
Prat 18 Pov yuli lagi
"masyallah ... bikin kaget saja kamu Fitri."timpalnya aku sambil mencubit lengan nya sih fitri.
"Aauuwww,lagian sih ... kamu disahut2in ga denger-denger."sahut temen-teman itu sebutt saja sih Fitri.
"Sengkarapmu lah aku lagi males ngomong." ujar aku dengan kesalnya.
" nggak usah marah-marah dulu jadi gimana kamu ikut tombak itu ndak." tanya sih fitri yang sekali lagi bertanya kepada nya.
"Ndak."jawab aku dengan tegasnya.
"Lah ... Kenapa bukan nya dulu kamu suka sama ikut ajang ini yul."tanyanya lagi kepada aku.
" sebenarnya aku ingin sekali ikut ajang ini cuman aku sedang mengandung anakku ya allah beri kan jalan terbaik agar Denny bisa segara menikahiku."gumam aku dalam hati karena masih kepikiran dengan janin yang ku kandung.
"Yull ... Yul."sahutnya sih temen nya yang bernama Fitri.
namun sahutnya tidak didengarkan baik oleh aku karena aku sedang memikirkan sih denny tentang janin yang ku kandung.
sehingga aku hampir jantungan karena aku dikaget oleh Fitri secara tiba-tiba.
"Astaga ... Fitri bikin kaget saja ."jawab aku dengan hati yang was-was.
"Uhh ... Lagiaan sih ga denger hehehe."timpal Fitri sambil cengegesan.
"Eh ...Yoo,yoo opo sih fit."timpalnya sih aku dengan tegas.
Lalu tiba-tiba saja dipanggil oleh teman-temannya yang lain sebut saja rere,Venna,Farida dan Paramita.
" Eh ada apa kalian memanggil kami berdua tumben." tanya Fitri yang heran-heran kepada mereka berempat.
" Ya nih ... bikin heboh aja."jawab aku nya secara tiba-tiba.
" ini lho guys aku lihat Ada kaka tingkat kita sih jordi cowok paling ganteng banget di kampus kita nih." jelasnya sih Vena yang sangat cantik banget menyukai pria tampan itu sebut saja Jordi.
"Mana-mana."tanya sih rere dan Fitri.
"Ya ... Kok tak terlihat ya."timpalnya farida dengan penasarannya.
"Itu ... Ituh." Tunjuknya sih Venna kepada mereka.
"Ya .... Ya cakep juga ya." celutuk sih Fitri dan rere.
"Duh ... Ada,ada saja kalian berdua ini." timpal Paramita logat bataknya itu.
"Ya ... Dikirain apaan."jawab aku dengan ketus.
"Hehehe." Timpal mereka semua tertawa dengan kompak.
kecuali aku yang terdiam karena banyak masalah yang belum aku selesaikan didalam pikirannya.
" eh Yul Yull."sahut suh paramita yang memanggilnya.
__ADS_1
"Eh .. Mit kau bikin kaget saja." jawabnya si aku yang mengelus dada dengan menggunakan logat bahasa Jawanya itu.
" Lagian aku panggil-panggil malah kau tak nyaut." jawab si Paramita dengan cemberut kepadanya lalu si aku pun mulai tertawa.
"Hehehhehe."imbuhnya yang masih saja cengegesan.
"dan Kenapa ... Kau kamu diam saja sih." tanyanya si fitri dengan heran.
" biasanya kau rame Yul." jawab sih Farida sambil menyenggol bahu teman rere.
"Ya nih." jawabnya si Rere yang menyenggol bahunya si aku.
" Oh nggak apa-apa toh aku lagi stress wae lah."jawab aku dengaan ekspresi sedih.
" stress kunaon ce bisa kieu,kok muka maneh teh gitu sih." tanyaa sih farida dengan mengunakan bahasa sunda kebetulan aku orang sunda.
"Da ... Apa-apa Da Aku males ngomong waelah soalnya teh uring teu enak badan da." jawabnya aku dengan 1000 Alasan Padahal aku suntuk dengan masalah ini yakni diriku mememikiran pertanggungjawaban dari si Denny.
" Oh gitu toh."jawab sih rere dengan heran nya kepadanya.
"Yo ... kalau gitu aku ke sana dulu ya mau menangin diri."jawab sih aku yang meminta izin kepada teman-teman.
hingga pada akhirnya aku pun pergi seorang diri di sebuah taman sampai-sampai Mereka pun heran dengan apa yang terjadi dengan aku.
Biasanya sih aku pecicilan sama teman-temannya sekarang jadi pendiam begini dan mungkin aku lagi banyak masalah mengenai persoalan hidupnya dengan denny.
hingga pada akhirnya ia sudah sampai ditaman selama 5 menit nyampelah oramg deket kampus kemudian aku mulai duduk sejenak lalu memikirkan sesuatu.
" kenapa ya hidupku seperti ini kenapa Deni tidak pakai pengaman sehingga aku bisa hamil begini,gimana kalo ibu tau."gumam aku sampai ia mulai menangis sejadi-jadinya disitu.
"ehh ... Kaliaan."jawab sih aku kaget dengan nada mengunakaan ciri khas logat jawa nya itu.
"Kok... Iso mereka odo disini."gumam nya aku dalam hati.
" Iyo kita nyari kamu dari tadi Yul kok kamu ndak ini masuk kelas."timpalnya sih Fitri sambil memberitaukan kepadanya.
kemudian ia mulai sedkit menangis mungkin stress aku karena ia masih bimbang lalu ia pun mulai mengusap air matanya lagi dengan menggunakan tisunya lagi.
kemudian teman-teman mulai menanyakan keadaan aku dengan terheran-herannya.
" Ya Allah Yul kamu kenapa."tanya sih farida secara tiba-tiba.
"Anu."jawab aku dengan gugup.
"Ya ... Macam mana pula kau macam mau menangis."tanya sih paramita secara tiba-tiba sambil ia melipat kedua tangan nya lalu tiba-tiba saja mereka pun mulai tertawa karena si Paramita yang membuat mereka seperti ini.
"Hehe Nda... Apa-apa Mit,da,fit,dan re mataku kelilipan saja kok."jawab nya aku dengan 100 ribu alasaan.
"Oh ... Yaudah mending kita masuk kelas aja yuk."timpalnya sih fitri sambil mengajaknya untuk maskk ke kelas.
"Yuk."jawab aku dengan ceria padahal hati nya ini sedang rapuh.
hingga pada akhirnya mereka pergi ke kelas secara rombongan kemudian mereka masuk ke kelas secara bebarengan sampai-sampai mereka mengobrol hingga lupa waktu.
__ADS_1
" akhirnya kita nggak telat ya Yul masuk kelas pelajaran pak Irfan."timpalnya sih rere yang mulai bersyukur.
" Iyalah bagus itu daripada kita telat Terus dihukum dan gak ngikutin pelajarannya bisa-bisa kita nggak dapat nilai."jelasnya sih fitri sambil ia mengipas karena kegerahan.
"Hahahaha."timpal sih Farida,Venna,Paramita dan juga aku yang tertawa kecuali fitri yang tersenyum kecut.
"Ya ... Juga ya daripada kita ga dapet nilai."timpal sih farida yang mulai mensetujui pendapatnya sih Fitri.
"Hahaha ... Betul itu betul." serunya si paramita sambil ketawa.
"Ya ... Ya dari pada kita diusir kaya waktu itu kaan."celetuk venna.
"Hehe ... Bener-bener tuh." sahut teman-teman yang lain yang mulai menyetujui celetukannya sih venna.
hingga pada akhirnya mereka semua mulai tertawa dan disitulah mahasiswa lain menyuruh aku and the genk diam karena sebentar lagi pak Irfan akan datang ke kelas ini.
untuk menjelaskan mata pelajaran yang akan di bahas oleh pak irfan yaitu epitomologi.
" oke anak-anak kali ini bapak akan membahas tentang efek teknologi bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla seperti ini gambaran tentang topologi yang harus kalian pelajari agar cepat lulus." jelasnya Pak Irfan sambil menulis di papan tulis.
" Baik Pak." sahut siswa-siswi lain nya dengan kompak.
kecuali aku sedang melamun sesuatu karena aku memikirkan nasib janin yang ku kandung.
saat aku mulai belajar untuk pelajaran epitomologi ini sehingga pak Irfan pun mulai janggal dengan aku yang akhir-akhir ini aku bisa aku paling aktif di kelas ini.
lalu hingga pada akhirnya pak Irfan pun mulai manggil aku sampai dia memanggilku lagi cuman aku tak mendengarnya lagi di situlah Pak Irfan mulai melempar spidol ke mukanya.
" eh cepat eh cepat astaghfirullahaladzim." timpal sih aku yang panil sehingga Para mahasiswa siswi lain mulai menertawaiku.
" lagi-lagi kamu melamuni saat saya menerangkan mata pelajaran setiap saya mengajar, ada apa ini." tanya pak Irfan dengan tegas.
" Maaff ... pak bukannya saya menyelonong atau ikut campur sebetulnya si aku sedang sakit pak." ujar si Fitri yang membela aku.
"Hah." timpal Pak Irfan dengan ekspresi yang kaget.
" betul ya kamu sedang lagi sakit dan tak enak badan." imbuhnya yang menanyakan keadaanku.
namun dengan terpaksa aku menjawabnya bahwa aku sedang sakit padahal ia sedang ada masalah dengan denny.
Hingga pada akhirnya pak irfan pun menyuruh ku untuk meminta izin oleh pihak direksi kampus untuk memberikan surat keterangan bahwa aku sedang sakit.
" Makasih pak ... kalau gitu Saya permisi ya." ujar aku yang berterima kasih kepada Pak Irfan.
" aku hati-hati .... kamu jangan lupa ngerjain tugas yang sudah saya kasih tahu yang belum kamu selesaikan." timpal pak erpan yang memperingati ku untuk bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu karena sebentar lagi mau semester 7.
" Iya Pak Baik begitu Saya permisi ya pak." jawab ku yang perlahan-lahan mulai pergi.
hingga pada akhirnya pak Erpan pun mengiyakan saja dan kemudian ia lanjutkan mengajar mengenai Sistem etiologi dan juga teknologi.
hingga akhirnya aku pun bimbang harus pergi ke mana karena aky males pulang ke rumah untuk bertemu dengan si marini.
" Ya ...Tuhan Semoga dia tidak mengecewakan aku."Gumam ku dalam hati.
__ADS_1
/Next cerita berikutnya/