
Beberapa hari kemudian akhirnya mereka berdua resmi menjadi sepasang suami istri silih berjalannya waktu cobaan terus saja berjalan sehingga membuat Marini pun sakit hati karena perkataan dan juga perlakuan nya sang Mertua siapa lagi kalau bukan Bu Siti.
"Heyy."teriak nya dengan kesal kemudian bu siti menyiram air ke wajah nya marini
"Cleekkkk."timpal suara percikan air itu.
"Agkk ... astagfirllahazim ya allah bu."teriak marini yang meminta ampun kepada ibu mertuanya.
"Kenapa disiram Bu."tanya marini dengan nada yang lembut.
"Cihh."sambung nya ia yg tidak peduli.
"bagus kamu ya enak-enakan tidur, bukannya beres-beres malah saya bantuin kamu bangun."timpal bu siti yang mencibirnya lagi.
" ya ... Maaf soalnya Bu Rini kecapeaan."ucap marini yang meminta maaf.
"kecapean-kecapean gundulmu, sudah untung Anakku menikahi mu malah enak-enakan tidur-tiduran !!."ujar bu siti yang mencibir dan memaki dirinya.
"Maaf Bu."ucap sih marini yang meminta maaf sekali lagi.
" Ya udah cepat kamu beresin ini kamarnya selanjutnya ... kamu masak siang buat saya sama Ari."Timpal Bu Siti Yang meneriaki dirinya.
"iya buu."ucap marini sambil menunduk.
"dasar menantu culas."cibir nya bu siti lagi.
Emang seperti itulah nasib Marini setiap hari dimaki oleh semua orang nggak itu ibu tirinya kok masuk sepupunya dan juga ibu mertua yang selalu memakai dirinya karena bukan dari latar keluarga yang sangat baik melainkan dia adalah anak haram dari hasil pernikahan istri kedua Siapa lagi kalau bukan Pak Susanto dengan Bu Sri.
Sudah terbiasa marini diperlakukan seperti ini setiap hari jadi apa-apa marini harus menurut rumah tangganya tetap Sakinah maupun warohmah kalau misalnya dia tidak menuruti ya maka ibunya akan mefitnah apalagi menyuruh Ari menikahi wanita lain saja jauh lebih muda dan baik.
"Hey ... Cepat Masakknya ibu kelaperann !!!."teriak bu siti.
"Sabar bu sabar ini ayam nya blm matang bu."ucap marini yg ketakutan sambil memegang centongnyaa.
"Memang ... Bodoh banget kamu ya."timpal bu siti yang menampar marini.
"Ahkkkl."teriak marini yang kesakitan.
"Ampunn ... Bu."lirih marinj yg mengusap pipinya kanan yg telah digampar oleh bu siti.
"Salah ... Sendiri bangun kesiangan orang mah jadi istri itu harus Gesit harus serba cepat dan bisa."timpal bu siti yg mencemohkan nya.
"Maaf ... maklum bu baru malam pertama."timpal marini jelaskannya Ia menahan air matanya itu biar tidak keliatan lemah.
__ADS_1
" kalau malam pertama sih Saya juga nggak malas kaya kamu itu tuh."timpalnya yang mencibirnya lagi kemudian marini pun mengeluarkan air matanya itu.
"sudah untung anak ku mau menikah denganmu eh kamu mengecewakannya."jelasnya bu siti yang melecehkan nya.
" Hikss ... Hikss Marimi Maaff buu."timpal marini yang menangis sambil memasak dan mengusap air nya.
"Kalau begini mah lama Ibu pengen cari mantu lagi ehm."timpal Bu Siti Yang mengancam dan melecehkannya.
Apalagi bu situ menoel-noel palanya Sampai pada akhirnya Marini mulai menangis lagi sembari ia sudah mengangkat ayam goreng yang sudah matang untuk ia hidangkan buat ari dan ibu mertuanya itu kemudian ia tidak sengaja menumpahkan minyak panas lumayan banyak yang hendak mengenai kaki maupum betisnya Bu Siti.
"Ahkkkkkk."teriaknya yang kesakitaan.
"astaghfirullahaladzim masyallah bu."timbal Marini yang beristigfar sambil berusaha membantu sambil memegang bahunya.
"aagkkkkk."teriaknya sekali lagi lalu kemudian bu siti mencambak rambutnya marini.
"Ahkkkkk."lirih marini yg kesakitaan
"Kurang ajar kamu sini."cerca bu siti yg masih saja menjambak rambutnya marini secara tiba-tiba.
langsung saja bu Siti mendorong Marini sampai Marini pun jatuh terpental sehingga kesakitan sehingga Bu Siti mulai bangkit lalu ia mulai memaki Marini bahwa ia tak berguna sebagai menantu bisa melakukan pekerjaan rumah dengan ceroboh kemudian marini pun meminta maaf padanya cuman Bu Siti pun mencambak rambutnya dan berkata seperti ini.
"dasar mantu goblok mentang-mentang kamu sekolah tinggi-tinggi malah bikin saya jatuh seperti ini."sambung nya lagi yang masih menjambak rambut marini.
"Ahkkk... Ampunn sakitt bu sakit."ucap marini yang lirih dan memintaa ampun kepada bu siti.
"Ahkkk ... Ampun bu ampunnn."teriak marini yang meminta tolong untuk menghentikan aksi ini.
"dasar mantu nggak tahu diri ,bikin seorang aja kamu tuh ibumu membenci mu."teriaknya yang mencibir dan memaki marini.
Kemudian para tangga pun mendengar aksi ribut ricuh antara percocokan Bu Siti dengan Marini lalu para ibu tersebut mulai bertanya ada apa yang terjadi namun dia mengangkat bahunya dengan cuek lalu berkata seperti ini.
"biasalah ... Itu sih marini dan mertua begitu setiap hari Bu."
"Oalah ... memang kamu tak menolongnya toh."tanya sih ibu tersebut sebut saja bu lasmi.
"alanh buat apa saya menolongnya Biarin aja dia seperti itu."timpalnya yang cuek kepada Marini, sebut aja mira memang dari dulu Mira tak suka dengan Marini saat dia sekolah berang-bareng.
"Kok ... Kamu kejam sih mir."tanyanya bu lasmi yang membuat sih mira tersinggung.
"Biarkan saja itu kan keluarganya toh ... Jalan teu bisa kipas Aku mau ke pasar dulu setelah itu baru belanjaan buat keperluan anak dulu bu."jelas nya yang tak mau peduli tentang urusan marini.
"Misi Assalamualaikum Bu."ucap si Mira mengucapkan salam diluan.
__ADS_1
"ya Waalaikumsalam Mira."jawab sih bu lasmi yg menjawab salamnya.
"Kasian sekali nasibnya ... Marini sudah ditinggalkan orang tuanya malah hidupnya tambah sengsara bersama mertuanya."gumam bu lasmi dalam hati secara tiba-tiba.
Dan di situ Marini disiksa seperti binatang sama dengan ibu angkatnya yang memperlakukan dia senista itu padahal Marini gadis yang baik malah mendapat nasib yang buruk Namun sayang sampai saat ini Bu Siti masih saja membencinya dan saat ada ari dia baik-baik kalo ga ada berlaku seenaknya kemudian Ari pun datang beberapa oleh-oleh hasil kerja kerasnya dari pabrik tempat ia bekerja.
"Assalamualaikum Bu Ni Aku pulang."ucapnya yang mengelap keringat dengan tangannya sendiri.
"Waalaikumsalam Mas."ucap Marini yang mencium pundak tangannya.
"Iya ni Ibu mana toh."tanya sih ari itu.
"Eh ... Ya dari tadi ibu ke dapur belakang mas."jelas si Marini memberitahukannya.
"Oalah kalau gitu aku ke sana dulu ya Dek."ucap si Ari yang menghalus-ngelus marini.
"Ehm ... Ya mas."jawab marini dgn wajah yg memerah.
kemudian Ari pun langsung saja menyampaikan ibunya lalu ia saja mencium tangan ibunya senang melihat ari datang dan bu siti Berencana untuk melaporkan Kejadian ini kepada ati agar ari mulak membenci dirinya.
"Eh ... Nak kamu sudah pulang toh."ucap nya bu siti dengan riang gembira.
"Oh ... Ya bu."jawab ari sambil membawa bingkisan khusus untuk ibunya.
"ini untuk ibu."jawab sih ari yg memberikan pisang kepok dan kue oleh-oleh khas semarang khusus ibunya.
"Ya ... Allah nak ini oleh2 buat ibu."jawab Bu Siti Yang mengambil bingkisan dan kue khas semarang.
"Ya ... Bu."timpal ari yg mengangguk.
"Makasih ya nak."timpal bu siti yg berterima kasih.
"Ya ... Sama-sama bu."jawab sih ari yg mengangguk.
disitilah bu siti mulai menceritakan tentang keburukan Marini yang tidak-tidak disirami oleh minyak lantaran hanya karena insiden tadi lalu Ari tak percaya begitu saja lalu berkata seperti ini.
"Masyallah ... Apa benar yg ibu bilang."sambung nya yg menganga tak percaya sambil menutup mulutnya.
"Betul nak ... Ini Coba kamu lihat Kaki Ibu kena siraman minyak panas."ucap nya yg menunjuk kan kaki yg terluka.
"Cuman lantaran ibu membangunkannya untuk nyiapin masakan siang untuk kamu padahal kamu kelaparan habis pulang kerja."jelas ibu siti yg berusaha menjeleskan kemudian ari pun mengepal tangan nya seperti ini.
"astaghfirullahaladzim betul betul aku tak percaya istri yang ku nikahi selama ini ternyata mahluk yg paling jahat, berani sekali ia menyirami minyak panas ke ibu."gumam ari dalam hati yg masih mengepal kedua tangannya itu.
__ADS_1
Akankah Ari akan menghajar marini karena fitnahan sang mertua next baca cerita selanjutnya/
/Next Cerita berikutnya/