
~Kelanjut cerita berikut ini ~
"Bu."
"Buu."sahut marini yang memanggilnya.
"Ibuuu." imbuhnya sih marini yang memanggilnya lagi.
" apa sih marini manggil saya ada apa sih."jawab ny bu endah yang mendorongi marini.
"Astagfirazimm ... Sabar marini sabar."gumam sih marini dalam hati mengusap-usap dada nya.
" Hey ... anak setan ngapain kau masih di situ sudah sana pergi Enyah ... kau dari hadapanku enyalah."cercanya bu endah yang memaki sih marini sambil mendorong nya bahu depan nya lagi.
"ya bu." ujar marini sambil mengeluarkan air matanya.
hingga pada akhirnya marini pun masuk ke dalam kamar dengan hati yang sesak.
"Hikss ... Hikss." imbuh yang mengeluarkan air matanya sambil menyeka air matanya secara kasar.
" kenapa bisa Ibu membenciku ya allah bertahun-tahun hidupku menderita saat ibu menyakiti ku secara mental karena, menuruti keegoisan Ibu aku dijadikan babu di rumah ini."Gerutunya sambil menangis.
sampai-sanpai ia mengigit pantalnya dan juga melampiaskan emosi secara mendalam-dalam di dalam kamarnya sendiri, lalu ia gerutu dengan cara berbicara sendiri dengan nada pelan untuk meredamkan emosinya.
Dan Ia perfikir lagi kenapa marini bisa hidup seperti ini dan mempunyai seorang ibu yang berhati kejam dan tidak menghargai pendapat anak sambil ia menangis dan mengingat masa lalunya yang sangat kelam.
lalu si marini mulai melupakannya dan menghapus air matanya secara kasar kembali dan ia pun akhirnya melangkah kaki berwudhu dan kemudian tertidur dengan nyeyak.
sementara itu seluruh anggota keluarganya mulai tidur nyenyak sampai pada akhirnya bu endah mulai membaringkan tubuhnya ke arah kasurnya yang lumayan empuk.
dan tiba-tiba saja saat Bu Endah mulai memejamkan mata Lalu tiba-tiba saja di kamarnya ada sosok bayangan yang melewati dirinya dari belakang saat bu endah melihat nya tidak ada sosok apa-apa disitu sekira nya seperti itu.
sampai ia sangat gelisah saat bu endah mulai tertidur.
Hingga pada akhirnya Bu Endah mulai kaget karena mendengar vas taman hias kesayangan sudah terjatuh dari luar sebelah kamar nya.
"astaghfirullahaladzim ... Itu apa yang jatoh ya aduh."gerutu bu endah sambil mengusap leher nya lalu bu endah mengigit jari kuku nya.
" Ih hawa-hawa Seperti ini jadi merinding Ihh !!". imbuhnya bu endah yang mulai mengigit jari nya lagi.
hingga pada akhirnya Bu endah mulai mengantuk lalu ia mulai tertidur sambil menyangkang.
tiba-tiba saja Ia pun melihat sosok makhluk hitam besar berbulu yang mengagetkan Bu Endah saat bu endah mulai memejamkan mata.
"Ahkkkkkkkk.!!"" teriaknya Bu Endah yang hendak melipatkan kedua tangan dengan cara, menutupi tubuhnya dengan mengunakan selimutnya tersebut karena melihat sosok makhluk misterius itu.
dan ternyata bu endah yang telah terbangun dalam tidurnya itu cuman mimpi dan ilusi Semata.
" sialan itu makhluk apa itu Ya allah."Teriak dia dalam mimpinya itu.
"Aa ... Uhh .. aku harus wudhu dan salat tahajud biar tidak diganggu oleh mahkluk yang menyeramkan itu." gerutu Bu Endah sambil mengelus dada nya karena kaget.
dan pada akhirnya Bu Endah pun mulai pergi dari kamarnya lalu berwudhu kemudian salat malam dengan hati yang bergetar lalu sosok makhluk misterius itu mulai menertawakan Bu Endah cuman tidak didengar saja oleh Bu Endah.
dan ternyata itu adalah sosok arwa yang menyeramkan.
sebut saja genderuo mulai mengawasi Bu Endah saat itu sedang mulai tertidur cuman genderuwo ini tidak menampakkan wujudnya karena ibunya belum bisa melihat sosok makhluk itu kemudian genderuwo ini mulai berpindah lalu kemudian genderowo itu pun mulai masuk menyelinap di kamarnya Yuli dari depan pintunya.
"Sreeessaaassk !!!." timpal suara genderuwo yang mulai masuk dari pintunya dengan cara tembus pandang tanpa terdengar oleh Yuli.
sampai di sana ia melihat Yuli yang sedang tertidur pulas tiba-tiba genderou pun langsung saja Menyengkek yuli
"Ahhhkkkkk ... Tolong." timpal Yuli yang kehabisan nafas lalu sih genderuo itu menyekek yuli dengan kencang.
" Ahkkkkkk."Teriak yuli yang mulai sesak nafas lagi.
"BHAHAHA !!!!" tertawa genderuwo tersebut dengan kencangnya.
"Ahkkk ..... To-longg." timpal sih yuli yang berteriak lagi.
"Ehmm ...m Toloonnggg uhhh !!!"
Lalu masih saja si genderuwo ini menyekek yuli hingga berjam-jam lamanya nyampe genderuwo pun mulai area sensitif yuli sampai sih yuli ini.
ketakutan pada akhirnya adzan telah berkumandang sehingga si genderuwo itu kepanasan lalu ia pun mulai menghilang tiba-tiba.
__ADS_1
pada akhirnya marini pun lewat dan ternyata ia melihat si Yuli sedang mengigau kemudian ia mulai membangunkannya adik satu-satunya seperti ini.
" Yuli Yuli bangun yul bangun"timpal sih marini sambil mengguncangkan tubuh yuli hingga pada akhirnya sih yuli tersadarkan juga dari ganggu gendero itu.
Namun sampai saat ini Yuli pun belum tersadarkan juga dalam mimpinya karena lemas saat digangguin oleh genderuo itu sambil mengigo dengan keras lalu berkata seperti ini.
"Ahkkkk .... pergi kamu pergiii !!". Timpal Si yuli yang sedang memegang bantalnya lalu menimpuk ke arahnya si marini.
"Yull ... Yull sadarr yull." timpalnya sih marini yang sudah berusaha menggoncangkan tubuhnya Yuli.
"Yullliiiiiiii." imbuhnya berteriak lagi.
hingga pada akhirnya sih yuli sudah tersadarkan juga dari mimpinya lalu ia pun mulai berteriak kepada si marini.
" Ya ampun Mbak bikin kaget aku aja." tumbuhnya sambil menuju ke arah marini.
" Lagian kamu bikin kaget aku aja, terus kenapa kamu mengigo-ngigo seperti orang kerasukan seperti ini." timpal sih marini yang melipatkan kedua tangannya.
" yah suka-suka aku lah udah sana pergi sana pergii ... aku mau istirahat gih cepattt pergi." timpalnya sih yang mulai mendorong marini.
" Ceee ahhh Iya tapi tolong jangan dorong aku seperti ini dong." gerutu si marini yang kesal dengan yuli yang berusaha menangkis searangan sih Yuli sampai si marini terjatuh.
lalu sih marini pun mulai tersinggung dengan kelakuan yuli karena sih yuli mendorong pintu di depan mukanya apalagi ucapan dan perkata Yuli sangatlah menyakitkan.
sampai-sampai ibunya mulai melihat kelakuan si yuli kepada marini makin hari makin kurang ajar dan Kurang didikan moral cuma ibunya cuek-cuek aja bebek aja saat sih bu endah baru bangun tidur.
" Eh kamu." sahut ibunya yang memanggil tak sopan kepada si marini seperti pembantu saja si marini ini.
" Iya ... odo opo bu." Jawab marini yang berdiri dari samping dapur.
"sekalian nih ... kamu beresin makanan ini ya Awas kalau ndak bersih liat aja nanti yo."titah bu endah sambil mengancam.
"Yo .. Bu."jawab sih marini yang mulai menangis.
lau si Yuli pun hendak mulai berangkat ke kampus secara tergesa-gesa kemudian ia berpamitan dengan ibunya terlebih dahulu sampai pada akhirnya ibunya pun memberikan uang lebih untuk Yuli yah lumayan banyak lah sampai yuli pun berangkat sendiri.
dan akhirnya Yuli sudah sampai di kampus setelah sampai di kampus ia bertemu dengan teman-temannya sungguh banyak makan dia bisa berkumpul dengan teman-temannya hingga pada akhirnya mereka pun langsung saja pergi ke kantin bersama-sama dan mereka pun mulai duduk dan tiba-tiba saja ada seseorang datang Lalu menyindir Yuli seperti ini.
" Eh temen-temen ada orang yang tidak tahu diri ya disitu." imbuhnya yang menyindir si Yuli seperti ini siapa lagi kalau bukan tia yang bikin gara-gara.
" ya biasa lah yun orang kayak gitu sok kaya berani padahal mah gitu." timpal salah satu kaka senior yang meledeknya sebut saja ira.
" Heh Kalian mau apa kalian nyindir-nyindir dasar kurang kerjaan." teriak Paramitha yang menggebrak mejanya saking nyesel kepada ketiga senior itu.
"Ya .. Tau nih."rimpal teman yuli satu lagi sebut saja Rere
"betul tuh betul seharusnya jadi contoh senior tuh bersifat seperti orang dewasa bukan belaga sepertu bocah sekolah sudah sebegitu ga lulus-lulus mereka hahaha. "timpal sih yuli yang meledek mereka semua.
"Hahahahaha."Timpal teman-temannya Yuli yang tertawa.
" maluin aja lu padahal udah senior umur 23 masih jadi sini malu-maluin lu jadi senior." teriak si Vena yang meledek sitia dan lainnya.
" kurang ajar lu semua sini lu semua lawan gue." Timpa Sih tia menantang mereka semua.
" iya sini maju kau kita nggak takut sama kau Tia." teriak Paramita yang tak terima jika salah satu temannya si Yuli dihina-hina seperti itu olehnya.
hingga pada akhirnya si Tia pun langsung saja mendorong paramita seperti ini lalu paramita,yuli dan lainnya pun membalasnya dengan cara menjambak rambutnya tia end the geng kemudian salah satu gengnya si Tia melawan teman-teman yuli karena mereka semua mulai melemparkan kaleng bekas ke muka tia end the gang sampai akhirnya terjadilah kericuhan di kampus ini.
sehingga itu menjadi pusat perhatian anak-anak kampus yang belajar di sini sehingga salah satu dosen melihat mereka yang saling baku hantam hingga pada akhirnya dosen pernah saja menghentikan mereka lalu mereka semua pun langsung diamankan ke pihak dereksi kampus.
" Ada apa ini kenapa ribut-ribut seperti ini Apa kalian semua ndak malu." teriak salah satu pihak dereksi kampus.
" begini Pak yang salah itu bukan kami tapi si Tia dan teman-teman ini pacar gara-gara dan masa kita lagi istirahat malah terganggu. jelas Yuli memberitahukan kepada direksi kampus.
" bohong apa bohong itu ngada-ngada itu si Yuli sama temen-temennya pak." Timpal sitia yang mengelak.
"Ya betul ... Pak betul." ujar temen-temen tia lainnya membelanya tia.
"bohong Pak saya sangsinya Pak bahwa mereka meledek kita waktu lagi makan udah begitu si Tia ini ndak lulus lagi ih malu-maluin saja pak." jelas si paramita yang memberitahukannya.
"Bener-bener pak." teriak rere dan teman-teman Yuli lainnya secara kompak.
" bohong Pak bohong Pak." teriak si Tia dan teman-temannya.
"Pak betul tuh pak malah mereka meledek kita saat makan jam istirahat pak." teriak Paramitha yang membela yuli dan lain nya bahwa mereka tidak bersalah.
__ADS_1
sehingga tia dan teman-teman lainnya tak terima langsung saja berteriak walau itu ulahnya si Yuli dan lainnya sampai mereka pun tak terima langsung saja mulai baku hantam satu sama lain sampai pihak direksi kampus pun meniup peluit ya untuk bisa berhenti hingga akhirnya mereka diam.
" Diam semuanya diam." teriak sih pihak direksi kampus.
"tapi mereka salah Pak." teriak Tia yang tidak mau mengakui kesalahannya.
"Ya ... betul itu betul betul. teriak teman-temannya yang membela tia.
" sudah diam semua diam."
" tapi Pak Mereka salah Pak." ujar si Rere yang memberitahukannya bahwa mereka semua salah.
" Iya betul Pak."teriak yuli dan fitri dengan kompaknya.
" enak saja lu lu semuanya tuh yang salah." teriak temannya Tia Tak mau disalahkan.
sehingga mereka pun susah dikendalikan dan membuat pihak direksi kampus mulai frustasi , pusing dan juga menggaruk-garuk kepala mereka saking bingungnya meskipun kepala pihak direksi kampus tidak gatal lalu mereka semua nya tidak mau diam karena tidak mau disalahkan satu sama lain kemudian pihak direksi pun emosi dan naik pitam sambil menggebrak mejam
"Brukkkk." Timpal direksi kampus yang mengebrak meja.
" Tolong semuanya diam termasuk kaliaan diam."
" Iya Bu."
"Maaff bu."
" jika kalian semua tidak mau diam maka saya akan skor kalian semua ya."
"Apa ...mengerti."
" mengerti Pak mengerti."
" bagus Cepat kalian pergi dari sini jangan lagi buat kericuhan ya." Titah direksi kampus itu yang memberitahukan mereka untuk tidak berbuat ulah."
" Baik Pak."
hingga pada akhirnya yuli dan teman-teman lainya dan juga Tia dan teman-temannya kena semua hukuman dari reaksi kampus jika berulah lagi di situlah Yuli mulai kesal dan berencana ingin membalas dendam saat ia mulai membuka loker tiba-tiba saja Yuli melihat kuyang yakni semacam wanita hantu terbang yang masih ada di loker itu.
"Ahkkkkkkkkkkk." teriak Yuli dengan kencang.
" Kamu kenapa Yuli ?." tanya salah satu temannya yaitu Paramita.
" itu mid itu aku lihat ada ada kepala hantu terbang di loker-ku." timpal Yuli yang memberitahukannya secara terbata-bata.
" tapi Mana Yul Mana aku lihat di situ nggak ada." jawab si venna yang tak percaya.
" bener Mit,ven,reh,fit Aku lihat di situ ada ... Ada tuyul."
" Ah mungkin tuh halusinasimu saja Yul." ujar Rere yang tak percaya.
" benar teman-teman."teriak yuli yang berusaha meyakinkan teman-temannya bahwa ia melihat kuyang di situ.
"Ehm ... Mungkin kamu sedang capee." ujar si Vena yang menenangkan Yuli.
"Ehe ... Bener tuh." jawab teman-teman lainnya.
" Ya udah yuk kita ke kelas yuk." Ajak si fitri yang hendak berjalan.
"Yuk." jawab teman-teman lainnya kecuali Yuli.
hingga yuli langsung saja mengikuti teman-temannya ke jelas sampai di sana ia melihat hantu kepala terbang itu yang berada di toilet wanita kemudian menakuti Yuli dari depan saking takutnya Yuli mulai berteriak kemudian pingsan sehingga teman-temannya pun kaget melihat yuli telah pingsan dan lalu mereka berusaha membangunkan Yuli cuman Yuli tidak tersadarkan diri akhirnya teman-temannya pun inisiatif lalu membawakan nya ke UKS hingga Tia pun langsung saja melihat mereka dan mulai tersenyum saking senangnya melihat Yuli menderita.
" rasakan itu ya itu belum apa-apa Jika kamu memperlakukanku seperti ini." gumam Tia dalam hati sambil tersenyum sinis.
sementara sih marini pun mulai mengusap-usap dadanya dengan sabar ia menghadapi tingkah lakunya Yuli dan ibunya itu, akhir-akhir ini makin kurang ajar pada dirinya padahal dia saudaranya bukan pembantu yang mesti disuruh-suruh untuk mengerjakan semuanya emang nasibnya Malang sekali.
lalu si marini pun dengan terpaksa membersihkan semua pekerjaan rumah yang pertama disuruh oleh ibunya yakni cuci piring segunung sumpah di halaman belakang lagi.
betapa capeknya jika si marini mengerjakan sendirinya yang pasti melelahkan apalagi ia juga punya seorang adik perempuan Malah berleha-leha seperti Tuan Putri memang nasib marini kurang beruntung dalam segi karir dan percintaan sampai ia mengalami dampaknya sendiri mulai diputusin sama pacarnya dalam keadaan hamil.
sampai sih aryo berpacaran dengan saudara sepupunya sumpah dia seperti tidak punya harga Di mantan pacarnya yang suka membuat ulah sudah menghamilinya malah dengan terpaksa marini menggugurkannya demi menjaga martabat keluarga ini.
" ya Tuhan Aku lelah dengan semua perbuatan ibu dan adikku, dan aku sudah dianggap seperti sampah." gerutu si marini sambil menangis.
/Next Cerita Berikutnya/
__ADS_1