
sampai pada akhirnya mereka pun masih saja membuat kegaduhan yang membuat orang-orang di kampung sini menjadi penasaran di lapangan saat melihat Bu Endah, Bu ijozzzzz dan juga Bu lastri sering adu bacot satu sama lain sambil menghancurkan dagangan tukang sayur ini sampai-sampai tukang sayur ini pun pusing karena dagangannya sudah hancur bukannya untung malah rugi yang tukang sayur itu dapatkan.
" Astaghfirullahaladzim ini ada apa ini Bu Endah bu ijoz Bu lastri tolong hentikan."titah pak rt kepada mereka semua untuk segera menghentikan pertengkaran antara mereka.
" tidak Pak RT saya tidak terima mereka menghina keluarga saya Pak emosi saya pak."Timpal Bu Endah yang ingin menjambak rambut Bu ijozz dan Bu lastri.
" emang bener kok anak situ pernah bunting Jangan sombong deh sudah terhina terhina saja." teriak Bu lastri kepada Bu Endah.
" uuh ya emang bener tuh." Timpal Bu ijoz yang ikut-ikutan memancing bu.
" hei Hei kurang ajar kalian ya aku tak terima kalian menghina anak-anak ku sini lawan aku." Timpal Bu Endah yang hendak menghajar mereka berdua.
namun serangan Bu endah tidak mengenai mereka berdua karena dihalangi oleh para warga yang hendak melindungi mereka sampai-sampai Bu ijoz pun emosi langsung saja menghina bu endah bahwa marini anak yang paling membuat aib dan tidak bekerja aama seperti anak-anak lainnya apalagi Bu ijoz dulu Bekas mantan besarnya Bu Endah.
sehingga Bu ijoz menyombongkan diri dan bersyukur mempunyai Jartono,Eva, dan juga Kiki dibandingkan mempunyai anak/mantu seperti marini yang membanggakan bahwa anaknya lebih bisa mencari uang, jodoh yang terbaik yang dulu Bejo pilihkan sehingga Jartono menikah dengan anak kerabatnya yang lebih bermartabat tidak seperti marini yang menyusahkan itu yang Bu ijoz katakan sambil ditertawakan oleh Bu lastri.
" Heii ... Dasar kalian orang kampung bisanya ngurusin hidup orang lain termasuk saya ciuhh najiss."teriak nya bu endag yang emosi kepada mereka berdua.
" Cihh ... memang fakta kok kalau anak lu tuh nggak bener pergaulannya sampai-sampai anak gua Minang gak mau." timpalnya si Bu ijoz yang berkata jujur dalam hatinya.
" ya bener tuh bener anak lu sombong banget tuh padahal mah pernah hamil diluar nikah Bikin malu aje." timpalnya Bu lastri yang membela Bu ijoz.
" Heyy ... dasar kurang ajar sini kalian sini sini maju kalian jangan ngumpet di ketiak dia uhha." teriak Bu endah yang hendak menyerang mereka berdua sampai-sampai Bu Endah kesulitan menghajar mereka karena telah dilindungi para warga sebut saja Pak Rafi sama Pak Toto kebetulan warga kampun ini.
" Halahh .... Sini gua nggak takut sama model kaya lu." timpalnya si Bu ijoz yang menantang Bu Endah.
" ya Iya gue juga nggak takut sama Lu Endah." teriaknya Bu lastri yang hendak melawan Bu Endah.
hingga pada akhirnya Bu Endah pun mulai menyerang Bu ijoz dan juga Bu lastri sehingga membuat para warga pun pusing melihat kelakuan mereka berdua Emang susah sekali mengontrol emosinya Bu Endah Bu ijoz sama Bu lastri sama sekali tidak mau mengalah apalagi meminta maaf satu sama lain.
" Tolong Pak Dadang hentikan aksi ini pada dasar tidak mau melihat kericuhan di kampung." teriak para warga itu yang kelelahan karena menahan mereka semua.
" Awas lu gw bakal ngalahin mereka Elu mau gua bikin perkedel." teriak Bu Endah yang menyuruh para warga itu untuk minggir sambil Bu Endah mulai menarik kerah bajunya warga tersebut sebut saja Pak yang kebetulan jualan sayur.
"Ampun Bu iya iya saya ke minggir."
" Ayo Sini lu ribut sama gua." teriak Bu ijoz yang menantang Bu Endah.
" ya tau sini lu lawan kita." teriaknya si Bu lastri menantang Bu Endah lagi.
hingga pada akhirnya mereka pun mulai menghajar satu sama lain sehingga para warga pun tidak bisa berbuat banyak mereka semua mulai berbisik satu sama lain sampai mereka mulai menahan Bu Endah, Bu lastri sama Bu ijoz untuk menghentikannya namun tenaga para ibu-ibu ini sangat kuat jadi para warga pun kelawahan menghadapi mereka.
" tapi Bu tolong Bu ini kangan bikin Kampung ini ricuh." Timpal si warga tersebut yang memberitahukan Bu Endah,Bu ijoz,bu lastri untuk menghentikan semua ini.
"hey ... Ronal ini bukan urusanmu ya ini urusan pribadi karena dia menghina keluarga saya." teriak Bu Endah memakai Pak Ronal.
__ADS_1
" ya ... biarin aja biar saya lawan." teriak Bu lastri.
" Iya bu saya tahu Bu Takutnya nanti para gadis dan anak-anak sini ikutin gaya kalian ribut." timpal pak ronal yang memberitahukan kepada mereka.
namun tetap saja mereka tidak mau peduli sampai Bu Endah pun melemparkan sayur sayur ke arah mukanya Bu ijoz dan juga sayur itu mengenai mukanya Bu lastri belum Lastri pun tidak mengenai wajah nya bu endah dan langsung saja bu lastri meledek Bu Endah akan tetapi Bu Endah tidak terima begitu saja dan langsung saja dengan Sigap Bu Endah mencakar wajah mereka hingga pada akhirnya kena semua dengan wajah mereka yang sudah terluka.
"sudah ibu-ibu tolong hentikan saya bilang hentikan."
"Stopppp."
"Hufffhhtttt."timpal satpam pope yang meniup peluit itu dengan kencang.
di situlah Endah dan lainnya mulai berhenti siapa sampai Pak RT pun menasehati untuk tidak melakukan hal buruk lagi sehingga mereka pun telah tersadar kan dan dengan terpaksa Mereka meminta maaf dan tukang sayur pun meminta ganti rugi kepada Bu Endah,Bu ijoz, sama bu lastri lalu mereka memaki-maki tukang sayur bahwa mereka tidak punya uang cukup untuk mengganti rugi.
" Ya Allah ibu-ibu kan dagangan saya imi sduah hancur Bu gara-gara ibu-ibu seharusnya ibu-ibu ganti dong." teriak tukang sayur itu yang tak terima.
" Ya itu kan salah Bu Endang Mas bukan salah saya."jawab Bu ijoz yang tak mau disalahkan
" Iya bener dia sendiri yang cari gara-gara sampe ngelempar sayur-sayur segala lagi ke arah muka kita."jawab bu lastrii yg telah memojokam bu endah.
" betul ... Itu mass Kalau mau nanti minta ganti rugi aja tuh sama dia jangan sama kami."jawab sih ijo yang memanasi suasana.
" enak aja itu kan .... salah kalian sendiri buat saya emosi makanya,saya lempar sayur-sayuran ini ke muka kalian,karena kaliam telah menghina anak saya ya."cerca bu endah yang telah memaki Bu ijoz dan bu lastri.
" susah Bu.... Lastri ngomong sama orang emosian dan gak mau disalahin mending kita pergi aja."timpal Bu ijoz yang mengajak diluan.
"Udah yuk."jawab Bu ijoz.
"Yuk."jawab bu lastri
"yaudah mas .... kalau begitu kami permisi dulu Selamat sore." Timpal bu Ijul mau minta izin duluan agar lari tanggung jawab.
"Bu ... Bu tapi bu." teriak tukang sayur itu meminta pertanggung jawabanm
" Ibu ini gimana bu dagangan saya gimana."
" minta aja pas sama Bu Endah mas." teriak Bu lastri yang mulai berjalan.
"ya tuh."teriak Bu ijoz yang mengikuti Bu lastri sambil mereka berdua bergandengan
dengan tangan.
di situlah tukang sayur tersebut mulai bingung dan frustasi Bagaimana bisa Ia berjualan dengan dagangannya yang sudah habis hancur oleh ketiga ibu-ibu itu (bu endah,Bu ijoz,sama bu lastri) lalu dengan terpaksa tukang sayur ini meminta pertanggungjawaban dari Bu Endah Namun respom tidak sesuai ekspektasi yang tukang sayur ini pikirkan malah ia mulai memaki-makinya seperti ini.
" Saya tidak mau ganti Mas itu salah mereka, kan saya juga nggak punya uang cukup buat belanja di sini." cercanya ia yang memakai tukang sayur tersebut.
__ADS_1
" tapi Bu Endah harus ganti rugi." teriak tukang sayur tersebut dengan emosi namun Bu Enda pun juga sangat emosi dan berkata seperti ini.
" Enak aja kamu ganti rugi aja sama mereka mereka yang buat saya emosi ya huuu."
"Tapi-bu." Timpa tukang sayur tersebut yang meminta iba kepada Bu Endah.
malah Bu Endah mulai pergi tak peduli yang dialami tukang sayur tersebut penting Ia pun bebas dari tanggung jawabnya sampai-sampai Ya mulai mau masuk tukang sayur tersebut tidak punya kerjaan jualan sayur,miskin,hina dan lain sebagainya sampai tukang sayur tersebut sakit hati mendengar omongan nya itu.
"Ya allah saya jualan Bagaimana ini mas ,sebentar lagi saya harus bayar kontrakan." gerutu si tukang sayur itu yang curhat kepada seseorang yang berada di sampingnya.
" Yang Sabar Ya Pak Jos kalau begitu gimana kalo saya ganti rugi aja deh buat ganti ruginya Bu Endah." Timpa si Jartono yang berwibawa agar kelihatan baik.
" Hah Serius mas Jartono menolong." jawab si tukang sayur itu yang tak percaya bahwa ia telah ditolongi oleh si Jartono.
"Ya .... Serius mas biar saya aja yang ganti."jawan sih Jartono dengan setulus hati.
" jadi total nya berapa mas."imbuh nya yang mulai menanyakan nya.
"Jadi totalnya 150 ribu saja sih mas Jartono."jawab sih tukang sayur itu yang mulai menghitung barang-barang yang telah dirusak oleh Bu Indah dengan ibunya siapa lagi kalo bukan Bu ijoz."
"baik mas ini saya bayar ya." jawab Jartono memberikan uang sekitar 150.000 ribu.
" Alhamdulillah Makasih Mas udah ganti uang saya." jawab tukang sayur itu sambil bersujud.
" Iya Mas Ita tapi tolong jangan sujud di lantai saya jadi nggak enak."
" Iya nggak papa bos sama senang bisa dibantu sama bos Jartono."
di itulah tukang sayur itu mulai tersenyum lalu ia pun sangat bersyukur telah membantu Ibu Endah dan juga sih Jartono masih mengharapkan marini agar ia bisa bersama marini meskipun telah ditolak olehnya saat itulah ia mulai berjalan.
sampai pada akhirnya saat jortomo berjalan menuju ke rumahnya akhirnya ia sudah sampai saat ia sudah sampai ia pun langsung saja melihat ibunya yang sedang menertawai keluarganya Bu Endah sambil dia bercengkrama dengan Bu lastri pada akhirnya mereka berhasil membuat Keluarga Bu Endah menjadi malu dengan perbuatannya sendiri itu pun sengaja direncanakan oleh Bu ijoz ibunya sendiri.
" Ya Allah tega sekali Ibu padahal kan Aku cinta mati marini." demam jortomo dalam hati.
sementara itu Bu Endah pun mulai berlari menuju rumahnya dengan perasaan hati emosi dan juga malu melihat kelakuannya sendiri telah membuat si tukang sayur itu rugi sampai tidak bisa mengganti rugi dengan uangnya sendiri.
padahal Ia juga seorang PNS Masa tidak mampu membayar ganti rugi hingga pada menggetok-getok pintu rumahnya dengan keras akhirnya marini pun terdengar dan lalu Ia pun berlari untuk membukakan pintunya itu.
"Drugg Druggg Druuggg." timpal ketukan bunyi pintu dari ketukan ibunya lagi dengan keras lalu marini pun mulai membukakan pintunya.
" Eh ibu sudah pulang." jawab marini dengan ramah meskipun ibunya memperlakukannya seperti bukan anaknya sendiri.
sampai ia sudah sampai membukakan pintunya tiba-tiba ibunya mulai menghajar marini dengan keras lalu marini pun kesakitan dan dia tidak tahu kenapa Ibunya bisa memperlakukannya seperti itu.
padahal itu anaknya sendiri mungkin bu endah malu mempunyai anak seperti marini yang tidak bisa apa-apa apalagi mencari uang sehingga membuat ibunya emosi sampai-sampai marini pun meminta ampun dari ibunya namun ibunya tak mau mengampuninya dan terus saja menghajar nya.
__ADS_1
/Next cerita berikutnya/