Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 46


__ADS_3

"seharusnya Tuh kamu bilang ning kalau dia itu kerja di situ sekalian aku beri dia pelajaran untuk ia tidak bekerja lagi."jelasnya bu endah dengan emosi.


" Maaf aku ... juga mau cegah nanya dia langsung eh malah dia pergi ke belakang."jelas sih nining yang duduk disopa.


"ah sialan kamu ... kamu tahu Alamat perusahaannya bekerja di mana."tanya sih bu endah yang heran sampai ia duduk disofa.


"Ya aku tahu mba ... dia kerja dpom Pertamina dijln xxx ."jelasnya sih nining sambil berbisik.


"sialan dia sudah bekerjaa bukannya ngasih duit ke saya, ke Bapaknya lagi yang sedang kritis eh malah foya-foya, sudah gitu gajinya ga dikasih lagii liat saja nanti Akan kuhajar diaa habis-habisan sampai malu dia."guman bu endah dalam hati sambil berdengus.


"Yowess .. Ning besok Kamu anterin aku ya,bikin dia malu dan bikin dia menderita agar rasa sakit ku hilang nih."jawab sih endah yang sudah berdiri dari tadi.


Alallu Bu Endah pamit pulang namun Nining dan juga kakaknya Sulastri tak mengizinkan bulan karena hujan deras dan masih aja petir menyambar di situlah Bu Endang menghela nafas dengan terpaksa ia menelpon suaminya.


Lalu tiba-tiba saja sambaran petir pun makin mengeledar hingga akhirnya mati lampu dan disitulah Bu Endang kesal tidak bisa menghubungi suaminya tuk meminta izin kepada suaminya agar ia tidak dimarahi lagi semakin lama semakin deras hingga sambaran petir pun hampir mengenai Endah dan keluarganya.


Sampai-sampai mereka semua ketakutan di dalam rumah itu keesokan harinya pak susanto pun sudah terbangun dari tidurnya kemudian ia heran Kok bisa rumahnya sepi Yuli ataupun Bu Endah.


"Kemana mereka ya... Kok dari kamarin mereka ga pulang-pulang."gumam pak susanto dalam hati.


Sampai-sampai pak susanto pun duduk dan terbaring dikasur pada akhir pak susanto pun mencari bu endah dan Yuli kemudian Pak Susanto menutup pintunya agar tidak ada orang asing ataupun maling yang masuk pun berjalan sambil bertanya kepada Tetangga namun bukannya dijawab dengan baik malah para tetangga pun bersikap ketus seperti ini kepadanya.


" Mana saya tahu pak .... cari saja sendiri."imbuhnya yang masih ketus kepada pak susanto.


"Iya bu Tin ... bikin repot kita aja ya kan yuli dan bu endah sudah dewasa lagian ngapain juga dicari bikin susah saja."timpal bu farida yang menyindir lalu menyakiti hati pak susanto padahal nanya saja.


"Ya ... Yaa."jawab bu tin yang mulai pergi yang menghiruakan panggilan pak susanto.


Lalu pak susanto Tak habis pikir dengan perilaku para kedua ibu-ibu itu yang melewat dan melintasinta begitu saja Kemudian pak susanto pun menanyakan langsung kepada bapak tetangga yang ada di situ disitulah respon mereka baik saat menjawab pertanyaan pak susanto karena bapak-bapak disini baik sekali namun mereka pun belum melihat Bu Endah akan tetapi melihat yuli.


"Oh ya ... Bapak-bapak melihat yuli di mana."tanya sih pak susanto yang penasaran.


"Setahu saya yuli sering keluar sore-sore Pak terus ia juga bawa tentengan koper lah."timpal sih bapak yang menceritakan kronologisnya.


" diserbang sana lah pak tau ia Perginya sama siapa gitu pak,saat dia dibonceng sama seseorang."sambungnya sambil menunjukk disebrang jalan itu.


lalu pak Susanto pun malah berterima kasih kepada mereka kemudian mereka pun tersenyum kepada pak Susanto lalu pak susanto mulai berpikir Kenapa bisa Yuli bisa pergi dari rumah padahal sedang hamil masih saja ia buat ulah yatak berpikir lebih panjang pikir pak susanto sambil mencarinya.

__ADS_1


"Ya Allah ... Cobaan apalagi ini ya Allah sekarang Yuli pergi ke mana ya Aku takut dia diapa-apain sama pria lain."gurutunya pak susanto dalam hati.


Sementara itu Bu Endah dan keluarganya pun siap-siap untuk Menghadang dan melabrak Marini padahal Marini pun tak mencari masalah dengan ibunya Akan Tetapi ibunya selalu ingin mencari perkaralalu Ibunya Bu Endang pun memerintahkan nining untuk menemui suaminya agar ia bisa datang ke kantornya Marini bekerja.


"Sekarang bu."tanya sih nining yang masih berdiri digagang pintu.


"Ya iyalah Nining masa tahun depan sih nining sudah Panggil suamimu sana,untuk mengantarkan Kami pergi ke kantornya."titah ibunya yang memerintahkan nining ke sana.


"Oh ... Okey bu."jawab nining.


"Ayo Mbak ... temenin aku ke rumah Mas Fajar nih."ajak nining untuk meminta Bu Endah menemaninya sebentar.


"oalah kamu sajalah sendiri aku pengen nunggu di sini aja."jawab bu endah yang ketus karena ia sedang ngadem diteras depan rumah.


"tapi Mbak e aku takut sendiri Mbake Ayolah anteriin,anteriin."rengeekk si nining yang meminta nya untuk diantarkan.


"sudah ndah ... Sudah mending Kamu anterin saja adikmu ibu jangan bikin ibu mu cepat emosi ya sekarang cepat sekalian cepat kamu temani adikmu."titah sulastri yang memerintahkan nya.


"tapi Mbak ... aku tuh capek Mbak wajar sudah berumur pengen istirahat istrihatt sebentar."rengek bu endah yang tak mau ditemani nining adiknya.


"hey ... hey ini mau berangkat buat labrak anakmu itu atau kita ga usah datang ke kantornya."gertak ibu nya bu endah sehingga Bu Enda pun ketakutan lalu berkata seperti ini.


"iya ... iya bu endah ke sana bu."jawab nya dengan terpaksa.


Setelah mereka semua sudah siap-siap berangkat untuk menabrak Marini Sesampai di sana ia ke rumah adik ipar bu Bu Endah lalu ia pun meminta di iparnya untuk segera berangkat ke sana lalu adik ipar pun mengiyakannya.


Akhirnya mereka pun udah siap-saip berangkat menuju kantornya Marini Tukul menempuh jarak waktu paling lama antara 25 km dari Malang ke alamatnya marini didesa alun batu disanalah akhirnya mereka pun telah sampai sampai mata mereka pun tertuju terhadap Marini.


yang sekarang dia sudah bekerja sebagai jadi operator spbu lagi kebetulan jabatan Marini diturunkan karena kinerjanya kurang maksimal dan ga fakus jadi mau tak mau bosnya pun menurunkan jabatannya itu sampai-sampai sih nining pun membisiki ibu endah lalu bu endah pun emosi lalu mulai menabrak Marini sambil meneriakinya seperti ini.


"anak sialan... Anakk sialaann."imbuhnya yang meneriakinya lagi.


"Hah ... Ibu."gerutu marinu yang berbicara sendiri kemudian ibunya mulai menamparnya.


"Plaakkk."imbuhnya bu endah yang telah menanpar marini hingga mata pegawai dan semua orang yang beli bensin itu tertuju kepada bu endah dan marini.


kemudian Bu Endah pun langsung saja menampar mencakik Marini di situlah para pegawai SPBU dan orang sekitar lainnya juga bingung kenapa bisa ada seorang ibu yang menghajar anaknya sendiri sampai Kakak dan adiknya pun menyalahkan Marini bahwa Marini pun bawa sial dan membuat kacau dalam keluarganya pada itu dosa yang telah Bu Endang lakukan kepadanya di situlah Pak Bos dan johan pun datang.

__ADS_1


"Hentikan ... Hentikan Ada apa ini."teriak nya pak bos yang mulai bertanya sambil berteriak dengan herannya.


namun pertanyaan Pak bosnya pun tak digubris langsung saja ia mengunyu-unyeng rambut Marini sehingga Marini pun kesakitan sambil dia menangis depan semua orang pasti malu dia diperlakukan semua orang seperti itu.


" Bu tolong Bu hentikan apa yang ibu lakukan kepadanya Bu."tanyaa johan yang tertanya.


"kamu diam ini urusan pribadi antara saya dan dia ya."cerca bu endah yang menyuruh johan untuk diam


"ya Bu Iya saya tahu Cuman Ibu siapanya."tanya johan yang heran sekali lagi.


"kamu tahu siapa dia ha ... Dia adalah ibunya membuat keluarganya menanggung malu dan sial karena nya."timpal neneknya yang memberitahukan nya.


"Oh jadi ibu ini eh ....jadi ibu eh."jawab johan yang kebingungan.


" Ya ... Saya ibunya Saya ingin memberikan pelajaran untuk dia."cercanya yang memaki.


"astaghfirullahaladzim."timpal semua pegawai SPBU yang telah beristighfar termaksud ari dan surti yang melihatnya.


"sudah bu ... Sudah jangan membuat kacau disini bu dan kamu marini karena keluarga mu membuat kekacawan di perusahaan saya ini, kamu terpaksaa saya berhenti."ucap sih pak bosnya menyuruh marini berhenti dan pak bos nya tak mau jika kericuhan yang terjadi lagi oleh keluarganya.


"Hah."timpal marini yang terbenggong lalu ia pun menangis dan sujud kepada pak bos untuk memberikan kesempatan lagi.


"Tapii ... bekerja di sini pak cuma mau kerjain ini bisa membiayai ke saya."imbuhnya sih marini sambil menunduk.


"ada tapi-tapi lagi Marini sekarang kamu saya terpaksa berhentikan sekarang kamu nggak bekerja di sini lagi."timpal pak bos nya dengan tegas.


"Tapii pak."ujar marini yang tertunduk lemas.


"sudah sudah tidak ada tapi-tapian sekarang kamu pergi dari sini pergii !!."teriak bosnya.


"Agggkkkk."teriak marini karena rambutnya dijambak oleh bibinya siapa lagi kalo bukan sulastri.


"cepat kamu ikut saya saya nggak mau kamu kerja di SPBU Bikin malu aja."perintah bibinya yang menarik terpaksa Marini sampai marini pun menangis.


Namun Surti pun senang melihat Marini menderita memang dasar ia bermuka dua mentang-mentang dulu dia naik jabatan sekarang ia ingin marini pun berhenti dari kerja dan juga setiap salat panjatkan doa-dosa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar marini pun berhenti dari pekerjaannya kasian wanita malang itu.


/Next cerita berikutnya/

__ADS_1


__ADS_2