Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Bab 9 Yuli selalu dibela


__ADS_3

Masih Pov marini


Padahal kalau waktu itu kerja di Jakarta diperusahaan pasti aku bisa membantu perekonomian keluarga ini dan ini akan menjadi kebanggaan nantinya untuk keluarga ku akan tetapi mereka tidak mensetujuinya karena berbagai alasan jika aku ke sana Aku bakal diperawanin lagi sama seseorang yang tak dikenal maupun bos ku sendiri itu pikiranlah negative dari ibuku mentang-mentang aku sempat hamil malah tidak dibolehkan apapun.


dan katanya aku jadi tidak pantas untuk menentukan Pilihanku sendiri, karena aku sudah mencoreng nama baik keluarga situlah pilihan ku selalu diatur sama ibu Pokoknya harus jadi PNS lah,atau kerja Diperusahaan BUMN perusahaan bergengsi diswasta yang dulu sempat dibangun pada tahun 1968.


Namun aku sudah mencobanya berbagai hal mulai daftar jadi Guru PNS sampai nunggu pengumuman lama sekali karena banyak orang yang ikut Tes PNS Namun akhirnya gagal juga di tes berikutnya karena nilai bahasa inggris ku kurang maksimal harus dapet nilai tinggi lalu kemudian aku melamar lagi BUMN yang deket banget dengan rumah ku lah.


Namun BUMN tuh juga banyak saingannya tepat saat aku melamar beberapa bulan yang lalu akhirnya aku nggak kepilih karena pasti ada beberapa yang lolos seleksi berkat seleksi pakai orang dalam buat masukin di bagian tertentu sungguh tidak adil orang yang jahat/licik aja bisa dapat rezeki meskipun dengan cara menyogok dibandingkan aku yang berusaha sekeras mungkin tapi hasilnya tidak dapet apa-apa.


Dan pada akhirnya aku menganggur Terus dan terus terang saja aku bosan tetap tinggal bersama ibu karena selalu saja Ibu meremehkan dan mengsugestikan hal-hal buruk tentang diriku kalau aku anak yang tidak punya masa depan karena tidak menuruti kemauan dan nasehatnya kecuali Bapak yang selalu ada untukku.


Kemudian aku mulai membersihkan seluruh area ruangan ini semuanya hingga bersih tuntas sampai-sampai aku menangis namun tiba-tiba saja saat aku masuk kamarnya Yuli aku tak sengaja melihat tespek secara seksama.


"astaghfirullahaladzin ini kenapa bisa ada tanda garis 2 merah seperti ini ."pikirku dalam hati.


" Jadi selama ini Yuli hamil."gumamnya ku dalam hati lagi sampai-sampai hasil test packnya itu lagi.


Dan ternyata benar itu ada lambang dua garis yang berwarna merah menandakan bahwa Yuli sedang mengandung aku tak menyangka selama ini yang yuli yang selalu diharapkan oleh ibu telah perbuatan dosa masyallah sampai-sampai aku mengelus dada ini.


"Astagfirazim."ucapku sambil beristigfar.


pantes saja dia hamil cepat seringkali aku melihat ia tidak pernah pulang tepat waktu ke rumah dengan 1000 Alasan bahwa Yuli sedang KKN Padahal KKN di semester 4 ini Menang Tidak ada adanya disemeste5/6.


mungkin ini akal-akalan Yuli saja agar bisa berpacaran dengan Deni ya allah bagaimana nasib keluargaku ini tau kalo yuli sedang mengandung.


" tok tok tok tok." suara ketukan kamar yuli dan ternyata itu bapak mengetuk pintu kamar yuli.


"Marsy ... Marsy."panggil bapak dengan khawatir di luar kamarnya Yuli.


di situ Aku kaget kalo bapak kesini bisa ketahuan kalo aku memegang tespek ini bisa-bisa bapak kaget dan juga kecewa dengan yuli.


lalu dengan cepat aku menyembunyikan tespek ini agar tidak ketahuan oleh nya kalo seandainya mereka tau pasti mereka akan terpukul mendengar berita ini dan aku belum siap memberitaukan nya.


" Eh iya pak."jawabku dengan lantang.


" kok kamu masih di kamarnya Yuli toh ndo."tanya nya kepadaku dengan herannya.


"Eh ... Iya pak hehe ... Biasa marini lagi beres-beres ini aja Pak."jawab ku yang gugup dan berusaha menyembunyikan sesuatu.


"Oh... owess kalo begitu bapak mau keluaar soalne ada urusan yo."jelas bapak yang izin kepadaku.


aku pun langsung mengiyakan saja sampai aku pun takut jika mereka tahu kau Yuli sedang hamil Apalagi yuli masih 21 tahun Belum Cukup Umur untuk menjadi seorang ibu pasti kalo yuli kenapa-kenapa yang jelas ibu akan menyalahkanku sebagai kakak memberi contoh yang tidak baik contoh kecil saja dulu saat aku masih SMA Yuli pernah kecelakaan malah aku yang disalahkan dan disangkanya tidak bisa menjaga adiknya sendiri itu bukan kesalahanku secara murni itulah takdir jika kecelakaan itu bisa terjadi.


Kasihan bapak ibu pasti shock sekali mendengar kalo Yuli sedang hamil diluar nikah mungkin ini adalah azab dan teguran dari Tuhan karena ibu selalu menghinaku sebagai anak pertama tidak bisa menjaga diriku dengan baik dan akhirnya malah ini yang dialami oleh si Yuli memang Yuli dari dulu selalu dimanja oleh ibu karena ibu selalu percaya bahwa Yulia adalah anak yang cerdas dan berprestasi lebih hebat dibandingkan ku.


karena itulah ibu selalu menaruh Harapan pada Yuli kalau kelak ini akan bahagia dibandingkan aku yang sudah sarjana tapi belum mendapatkan pekerjaan sebagai orang tua kita harus adil bukan.

__ADS_1


tiba tengah malam pun telah tiba Namun Aku pun menunggu Yuli Sampai sekarang dia belum menongol batang hidungnya mana entah ia pergi.


sampai-sampai Ibu menanyakan padaku kenapa aku belum tidur bikin penasaran itu katanya lalu aku menjawab seperti ini.


"Ehmm ... Ndah apa-apa bu aku lagi ga bisa tidur saja."


" Ehmm."timpal ibu yang menyindir.


"Bilang aja kamu mau pacaran kan sama mantan pacar mu itu. "tanya nya dengan menuduh.


"Nda ... Buu marini lagi nda bisa tidur aja."jawabku dengan pelan.


"Ohh."


lalu ibuku langsung meninggalkanku sampai saat ini aku masih sakit dengan tuduhan ibu.


Tapi aku masih menunggu dimalam hari ini dari jam 21.00 - jam 22.00 setengah hari aku tidak tidur memikirkannya kelakukan nya itu sampai-sampai aku mendengarkan ketukan pintu.


"Tockk .... Tock tcokk."


" Woii ... mbak buka pintunya Mbak." teriaknya yang memanggilku dengan nada yang tak sopan Dan aku pun membukakan pintu.


"Cepatt ... Cepattt."imbuhnya yang berteriak tidak sopan kepadaku lagi dengan terpaksa aku membukaan pintu nya.


"Clekk ... Clekk."


" Kamu dari mana aja si Yul Kok jam segini baru pulang."timpalku yang mengomeli dirinya Karena dia sudah kelewatan batas saat pulang di tengah malam seperti ini.


"Udah ... Begitu banyak tugas tau nda."imbuhnya yang merengek.


" Ya .. tapi ini sudah larut malam Yul .... Dan mbak juga pengen ngomong somo kamu soal ne ini urusan penting yul." jelas ku yang ingin bicarakan persoalan tespek ini kepadanya.


" Duh tengah malam ini baru ngomong udahlah besok-besok aja isookan." jawabnya dengaan ketus sambil berteriak.


Disitulah aku mulai emosi sampai-sampai aku menarik tangan kanan yuli dengan keras sampai reflek aku tidak sengaja menjatuhkan sampai pinggangnya sakit memang anak ini susah dibilangin di sampai bikin aku emosi dan kemudian ia mendorongku hingga aku jatuh tersungkur dibawah lantai.


Kemudian Bapak dan Ibu telah bangun dari tempat tidur karena mendengar teriakan kami di situlah bapak mulai menanyakan perihal ini kepada kami.


" Ya allah Marsi... Yuli sudah cukup-cukup."


"kok tengah malam ribut-ribut Ada apa toh ini."imbuhnya yang menanyakan kepada kami..


" wes ini ribut gara-gara dia toh iri sama yuli makanya begitu." ujar ibu yang menyalahkan ku.


" loh kok jadi Marsy yang salah si Yuli tuh pulang kemaleman lihat anak ibu yang Ibu banggakan selama ini setiap hari pulang tengah malam terus mau jadi apa dia."jelas ku kepada ibu yang tak terima jika aku terus ditodong-tondong.


"DIAMM KAMUU.!!!""bentak ibu dengan emosi.

__ADS_1


" Sudahh laahh ... bener juga yang kata si marini."ujarnya bapak yang membenarkan pendapatku.


"Uhhh...."gerutu ibu dengan kesal.


" Dan ... kamu Kenapa iamu setiap hari pulang malam terus, apa kamu nggak malu baru pulang jam segini."tanya bapak dengan tegas.


" Maafkan... Yuli Pak Bu selama ini Yuli selalu mengecewakan bapak ibu." Pak Yuli sambil bersujud kepada bapak dan ibu Emang pintar dia nyari muka.


" aku lakukan semua ini demi nafkahin kebutuhan buat bapak,ibu dan juga mba makanya yuli seperti ini pak bu."jawab sih yuli dengan alasan ekonomi.


Kemudiaan yuli mulai bersujud didepan bapak dan ibu sampai-sampai Bapak dan ibuku tersentuh mendengar katanya si Yuli.


padahal itu semuaa demi kebebasan finansial saja agar ia bisa bercumbu dengan si Deni sang kekasih yang mengajarkan nya tidak-tidak aku tahu betul sifatnya adik ku manja dan susah di atur mentang2 ia anak bungsu jadi dia seenak jidat melanggar aturan rumah ini.


apalagi saat dulu aku mengantarkan Ibu ngajar tiba-tiba saja aku lihat sih Yuli sedang nungguin Deni kemudian dia ngelongos begitu saja kalau dia seperti itu bikin malu harga diri dan martabat keluarga ini saja mau taruh di mana muka kami semuanya.


" Jadi Wajar saja si Yuli pulang malam bu .... kan soalne Yuli yuli ada tambahan kelas buat kuliah, sama ngajarin anak-anak kan yuli begini demi kalian semua."jawabnya sih yuli yang tak mau disalahkan lagi.


"Tuh ... Benarkan pak."timpal ibu yang membela yuli.


"Ga ... Kaya diaa tuh."imbuhnya yang menyindirku segela.


"Ya allah .... Apasihhh bu."timpalku yang protes kepada ibu.


"Sudaaahhlaaaah ... Bu sudahhh."


hingga pada akhirnya kami semua terdiam.


"Maaffinnn yuliii pakk gara-garaa yuli ibu sama mba marini jadi ribut terus."timpalnya sambil ia bersujud-sujud dibawah kedua telapak kaki bapak.


" Iya Yul... Bapak tau niat mu baik tapi kamu ingat pulang jangan terlalu malam setiap hari seperti ini kalau kamu ada apa-apa kan nanti Bapak dan ibu yang Repot juga Yul." jelasnya bapak yang menasehati Yuli.


" bener ... kata bapakmu yul mending kamu wes telepon Ibu atau bapak biar nantin6a kamu nggak dicurigai Tetangga gimana kalo ada apa-apa gimana, Pamali loh anak gadis pulang tengah malam." Timpal ibu yang ikut-ikutan menasehati Yuli.


"Ya pak bu Maaffin yuli sekali lagi ya." tintanya yang meminta maaf lagi kepada mereka.


" Iya nggak papa Yul... Ibu tahu kamu lakuin semua ini demi kami ibu bangga sama kamu Yul." ujar ibu yang menyindirku secara terang-terang dan membangga-banggakan anak kesayangannya itu mentang-mentang aku pengangguran.


" Lohh ....Pak Bu seharusnya Yuli mesti dikasih hukuman Masa iyo tiap hari pulang malam begini." timpalku yang tak terima.


" Sudahh lah marini kamu kan dulu juga pernah pulang tengah malam seperti ini ya wajar saja seumuran Yuli seperti ini ya jadi nggak apa-apa buat kepentingan kuliahnya tapi jangan sering-sering ya yul." Timpal bapak yang menyudahi pendapatku saat Yuli melanggar aturan sungguh menyebalkan.


"Ya ... Pak."jawabnya yuli dengan enteng.


"Tapi pak."ujarku yang belum menyelesaikan kata karena potong pembicaraan oleh Bapak.


"udah... Sudah cukup sekarang kalian berdua masuk ke kamar ya sekarang juga karena ini sudah larut malam." kita bapak yang menyuruhku dan Yuli untuk masuk ke kamar masing-masing kemudian Yuli meledekku.

__ADS_1


padahal jelas dia salah melanggar aturan rumah ini padahal rumah ini ada aturannya dilarang pulang larut malam apalagi saat aku masih gadis aku pulang hampir jam 11.00 waktu masih liburan di rumahku sendiri tiba-tiba aku dimarahi sama Ibu dengan kata-kata pedasnya dibandingkan si Yuli sungguh menyebalkan mentang-mentang anak bungsu apa-apa serba manjakan seperti ini.


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2