
"Masya Allah Bu Endah Ada apa ini ribut-ribut."tanya ibu-ibu yang penasaran dengan keadaan keluarganya.
"ini ... ini urusan keluarga saya jadi bukan urusan kalian ya sekarang kalian pergi dari sini."carca bu endah sambil menunjuk.
"Cepat ... kalian pergii!! Pergiii."timpal bu endah sambil menunjuk untuk pergi dari sini.
"Oh ... Ya bu yaa."timpal ibu-ibu itu yang ketakutan kepada Bu Endah.
Lalu para ibu-ibu itu mulai pergi kemudian Bu endah mulai menampar marini dengan keras kata-kata kasar lalu ari pun kaget kemudian ari pun berusaha menghentikan aksinya kekejaman nya terhadap marini sampai dia mengusir nya secara kasar.
marini pun masuk ke rumah agar tidak dilihat oleh siapa-siapa dan disitulah marini pun dimaki-maki lagi dan dikatain secara kasar padahal Marini pun tidak melakukan kesalahan besar cuman ditemani nya saja.
"Ahkkkk."teriak marini yang kesakitan karena didorong oleh bu endah kemudian bu endah mulai menjambak rambutnya marini
"Sakiit bu."lirih marini yang kesakitan.
"Kamu mau ... Bikin saya malu ya ha."cerca bu endah sambil memelintir tangan nya marini.
"Dasarr ....ga tau diri."sambungnya yang mulai menampar marini.
"Agkkkkk."teriak marini karena ditampar oleh ibunya.
"Ahkkhh... Ga bu ampun."teriak marini yang kesakitan.
Tanpa basa-basi dan tidak mendengar penjelasan marini terlebih dahulu langsung saja bu endah menghajar Marini habis-habisan sampai mukanya mulai babak belur di sekitar kelopak mata di bagian kiri saat itu tidak ada-ada karena bapaknya pergi keladang sementara yuli dan suaminya masih bekerja sampai pada akhirnya yuli pun pulang cepat lalu yuli pun melihat Marini diperlakukan seperti binatang oleh bu endah.
"Rasakann .... Ini rasakaan ini."cerca bu endah sambil menjambak rambut marini.
"Ahkkk ... Ampun bu ahhkkkkk ampun sakit bu."lirih marini yang kesakitan kemudian Yuli pun langsung saja dengar bercecokan antara Bu Endah dengan Marini sampai pada akhirnya ia pun sudah sampai di situ.
"Astagfirallah... Hentikann bu hentikan."timpall sih yuli yang berusaha menghetikan nya.
"UHHKKK."timpal bu endah yang kesal sambil menjitak kepala sih marini.
"Agkkkkk."teriak marini yang kesakitan.
lalu Bu Endah pun menyuruh Marini untuk masuk ke kamarnya dengan suara yang lamtang hati lalu Marini pun masuk ke kamarnya meskipun hatinya sesak kemudiam dia menangisi apa oa selama ini memang benar-benar jahat Bu Endah sampai-sampai yuli pun bertanya seperti ini.
"Apa yang ibu lakukan terhadap mba marini bu."tanyanya yang sekali lagi kepada ibunya.
"Lagiaaan ... Dia yang mulai bikin ibu kesel."jawab nya bu endah yang kesal kepadanya.
"Ya .... Tapi Kasian Mba Marini nya bu, Dia juga manusia Bu enggak seharusnya ibu memperlakukan seperti itu padanya."timpal yuli yang mensehatinya.
"Iya ... Kenapa kamu bela dia,dia bukan kakakmu."timpal bu endah yang melenceng.
__ADS_1
Ya ... Bu saya tau bagaimana pun juga dia tetap kaka ku selama ini loh bu dia bantuin ngerawat anakku."ucap sih yuli yang membelanja.
Kenapa Yuli sudah berubah drastis dari dulu yang dulu karena pernah Ia di teror oleh hantu-hantu saat dia hamil dulu kemudian saat yuli tidur tiba-tiba grogoti oleh setan-setan yang mengerayangi tubuhnya sampai-sampai Yuli kesurupan pada akhirnya aku mulai menyelamatnya dengan cara membaca lantunan Yasin,ayat kursi dan juga alfatiah.
Dan pada akhirnya yuli terbebas dari setan-setan itu dan kemudian Ia pun mulai berterima kasih kepada Marini karena telah menyelamatkan dirinya pada akhirnya yuli pun mulai menyadari kesalahannya lalu minta maaf kepada Marini.
sementara itu Marini pun menangis sejadi-jadinya karena perlakuan ibunya beda-bedakan dan juga mendiskriminasi dirinya cuman lantaran masalah pribadi dengan almarhumah ibunya lantas tak habis pikir dengan pola pikir Bu Endah yang makin hari makin bocah pemikirannya apalagi usianya sudah menginjak 57 Tahun sungguh memalukan dan ia tidak pernah minta maaf kepada marini.
"Oh kenapa ibu selalu membenci kepadaku, aku sangat sedih ya allah."gumam marini dalam hati.
bertahun-tahun marini disakiti oleh ibunya dan ga pernah menganggap marini sebagai anak dan semoga bu endah pun bertaubat dan tidak melakukan kejahataan nya lagi bulan-bulan kemudian akhirnya Yuli dan suaminya memutuskan untuk pindah ke suaminya siapa lagi kalo bukan deni.
"Bu Pak ... Yuli pamit dulu ya."timpal sih yuli yang menyilami kedua tangan orang tuanya.
"tapi Nduk rumah ini sepi tanpamu Nduk yang Bunda mau kehilangan cucu Ibu beserta kamu dan dan Deni."jawab ibu endah ya memegang era erat kedua bahunya Yuli sembari yang menangis terisak.
"ya Maaf bu tapi aku harus ikut dengan Deni kemanapun Deni pergi Bu."jelas Yuli yang berusaha menenangkan ibunya.
"Tapi ndo."jawab Bu Endah yang belum menyelesaikan kata-katanya karena kerja langsung oleh suaminya susanto.
"udahlah ...bu kamu tuh jadi orang jangan khawatir-khawatir lah kan yuli sudah besar apa-apa kamu jangan gitu lah."imbuhnya yang memegang bahu nya istrinya endah.
"Tapi ...ibu kesepian pak nggak bisa ama cucu Ibu nanti kalau kamu kenapa-kenapa gimana ndo."Timpal ibu endah yang memeluk Yuli sambil lihat menangis terisak-isak.
"Hikss .. Hikss hikss."
" Ya .... Tenang aja Bu sama Deni aman terkendali."Timpal si Deni sembari bercanda sambil menggesekan jempol ke hidung nya itu.
"tapi bener ya den .... Aku titip Yuli ya jaga hati-hati cucu ibu juga."timpal bu endah yang menitip pesan kepadanya.
"Ya ..bu ya."jawab sih denny sambil tertawa.
Pada akhirnya Yuli pun dan Deni pamit lagi sambil mereka membawa koper Mereka masing-masingdi situlah Bu Endah Tak Tega kemudian menyuruh Marini untuk membawakan kopernya mereka berdua.
 akhirnya mereka pun langsung saja naik mobil mereka kemudian langsung saja Deni menangkap gas lalu mereka berdua pun langsung saja Melambaikan tangan dan berpamitan lagi.
"Ya ... Hati-hati Ndo."timpal pak susanto yang melambaikan tangan sambil menangis.
"Yaa pakkkk assamualaikum."ucap sih yuli yang ngucapkan salam dan bilang dada kepada mereka.
"Walaikumsalam."Ucap pak susanto dan Marini yang menjawab salam mereka dengan kompak.
"Waalaikumsalam ndo."kawab ibu endah yang menjawab salamnya Yuli sambil mengelap air matanya.
Pada akhirnya ibunya pun mengusap air matanya lagi karena kepergian Yuli pasti dia sangat sedih dan selama ini juga ia sering bercerita ke Yuli kalo apa-apa seperti ke mall bareng saat Yuli masih gadis dulu.
__ADS_1
terus juga pas waktu yuli masih sekolah ibunya mengajak Yuli ke kebun binatang bergerombolan sama keluarga dan teman-temannya waktu ibu endah masih mudah dulu pas jadi guru dulu.
Memang dia selalu beruntung beserta bersama dengan ibu kandungnya beda dengan Marini apa-apa serba sendiri apa-apa sendiri gak pernah diajak jalan-jalan dipukul sama ibunya Kalau nilainya salah, dikatain anak bodoh dan tolol dan sebagainya begitulah masa kecil Marini penuh dengan penuh air mata.
Sampai waktu kecil dulu Ia Pun dipecut oleh ibu endah dan kata kasar seperti ini.
"anak bodoh nimbang air aja nggak bisa, udah nilainya pas-pasan, masih goblok, nyusahin orang tua lagi."cerca bu endah yang memaki Marini saat Marini masih kelas 5 sd.
"Hiks... Hikss Maaf bu maaf."ucap Marini yang meminta maaf kepada ibunya sembari mengusap air matanya.
"makanya kalau melakukan sesuatu dipikir dulu dodol."Timpal Bu Endah sambil menoyorkan kepalanya Marini.
"Ahkk... Ya maaf ampun bu."jawab marimi yang ketakutan sambil mengusap air matanya.
"pantes aja kamu di-bully dan gak punya teman bodoh sih kamu."ucap salah satu tantenya yang mengusik kehidupannya waktu itu.
Seperti itulah nasib Marini sehari-hari Ia pun menjadi orang pendiam karena ibunya selalu menyiksanya beserta gerombolan keluarganya yang memaki dirinya bahwa marini tidak pantes jadi orang sukses ya kita akui bahwa Marini udahlah bukan bagian dari rahimnya Bu Endah tetapi apa pantes jika Marini diperlakukan seperti binatang dari kecil aja dia dipecut, sekarang aja sampai sekarang juga belum nikah sudah mau 30 tahun digituinn.
Sampai beberapa tahun kemudian hidup Marini masih saja seperti ini dia juga tidak punya teman meskipun dia sudah sarjana, hidupnya penuh dengan bayang-bayang masa lalu Bu Endah dan ia juga tidak bekerja lagi seperti dulu tetap saja salah satu tetangganya mulai menyiyir seperti ini.
"aduh ... aduh malu ya ibu-ibu sudah 33 tahun tapi belum punya penghasilan apa-apa nih."
"biasa ibu-ibu anaknya sih bloon Makanya dulu berzina ya pasti Tuhan tidak memberikan rezeki apaa-apa ke dia."cibir lagi ibu-ibu tersebut sebut saja Bu Tantri.
"pantes itu 33 tahun juga belum nikah beda lah ya sama Yuli."jelas si Ibu tersebut yang mencibirnya lagi sebut saja Bu Ayu.
"Meskipun Dia pernah ngikutin caranya sih dia-dia ini."ucap Ibu Endah yang membanggakan anaknya itu.
" tapi si Yuli ini pintar Bu dia bisa kerja keras,ia. bersuami lagi." sambungnya yang membanggakan diri bahwa anaknya lebih baik daripada Marini sehingga Marini pun terdiam0 kaku seperti patung yang menatap mereka sedang bergosip ria.
"ya hebat ya meski sudah pacaran lama tapi mereka bisa nikah dan sukses bareng ya."Puji ibu-ibu tersebut sebut saja Bu Tantri.
"Ya bu ... Hebat ya si Deni bisa bertanggung jawab meskipun dulu mereka salah."ucap salah satu ibu-ibu tersebut sebut saja bu franda.
" Iya dong anak mantu siapa dulu dong."Timpal Bu Endah yang membanggakan diri.
"Anak ... Mantunya bu endah."Timpal kedua ibu-ibu tersebut dengan riya dan bangga terhadap anak mantunya bu endah.
"Ya ... hehehe bener-bener tuh bu."ucap Ibu Endah Sambil tertawa dengan rianya.
" ya sekarang mah deni sudah diangkat jadi manajer bu perusahaan Bumn dan sekarang ya Bu anak mantu mau bikin kontrak rumah sendiri." jelas bu Endah yang memberitahukannya.
"Wih ... hebat Bu Endah entar kapan-kapan acara selamatan ibu endah ya."ucap salah satu ibu-ibu tersebut yang memberikan saran untuk silaturahmi padahal mah pengen makanan gratisan untuk mereka.
"Oh iya jelas dong ibu-ibu ... kalau anak bantu saya datang Saya bikin sangat meriah untuk kalian."jelas bu endah yang menyombongkan diri Sambil tertawa Ria.
__ADS_1
di situlah Marini Pun Menangis jadi-jadinya setelah Iya digosipkan dan disepelekan oleh orang-orang Emang seperti itulah ibu-ibu ngerumpi kerjaannya tak lain gosip Ria setiap hari sampai pada akhirnya Marini pun terus saja menjaga bapaknya sampai bapaknya pun sakit-sakitan ia yang ngurus dibandingkan Bu Endah yang sibuk pergi ke acara agustusan lainnya.
/Next cerita berikutnya/