Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 60


__ADS_3

"Akhkkkk ... Sakit."teriaknya yang kesakitan.


"Lepaskaan ... Ade ga salah mas."timpal marini yg memohon kepada ari karena tangan nya digengam erat olehnya.


"aww."lirih marini yg kesakitan karena pergelangan masih saja dipegang oleh ari.


"Mas tahu Dek kalo kamu tidak salah de."jawab ari yang melepaskan genggaman ari.


"Aww."teriak marini yg kesakitan.


" tapi Mas mohon sama kamu tolong Turuti nasehat ibu."ujar ari yg memohon pengertian kepada marini.


"Kalau Mas tahu kenapa mas aku nggak boleh jenggung adikku."jawab marini yg tak terima.


"Bikin ... Kesel aja kamu marini."gumam ari dalam hati kemudian ia mulai menampar Marini karena saking kesal ia dengan perkataan Marini menurutnya memojokan ari.


"Ahkkk."teriak marini yg kesakitaan lalu mengelus pipinya.


"Kamu bilang knp nggak tahu apa tengsin darah Ibuku naik terus mau Ibuku punya darah tinggi hah."cerca Ari yang ingin menampar Marini.


"Hikss .... Ga Mass."ujar Marini yang ketakutan kepada ari karena ari Mulai ingin menamparnya.


"tapi aku mohon padamu Mas aku ingin sekali ketemu dengan ibu dan adikku Yuli itu saja."timpal Marini yang berusaha memohon kepada si Ari cuman ari pun kesal lalu ia mulai menamparnya lagi sampai Marini pun berteriak kesakitan sambil mengelus pipinya lagi.


"Auhkkk."teriak Ari dengan kesal kepadanya.


"lagian ngapain ... kamu ketemu dengan mereka sudah tahu mereka tidak menerimamu lagi, dan menghina Martabat Keluargaku itu sama saja kamu cari mati."Ucap ari sambil menunjuk jarii sambil Ari pun mulai berdecak pinggang.


"tapi bagaimanapun juga dia tetap adikku Mas."Timpal Marini yang memohon sambil ngesot dan bersujud kepada Ari.


"Alaaah .... Berapa kali sih kubilang ngomingan ibu dan keluarga besar itu nyablak sana nyeblak sini."


"Tapi ...kenapa mas."jawab Marini yang menangis.


"Ahkk."teriak Ari yang mulai menampar Marini.


sampai sambal balik pun dihajar berkali-kali oleh Ari mungkin ini adalah sebuah ujian rumah tangga yang harus Marini hadapi apalagi berkat hasuatn Bu Siti Yang membuat ari menjadi berubah seperti itu dan sebelum Ari menikah ibunya berpesan untuk tetap tegas dan tidak tunduk kepada istri.


 akhirnya ia tidak menuruti perkataan istrinya yang terpenting ia harus menjadi pimpinan keluarga tegas meskipun cara nya kasar pada akhirnya Ari pun mulai meninggalkan kamarnya karena tak nyaman dekat dengannya bahagia sangat emosian akhir-akhir ini karena gajinya dibayar separuh selama berbulan-bulan oleh mandornya dan kadang uang bonus nya nggak dikasih sama sekali.


"bagus Ri ... itu baru anak ibu."ucap bu siti sambil mengancungkan jempolnya.


"Iya ... Bu ari ga tega sama ibu."ujar sih ari dengan tutur lemah lembut yg kasian kepada ibunya.


"Apalagi ... Si Marini bikin Ibu terluka waktu itu makanya aku jadi ga sreg sama dia karena dia memperlakukan ibu kaya gini."jelasnya sambil menunjuk kaki ibunya yang terluka kemudian ari memeluk ibunya..


"Ari sayang ibu."ucapnya yg masih memeluk ibunya.


"Iya nak ibu juga sayang sama kamu." tutur lemah lembut Ibu Siti sama memeluk Ari.


"akhirnya dia masuk ke perangkap tuh, Semoga anakku bisa menceraikan dia sekarang atau besok Emang dari dulu aku nggak suka dari dulu sama dia."guman bu siti dalam hati yang masih memeluk Ari.


"Ibu Ari ... ngasih uang segini khusus buat ibu."ujarnya yang memberikan 98 ribu untuk dirinya ya waktu itu masih lumayan cukup di zaman tahun 70-an dan cukup buat kebutuhan sehari-hari dalam 2 mingguan saja.


"Ya Allah ... nak ini sedikit sekali bisa cukup 2 minggu sisa uang lembur nya kemana nak."ucap Bu Siti yang kurang bersyukur.


"ini Bu .... sebenarnya uang lemburnya ndak dibayar sama mandor salad itu Bu sama 3 minggu yang lalu bu makanya ari bisa ngasih segini."ucapnya yg merasa bersalaah.

__ADS_1


"Dan ..... Sudah dipecat bu."jelaanya yg memberitaukannya.


"Ya Allah jadi selama ini uangmu segini ri terus buat kebutuhan ponakan mu gimana sama mbak."timpalnya Tantri yang mengomeli nya seenak jidat tanpa permisi padahal tantri juga beban.


"Dih seharusnya Mbak ... minta uang lah sama Mas Tono, dikira ini cukup buat kebutuhan sehari-hari."ucap nya sih ari yang menasehati dengan ketus kepada tantri.


"dan seharusnya Mbak bertanggung jawab dengan pilihan Mbak sendiri, jangan bebanin Ari terus dong, Ari tanggung jawabnya sama Marini bukan sama mbak lagi tau."jelasnya ari yg ketus kepadanya.


"Ahh ... ibu Jenna gimana Bu uang aku ga ada jadi aku harus gimana ini bu."timpal sih tantri yg merengek seperti anak kecil padahal usianya sudah mau 35 tahun lebih.


"udah.... Udah hentikan Jangan ribut kalian."ucap bapaknya dengan kesal kepada mereka berdua yang dari tadi sudah lihat aksi pertengkaran mereka.


"Ya ... Maaff pak."jawab sih ari dan tantri dengan kompak.


"sudah tahu kalian sudah dewasa malah berantem kaya anak kecil aja."timpal bapaknya kesel dengan mereka.


"Lagiannn sih ari nda mau ngasih padahal, aku tuh pengen minta uang buat jenna entar juga mas tono ganti kok."jelas tantri yg mengadu seperti anak kecil kepada bapaknya.


" Ya benar Ari ...mending uangnya buat si Jena kasihan dia masih bayi butuh nutrisi nak."ucap bapaknya yg menyuruh sih ari untuk mengalahkan saja.


"Dih ... Masa hari-hari Terus aku yang kerja dan kasih uang pak, sebagai kakak tertua kan seharusnya ngasih ke adiknya Bukan sebaliknya."ucap ari yg protes.


"Ya ... Bapak tau cuman kasiaan jenna dia perlu nutrisi nak."jelas bapaknya yg memohon pengertian nya kepada ari.


"Ya ... Ri mohon pengertiannya."ujarnya ibunya.


"Uhhkk ... Ah Kan ada suami ah masa aku-aku terus ih... bapak dan ibu memang ga adil,apa-apa masalah ekonomi selalu melimpahkan ke aku."ketus ari dalam hati yg kesal sambil menekuk kedua tangannya.


"Iya kamu kan anak laki-laki jadi Be-."cerca sih tantri yg menasehati nya dan blm selesai ngomong karena pembicaraannya disela oleh ari.


"enak saja Suruh aja suamimu kerja jangan males-malesan minta uang ke saya terus."sambung nya sambil menunjuk.


" lagian ...kamu suami nya seharusnya kamu yang bertanggung jawab dong jangan kesaya terus."cerca ari yg memaki.


"sudah cukup cukup Ibu nggak mau denger kasih aja uang nya buat keperluan."teriak ibu siti yg menyuruh nya memberikan uang kepada mereka buat keperluan anaknya.


"Tapi -bu."protes ari.


"Udah ... Kasihhh aja sama keponakan kok pelit sih ri."protes ibunya yang menyuruh Ari memberikan uang dengan terpaksa hari pun mengeluarkan saku dan mengambil dompet buluknya itu.


"Maaf ... Uang nya masih kurang, Pokoknya Ibu nggak mau tahu pokoknya kamu harus cari uang tambahan."timpal sih ari memberikan uang sekitat 94 ribu.


"Loh ... Kok duit segini, nggak ada tambahannya buat kita semua butuh makan dan buat jemma dan adikmu yg belajar dipesantren."ucap ibu siti yg protes.


"Ya ... tapi caranya gimana Bu Kan Ari dipecat bu."jawab ari yg jujur kepada ibunya.


"APAA !!."Teriakkk mereka semua kecuali marin berada dibelakang yang sedang berladang sendiri.


"Aduhhh !!!."gerutu sih tantri yg kesal sambil memijit palanya sendiri karena pusing.


"Sudahlah ... Kamu mintalah sama istrimu kan Istrimu orang kaya."ucap sih tantri yang seenak jidat.


"Enak ... Aja mbak bilang begiti udah tau dia naungan ku sekarang,Dasar nda tau diri."gerutu ari yg kesal sama tantri dalam hati.


"Kok ... Gitu ri."jawab sih tono yg protes.


"ya... Lagian mba tantri minta-minta ke aku seharusnya kamu tuh sebagai suaminya yang tanggung jawab."ujar sih ari yg ketus kepada tono.

__ADS_1


"yo Masalahnya ... Duitku pas-pas sebagai petani pas-pasan."ucap sih tono yg memberikan alesan.


"Aaalaah ... kamu aja yang males mas makanya dikasih Upah segitu."ucap sih ari yg membuat sih tono malu.


Itulah tadinya percocokan antara ari dan tomo dan juga Tantri yang saling adu jontor satu sama lain tak terima jika uang Ari diambil oleh mereka semua nggak itu bukan tanggung jawabnya Ari malah si tono gal terima langsung aja ia menghajar ari lalu Ari pun membalasnya dan terjadilah aksi kekerasan satu sama lain sehingga isi ari berteriak untuk berhenti cuman ari tak mau kalah langsung saja ia menghajar tono sampai ibunya berteriak seperti ini.


"BERHENTIIIIIII !!!!."Sambung nya yg lagi emosi langsung saja ia mengatur nafasnya karena emosi.


"tolong hentikan jangan bikin ibu malu ya."Timpal Bu Siti memberi nasihat kepada mereka berdua sehingga tono dan Ari pun mulai berhenti karena tak mau membuat,tengsi darah bu siti.


"Lagian ... ibu kan sudah tua sudah enggak bisa apa-apa lagi coba kamu nyuruh si Marini buat Pinjem dulu keluarganya Nanti insya Allah kita ganti Ri."ucap si tantri yang menyuruh ari untuk mengalah.


"Uh ... Enak aja."gumam ari yg kesal kepadanya.


"Tapi ga ... Bisa gitulah mba."ucap ari yg protes


"sudah-sudah dari tadi Ibu capek melihat kalian semua berdebat gini."teriak ibu dengan emosi.


" Dan dengerin kata ibu ri kamu sebagai anak laki-laki harus bertanggung jawab dan ngerti kondisi ekonomi keluarga ini dibandingkan mbakmu ga tau apa-apa."jelasnya yang memberitahukan Ari untuk mengerti dengan kondisi keluarga ini.


"Dan ... besok kamu izin dia buat ikut acara siramannya keluarganya itu."titah ibu siti memerintahkan Ari untuk menyuruh Marini dalam meminjam uang.


"Buat ... Modal usaha."ucap bu siti sekali lagi.


"tapi Bu ... Mau buat usaha apa nantinya."jawab ari yg protes.


" nda ada tapi-tapi ri pokok suruh istri pinjam keluarganya dulu buat usaha kita titik."yang protes kepada Ari dan menyuruhnya untuk meminjam uang .


"Ceh ... Ah."gerutu ari yg mengaruk-garuk kepala.


"Yaa, yaaa pak."ucap Ari yang terpaksa mengingatkan permintaan Bapak dan ibunya.


Dengan terpaksa Arif pun menemui Marini kemudian ia pura-pura meminta maaf pada Marini agar ia bisa melupakan rasa sakitnya itu kemudian marini pun memaafkannya lalu tanpa basa-basi ari mulai menyuruh Marini untuk datang ke rumah orang tuanya.


"ah ... Mas serius Mas mau ngizinin aku ke rumahnya rumahku untuk bertemu dengan keluargaku."ucapnya sambil memeluk Ari.


"Iya dek cuman Boleh minta tolong nggak."Timpal Ari yang meminta isyarat.


"Iya Mas mau minta tolong apa."jawab marini yg polos.


"Nah setelah kamu bersilaturahmi dengan keluargamu Mas tolong banget sama kamu tolong pinjaman uang buat keluarga ini de."jelas nya yg memberitaukan nya.


"Hah ... Pinjaman."gumam marini dalam hati.


"mau butuh modal berapa Mas."ujar marini yg bertanya.


"Cukupp ..900 ribu aja de."jawab ari sehingga membuat marini pun tercenga.


"Oh 900.000 banyak sekali mas Maaf Mas Aku nggak jadi dan berani minjamnya ."jawab nya marini protes.


"Lah kok kamu gitu sih ngomongnya dek." Ustad Ari mengepal tangannya.


"ya lagi uang sebanyak itu buat apa Mas."tanya marini dengan penasaran.


"ya buat usaha lah apa lagi dek,buat kamu juga kan, jadi tolong kamu pinjami dulu ke keluargamu nanti mas ganti kok."Timpal Ari yang berusaha merayu Marini.


Sehingga Marini pun terlena dengan rayuannya lalu mengganggukan kepalanya dan setuju ia berencana akan meminjam uang kepada keluarganya di acara siriman 7 bulanan yuli Malang sekali nasibnya Marini selalu saja memanfaatkan kebaikannya, pengorbanan maupun kepolosannya oleh keluarga suami yang tak tahu diri itu.

__ADS_1


/Next cerita berikutnya


__ADS_2