
Sambung Lanjutan cerita berikutnya
“ Hey ... Kamu kenapa sih ni.”ujarnya ibuku menanyakan heran kepada ku.
“Ga papah ibu.”ujarnya ku yg ingin berdiri lalu berjalan ke kamarku.
“ Oh saya kira aapaan...nah habis ini kamu anterin Ibu ke sekolah ya dan jangan lupa kamu cuci piring lalu beres-beres rumah ya>>.”perintah ibu kepadaku.
“Siap bu.”jawab ku dengan singkat.
Selama ini aku sudah begitu sabar dan berkorban buat keluargaku malah ibu memperlakukan ku seperti pembantu dan juga tidak pernah menghargaiku sebagai anak pertama yang sedang perjuang keras untuknya sampe-sampe aku menganggur hanya demi ini demi hinaan dan hinaan dari keluarga ku sendiri apalagi keluarga besarku sering meledek dan jug bertanya padaku apakah aku sudah menikah, sudah bekerja, apa belum lalu salah satu om ku berceletuk seperti ini.
" ga malu sama arif anak om nih diusia muda sudah sukses usaha ternak makanan khusus non ungas loh ni."
"Ya... Ya hebat ya sih arif ya mas tri yo."
" yo .... jelas dong
dan sekarang dia mau kuliah S2 di harved."
Disitlah aku mulai jengguh disetiap bertemuan keluarga pasti dihina, dan dibanding-bandingkan seperti ini dan ini memuakan untukku sakit rasanya hingga diriku mulai menangis-menangis dan menangis lagi.
Namun di situlah Ibu mulai malu dan memaki-makiku seperti itu dan ia malah menyuruhku menikah saja dengannya betapa kecewanya aku jika aku disuruh menikah dengan jortomo padahal aku tidak menyukainya karena aku trauma dengan mantan pacar pertamaku sehingga aku tidak bisa berkata-kata lagi langsung saja aku menceritakan awal ku bertemu dengan nya.
" Ayolah Bu Kali ini saja ini kan buat nilai semester akhir ku biar skripsi ku bisa selesai bu." ujar aku sambil mengunjungi ibu namun Ibu tidak mempercayai ku sambil ibu menarik nafas 3 kali agar emosinya terkontrol lalu ia berkata seperti ini.
" jangan jauh-jauh nanti kamu diperkosa lagi sama yang lain mending kamu fokus dengan kuliah kamu kalo masalah urusan apaaan tuh namanya."
"Skripssii bu."
"Ya ... Itulah skripis."
" nanti kamu bisa minta bantuiin pamanmu itu - tuh buat selesai magang mu ti." ujar ibu dengan nada ngegas kepadaku.
"Tapi-." ujarku yang belum menyelesaikan kata karena perkataanku telah dipotong oleh ibu.
"Sudahlah jangan sok-sokan magang sendiri entar di ewong lagi."
" tapi kan Bu di KKN Di semester ini harus sendiri Bu."
"Heyy. Timpal ibuku yang mencengkeram daguku sehingga aku takut menjawabnya.
"ibu bilang ora ya ora ngerti nda sih."imbuhnya yang masih mencengram daguku.
"Baiklah bu."jawabnya mulai sedih.
makanya aku fokus kuliah dan tidak pernah magang sebelumnya diperusahaan lain ditempat yang aga jauh.
lalu dengan terpaksa aku magang dikantornya di bagian pemerintahan dibagian assiten hukum karena dulu paman ku asistem hukum juga loh lalu paman memberikan ide untuk skirpai sambil aku mulai mengetik Skripsi pertama dan terakhirku sambil menangis dalam hidupku makanya aku lulus begitu lama selama 5 tahun yang lalu.
Meskipun nilai IPK ku bagus sampai saat ini Aku menyesal aku sungguh menyesal pantas saja jalan hidupku tidak semulus yang ku inginkan apalagi belum mendapetkan pekerjaan karena dosa-dosa yg ku lakukan bersama mss aryo sampai aku pun terbengong dalam masa lalu...lalu aku dikagetkan oleh ibuku.
“ nii … Ni ayoo.”sahut ibuku yg tidak sabaran dan berdiri didepan ruang blakon kami.
“Ya .. bu.”
"Cepaatt ni ... ini udah mau telatt nih."
"Ya bentar bu ... Aku akan segaraa kesanaaa>>>."ujarku segera untuk ke sana.
Sampai akhirnya aku mengantarkan ibuku ke sekolahnya kebetulan ibuku seoarang guru dibagian ilmu kpamanputer beruntungnya Ibuku dulu semasa muda bisa bekerja setelah lulus kuliah dan menikah dengan bapak karena ini dijodohkan oleh Eyang ku dulu.
berbeda denganku yang masih pengangguran dan disuruh menikah dan menikah saja itulah pikirannya padahal tujuanku ingin sekali membahagiakan kedua orang tuaku tapi nasib perkata lain karena perbuatan ku aku masih saja menjadi sarjanaa pengangguran seumur hidup tak pernah bekerja diusia muda.
Sehingga pada akhirnya aku balik ke rumahku dengan menggunakan Motor jadul yang dibelikan hadiah oleh bapakku setelah hari kelulusan zaman waktu kuliah dan sampai-sampai aku lupa memberikan makanan untuk bapak langsung saja aku membelikan makanan untuknya hingga pada akhirnya aku pergi warungnya Bu Darmi dan di situlah aku berjalan ingin mesan nasi uduk untuk kita sarapan dan tiba-tiba sajalah para tetangga mulai menyapaku.
“Heyy ….. marini.”
“Eh … ibu ening.”ujarku dengan ramah.
“ Eh … apa kabar Kok kamu baru kelihatan sih nih.”
“Ya bu ning hehehe.” Sahutku dengan tawa yg berusaha ramah kepadanya.
"Ih... tambah cantik saja sih ni."puji sih enting.
"Ah ... ibu enting juga hehehe."
“Eh … sekarang sudah kerja dimana ni ?.” ujarnya sih bu darmi menanyakan ku secara tiba-tiba dgn pertanyaan itu menyiksa uluh hatiku.
Tiba-tiba saja lah sih bu Darmi bilang seperti itu dan Aku gugup dan bingung sekali harus menjawab bagaimana dan apa aku harus berbohong lagi bahwa aku sudah lolos kerja di bank ternama di Indonesia Apakah aku harus berbohong lagi lalu Kemudian Aku Tarik nafas dalam pada akhirnya aku menjawab sejujurnya.
“ Oh sekarang saya nggak kerja Bu sampai saat ini saya masih nganggur.” Ujarku dengan tersenyum.
“Olahaaa.”
__ADS_1
“ Aku kira kamu udah kerja diperusahaan atau dibank ternama ni.” Timpal Bu Darmi sampai menanggapiku.
“Hehehe iya belum rezeki bu.”jawabnya ku dengan santai.
“Ehe... padahal kamu pinter dan rajin banget loh nih kamu lulus sma dulu kamu iso dapet beasiswa gratiss dan Kenapa kami nda minta pihak kampus untuk cari kerja lain sih di luar daerah saja banyak tuh kan loker paling banyak disana ni dari pada sini.” ujarnya Bu Dwi yang memberikan saran kepadaku.
“ ya... padahal kamu udah sarjana sayang loh si.. Ilmu nya ga kepakai.” calutuknya si Bu Diah tiba-tiba saja berkata seperti itu.
"Ya bener -bener tuh."celetuk ibu-ibu lainnya.
“ Hehe iya Namanya belum rezeki saya bu belun dapet kerja-kerja ibu-ibu.” ujarku Yang berusaha tersenyum kepada mereka.
“ Olaaah .... yang sabar ya ni.” timpalnya sih bu darmi yang prihatin kepadaku.
“ ya Bu Darmi kalau gitu saya pesan nasi uduk 2 ya."
"Ya ... siap sih." Timpal Bu Darmi yang cepat-cepat membungkus makanan pesananku lalu mereka semua membisikiku dari belakang pastinya aku sangat sakit mendengarnya.
"Kalo .... begitu saya permisi dulu ya ibu-ibu Assalamualaikum.” ujarku yang memberikan salam kepada mereka dan kemudian mereka mengucapkan salam kepadaku.
" Waalaikumsalam wr.wb." timpal mereka yang menjawab salam dengan kpamanpak.
“ Iya si hati-hati.” Timpalnya Bu Dwi.
“ Iya dadah Bu.” ujarku yang Melambaikan tangan.
“ Iya dadah.” kejarnya Bu Dwi dan kemudian mereka Melambaikan tangan..
Di situ aku Melambaikan tangan kepada mereka sampe-sampe aku bergegas pulang kerumah dan di situlah aku melihat bapakku yang menyirami tanaman sampai-sampai ia menungguku begitu lama lalu aku ngasih nasi bungkus 1 untuk bapak pada akhirnya bapa senang kepadaku dan bersyukur mempunyai anak seperti ku Meskipun aku masih saja dianggap menyusahkan dan kurang oleh ibu.
pada akhirnya kami makan pagi bersama dan kami makan pukul 7.15 jam dan setelah itu aku pun mencu ci piring sebentar agar tidak menumpuk setelah itu langsung saja aku bergegas ke kamar mandi dan aku lama mandinya paling 1 jam untuk membersihkan diri karena hari ini aku interview setelah itu langsung saja aku berdandan paling kurang lebih dari 5 menit.
setelah itu aku selesai lalu aku aku mencari baju kerjaku yang cocok pas sekali yang gunakan ya ini lalu aku memilih saja pakai kemeja biru dan rok sepadan di bawah lutut berwarna abu-abu muda dan juga aku gerai rambutku yang panjang sebahu karena ku lurus lalu memakai lisptik warna ungu merah terang.
Karena aku harus berpenampilan menarik dan modis untuk wawancara kerja berikutnya kebetulan jadwal wawancara ku paling lama jam 09.00 sampai jam 10.00 jadi aku bisa lebih tenang untuk mempersiapkan segalanya apalagi lamaran sudah ku siapkan di jauh-jauh hari kemarin jadi tidak perlu repot-repot lagi aku gerasak-gerusuk.
Dan tibalah aku naik angkot untuk berangkat interview dan akhirnya pada akhirnya aku sudah sampai di kantor tersebut yang akan ku lamar di bagian administrasi.
Dan tibalah aku sudah sampai di kantor tersebut dan kemudian aku diperiksa oleh security di bagian keamanan untuk mengecek barang-barang apa saja yang ku bawa lalu security pun bertanya seperti ini.
“ ada keperluan apa Mbak.”tanya nya dengan tersenyum.
“ ini Biasa Pak saya mau melamar kerja.”ujarku yg tersenyum tipis.
“Ohh.”
“ ada di sebelah sana Mbak nanti mba tinggal jalan sebelah kiri ya mbak deket sama ruang arnya yang memberikan informasi kepadaku.
“ Oh begitu ya berarti disana ya pak”ujar ku sambil menunjuk.
“Ya … mba .”ujar sih satpam tersebut dengan yg menunjung ke arah ruang tersebut.
“ Oh …. Ya Pak terima kasih kalo begitu saya permisi ya pak.”ujarku yang hendak berjalan ke ruangan tersebut.
“ Oh ya mbak hati-hati ya.” ujar satpam tersebut dengan tersenyum.
Dan kemudian aku masuk ke ruangan itu dan bertemu dengan hrd-nya langsung setelah itu dia langsung menanyakan permasalah pribadi mulai dari pendidikan pengalaman pekerjaan sama usiaku sampai aku menyerahkan CVnya...
dan di situ aku harus berkata jujur sebelumnya aku tidak berpengalaman di dunia pekerjaan kemudian Pak HRD dengan berat hati berkata seperti ini.
“ Maaf Mbak untuk saat ini Mbak tidak diterima di perusahaan kami.”ujarnya dengan tegas.
“ Loh kenapa Pak.”tanya ku yg berterus terang.
“ Begini Mbak untuk bagian administrasi kayanya belum cocok deh harus punya pengalaman pekerjaan dan juga kemampuan komputer harus jago juga loh mba.” Ujar HRD tersebut yang memberikan keterangan kepadaku.
“ tapi saya juga pernah magang pak dan bisa mengoperasikan komputer juga pak.”ujarku yg lumayan percaya diri.
"Oh ... Begitu."timpalnya dengan ketus.
“Tapi .... dalam rangka apa anda belum mempunyai pengalaman kerja di usia anda diusia 24 thn apalagi baru segini pengalaman adminstrasi kantor disini ga ada."
" seharusnya anda punya pengalaman pekerjaan sebelumnya. apakah anda tidak pernah megang sebelumnya kah ?”tanya nya dengan tidak sopan kepada ku.
“Ya Pak Waktu itu saya sempet magang di perusahaaan paman saya selama 5 bulan saja tapi nilai IPK saya sudah bagus Pak jadi tolong berikan saya kesempatan ya pak.”ujarku yang memohon agar aku bisa diberikan pekerjaan agar diberikan kesempatan kepadanya.
“ Iya Mbak saya mengerti dengan semangat kerja Mbak untuk ingin bekerja di sini akan tetapi kami tidak bisa sembarangan memasuki orang untuk kerja di sini Mbak dan juga ada tes pisikotes dan juga harus ada keterampilan mengoperasikan Excel dan Word agar bisa bergabung di bagian administrasi di perusahaan kami.” Terang nya dengan tegas kepadaku.
“Ya baik." ujarku kemudian HRD itu langsung saja mengangkat telepon tersebut.
“ yah halo iya Pak Baik baik.”ujaarnya yg mengangkat telpon panjang kali lebar dan ternyata itu telpon dari bosnya sampai pada akhirnya dia pun berkata seperti ini kepadaku.
“ Oke saya kasih kamu .. kerja soal ini dalam waktu 8 menit , dan bikin laporan perusahaan ini sama bikin laporan ya mbak apa anda bisa.”ujarnya yg meremehkan.
“ ya baik Pak.”ujarku.
__ADS_1
“ Tolong kerjakan dalam waktu 30 menit.”ujarnya kepada ku.
“ Baik.”
dan akhirnya aku mengerjakan soalnya selama hampir 8 menit akhirnya bisa kemudian aku mengerjakan laporan ini dengan hati-hati agar aku bisa mendapatkan pekerjaan ini di bagian administrasi meskipun gajinya kecil setidaknya ini bisa menjadi tolak ukur untuk ku agar bisa mendapatkan masa depan yang kuinginkan tanpa membebankan kedua orang tua namun laporan excel ini sangatlah susah sekali karena
di pendidikanku juga sangat minim terbatas mengakses dan komputer.
Dan Dulu juga aku ingin kursus komputer saja tidak boleh sama ibu dengan berbagai alasan karena takut aku diperkosa lagi.
hingga akhirnya aku mulai prutasi mengerjakannya laporan excel dibagian akutansi agak pusing dan aku kesulitan dan tau sedikit tengang Microsoft Excel namun aku hanya bisa tabel dan lebel saja dan sama perkalian dasar-dasar saja.
Dan pada akhirnya aku pun dengan hati-hati mengerjakannya dan juga membuat laporan ini cuman kalau aku bikin laporan artikel,bikin data tanpa penghitungan untuk perusahaan Akulah yang paling jago sekali dan sampai akhirnya aku pun sudah selesai mengerjakannya.
“ ini Pak silakan dilihat dulu laporannya.”ujarku tanpa basa-basi langsung menyerahkan hasil kerja ku kepadanya.
“ yah sebentar saya lihat dulu,silahkan kamu tunggu di luar.” ujar HRD tersebut dengan ketus kepadaku.
“Baik pak.”ujarku dan kemudian aku pergi.
Lalu aku menunggu dengan deg-degan sehingga aku menguap dan hasilnya belum kelihatan sama sekali hampir sejam aku menunggu dan akhirnya aku dipanggil oleh si HRD tersebut dan berkata seperti ini kepadaku.
“ Maaf Mbak saya lihat potensi Mbak tidak bagus di perusahaan kami meskipun Anda bisa bikin laporan tapi tidak bisa bikin laporan dengan cepat yang saya kasih sesuai dengan waktu yg kami harap kan.”ujarnya dengan semangat memberi tau kepadaku.
“ tapi Pak saya perlu pekerjaan ini Pak saya janji akan.” kejarku yang melanjutkan kata-kataku karena dipotong oleh HRD.
“akan apa setelah saya memberikan kesempatan kepada Anda tetapi anda tidak bisa mengerjakan nya dengan cekatan dalam waktu 30 menit makanya, saya butuh orang berpengalaman administarasi dan juga jago dalam bahasa inggris. “ujarnya dengan tegas kebpadaku.
"Kira-kiraa ... Anda bisa tidaak."tanyaa dengan nada meremeh.
“ Ehmm ... Bisa sedikit Tapi.”ujar ku yang gugup dan belum menyelesaikan kata-lata sehingga hrd tersebut menyela permohonan ku dengan tegas ia berkata sepert ini.
"Sedikitt... Sedikit seharusnya Mbak sadar diri deh udah punya pengalaman sedikit sok2 mau kerja dibidang admin apalagi tidak punya keunggulan dalam bahasa inggris apalagi ketik kurang cepat bikin laporan lebih dari 30 menit jadi buat apa saya pilih Anda." ujarnya yang memakiku.
"Tapi."jawab ku yang belum menyelesaikan kata-kata.
"Toh anda juga kalah saing toh sama lulusan SMK/SMA yang punya banyak pengalaman pekerjaan yang top dibandingkan mba yang hanya lulusan S1 sepertinya mba tidak punya potensi di perusahaan !!!” sambung nya yang merendahkanku sehingga sakit hati aku mendengarnya.
“ Mending Mbak pulang aja deh sanaa atau mbak bisa wiraswasta atau menikah dengan saya mungkin hehehe.”sambungnya hrd yg melecehkanku dan berusaha membelai pipiku sehingga Aku pun tidak terima dengan perkataannya sehingga aku berani menggebrak meja HRD tersebut.
“Hey … Pak Bapak nggak usah kurang ajar ya apalagi menghina saya seperti ini ya gini-gini sebagai palamar saya punya harga diri emang bapak fikir saya apaan.” ujarku dengan nafas yang menggebu-gebu sampai tanganku dipegang oleh nya lalu aku tepis secara tiba-tiba agar ia tidak melecehkan ku lagi.
"Ayolah."ajaknya yang sembarang padaku.
"Ihh... Lepaaasss."
lalu ia pun mulai berani mencowel daguku lalu Ia mulai memegang Buah dadaku tepat ia ingin memegang kancingku untuk membukakan nya secara aku langsung menamparnya sungguh tidak pantas dan juga tak bermoral untuk seorang HRD seperti dirinya sungguh menjijikan.
"Hei .... Kamu Jangan kurang ajar ya berani sekali kamu menampar saya.” ujar HRD tersebut dengan emosi.
“Ya ... memangnya kenapa tidak terima hah." ujarku sampai berdecak pinggang.
“ Hey ...masih banyak ya yang harus saya rekrutmen selain kamu jadi silakan kamu keluar disini !!!” cercanya sih hrd dengan tegas sambil menunjuk pintu keluar lalu ia berkata lagi bahwa aku tidak pantas berada di perusahaannya.
“ Oke saya bakal keluar dari sini permisi.”ujarku dengan emosi sambil air liur ku muncrat ke arah wajahnya sangking emosinya tetapi ia malah mengalapnya dengan tisu anti septik itu.
" dasar melamar belagu baru saya coel gitu aja sok2an jual mahal padahal pernah dipakai huhf dari raut dahi ada 3 garisnya berarti ia sudah dipakai." gerutunya si HRD itu dalam hati dan kemudian meminum secari kopi hitam.
Di situ aku menangis jadi-jadinya aku sakit diperlakukan seperti itu olehnya namun tak sepantasnya seorang HRD menghardik, melecehkan dan menghinaku karena aku kurang skill tapi tidak seperti ini juga.
ya emang aku akui tidak ada basic pengalaman di bidang administrasi tapi Apa pantas aku diperlakukan seperti ini oleh semua orang termaksud dia sih HRD sialan itu hingga akhirnya ibu bilang seperti ini padaku.
"banyak seumuranmu yang telah menikah,punya anak dan punya banyak usaha setelah menikah karena dengerin nasehat orang tua nggak kayak kamu males-malesan."sahutnya yang terus saja memaksaku untuk menikah.
Padahal aku belum siap menikah di usia segini apalagi aku belum mendapatkan kerja-kerja di dalam kota ini sempet pihak ngampus Waktu itu nawarin kerjanya di Sumatera utara Nah di situlah Ibu marah-marah ndak setuju karena itu akan membuat aku menjadi lebih sombong dan ga bakal nikah-nikah nanti kalo seandainya masih tinggal disana.
" gimana toh Pak marini ... udah dapat tawaran kerja dari pihak kampus dibidang pemerintahan."
" wes lah kamu bisa toh cari kerja di daerah sini Bapak takut nantinya kalau seandainya kamu jadi orang batak ikuti bicaranya kasar kaya mereka."jawab bapak dengan tenang.
dan jujur saja aku cape jika mereka menyuruhku mencari pekerjaan di dalam kota ini susah lagi boro-boro mau kerja di luar kota di luar daerah manapun ibu selalu melarang dan jadiankan aku pembantu gratis.
padahal aku sudah S1 bisa lah cari kerjaan diluar agar aku bisa hidup mandiri dan juga menjadi sosok pribadi yang lebih baik agar tidak diremehkan semua orang seringkali juga mereka menjelek-jelekkanku dari belakang Padahal mereka juga tidak memberikan pekerjaan toh padaku.
Dan selalu ku turuti mau mereka malah membuat hidupku melarat dan tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusan pendidikan yang dulu dipilih oleh pihak kampus Seharusnya aku masuk ke sekretaris politik,PNS ataupun bagian Anggota Dpr legislatif.
Akan tetapi takdir berkata lain saat aku diterima bekerja di sana ibuku tidak setuju dan bapakku juga sama pemikiran dengan ibuku karena Buat apa kerja jauh-jauh dari ibu kota lain pasti akan mendapatkan musibah toh bakal jadi ibu rumah tangga untuk suamiku kelak.
lalu aku mengusap air mataku secara kasar dan kemudian aku berguman seperti ini.
"Ya ...Allah Sedih rasanya aku selalu menuruti kata bapak dan ibu... sampai kapan hidupku begini Aku tidak mau terus-terusan jadi pembantu dirumah dan dihina oleh para tetangga.” gerutu ku dengan kesal sehingga menggigit tasku sendiri dengan kencang.
Lalu aku mulai uring-uringan seperti orang aneh sehingga aku menjadi pusat perhatian orang lain dan aku sendiri sangat malu karena ibu selalu mendesak ku untuk menikah.
Sampai ketika aku menunggu angkot begitu lama sekali sampe pegel nunggunya apalagi jadi pusat perhatian dan akhirnya angkot pun sudah tiba dan aku mulai naik di sana dengan rasa malu karena diliat oleh orang-oramg tadi yang dianggap aneh.
__ADS_1
pada akhirnya aku berdepetan dengan orang-orang sehingga aku tidak leluasa untuk duduk dengan santai dan pada akhirnya angkot pun telah berhenti di daerah perapatan rumahku dan aku membayar uang sekitar Rp.100 perak dan lalu aku pergi ke rumahku untuk bergegas untuk pulang.