
Sedangkan si Marini harus potong-panting mencari uang demi mengobati ayahnya sedang sakit dan alhamdulilah ia sudah pisah dari ibunya yang suka emosian, ngomong sembarangan, dan terlebih-lebih lagi ngomongin marini dari belakang didepam tetangga dengan kata-kata yang pedas ibu nya menyakiti Ulu hatinya itu.
sampai ia bolak-balik lagi ke rumah sakit seperti biasa marini menjenguk ayahnya yang sedang sakit sampai akhirnya ia bertemu dengan Ibran Ya seperti dugaan mereka saling bertemu lalu menatap satu sama lain sehingga sih ibran pun mulai menyapanya.
"De ... Marini."imbuh nya yang menyapanya.
"Mas ... Ibrann,kok koe bisa ada disini."tanya marini yang heran kepadanya.
"Ini .. Aku habis ke rumah sakit, mau ngambil obat."jelasnya ia kepada sih marini.
"Oh."
"Oh ... Ya de marini kesini mau ngapain."tanya sih ibran yg kepo dengan keadaan marini.
" oh anu Iki Mas aku habis jenguk bapakku yang sedang sakit."Timpal simarini memberitahukan perihal yang sebenarnya.
" oalah.. sakit apa toh Dek kok bisa kayak gini." tanyanya aih ibran yg peduli dengan nya m
" ya ... Iki bapak sakit karena penyakit jantung makanya dirawat inap disini." timpannya si Marini yang menjelaskan perihal ini kepada si Ibra dengan singkat.
tanpa membuka masalah keluarga yang ia alami tentang keluarganya karena pasti ia malu menceritakan aib keluarganya sampai-sampai marini mulai menangis di depan ibran lalu ibran pun memeluk Marini dan bilang tenang kepada dirinya.
karena si Marini ini mengingat kejadian saat waktu bapaknya masih sehat karena kejujuran Marini yang membongkar Tasya Yuli karena didiskriminasi oleh keluarganya hingga akhirnya bapaknya kena serangan jantung setelah kena serangan jantungnya makanya selama 6 bulan bapaknya dirawat dirumah sakit.
"Oalaaah ... De semoga cepat sembuh."ujar sih ibran yang memberikan semangat.
"Yo ... Makasih mas ,kalo begitu aku pamit dulu ya assamualaikum."timpal sih marinu mengucapkan salam.
"Walaikumsalam de marini." timpal Ibran yang menjawab salam sambil ia tersenyum ke arah Marini.
sampai sampai sih ibran membayangkan Jika ia mulai menyentuh bokongnya Marini karena sungguh terlalu sih Ibrani ini tidak punya otak dan sok-sok manis sekali didepan marini padahal si ibran juga ada yang punya istri dan anak juga 1 cuman si Marini tidak tahu jika si ibran ini masih bujangan.
sementara itu Ratna pun mulai mengawasi Ibra dari jarak jauh si Ratna pun mulai mengetahui rencana busuk Ibra meskipun sekarang ia sudah menjadi arwah gentangan akan tetapi ia bisa merasakan aura negatif yang ia lihat dari ekspresi wajahnya itu sampai ia mulai mengelus dadanya sambil ia bernafas.
" sungguh menyeramkan lelaki mesum itu, Aku harus memberitahukan ini kepada mbak Marini sebelum ia dicengkram dan dimakan oleh Lelaki bajingan itu." pikir nya sih ratna dalam hati.
sampai si Ratna pun mulai pergi ke sana untuk menemui Marini secepat mungkin saat ratna mulai berjalan tiba-tiba saja ia pun tidak sengaja menabrak arwah lain dan arwah lain seorang wanita dari belanda yang kebetulan mati pada tahun 20 an lalu arwah wanita itu pun mulai emosi berkata seperti ini.
__ADS_1
" Hei kau tak lihat ya, kalau saya sedang berjalan di sini."
" Sorry ...saya tidak sengaja nabrak mem."timpal sih ratna yg menunduk.
" nggak sengaja tidak sengaja mana di mana matamu hah."ujar sih arwah setan itu yg tak terima.
"Maaafkan saya ... Saya harus terburu-buru."ujar sih ratna yg menunduk.
"Permisi mem."ujar nya yg pergi berlari sekilat mungkin.
" Tunggu tunggu aku ingin beri perhitungan kepada kau ya." Timpa si hantu wanita belanda itu yang mulai mengejar Ratna.
"Kurang ajar."teriak sih hantu itu yang tak terima.
seperti itulah jika bertemu sesama arwa, sampai-sampai ratna mengejar sih Marini di situlah Marini pun kaget hingga akhirnya pun mulai mengomelinya ratna situlah Ratna pun mulai menjelaskan bahwa ia harus berhati-hati dengan Ibran karena si ibran ini orangnya sangat mesum dan juga Marini pun bisa jadi sasarannya nanti cuman si Marini pun tak percaya begitu saja dengan ucapan Ratna.
"Mana ... Mungkin mas ibran seperti itu."tanya yang tak percaya.
" Iya aku tahu kamu sangat menyukai ibran karena dia baik dan perhatian sama kamu."timpalnya sih ratna yang salah menebak sehingga membuat marini menjadi deg-degan yang barusan dibilang oleh orang itu benar ia mulai menyukai Ibran Tapi sih marini mengelak dan berkata seperti ini .
" Iya takutnya saja kamu suka sama dia, dan pokoknya kamu harus waspada ya Mbak Marini aku takut sekali jika mba diapain2."timpal sih ratna yg memperingatinya untuk segera hati-hati.
"Tenang ... santai saja rat."jawab marini dengan santai.
"Okey ... Kalo begitu aku pergi dulu ya."timpal sih ratna yang mulai pamit.
sampai akhirnya Ratna ku mulai Melambaikan tangan lalu Marini itu balas lambaian tangannya si Ratna dan di situlah ya buru-buru pergi dari rumah sakit karena sudah larut malam dan saat ini mulai berjalan tiba-tiba saja ada sosok dua pria yang mengikutinya dari belakang Ya siapa lagi mengganggunya yang waktu itu sih marini kabur dari rumah.
dan ternyata Mereka pun lain saja mengintai Marini sampai para preman itu penasaran dengan tubuh Marini dan saat Marini pun mulai menunggu di bis berdebat di sebelah kiri rumah sakit dan belum ada siapapun di sana ternyata ada dua preman waktu itu yang mengganggunya.
"He... Mau apa kalian kemari heh."cerca nya sih marini yang berteriak.
" kita berdua sini mengganggumu sayang hehehe." salah satu preman yang kurang ajar lalu mencolek dagunya.
" ya Ayolah kita belum menuntaskan nafsu kita Ayolah Sayang."timpal sih preman kedua yang mulai mencolek dagu marini.
"Ihh ... Lepassin tolong ya biar kurang ajar." cercanya sih marini yang mulai menginjak kaki preman kedua itu lalu menendang ******** preman pertama.
__ADS_1
sehingga mereka malai berdua mengejar Marini sampai dapet sehingga marini pun kecapean dan kelelahan selalu saja diikuti oleh dua preman Brengsek itu apes sekali diq diganggu oleh kedua preman Brengsek itu sudah jelek hidup pula.
tiba-tiba saja Marini pun kekalahan dan akhirnya ia pun tersungkur jatuh karena ada rantai yang menghalangi Marini saat berlari sehingga mereka berdua boleh memegang lengan Marini dan preman itu berencana membawa Marini kebun yang kosong dari kerumunan.
" tidak tidak lepaskan aku tolong tolong."teriakk marini yang berusa melepaskan diri.
" Ayolah manis kita hanya ingin bersenang-senang denganmu."ajak sih preman kedua itu sambil menjilat pipinya.
"ahkk."teriakk marini yang saat itu geli dijilat oleh preman itu.
" Ayolah manis .... jangan sok jual mahal lah kami tahu kalo kamu wanita yang kesepian." timpal preman kedua itu yang mulai membelai rambut Marini sambil memegang lengannya.
"Ahkkkkkkkkkk .... Tolooongg !!! tolonnnggggggg."
setelah Ari mendengar suara teriakan seorang wanita yang sebenarnya itu ialah Marini yang Hampir diperkosa dan di situlah para preman itu mulai membekap mulut Marini sehingga Marini pun mengambil rantai yang lumayan besar dan lalu mulai memukul kepala mereka berdua dan disitulah Marini pun berlari Sejauh Mungkin.
hingga pada akhirnya ia pun bertemu dengan Ari nggak nafas tersenggol-senggol Ari pun mulai khawatir dan lalu Ari pun bertanya kenapa lalu Marini pun menjawab bahwa ia Hampir diperkosa oleh kedua preman itu sampai ada salah satu warga yang mulai melihat mereka yang mulai mengejar Marini.
sehingga mereka berdua pun dikejar oleh para warga setelah dikejar oleh para warga Mereka pun langsung saja dihajar secara massal tanpa hukum aturan yang berlaku karena mereka kesal dengan perilaku kedua presman itu yang semena-mena terhadap perempuan.
sampai-sampai Pak RT dari Kampung Sebelah pun melihatnya lu menghentikan aksi para warga yang mulai menghajar kedua preman itu sehingga kedua preman itu mulai babak belur dan Bonyok sekitar kulitnya itu sudah lebam terus di bagian pipinya keluar darah sama di bagian hidung juga keluar darah.
" ini pak RT ... Marini mau diperkosa sama mereka." timpal si warga mulai memberitahukannya.
" Iya betul itu betul."teriak para warga-warga lainnya.
"Betulll !!!."
" Apa betul Marini kamu tak Hampir diperkosa oleh mereka."tanya pak Rt dengan heran.
" Betul Pak ... saya sangsinya yang melihat si Marini hampir dikejar oleh kedua preman itu makanya para warga pun kesal dengan mereka sampai marini mulai ketakutan Pak." Timpal si Arya menjelaskan kepada Pak RT.
Sehingga Pak RT pun murka lalu memaki kedua preman tersebut bahwa mereka tidaklah baik sehingga mereka bertekuk lutut lalu minta maaf kepada pak Rt dan juga marini namun permintaan maaf itu telah ditolak oleh para warga yang tak terima dengan aksi itu yang mereka lakukan sehari-hari.
apalagi setiap hari mereka memperkosa anak gadis di bawah umur belajar sama negara sendiri air terjun berat hati memakan mereka lalu menyuruh para warga untuk menjebloskan kedua preman itu ke kantor polisi para warga pun mulai menyetujuinya lalu mereka pun arak ramai-ramai kedua preman tersebut dan Akhirnya sampai juga ke kantor polisi.
/Next cerita berikutnya/
__ADS_1