
Next kelanjutan cerita tentang sih marini saat marini masih dipukul ibunya.
"Duhh ... Aku ingin sekali menolongnya."jawab nya ratna dalam hati.
"Tapii ... Sayang Masih ada orang disana."imbuhnya yang ragu dalam hati.
"Ahhklk.... Sakit bu."
"Ampumm."
"Mampusss Syukurin Mampus kamu mampus kamu."ledeknya sih yuliii.
"Hahaha."imbuhnya sih yuli yang menertawaiin marini.
"Lagiaaan ... Udah tau bapak lagi sakit malah kalayapaan lagi huh."timpal sih yuli sambil menoel kepalanya sih marini.
"Kurangg ajar padahal gara-gara dia."gumam sih marini dalam hati.
"Ahkkk... padahal kamu tuh yang akk." timpal sih marini yang belum menyelesaikan kata karena dijambak oleh ibunya.
"Ahkkk.... Sakit buu."
"Heyyy."imbuhnya yang menjambak rambutnya marini.
" Itu ... Semua Gara-gara kamu ya sampai bapak kamu jantungan tau ga hah ..."timpalnya ibunya sambil menempeleng kepalanya dan kemudian menampar marini.
"Plakkkk."
"Plakk." timpal ibunya yang mulai menaparnya berkali-kali hingga membuat muka marini menjadi lebih sedikit lembam dibibir dan berdarah juga bawah lobang hidung sehingga ia mulai memegang pipinya yang bonyok itu.
"Agkkkkkk..... Sakitt bu ampunnn bu."lirih nya sih marini yang memohon kepada ibunya lagi.
sehingga ibunya mulai menampar marini lalu ditertawakan oleh sih yuli emang tega sekali dia kepada kakaknya sendiri.
padahal waktu marini punya penghasilan dari hasil lombanya dulu ka telah memberikan apapun untuk nya sehingga Arwa Gadis muda itu mulai mengawasi nya saking ia mulai kasian dengan marini.
"Cepaaattt .... Jaga bapak mu soalneee ibu besok ngajar sama yuli mau kuliah ."titahnya dengan ketus sambil menjambak rambutnya marini.
sampai sih marini mulai meminta tolong kepada ibunya untuk segera menghentikan aksi aksi gila jambakan ibunya kepada dirinya karena ia tidak kuat menahan rasa sakit yang begitu lama.
"Alhkkk ... Sakit bu ampunn bu ampun."pintanya yang memohon namun sayangnya ibu tidak mengubrisnya malah menjambaknya.
" ngerti .... ngerti ora." teriak Bu Endah dengan lantam.
"AHkkk... Capee saya mukulnya."guman ibunya dalam hati.
"Iya Bu Yoo."jawab sih marini yang menahanan rasa sakitnya.
"Ya ... Allah kasian sekali mba itu."gumamnya arwa gadis muda tersebut dalam hati padahal ia setaan yang masih bergentangan.
"Yoo... Yull kita pergi dari sini."ajaknya ibunya sambil meninggalkan tempat tanpa ada rasanya pada marini.
"Yukk."jawab yulii sambil meninggalkan tempat.
__ADS_1
di situlah mereka berdua mulai menabrak marini tanpa rasa bersalah kepada sih marini pada akhirnya marini mulai menangis terisak-isak karena ibunya dan adiknya telah tega melukai dirinya sampai tiga ibunya menyiksanya lalu menamparnya di depan umum seperti ini seperti tidak punya harga diri dan bukan anaknya saja.
Namun Selaku orang tua haruslah adil ini malah sebaliknya pikirin bu endah tidaklah dewasa bukannya anaknya gede dan penurut itu disayang malah makin dibenci parah sekali dia zaman dulu emang ada orang tua seperti ini.
lalu arwa gadis itu mulai melihat marini yang sedang menangis sendirian di bawah taman langsung saja Ia pun turun dari tangga dan akhirnya ia pun mulai menyapa marini.
"Hy."
"Hai."sapa gadis muda berulang kali.
Namun sayang sahutan Gadis itu tidak didengar oleh marini karena marini konsentrasi dengan hatinya yang terluka sampai dan memikirkan betapa tega ibunya dan saudaranya memperlakukan dia seperti itu.
"Hy ... Jangan menangis mba."timpal gadiss itu yang menyapa lagi.
"Hikss hikss."timpalnya marini yang menghiraukannya karena depresi disakiti oleh keluarganya.
"Hy .. Mbaa mba halo."jawabnya yang telah mengejutkan marini disitulah gadis tersebut mulai tersenyum.
"Masyallah .... Siapa wanita itu."tanya dalam hati.
"membuat saya terkejut saja."gumam sih marsih yang berbicara sendiri dalam hati lalu ia mulai menyapanya.
"Ah... ya halo mba."
"maaf ... ada keperluaan opo yo mba."tanyanya dengan nada lembit kepada sih arwa gentanyangan itu.
" Oh kenapa mba menangis ?."tanya nya sih arwa gadis itu dengan penasaran.
disitulah gadis muda itu mulai tersenyum miris dan lalu gadis muda itu menawarkan diri untuk bercerita kepadanya cuman marini pun bersedih dan tidak bisa banyak cerita karena ingin menyangkut tentang perasaan yang sangat sensitif dan sedang kalut.
lalu sih gadis muda itu mulai memberikan solusi untuk bercerita kepadanya dirinya saja agar perasaannya menjadi lebih lega.
lalu pada akhirnya marini pun bercerita tentang ibunya seperti ini selalu saja disalahkan apalagi Ia nyeri hati dan capek juga rasanya menghadapi ibunya sangat tempramen dan menghina dirinya seperti ini ditambah lagi ia dicap sebagai anak yang tak berguna,menyusahkan keluarga mentang-mentang dirinya dulu tidak pernah bekerja sama sekali belum ada pengalaman.
Tidak seperti adiknya sih Yuli yuli selalu saja dia disayang oleh ibunya diceritakan oleh keluarga besarnya dan sekarang dia telah bekerja jadi Guru PNS honorer pengajar ilmu fisika matematika dan juga IPA dengan gaji yang lumayan tahun itu menjelit menjelit menjelitnya uang dan kebutuhan yang sangat lumayan murah lalu gadis tersebut dan memberi semangat kepadanya.
" Yo sabar yo mbak namanya juga covaan dan rasanya juga Kita Harus banyak bersyukur dan deket dengan gusti allah Mbak dan meminta ampun lah Mbak kepada Allah agar nanti jalannya bisa dipermudah."jawab ia yang memberikan nasehat kepada marini.
"Yo... Makasih mba."jawab sih marini mulai mengusap air matanya dengan tangannya.
"Nih ... Mba usapp air matanya dengan ini mba." timpul gadis muda itu yang memberikan tisu kepadanya.
dan di situlah para suster pun melihat ada tisu yang bergentayangan sampai suster pun kaget lalu memberitahukan kepada temannya Nah pas temennya melihat ternyata tidak ada lalu temannya pun berkata seperti ini.
" Mungkin itu halusinasimu saja ning."jawabnya sambil berjalan.
" Demi allah .... benar aku melihatnya sendiri bahwa aku melihat setan yang membawa tisu Itu Sumpah aku ndak bohong." jelasnya ia yang memberitahukan kepada temannya yang bernama Ella.
" tapi .... aku nggak lihat ada tisu yang bergentangan di situ udah yuk lanjut kerja aja ning."jelas nya kepada sih perawat tersebut yang bernama ningsih..
"Tapii."
"mungkin Kamu kecapean yaudah kerja ayuk kerja." ajak perawat itu kepada temannya.
__ADS_1
"Ehm ... Yaudah ayuk ah."jawabnya perawat itu dengan kesal.
hingga pada akhirnya perawat tersebut terheran-heran dengan apa yang barusan ia lihat itu benar namun tidak dipercayai oleh temannya karena memang benar itu faktanya di zaman dulu sampai pada akhirnya marini pun mulai menyeka air matanya dengan menggunakan tisunya itu.
" Makasih Mbak sudah baik sama saya Padahal kita baru kenal hehehe." jawab marini dengan sungkam.
" sudah .... kewajiban saya menolong sesama orang yang sedang kesusahan." jawabnya dengan pelan.
" semoga Mbak dapat jodoh dan diangkat derajatnya sama Allah."imbuhnya yang mendoakannya.
"Hiks ... Hikss matur nuhun mba."jawab sih marini sambil mengambil tisu itu.
lalu pada akhirnya si marini pun mulai menyeka air matanya dengan menggunakan tisu dari sisa air mata dari pipi nya dan dia tidak sadar bahwa selama ini ia berbagi kesedian dengan arwa getanyangan.
lalu ia memalingkan wajah nya sedang kusut kemudian mengucapkan terima kasih Namun naas arwa gentayangan tersebut hilang tanpa meninggalkan jejak.
"kemanaa ... Dia ya." tanyanya dalam hati.
kemudian Ia pun terus saja mencari arwa gadis gentayangan itu lalu ia mulai menanyakan kepada Suster itu lalu suster pun berkata seperti ini.
" Maaf Mbak saya tidak tahu."
"Ya ... Yang bener Sus." menjawab kikuk sambil ia berkeringat.
"Ya ... Mba demi allah saya bener-bener nggak liat mba." jawab di perawat itu sekali lagi.
lalu marini pun bingung entah ke mana ia pergi sampai-sampai marini pun mulai bengong-bengong dan juga melihat kelilingnya bahwa ia melihat ada setan bergentayangan di situ dan disitulah perawat mengagetkan dia.
"Maaff .... Mba mba." imbuhnyq mengagetkan dirinya.
" Ya sus."jawab sih marini dengan kikuk.
" maaf kalau mengganggu waktunya kalau begitu Saya permisi dulu ya mba." timpal sih perawat itu yang meminta izin kepada marini.
"eh ... Ya sus."jawab nya dengan kaku.
lalu suster pun mulai pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya dan beberapa saat kemudian marini hampir lupa sambil menepuk jidatnya bahwa ia lupa untuk menjaga Bapak sampai keadaan nya pulih itulah Ibu pesan amanah dari ibunya yang jahat itu.
"duh .... Aku harus Kekamarr untuk jagaain bapak."imbuhnya dalam hati.
kemudian Ia pun cepat-cepat berlari untuk menyusul kamar bapaknya, lalu ia pun melihat ada sosok mayat yang tergeletak di kereta roda rumah sakit lalu ia mulai melihat nya dipapan tulisan nya tersebut mulai membacanya atas nama ratna usia 16 thn tempat/ lahir, ditegal/ 4 Desember 1950.
dan ternyata itu adalah wajah mayat tersebut mirip sekali dengan arwa muda gadis yang barusan ia temui itu sehingga membuat si marini menjadi kaget dan pada akhirnya ia pun tak sengaja menabrak seseorang dan ternyata itu adalah Ari.
" Astagfirllah... maaf maaf saya tidak sengaja lihat." timpanya ia yang meminta maaf kepada orang tersebut.
" Yah nggak apa-apa."jawab nya ari dengan santai lalu ia pun langsung saja melihat marini dan berkata seperti ini.
"marini."
"Mass ari."ujarnya dengan bibir bergetar.
/Nextt cerita berikutnya/
__ADS_1