Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 63 Berselingkuh dengan mahluk misterius


__ADS_3

Padahal ibu-ibu itu tidak janji tau paling mereka akan bergosip Minggu depan yang tidak-tidak tentang sih Ari yang punya hubungan setan.


"Bu Bener nggak sih yang dikatakan si Arto, sama Si Joko itu kalau ari punya hubungan bercumbu dgn makluk halus."tanya nya dengan heran.


"Iya tapi jangan sampai didengar sama sih joko sama Arto bisa-bisa kita diomelin lagi ning."jawab sih teman ibu-ibu itu yang takut.


"Iya aku tahu maksudmu Muti cuman mulut ini ingin bergosip."timpalnya yang tidak bisa menahan diri untuk bergosip ria tentang dia.


"Hahaa .. ada-ada aja kamu nining."ucapnya yang tertawa.


"Yaudah ... yo kita ke sana aja."ajak sih teman-teman ibu-ibu itu siapa lagi kalo bukan bu muti.


"Yuk."jawab ibu-ibu tersebut dengan riang gembira sembari mereka duduk di tepi pohon yang ada tukang sayurnya saat para ibu-ibu itu berbelanja.


kemudian mereka bergosip di tentang Ari yang tidak-tidak bawa si Ari sedang bercumbu dengan makhluk halus itu, lalu para warga pun penasaran dengan cerita dari si Bu Muti dan Bu Nining dan kemudian Bu Nining berpesan untuk tidak menyebar berita ini kepada warga lain cukup sayur itu Ming ming sama lainnya yang tahu.


sementara itu Ari mulai kesal dengan para warga yang mulai ikut campur dan menasehatinya untuk tidak bermain dengan arti itu padahal sih aŕi pun sangat penat bosan di rumah apalagi ia melihat ibunya selalu bertengkar dengan Marini.


apalagi ari pun belum mendapatkan keturunan dari Marini selama 7 bulan padahal Ia sangat mengharapkan anak dan diceramahin lagi oleh ibunya agar ia bisa mendapatkan momongan secepat mungkin makanya ia kesalll dan melampiaskan ke arti untuk dijadiaan hiburan saja.


"Uh .. Kesaall sialaaannn aku dilihat oleh mereka ini ga bisa di biarkan kalo mereka mengganggu kesenangan pribadiku."gumam sih ari dalam hati dengan kesalnya.


lalu Ari berjalan dengan perasaan kesal dan ia fikirkan tentang para warga yang membututinya tadi siapa kalo bukan joko dan nono yang campuri urusaan pribadinya terhadap janda itu untuk menjadikan alat kepuasan dan bersenang-senang saja tanpa harus dinikahi sampai pada akhirnya ia sudah sampai di rumah kemudian ia mulai mengetuk pintunya dengan keras.


"Tockkk ... Tocckkk."


"duh ... buka pintunya."teriaknya sambil mengetuk pintu.


"lama banget sih."gerutu sih ari dengan kesal sehingga ia dilihati oleh para tetangga itu sembari para tetangganya mulai menggosipinnya sampai-sampai ari pun geram sapai melototi mereka kemudian ari mengomel dan berkata seperti ini.


"kalian nggak ada kerjaan lain selain gosipin orang hah."cercanya yang kesal kepada mereka berdua.


"Eh .. Anu."jawab mereka dengn gugup mas.


"Maaf Mas temen saya memang begitu orangnya."ucap salah satu tetangga yang menjelaskan.


"Sekali lagi kami minta maaf ya Mas."ucap salah satu tetangganya lagi meminta maaf kepada ari.


"Ya ... maaf mas."ucap temannya sama aku lagi yang masih berdiri di situ.


"Ya sudah ...ngapain kalian masih berdiri cepat sana pergi."timpa Ari yang menyuruh mereka pergi

__ADS_1


"ehm ... Iy-a Masss."jawab mereka dengan gugup.


kemudian mereka berdua pun lari karena takut dengan ari yang selalu memaki mereka berdua mungkin efek berhubungan intim dengan setan itu makanya membuat emosi Ari meluap-meluap karena diganggu oleh tetangga sebelah padahal ingin berduaan dengannya.


"Bu,Pak ... Ni mbaakk mass."teriaknya sambil memohon.


 "cepat buka pintunya."cercanya sambil mengetuk pintunya kemudian ibunya mendengar nya


"Aduh ... Knp sih anakmu marah-marah mulu."tanya bapaknya kepada istrinya siapa lagi kalo bukan bu siti.


"nggak tahu pak ... mungkin ari capee punya istrii ga guna kaya dia."jawab bu siti dengan nyablak.


" Pakk .... Buu Cepat Bu ... Arii males nih menunggunya kepanasan nih cepaat buu cepaat."teriak ari yang aku mohon kepada ibu dan bapaknya untuk segera membukakan pintu ini.


"Ya ... tunggu sebentar nak."teriak ibu nya yang hendak menuju ke sana.


"Duh ... Lama-lama aku stress punya anak kaya gini."gumam ibu siti dalam hati kemudian bu siti berlari kencang lalu membuka pintunya.


"Bu ...bukai m pintunya dari tadi ari nunggu diluar huhk."cerca ari dengan kesal karena ibunya sama sekali membukakan pintunya itu.


"Uhh .. Bener-bener anak ini."gerutu ibunya yg kesal dalam hati.


"YAAA AHKK BENTARRR."teriak ibunya dengan kesal kemudian ibunya membukaaan pintunya sampai ia menampol Ari.


"Lagian kamu nda ... Sopaan,kalo ngomong pelan-pelan sama orang tua udah tau ibu jantungan."cerca ibunya yang menampol Ari.


"Hehe ... Lagian udah tau aku kepanasaan."ucapnya sih ari dengan manja padahal ia emosi dan ga mengerti perasaan ortunya sama sekali.


"Kamu nggak lihat ibu lagi benah-benah."ujar ibunya yang emosi.


" Maaff ... Bu maaaff lagi kelepasan bu."ujarnya yang berusaha meminta maaf.


"Lagiaan ... Kamu kelepasaan ke ibu, emag nya ibu ini apaaaa."teriak ibunya sehingga muncrat ke mukanya ari.


" ya ... Bu maaaf."timpal sih ari yang menunduk.


Lalu Bu Siti pun mengedahkan tangannya dan meminta kepada uang Ari Mas aripun lingkungan bertanya Kenapa Bu lalu Bu Siti Pun minta uang yang telah Ia janjikan tempo lalu kepadanya namun ia harus menunggu marini sampai di rumah.


 hingga pada akhirnya Marini pun telah sampai di rumah hingga pada akhirnya Marinu pun telah sampai di rumah da sesampai di rumah ari pun bertanya Bagaimana dengan pinjamannya.


"Ya ... Mana duit nya."timpal Bu Siti Yang mengedahkan tangannya

__ADS_1


"Maaf mass bu .... keluargaku perlu waktu untuk memberikan uang kepadaku."jawab marini dengan lemas.


 "APAAA."Teriakk sih denny dan bu siti dengan kompaknya.


"kamu.. gimana sih jadi istri padaal uangnya itu perlu buat kebutuhan keluarga kita ni."timpal siti yang berusaha menyalahkannya.


"Iya maaf Bu mereka juga perlu waktu Bu juga bu."timpal sih marini yang berusaha menjelaskan kepada mertuanya cuman mertuanya nggak mau tahu yang penting dia bisa mendapatkan uang buat kebutuhan sehari-hari.


"Duh ni kamu tuh ya dasar mantu ga guna."cibir bu siti.


"Iya nih .. udah tau uang nya buat ku pakai buat usaha kita ni,eh Malah ditinggal pindah seperti ini."timpal sih ari yang kesal kepada marini.


"Ehmm ... Betul tuh."timpal bu siti yg ikut-ikutan.


"ya maaf Mas Bu besok nanti aku akan segera ke sana untuk meminjamnya lagi ya."ucap sih marini yg sudah berjanji kepada mereka berdua.


Kemudian mereka menggangguk kepada Marini lalu mereka sekeluarga pun melanjutkan aktivitasnya sementara itu para warga pun terus saja membicarakan tentang ari yg tidak-tidak seperti ini.


"Emang sih Ari udah nggak waras ya semenjak kenal dan bercumbu dengan makhluk halus itu."sambungnya yang duduk dipos satpam.


"Iya betul ... Tuh to aku jadi merinding bener-bener si Ari tak tahu wujud aslinya."timpalnya yang ikut berpendapat.


"Iya heran saja punya istri tapi malah selingkuh dengan setan hahaha."timpal si Arto yang mulai menertawakannya.


"Hihihi ... Ya-ya emang bodoh dia ya."jawab nya sih joko yang menertawakannya


"Bener tuh hihihi."jawab nya sih arto yg tertawa cekikikan.


Hingga akhirnya terus saja membicarakan tentang Arwah Penasaran itu yang sedang bertumbuh dengan Ari tadi siang dan tak terasa juga ia dibutuhkan oleh atri si makhluk halus itu yang kesal dan akan membalas perbuatannya.


"Sialan aku akan membalas perbuatan mereka lihat saja nanti."gumam sih atri dalam hati.


Sampai tak terasa mereka menjaga keamanan selama 3 jam di kantor pos akhirnya mereka pun pulang dan tiba-tiba saja saat mereka pulang Mereka dibututi oleh si Atri si makhluk halus itu sampai bulu tipis kulit Mereka pun merinding.


"Eh ... To Kamu ngerasa nggak sih kalau kita dibuntuti."Timpal Sih Arto yang memegang leher sebelah kanan karena merinding.


"Iya ntar lah aku juga pusing dan merinding demikian."jawab sih joko yg memegang leher nya.


Dan saat mereka mulai berjalan sampai tengah jalan sampai di tempat yang sepi tiba-tiba saja sosok arti pun sudah ada di hadapan Mereka kemudian mereka berdua kaget lalu arto dan joko pun dicekik oleh si arti hingga arti pun tertawa dgn seramnya sampai akhirnya mereka masih dicekik hingga kehabisan nafas.


dan akhirnya mereka mati kemudian atri tak kehabisan ide langsung saja arti mencakr-cakar muka mereka lalu matanya pun tercongkel oleh kukunya Atri yg tajam kemudian arti mengambil kawat dan mengikatkan leher mereka diatas pohon jambu air darahnya berceceran di bawah tanah.

__ADS_1


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2