bonding untuk mendorong Endah agar endah bisa keluar dari sini di situlah Bu Endah menangis saja dijadinya saat para warga mulai membentak dan juga memberontak untuk mengusirnya sih kemudian Bu RT pun pusing dan bingung harus bagaimana ia bisa menghentikan aksi brutal ibu-ibu warga sini yang sudah makin emosi di situlah bu Rt binggung harus bagaimana hingga pada akhirnya bu rt kepikiran untuk memanggil ustadzah untuk datang ke rumahnya.


cepat-cepat Bu Rt pergi sekencang mungkin akhirnya bu rt sudah sampai disana sesampai di sana ia pun menceritakan perihal Kejadian yang dialami oleh bu endah sehingga Bu ustadzah pun syok dan kaget yang bu RT jelaskan dan buru-buru saja mereka bergegas untuk pergi ke ke lapangan yang benar mereka telah menyeret Bu Endah untuk keluar pergi dari kampung ini sehingga bu ustazah cuman bisa menghela nafas sampai beristighfar sehingga bu Rt pun mulai emosi dan lalu bu Rt berkata seperti ini.


" Cukupp bu cukup."imbuh Bu Rt yang memerintahkan para ibu-ibu warga untuk diam cuman para ibu-ibu warga pun tak menghiraukan perkataan bu Rt langsung saja mereka menghajar dan melemparkan bu endah dengan menggunakaan batu krikil yang kecil-kecil.


"Akkhkkkk."teriak bu endah yang kesakitan.


" Bu bu Sudah hentikan hentikan." teriak Bu ustazah yang memerintahkan mereka untuk menghentikan aksi ini.


" Saya minta kepada ibu-ibu untuk hentikan hentikan Bu ini berbahaya." menyuruh para ibu-ibu warga untuk menghentikan aksi brutal ini.


Namun para ibu-ibu warga tak memperdulikan omongan nya bu ustazah karena sakit hati dengan mulut nya bu sampai-sampai para ibu-ibu warga pun melemparkan batu krikil arah wajahnya Bu Endah sehingga muka Bu Endah telah terluka dan berdarah di bawah pipinya dan juga di bibirnya sudah memar karena ulah ibu-ibu warga yang telah emosi padanya.


kemudian Bu ustazah melindungi bu endah dari belakang Namun para ibu-ibu warga pun tak tega melemparkan batu krikil pun kearah bu ustazah.


" tolong Kasihan Ibu Endah, kalian ini sebagai wanita punya hati nurani Gimana anak-anak kalian jadi Marini ataupun Yuli." sahut nya bu ustazah yang menasehati mereka untuk menghentikan aksi brutal ini.


" kita sebagai warga sini harus mensupport teman atau saudara kita yang kesusahan, hakimi ibu-ibu tolong Belajarlah dewasa."sambung nya yg menasehati para Ibu warga


" tolong minggir Sebentar Bu biar kita Habisi wanita ini."


" Ya ... Benar-bu benar bu."sahut ibu-ibu yang lain.


" Soalnya terlanjur sakit hati Bu, selain Dia suka menghina yang lain dia juga suka menghina anak saya bu ari bu."teriak bu siti yang tak terima.


"Terlanjur sakit kenapa bu?"tanya bu Rt yang heran kepada bu siti.


" karena waktu itu anak saya si Ari nganterin sih marinib pulang Nah tiba-tiba saja anak saya di maki-maki seakan-akan anak saya ini maling Bu."tukas bu siti yang menjelaskan nya.


"makanya saya ikut-ikutan bu masalah anak-anaknya yang milbu cuman kita sakit hati aja sama perlakuan Bu ending suka menghina kita."sambung nya bu siti yang menjelaskan lagi dan meremas batunya karena kesal dengan Bu Endah.


"Betull tuh... Bu Rt."


" Emang dikira dia doang paling kaya di kampung ini banyak bu yang paling kaya disini,sekarang lihat dia sudah Jatuh Miskin." tugas Bu Siti Yang menambah emosi lagi sehingga para ibu-ibu membela Bu siti sedang kesal dengan kelakuanya.

__ADS_1


"ya betul tuh betul."


" Ibu sabar Bu nanti juga cobaan hidup tanpa kita sebagai sak keluarga Kampung tidak boleh bersifat seperti ini ya Intinya kita harus tawakal sama Allah swt siapa pun itu yang jahat sama kita kita harus berbuat baik." jelas Ustadzah yang menceramahi mereka semua agar tetap sabar dengan berbagai ujian yang ada di desa ini.


"Betul tuh yang dikatakan oleh bu ustazah Mungkin ... Bu Endah sedang banyak masalah jadi ngelampiasin ke kalian jadi yang sabar ya Bu."jelasnya bu rt yang memberitaukan mereka.


"Yaa !!."


"Iyaa !!!."


"dan sekarang ibu-ibu bubar ya semua, biar menasehati Ibu Enda biar menjadi pribadi yang lebih baik." titah bu RT menyuruh para ibu-ibu warga sini untuk pergi dari sini agar bisa menyelesaikan masalahnya si Endah.


"Yaa .. !!!"


"Yaa buu."


" begitu kita pamit dulu ya bu RT, Bu ustadzah." pamitnya salah satu warga lain.


" Assalamualaikum wr.wb." timpal para ibu-ibu warga dengan kompak dan berbarengan.


" Walaikumsalam wr.wb." tukas Bu RT dan Bu ustadzah dengan kompak menjawab salam mereka.


di situlah Bu Endah pun mulai bersujud kepada bu RT dan juga Bu ustadzah yang telah menyelamatkan nyawa Bu Endah yang telah hampir diusir oleh warga-warga kampung pada akhirnya bu endah pun antarkan pulang sampai kerumah oleh Bu ustadzah dan bu Rt lalu si Ratna pun melihat kejadian dari tadi saat bu endah hampir oleh para ibu-ibu kampung ini.


karena ia kangen dan ingin bertemu dengan ibunya meskipun ibunya tidak bisa melihat apalagi berkomunikasi langsung dengannya karena kan ratna sudah tiada jadi orang bisa melihat keadaan ibunya meskipun telah menjadi arwah.


"tuh makan tuh air Nda ... Sudi saya berikan uang sepersen pun kepada kamu ya." timpalnya kepada anak pengemis itu.


lalu si anak Miskin pun beristighfar dan tetap sabar dihina oleh bu endah tanpa aba-aba anak pengemis miskin itu mengambil air botol berisi air yang Bu Endah lempar didepan matanya bu endah dan tiba-tiba saja tangan anak Miskin itu diinjak oleh Bu Endah.


" Agkkk ... Sakit Ampun Bu." teriaknya kesakitan meminta tolong kepada bu indah namun Bu Endah tak mengubrisnya lalu menghinanya.


" Lagian kamu.... mau minta sama saya emang saya orang tuamu kalau tidak mampu mati saja." timpal bu endag dengan nada mengejek sambil mentertawakan anak pengemis.


"Hikss !!! Hikss !!!."


" Bu ampun... Soalnya saya butuh makan sama minum bu."lirih anak pengemis itu yang meminta ibah kepada Bu Endah.


saat itu Bu Endah malam mengusirnya dan mendorong hingga terjatuh, di situlah Marini menolong anak itu dan kangnya roti dan juga air putih untuk ia makan saat itu juga saat itulah ibunya memakannya dan merendahkan bahwa dia cuma seorang anak lumut yang sok berbagi padahal si Marini tidak punya duit sama sekali.


" Marini Tahu Bu Marini ndak punya uang saat ini, tapi apa Ibu menghina orang seperti ini Bu nanti bu kena batunya." timpal Marini yang menasehati ibunya itu tidak Arogan lagi seperti itu selama 8 tahun yang lalu marini masih sekolah.


dan sekarang bu endah kena batunya sekarang dia punya masalah sendiri apalagi para ibu-ibu yang telah mengejek dia seperti itu, dan malah bu endah tak terima jika dirinya dihina-hina Padahal jadinya sudah terhina dengan perilakunya sendiri.


ini adalah Karma yang telah Ibu Endah perbuat kepada Marini selaku Dia pernah dihina oleh warga Kampung makanya Bu Endah pun merasakan apa yang dialami oleh Marini selama dan akhirnya bu endah kena batunya juga.

__ADS_1


sampai pada akhirnya Endah Pun Menangis jadi-jadinya mengingat kesalahan yang telah Ia perbuat kepada Marini, di sisi lain Ia pun Merindukan dia meskipun dia memperlakukan Marini seperti pembantu namun sih ibu nya tidak ada bersalah sama sekali eh malah marini yang meninggalkan rumah padahal salah ibu nya sendiri sehingga dirinya tidak betah dirumah.


" Insert, 3 tahu diri, sudah ku adopsi dari dulu eh malah dia meninggalkan rumah di saat genting-genting. begini hampir saja aku diusir untung ada bu Rt ataupun Bu ustazah yg membantu ." tukas ibu nya yang berbicara sendiri sehingga ia malu dengan anak angkatnya itu.


"Awas ... Saja kalo dia pulang, aku habis sih dia." teriaknya dengan emosi.


sambil mengumpat si Marini hingga akhirnya Fathan pun berbalik ke arah ibunya Kalau terjadilah sambaran petir yang menggeledar sehingga ibu endah pun menjerit ketakutan sambil menutupi selimut itu Saat Petir itu masih saja menggelegar sehingga jantung endah hampir copot lalu bu endah pun ketakuta.


Sementara itu sih Yuli sampai sekarang tidak bisa diandalkan lalu ia pergi dan diam-diam ia keluar menemui sang pacar lewat telepon wartel nya karena suntuk dirumah juga lalu ia berbicara untuk meminta pertanggungjawaban nya namun sang pacar pun meminta Yuli untuk bersabar.


[" yang sabar Yuli ini kita masih kuliah nanti setelah lulus aku janji akan nikahin kamu." takutnya yang berjanji ditelepon dia akan menikahi Yuli setelah ia lulus skripsi bersama-sama."]timpal nya sih deni kenapa sih yuli untuk tetap bersabar.


[" Tapi ...Mas aku stress dihina sama orang-orang, saat aku pergi ke warung sebentar aja mereka langsung saja menghina aku malu mas malu."]jawab nya sih yuli ditelp sambil menangis.


[" Ya ... Yul Aku tahu apa yang kamu rasakan meskipun aku laki-laki."]


[" karena dulu mba ku pernah hamil diluar nikah dan akhirnya dia gila makanya aku sebagai laki-laki akan bertanggung jawab, dan aku tak mau menjadi laki-laki yang pengecut seperti mantan pacar mbakku yul."]ceritanya sih denny melalui telp.


[" Benarkah Mas."]


[" Ya ... Yul Makanya kamu bersabar ya, Insya Allah setelah kita lulus Aku akan langsung melamar ke rumahmu."] ujar janji nya sih deni melalui telp.


[" Ya ..mas aku akan bersa-bar De'mi b'uah hati kita."]jawab sih yuli sambil terisak ditelp.


[" benar Yul ... makanya aku lakukan semua ini demi buah hati kita setelah kita lulus aku janji akan menjadi suami yang bertanggung jawab buat masa depan anak-anak kita."] janjinya si Deni melalui telepon lagi untuk menikahi Yuli secepat nya.


["Makasih Mas kamu telah menguatkanku dan Sekar-ang Kamu membuat aku jadi semangat l-agi lagi bu-at be'lajar ma's."]


[" Ya .... Yul apapun kulakukan demimu yul, kalau gitu aku Tutup telepon dulu ya Yul nggak enak telepon lama-lama Soalnya banyak yang ngantri juga yul."] soalnya si Deni yang mau menutup telepon karena banyak yang mengantri.


["Udah dulu ya."]sambung sih yang menutup telp dan benar saja para pelanggan warta pun mulai meneriaki Deni untuk segera mengakhiri teleponnya karena mereka giliran mereka untuk menelpon pacar, ibu, dan keluarga.


["Ya mas."]


["assamaulaikum."] salam Deni ditelepon.


["Walaikumsalam."]


disitulah yuli mulai menangis sejati jadinya melihat kejadian buruk yang ia lakukan terhadap Marini Kakak angkatnya Ia pun menyesal telah memperlakukan dia seperti budak dan tidak artinya juga sebagai seorang kakak Mungkin ini yang Marini alami selama ini dihina, kadang diledeki dan juga diskriminasi orang Marini juga diam saja.


juga Yuli pun ingin sekali meminta maaf dengan perbuatan yang ia lakukan terhadap Marini selama ini dia tak mau dengarkan kata Kakak sambungnya dan ternyata benar yang diucapkan Marini bahwa kebohongan akan terbongkar dengan sendirinya seperti bangkai yang saat itu ia ingat waktu di rumah sakit saat bapaknya jantungan.


dan sementara itu marini meratapi nasibnya diri dan setiap ia pulang kerja dia belum mendapatkan uang untuk biaya operasi bapak sambungnya itu apalagi ia meninggalkan keluarganya sendiri di situlah Marini mulai Rindu.


Meskipun mereka cuman keluarga angkat bagi Marini mereka tetaplah keluarga meskipun dulu Ibu dan adiknya memperlakukan jahat kepadanya dan Apakah ia bisa bertemu dengan keluarga nya nanti.

__ADS_1


~ Makasih ya udah mau baca novel saya satu sejauh ini, semoga kalian bisa terhibur dengan cerita dan saya merangkum dari pikiran saya sendiri Semoga enjoy ya~


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2