Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 54


__ADS_3

sementara itu masih saja Marini susah mengurus segala keperluan rumah sampai bapaknya sedang sakit parah saat ini dan pastinya marini yang salahkan oleh Bu Endah semakin hari semakin kasar mulutnya Bu Endah mengeluarkan kata-kata kasar seperti ini.


"Emang kamu anak gak tau diri cepat kamu bersihkan ini ya."


"Yaa ... Bu."jawab sih marini yang menunduk.


"Masyallah ... Khukk hukkk hukkk."ucap pak susanto sambil batuk-batuk.


" Hkhukk ... Knp ... Sih bu kamu ngomongnya begitu sama marini."jawabnya sih pak susanto sambil batuk-batuk.


" Biarin aja ... sihhh."ucap sih bu endah yang tidak terima.


"udah tahu dia anak keguna, bisanya nyusahin orang tua aja nggak pernah dia bantu kita pak nyari duit."timpalnya yang masih saja menyalak padahal jelas-jelas dirinya juga salah juga.


"Khukkk .... Hukk Hukkkk."timpal pak susanto yang batuk-batuk.


"Astaghfirullahaladzim Bu kenapa kamu berkata seperti itu dan kejam sama marini bu."ucap Susanto yang beristighfar mengelus dadanya karena kelakuan istrinya itu.


"saya emang dari dulu nggak suka sama dia Pak ngapain kita capek-capek ngerawat dia Pak dan dia bukan anak ku kok."jelas bu endah yang tak suka padanya.


"dan suruh aja dia nyusul sama ibunya itu."sambungnya yang menyumpahi nya.


"Astaghfirullahaladzim ibu."ucap sih marini yang beristigfar kemudian pak susanto berbatuk-batuk setelah mendengar ucapannya.


"Huukkkk .... Uhukkk uhukkkk."


"Astagfiarllahzim bu... Kamu kalo ngomong pakai otak bu !!!."Cercaa Pak Susanto yang masih duduk di kursi.


"saya juga nggak bakal Sudi Pak merawat dia sejak kecil Pak karena Setiap saya melihat wajahnya."ucap bu endah yang tak terima sambil menunjuk.


"Wajahhnyaa ... Itu sama persis dengan ibunya Pak."sambung nya lagi yang berkata seperti itu kemudian pak susanto terbatuk-batuuk lagi.


"Uhukkk .... Huukkk uhuukkkk."sambungnya yang batuk-batukkk.


"keterlaluan kamu Endah Hiyaa."timpal pak susanto yang menampar bu endah.


"Plakkkk."

__ADS_1


"apa kamu menampar mau saya tampar nih pak tampar."


Kemudian Marini pun mendengar percakapan mereka berdua sungguh miris pasangan suami istri yang sudah lama menikah malah ada problematik seperti ini dan setiap hari Bu Endah selalu mencari gara-gara sama Marini terus.


Emang dari dulu bu Endah menginginkan kematian Marini karena sejak awal kelahirannya ia tidak diterima baik olehnya apalagi saat marini masih bayi dia nggan mau merawatnya malah pengasuhnnya yang merawatnya sampai ia diberhentikan karena membelanya.


Disitulah marini menangiss sejadi-jadinya karena mendengarr sumpah serapah dari bu endah yang selalu semenah-menah padanya sampai ia terbaring kaku ditempat tidurnya sendiri.


 tanpa melaksanakaan ibadaah salat Azhar karena sudah dengan semua ini apa-apa punya ibu begini kelakuaaaan Kaya binatang inisial A tau kalian Binatang inisial A seperti apaa.


dan keesokaan harinya ia pun telah bangun dari tidurnya tanpa melaksanakaan salat sama sekali sampai mengelang subuh begitulah marini hidupnya pas-pasaan tapi enggan melaksanakaan ibadaaah karena cobaan yang ia alami padahal melaksanakaan salat apapun pasti hati nya lebih adem dan jalan nya juga bisa dipermudah sama allah swt.


Dan seperti biasa kan seluruh rumah sedangkan Bu Endah sedang asyik pergi bersama keluarga dan keluarganya untuk bertemu dengan Yuli Bu endah mengajak Susanto pergi bersamanya cuman pas Susanto pun enggan pergi dan menemani Marini saja.


"Kenapa sih ... Pak kamu nggak pernah ikut ibu aku takut kamu sendirian di sini."timpal bu endah yang kesal kepada pak susanto kemudian pak susanto terbatuk-batuk.


"Hukkk ... Uhukkk."


"Lah .... Kan Bapak sakit bu, masa sih suruh menemin ibu keluarr."jawab pak susanto dengan nada yg lemas.


"ya Ibu kan ingin ditemenin sama bapak."rengek bu endah yang manja kepadaa suaminya itu.


Sampai-sampai Bunda pun juga ikut terbawa suasana emosi oleh selutan emosinya Pak Susanto setiap hari Ribut sampai Marini pun teriak Untuk menghentikan aksi ribut ini sampai ibu-ibu mulai memperguncingkannya keluarganya.


"Heran ya bu .... keluarganya Bu Endah gak ada harmonis harmonisnya."tinpal ibu-ibu itu yang mulai perbincangan sebut saja bu franda.


"Tau .. tuh bu endah bu."timpal ibu-ibu tersebut yang ikut berpendapat sebut bu nunung.


"Berisikk .... Banget ya."ucap ibu-ibu yang berkomentar sebut saja Bu Iis.


"Ya.. Yaa."jawab Ibuku tersebut dengan kesal sebut saja Bu Leli.


" Ya Mungkin bu endah hilaf bu franda."ucap salah satu ibu-ibu tersebut memberitahukannya


"udahlah ... Bu ga usah gosipin keluarganya lagi bu."salah satu salah satu ibu-ibu itu yang memberikan saran untuk tidak usah mengusiknya keluarganya.


"ya .... Benar bu pamali Bu ngomongin orang."ucap ibu yang memberitaukan nya lagi.

__ADS_1


" Ya ... udahlah yuk ibu-ibu."ajak ibu-ibu tersebut untuk udahaaan.


"Yuk."jawab mereka yang bubar semua.


Dan marini menangis dengan takdir yang ia alami sslama ini dan apalagi ia sering kali diskriminasian dari wargawarga sekitar, ya, memang begitulah, orang yang kurang kerjaan, sering gosipin orang, apalagi ibu-ibu ini, sering kali mengusik dan kepo dengan urusan kehidupan kepribadiannya Marini.


kini 2 tahun sudah berlalu keesokan harinya marini berbelanja ke pasar membeli keperluan dapur dan makan buat keluarganya apalagi sekarang Yuli tidak ada di rumahnya lagi dan ikut bersama suaminya dinas di Jakarta.


dan sekarang Yuli pun sudah menjadi guru PLH Khusus Smp ia ajarkan kepada mereka murid-murid lainnya kemudian para ibu-ibu tersebut mulai menyindir tertawa dan berkata seperti ini.


"Eh ... Ibu-ibu liat deh sih mariniii."


"Eh ... Kenapa dia bu."tanyaa nya yang penasaraan sambil membelokan palanyaa.


"Masaa ya dia sampai sekarang ga kawin-kawinn."cibir ibu-ibu itu sambil berbisik.


"Ehm ... Iya juga ya ibu-ibu."timpal ibu-ibu itu yang ikut berpendapat.


"Ya ... Pantesan ga kawin-kawin,orang dia malessss ibu nyari duitt."sambung ibu-ibu itu yang menyiyirinya kembali.


"Benerr .... Tuh Benerr Percumaaa sarjana nya tapi ga kaya-kaya."timpal ibu-ibu tersebut yang mencibirnya lagi.


"Betull ... Tuh udahh bodoh ansos pulaa."sambung nya yang meledeknya kembali.


"Ya ... Ya hihihi."ucapnya sambil tertawa.


dan itulah kesehariannya sudah terbiasa Marini dihina-hina dan dikatai oleh ibu-ibu tukang julid yang kurang kerjaan itu lalu Marini pun tersenyum ke arah mereka meskipun hatinya sakit.


 dan pada akhirnya marini pun menangis sejadi-jadinya karena ia selalu menderita lalu ia melaksanakan salat tahajud lalu berdoa semoga saja kehidupannya tidak menderita ini lagi.


Dan beberapa hari kemudian seperti biasa marini menjalankan hari-hari biasa meskipun dia hina warga-warga julid selama ini dan pada akhirnya ari pun berpapasan kepada marini dan kemudian pun menyatakan perasaannya itu dan berencana akan melamarnya nanti.


"Hah ... Serius mas ari mau melamar saya."ucap marini yang tidak percayaa.


"Ya ... Seriuss ... aku ingin meminangmu marini."jawab sih ari yang menunduk dan mencium dataangnya itu.


Kemudian marini tersentuh dengan ucapan dan perlakuan nya terhadap marini dan sampai marini pun bersediaa dipinang olehnyaa dan berancana besok ia akan memberitaukan ia ingin melamar marini nya kepada ibunya seperti itu.

__ADS_1


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2