Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Draft


__ADS_3

di situlah Ratna pun mulai berusaha membuka ikatan talinya si marini sehingga ia tetap berusaha membukakan ikatan Talinya itu berkali-kali hingga akhirnya si Ratna pun berhasil membuka kan ikatan tali nya itu cara mencengkramkan tangannya ke talinya itu sehingga ia pun berhasil membukakan tali yang susah buka.


hingga pada akhirnya sih marini pun mulai tersenyum dan terima kasih kepada Ratna kemudian Ratna pun tersenyum dan mulai mengucapkan terima kasih kembali kepadanya lalu marini pun masih saja bingung bagaimana ia bisa keluar dari gudang ini sedangkan gudang ini telah dikunci lalu Ratna pun punya ide sembari memberi saran seperti ini.


" Mbak ... Mbak kalau misalnya pintu depan gudang nya ke kunci mending kamu lewat situ aja mba." imbuhnya memberikan saran.


" di jendela sana." Sambungnya ratna yang menunjukkan jendela ke arah utara.


" Hah Serius kamu Rat ... kamu menyuruhku untuk lewat jendela." timpal sih marini yang kebingungan sambil dia menggaruk-garuk kepala.


" yo wes mbak itu jalan satu-satunya mending ,cepat mba kamu naik kesana aja dan lihat apa yang terjadi dengan keluargamu." titahnya sih ratna yang memberitaukan kepada sih marinibuntuk segera naik ke jendela.


" duh gimana Rat Aku ndak tahu cara naiknya ?."jawabnya si marini kebingungan sambil menggaruk-garuk kepala sendiri.


" itu Mbak kamu tinggal ambil kursi di sebelah kiri, setelah itu barulah kamu naik jendela aja di sana mba." titahnya si Ratna memberikan saran kepada marini.


" susah naiknya aku takut ?." jawabnya sih marini yang ketakukan jika batang kursinya akan jatuh.


" duh gimana sih... kamu ini Mbak Mbak Masya Allah." gumamnya sih Ratna dengan kesal dalam hati.


" kamu nggak perlu takut Mbak, kan aku disini untuk melindungimu." sahutnya sih ratna yang memberikan semangat kepadanya.


" Serius kamu aku tapi takut,Ji-ka jika."jawab nya sih marini dengan gugup.


"Jikaa apa mba jikaa apa."timpal sih ratna yang mengertaknya dengan suara pelan.


" jika batang Kursi ini terlepas karena berat badan ku rat."sahutnya sih marini yang ketakutan.


" Allah Gusti harus gimana lagi saya bilang kepada mbak marini ini ya."gumam nya sih ratna dalam hati yang kebinggungan.


" Yq Sudah ... Mbak nggak usah takut dengan hal ini sekarang Bu marini harus naik ke kursi itu aja ya Takutnya nanti adik sama ibunya marah-marah." ditanya si Ratna memberikan semangat kepada marini.


" tapi aku takut." jawab marini yang gugup.


" Sudah mba jangan takut Mbak yang terpenting mba ee harus segera melihat apa yang keluargamu lakukan." timpalnya memberi penjelasan kepada marini.


hingga pada akhirnya Mari pun mulai memberanikan diri untuk naik kursi itu lalu mulai masuk ke jendela itu sampai di Ratna pun mulai mengawasinya dan akhirnya datang kursi itu mulai patah di situlah Ratna mulai membantunya dan memegang pinggulnya si marini agar tidak jatuh.


"Uhhh."timpal marini yang mengantur nafas.


" Untung ada kak murah kalau nggak ada mungkin aku sakit pinggang." sambungnya yang berutang budi kepada ratna.


" Makasih yo rat." Timpal sih yang berterima kasih lagi.


" Iya mbak e... oh iya mbak e kamu lihat keluargaku di depan rumah mu disitu ya takutnya kenapa-napa Mbak e." titah Ratna yang cepat-cepat menyuruh marini untuk bergegas kesana.


kemudian si marini pun mulai menyuruh si Ratna untuk mendorong pinggulnya ke arah depan hingga akhirnya marini pun hampir terjatuh karena ada Ratna yang melindunginya dari depan dengan cara Ratna pun menggendong si marini yang hampir terjatuh.


hingga akhirnya dengan Bergas marini pun langsung saja berlari ke arah depan rumahnya dan ternyata ibunya telah ribut dengan Bu ijos yang dari tadi mereka belum saja selesai dengan akan urusannya belum kelar-kelar juga..

__ADS_1


" dasar benalu tidak tahu diri, sudah mengambil uang anakku malah kau tak mau menggantinya Dasar ga tau malu." teriak Bu ijoz yang mulai menjabat ibunya sendiri.


" aduh aduh... itu kesel anakmu yang memberikan uang itu kepada Pak Jos Jadi bukan salahku jugalah ahhkk." lirih Bu Endang yang menahan rasa sakit saat rambut saat rambutnya dijambak.


" Aduh gimana ini ya Ibu berantem lagi sama emosinya melebihi setan." gumamnya si Yuli dalam hati sambil menggaruk-garuk kepalanya karena bingung sehingga membuat sih eva tersenyum lalu mulai menertawakan si Yuli dalam hati.


" Dasar bodoh pasti sih Yuli ini lagi bingung dengan apa Ibuku lakukan padanya, padahal ibunya sendiri mengemis-ngemis uangnya si Mas jortono makanya dihabisi olehnya." gumamnya si Eva yang mulai Tersenyum Dalam Hati.


"ehm rasakaan .... saja akibatnya karena telah memanfaatkan kebaikan kakak ku." sambungnya sih eva yang tertawa dalam hati lagi.


" Heh kamu tuh ya memang dasar ndak tahu malu, sudah gak mau ganti rugi uangnya Pak jus malah Anakku lagi yang rugi." teriaknya bh ijoz sambil menjebak rambut Bu Endang yang sudah bergerai.


"Ahhkkkk ... !! aakhkk !!!... lepaskan lepaskaan."teriaknya bu endah yang memohon kepada bu ijoz.


" tidak .. !!. tidak akan !! ... aku tak akan Melepaskanmu brengsek." teriaknya si Bu ijo sambil menarik rambut Bu Endah dengan kencang.


"Ahkkkk!!."teriaaakk bu endah yg kesakitan.


sehingga si Yuli mulai bingung harus bagaimana untuk melindungi ibunya sedangkan Eva pun terus saja mensupport Siap siaga kepada ibunya untuk bisa menyakiti Bu Endah memang super keluarga sehingga mereka semua kagak ada damai-damai nya malah sih Yuli dan Eva mulai bertengkar lalu Adu bacot satu sama lain apalagi usia mereka semua nya sudah dewasa akan tetapi mereka ini tidak tau malu sekali.


" eh Bu... tolong Bu lepasin Ibu saya bu ijoz." teriak si marini yang berusaha melindungi ibunya.


" Heh Diem kamu ya Ini bukan urusanmu Ini urusan saya,saya ga mau rugi dan saya minta ganti uang anak saya." teriaknya yang berusaha mencengkram lehernya sih marini.


"Tapi .... ini urusan saya bu joz karena ibu menganggu kediaman keluarga saya." teriaknya marini sambil menggapai tangan bu ijoz yang hendak mencekek marini.


" Hei berani kamu menyentuh tangan Ibuku !!!, lepaskan atau saya lempar kamu pakai ini." teriak Eva yang hendak mengambil selop sendalnya yang mahal untuk menipuk marini.


" kebetulan om saya polisi loh, jika mba mau beurusan dengan keluarga kami silakan." sambung si marini yang mengancam Eva lagi.


" sialan berani kamu ya." teriak si Eva yang mulai menjambak rambutnya si marini.


"ahhkkkkk !! ."lirih sih marini yang mulai kesakitan.


" hentikan Woi Apakah kamu tidak punya tata krama Mbak Eva sehingga mba mulai menjambak rambut kakakku."timpal Yuli dengan emosi sambil membentak-bentak Eva.


"Heh.... Apa maksudd muu ha."teriaknya sih eva dengan lantangm


"Lepaskan rambut kaka ku lepaskan Rambut kaka saya sekarang juga." teriak sih si Yuli yang hendak menjambak rambut sih eva sehingga sih eva kesakitan.


"Ahkkkkk."Teriak sih eva yang mulai menjambak rambutnya sih yuli.


"Ahkkkk.... Sakit."teriakk sih yuli yang mulai mencambak yuli dengan carabia menarik ujung rambutnya Yuli dengan kencang.


sehingga membuat yuli kesakitan dan tak berkutik lagi lalu Eva pun menjambak rambutnya sih marini dari samping kiri dengan kencangnya ia mulai mencengkram tangannya agar membuat si Yuli dan si marini kesakitan.


"Rasakkann rasakaan ini lagi kalian som2 mengancamku dan kamu, masih Masih muda jangan sok ngajarin tata krama ya." imbuhnya sih eva yang menarik rambut marini dengan Yuli dengan kencangnya.


"Ahkkkkk." teriak si yuli dan marini dengan kompak karena kesakitan di jambak oleh si Eva.

__ADS_1


sehingga emosi dari keluarganya Bu ijoz dan Bu endah ini sangatlah kurang stabil cuman perkara keuangan saja bisa jadi perang antara keluarga tetangga ini sehingga si Eva pun naik pitam lalu memaki-maki marini dan juga Yuli bahwa mereka adalah 2 perempuan sama-sama murahan, dan suka dimanfaatkan laki-laki.


"Plakkk." Timpal si Yuli yang mulai menampar pipinya Eva.


"Aghhggh." timpalnya sih eva mulai kesakitan sehingga ia mengelus pipi mulusnya yang sudah memar karena digaplok oleh si yuli.


" kurang ajar kamu ya beli beraninya kamu menghina keluarga kami sialan kau hah." teriak di Yuli yang mulai menjambak-jambak rambutnya eva lalu mulai mencakar mukanya.


" emang ... bener ya kalau kakakmu itu pernah hamil diluar nikah amit-amit pasti kamu juga ikut-ikutan kan bunting." ledeknya Eva sambil menyilang kedua tangannya dengan angkuh.


" aku tahu ciri-ciri orang hamil seperti apa sampai berat badan mu saja mau naik 3 kg." imbuhnya yang meledek si Yuli sehingga Yuli pun naik hitam dan berkata seperti ini.


" hei jangan mentang-mentang kau seorang dokter yang telah dipercaya oleh Kepala Desa ya Sehingga ngomong seenak jidat mu." teriaknya sambil menjambak sih eva.


" Ahkkk ....lepaskan tolong tolong lepaskan ahkk." teriak si Eva yang memohon kepada Yuli untuk aksi ini.


" Mana buktinya kalau aku hamil mana dasar sok tahu kamu." timpalnya Si yuli yang sambil menjambak rambutnya Eva karena tak diterima dituduh seperti itu.


padahal Ia juga panik saat si Eva berkata demikian lalu Marini pun berusaha menghentikan aksi tawuran antara ibunya sendiri dengan bu ijoz antara si Yuli dengan si Eva lalu para tetangga pun mulai melihat aksi tawuran antara keluarganya Bu ijoz dengan Bu Endah.


kemudian mereka semua nya pun berbisik satu sama lain sehingga menimbun bingung harus bagaimana lalu si Ratna pun mulai memberi saran untuk tetap tenang kemudian si Ratna pun menyuruh si marini untuk melaporkan ini ke pihak kampung RT maupun RW.


" Hah Serius Rat aku melaporkan kronologi ini kepada Pak RT." tanyanya si marini yang kebingungan.


" Iyalah Mbak kalau seperti ini para tetangga akan merasa terganggu." jelasnya si Ratna memberikan saran.


" Tuh lihat tuh di sekeliling para tetamgga melihat rumah mbak, gimana kalau misalnya aksi keroyok ini menjadi bertumpah darah Mbak seharusnya dilaporin aja ke Pak RT dulu mbak sebelum urusan ini makin diperpanjang." imbuhnya menjelaskan kepada marini untuk segera menghentikan aksi ini.


" Oh ya sudah Rat... Ayolah temani aku." ajaknya si marini untuk menemaninya ikut bersama ke rumah pak RT.


" Oke Ayo Mbak."jawab nya sih ratna yang mulai mengikutinya.


sehingga para tetangga melihat marini berbicara sendiri kemudian mereka berpikir bahwa marini sudah gila karena ia pasti strees dengan keadaan yang menyimpa dirinya kemudian para ibu-ibu pun mulai berbisik seperti ini.


" eh ...!! eh itu tuh si marini Kenapa ya ngomong sendirian ya ?." tanya yang heran kepada tetangga ibu sebelah.


" nggak tahu Bu ya udah bu ga usah dipikiran mending kita lihat aja nih keluargan Mereka lagi ribut seru juga loh." jawabnya tidak peduli.


" Iya iya ya bu." seru ibu-ibu itu yang mengajak Ibu sebelah itu ngomong duluan.


namun marini pun tak peduli dengan bisikan para tetangga Ia pun segera bergegas menemui Pak RT hingga pada akhirnya ia pun telah sampai di rumah Pak RT kembali Pak RT pun mulai tersenyum melihat marini sambil menyuruh marini untuk duduk sembari minum teh dan juga menghidangkan kripik singkong untuknya.


" EH ... Ndo marini Silakan duduk." silahnya pak RT untuk menyuruh marini untuk duduk.


" nggak usah Pak saya gak buru-buru kok." jawab si marini dengan logatnya yang mendok.


" loh tumben kamu cepat-cepat !! menyudahi ke sini terus datang ke rumah kami ... ada keperluan apa emangnya ?." tanya bu RT dengan heran


" Anu bu sebenarnya begini blaaa blaa blaa." jelas Mami yang menjelaskan panjang kali lebar mengenai perihal ibunya ribut dengan Bu ijos sehingga pun mereka mulai kaget.

__ADS_1


"Apaa !!!." teriak Pak RT dan Bu RT dengan kompaknya.


/Next cerita berikut.


__ADS_2