Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Bab 4 Bimbang nya dalam hidup


__ADS_3

next cerita berikutnya masih tentang pov marini


Aku sedih pun dengan apa yang Ibu perbuat kepadaku sehingga dia memarahiku didepan umum dan dilecehkan seperti aku ini selalu salah di mata nya dan juga usahaku tidak pernah dihargai oleh ibu.


dan malah membuat aku sedih dan juga tidak berkembangan,


lalu Ibu terus saja menyerocos sampe diperjalanan menyuruhku untuk menikah dengannya siapa lagi kalo bukan sih jartono malu rasanya diomelin didepan umum seperti ini lagi.


padahal aku tak menyukainya karena ia mata keranjang dan juga buaya darat dikampung ini jadi aku takut jika suatu saat aku menikah dengan nya pasti akan diselingkuhi berkali-kali lalu jadi babu suruh-suruh oleh ibunya yang sombong itu termaksudnya adik-adiknya itu.


Kebetulan adiknya jadi pramugari sebut kiki fatmela sari masihh 22 tahun sedangkan adiknya satu lagi bermana eva yang sebentar lagi mau selesai koas untuk memenuhi persyartan nya kebetulan ia seumuran dengan ku jadi aku tahu seluk-beluknya karena kami Tetangga dan sekarang ibunya tidak terlalu akrab karena dulu aku menolak perjodohan ini.


buat apa menerima Perjodohan ini dengan terpaksa nanti tidak enak dijalankan setelah itu malah menjadi seorang janda yang kesepian dan dilecehkan oleh masyarakat di kampung ini dan apa-apa sama ditentukan oleh ibu emang egois dia yang setiap hari cape denger nya yang ngomongin nya itu-itu mulu.


apalagi ia tidak memikirkan perasaan aku sama sekali Namun ibu cuek cuek bebek aja kalo dirumah ga menegur aku apalagi selalu mengajak yuli jalan-jalan sampai sumpek dirumah jadi babu tiap hari dan masa ia terus-terusan hidupku begini dan diatur oleh ibu sih sampe aku sudah meninggal dan berpikir seperti ini.


"Ya Allah kapan hidupku diberhentikan ya Allah." gumam dalam hati sambil menyetir motor dan tiba-tiba saja aku hampir menabrak Tong sampah sehingga ibu mengomelin ku lagi.


"Duh ... Kamu tuh ya jangan bengong kalo lagi nyetir."ujarnya ibu yang ngomel-ngomel kepada ku.


"Ya ... bu maaf."ujarku yg letih


" yaudah cepet-cepet-cepet." perintahnya yang mengomeli ku ia memukul Bahuku 2 kali dengan kencang terus lalu aku menjawab nya dengan hati-hati.


"Ya bu."


dengan cepat aku melaju motor hingga hampir ketabrak oleh seseorang nenek sampai nenek itu mulai jatuh disitulah aku berinisiatif menolongnya namun di cegah oleh ibu karena menurut nya itu buang-buang waktu saja jadi biarkan saja dia seperti itu.


pada akhirnya aku berkeras ingin menolongnya karena aku kasihan dengan nenek itu dan tiba-tiba saja ibu mengomeli nya dan berkata seperti ini.


" Heh .... nenek tua lagian salah sendiri kalo jalan ga liat-liat siapa suruh nyebrang kalau nda hati-hati huuu."sahut ibuku yang menyoraki ibuku yang tidak sopan kepadanya.


" Hey ... Kurang ajar anak sampean tuh nyetir nda liat-liat dimana sopan santunmu kepadaku jika kamu tau minta maaf kepadaku cepat minta maaflah kepadaku." ancamnya si nenek-nenek tersebut yang telah kutabrak..


"Ciuhh... Emang ne sampean siapa hah pejabat toh hahaha."timpal ibu yang emosi lalu mulai tertawa bikin malu ku saja.


"Bu sudahh bu."timpalnya sih marini yg masih terbata-bata.


"udahlah ... biarin."ujar ibu dengan enteng padahal aku ingin memintaa maaaf padanya.


" Tapi ... Bu." sahut nya ku yang belum menyelsaikan kata karena dipotong oleh ibu.


"Alahhh biarin aja ... ngapain sih mikirin dia."imbuh sih bu dengan angkuhnyaa.


"Heii .... Kurang ajar kalian !!! "teriak nenek itu dengan emosi.


" Emang kenapa hah."ujar ibu yang menantangnya.


" Hei diam kau... sebelum kau pergi aku sumpahin anakmu dan anak mu bakal malu seumur hidup sekalinya menikah anak sampean jadi janda/menderita dalam rumah tangga seumur hidup." imbuhnya seorang nenek-nenek tersebut yang menyumpahi keluarga kita secara tiba-tiba.


"Hah."

__ADS_1


" berani berani sekali kamu ya menyumpahi anak-anaku emang kamu sopo hah." ujar ibuku dengan emosi sampai pengemis itu pun mulai diam dan mulai pergi.


"Sudah .... bu sudah mending kita minta maaf saja sama nenek itu." ujarku sambil mengajak Ibu untuk pergi.


"Ciuhh .... Ora sudi aku kalo kamu minta maaf sama dia."gerutu nya ibuku.


"Tapii .. Bu." ujarku yang dipotong pembicaranya oleh ibu lagi.


"" Alahhhh ... ayuk sih ibu males ngeladenin nya." jawab ibuku dengan angkuh.


sampai saat ini Ibu Terus saja mendumel yg tidak-tidak padahal belum sampe rumah sehingga aku malu sekali dilihat orang-orang yang melihat kami bertengkar Padahal ibu seorang guru harus diberilah contoh saat aku mulai menasehatinya akan tetapi ibu terus saja mengomeli aku juga sampe ibu ku terus mendumeli nenek-nenek itu dan menyumpahinya agar cepet mati.


ya meskipun aku yang salah juga aku ingin minta maaf padanya cuman ibuku bilang gini gengsi katanya buat apa minta maaf segala hingga pada akhirnya kita sudah sampai di rumah.


"Assalamualaikum."timpalnya aku menjawab salam.


" Waalaikumsalam eh si bu sih kalian udah datang toh."jawab bapak ku dengab ramah.


" Iya Pak."jawab nya sambil jas hujanku yang basah sehingga sambaran petir itu telah tiba.


tiba-tiba saja Ibuku mengomel mendumel yang tidak jelas sehingga Bapak bertanya seperti ini.


"ihhh .... nyebelin." cerocos ibuku tanpa rasa bersalah.


"Napa tohh ... bu kok marah-marah mulu."tanya kepada ibuku.


" ini Pak kita disumpahin sama si nenek -nenek sialan ditabrak cuman gara-gara dia ini nihh. "timpal ibu sambil mencitak palaku.


" tapi ... ituh salah kamu dewek dasar Bocah tolol asu kamu." kerja ibu sambil mulai mencitaak kepalaku lagi.


"Ahkkk... Sakit bu ampun." timpalku yang berusaha memohon kepadaku namun tiba-tiba saja dilerai oleh Bapak.


"Sabar toh bu sabar."jawab bapak sambil mengelus dadanya.


" tuh kan selalu saja menyalahi aku dan tidak bisa melihat sisi positif yang ku punya." gumamnya aku dalam hati sambil aku berkata seperti ini


" Ya namanya juga musibah Bu apa aja pasti terjadi." ujarku yang secara tiba-tiba memberitahu kepada ibu.


" ya .... tapi dia tuh nyetirnya itu tidak bener ndak bisa liat orang tua dipinggir lagi nyembrang udah begitu sumpahin ini ini."timpal Ibu sambil jingrak-jingrak saking kesel nya ia padaku.


" kalo sumpahanya sudah keramat itu bakal terjadi oleh keluarga kita,kena imbasnya cuman gara-gara dia ini anak tolol gak bisa nyari duit uhh emosi." sambung ibu yang masih saja menyalahkanku.


" Masya Allah Bu ... aku mulu yang disalahin toh bu." jawabku sampe menghembus napas perlahan-lahan.


" Yaa memang kamu salah Lagian matamu itu ndak kepake kaya buta saja."


" Sudah bu cukup bu cukup."teriak bapak dengan emosi.


" pusing bapak ... dengar teriakanmu bu sampai-sampai didengar oleh Tetangga apa kamu nda malu bu."imbuhnya sambil menjelaskan.


" Ya .. Biarin aku kesel soalne jadi males tau nda sih pak ... di jemput sama dia kenapa sih nda bapak saja yang bisa jemput ibu krnapa harus dia harus dia hah."ujar ibu yang menunjukku dan menoer kepalaku secara langsung Padahal aku juga males banget menjemput ibu kalo watak nya seperti orang batak.

__ADS_1


" udah lah bu udah mau magrib ini bu jangan ribut-ribut salat-salat." Ajak Bapak kepada Ibu.


Sampai ibu dengan emosi langsung saja menutup pintunya dengan kencang hingga temboknya mulai retak gara-gara dibanting pintu secara kasar oleh ibu.


Durk druk


"Astaghfirullahaladzim ibu Kenapa selalu saja aku dibenci dan disalahin tanpa alasan rasanya tinggal di sini kayak neraka dan aku pengen kayak orang-orang yang bisa kerja ndah seperti ini terus-terusan diomelin tiap hari." gumamku dalam hati secara tiba-tiba.


" udah sih Udah sih ndah usah dipikirin Toh ndok." ujar bapak yang mengagetkanku saat diriku melamun.


"Ya ... pak."jawabku dengan lemas.


sampai aku mengambil air wudhu di belakang dapur sampai ibu melihatku dan Ibu marah-marah lagi dengan kejadian tadi padahal aku udah gak mau membicarakan ini tetap dibahas secara terus-menerus sampai nggak pernah ada habisnya.


hingga pada akhirnya kami salat berjamaah sampai setelah salat berjamaah Aku meminta kepada Allah agar aku bisa diberi pekerjaan sesuai dengan bidang dan bisa kabur dari ibu karena ibu selalu saja mengontrol dan memarahiku seperti prajuritnya saja sampai aku menguap karena sudah malam hingga akhirnya adzan isya telah dikumandangkan sampai aku salat kembali cuman aga lama aku salatnya.


sementara itu aku sudah tertidur pulas yang tiba-tiba saja ada ketukan pintu yang mengganggu tidurku Iya emang males banget aku bangun tengah malam seperti ini karena ada masalah pikiran yang berat yang harus ku hadapi hingga pada akhirnya ketukan itu terus saja terdengar oleh ku ditengah jam 12 malam.


Tock Tock tock


" Mbaa ... mariniiiii mba buka ini aku lho Aku mau masuk ini." ujarnya yang tak asing kudengar.


"Ya bentarr>>>."


sampai aku pun mengucek-ngucek mataku karena masih ngantuk di jam tengah malam seperti ini.


terus juga aku mulai mencuci wajahku lalu kemudian aku pun bergegas membuka pintunya.


Crek crek Cek crek.


" Ah... yaelah Mbak lama amat sih bukannya." ujarnya sambil ia mabuk.


" kamu baru pulang jam segini yul."tanya ku yg tak perlu basa-basi.


" kalo Bapak Ibu lihat keadaan kamu mabuk begini bisa berabe Yul ." sambungku yang memperingatinya.


"Alahhkk. .. Bacot kamu mba." timpalnya si Yuli sambil ia berani mendorongku sehingga aku terjatuh ke lantai.


" suka aku lah aku masih muda aku tuh pinter dan bisa cari uang ga kaya kamu ndak bisa cari duit miskin pula sok-sokan ngajarin aku lagi segala uhhh." jawabnya si Yuli yang sedang mabuk sambil dia mendorong Bahuku.


"Astaghfirullahaladzim kamu jangan kurang ajar ya sama mbak ." timpalku yang berusaha menahan tangannya.


"Halahh .... bacot kamu udah minggir minggirrrrr !!!." ujarnya Ia sampai ia mendorong ku sambil berjalan sempoyongan akibat mabuk.


sehingga aku terus mengelus dada capek dengan kelakuan adikku yang tidak karuan itu jelas bergaulan sangatlah menyeramkan dengan seseorang kok bisa ia pulang jam sehingi sampai larut malam lagi jadi kudu piye susah juga dibilangin sama sih yuli ini masyalllah.


" astaghfirullahaladzim." sambungku yang mulai berdzikir.


seperti itulah cerita yang saya rangkum dari ide saya sendiri Ini tuh terinspirasi dari Hidayah, dan cerita perempuan-perempuan Indosiar yang selalu disakiti oleh ibu dan saudara angkatnya yang berperan sebagai antagonis.


~sekarang sih cari kerja Susah ya beli untuk perempuan Indonesia yang pastinya belum mendapatkan pekerjaan saya doakan dapat segera mungkin setelah membaca novel di bab ini semoga pada suka ya~.

__ADS_1


Next cerita berikutnya


__ADS_2