Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 55


__ADS_3

Pada akhirnya ari pun sudah pulang dan langsung saja ia mengutarakaan keinginannya untuk menikahi marini kemudian ibu siti kaget saat ia sedang mengupass bawang.


"Apaaa .. Kamu bilang bilang."ucap siti yg sedang kaget.


"Iya Bu rencananya pada tanggal 13 September Aku ingin meminang Marini Bu."timpal ari yang membertaukan nya.


"Astagfirlahaziim lee ... Ibu ndah salah denger toh."ucap ibu nya yang tak percaya


"Kenapa kamu gak cari perempuan yang lebih baik dari dia, dan masih perawan."sambung Ibu Siti yang berusaha menasehatinya.


"lah memangnya kenapa bu."tanya sih ari yg heran sambil menganggaruk kepalanya.


"Karena dia kan dulu pernah hamil diluar nikah, apa kamu nggak malu punya istri yang punya masa lalunya seperti itu Toh lee lee."ujar bu Siti Yang berusaha menjelaskannya.


"Ari ndak peduli Bu ... mau marini dulu pernah hamil, yang penting Ari sing cinta sama dia Bu."ucap sih ari yang tidak peduli karena hatinya sudah terikat dengan marini.


"kamu tuh uda dak waras ya Ri ... mau taruh di mana muka ibu kalo para tetangga tau."ucap Bu Siti Yang mengusar mukanya sendiri saking kesalnya dengan Ari yang tak pernah mendengarkan perkataannya itu.


"Memangnya kenapa sih bu dengerin kata-kata orang kaya mereka pernah ngasih kita makan sama uang aja Bu Bu."ucap sih ari sambil mengusarkan wajahnya juga.


"Ya ... kamu tahu kan keseharian ibunya Seperti apa, dan dia juga sering dijelek-jelekin kamu loh."ucap kakaknya si Ari sebut aja Tantri campur dengan urusan nya.


"Nda ... masalah juga mbak lama juga PDKT sama calon mertua."Ucap si Ari menutupi kedua telinganya sembari mulai melede di kakak sih tantri itu kebetulan sih tantri juga punya anak masih bayi-bayinya.


"Ya tapi kan nggak harus dia juga kan."ucap sih tantri yang berpendapat.


"betul tuh dengar kata-kata mbakmu."timpal sih bu siti yang ikut berpendapat juga.


"Ibu ... Nda mau punya besan seperti ibunya apalagi punya mantu seperti Marini."sambung bu tak menginginkan menjadi mantu nya.


"tapi Bu ari cinta mati sama Marini Bu."ucap sih ari yang bersikeras untuk menikahi Marini.


"Cinta cinta gundul mu."ucap sih tantri yang kesal kepada adiknya itu.


"Betull tuh ... Betul."ucap bu siti yang ikut berpendapat.


"Ya .. Kamu harus cari wanita tuh yang perawan, yang subur buat keturunan,dan juva punya masa depan yang jelas bukan seperti Marini masa depan nya suram."jelasnya Ibu Siti.


 kemudian Adik bungsunya sebut saja Srawanti sebut saja ratih yang melihat perdebatan antara Bu Siti, ibunya sendiri si Tantri dan tentu nya juga sama sih ari kemudian iparnya sebut saja Tono dan bapaknua menyuruh ratih untuk masuk ke kamarnya saja untuk belajar kemudian si ratih pun menurutinya.


"Sudah Bu tolong jelekin-jelekim Marini Bu pokoknya boleh tanggal 13 September ari akan segera melamar Marini titik."timpal sih ari dgn nada tinggi yang mulai kesal pada ibunya.

__ADS_1


"kamu tuh susah ya dibilangin sama orang tua ya Ri kualaat loh kalo nda dengerin kata-kata ibu."Timpal Bu Siti Yang geram kepada Ari yang semakin hari semakin kurang ajar juga kepada dirinya.


"Ridhonya orang sukses itu ada berada diorang tua ingat itu dan kalo ada apa-apa sama kamu kamu bakal nyesel nih milih dia jadi istri."Timpal sih tantri yang ikut-ikutan.


"Masa ... Bodolah Mbak ini juga bukan urusanmu toh."cerca si Ari yang yg tak bisa menahan emosinya lagi karena sih tantri-tantri ini.


lalu pada akhirnya karena pun melihat aksi perdebatan antara si Tantri dengan akhir-akhir ini makin memanas saja sampai-sampai sih tono pun beristighfar sehabis ia pulang dari ladang.


kemudian bapaknya pun menyuruh Tono untuk menjaga anaknya mereka yang sudah menginjak 9 bulan Siapa lagi kalau bukan anak Nya sih Tantri dan toni.


"astaghfirullahaladzim."Timpal Bapaknya yang beristighfar sebut saja nama bapaknya Ari sih Pak Ruslan.


"odo opo kowe-kowe ribut-ribut kayak gini."Timpal pak ruslan yang menanyakan lagi kepada mereka berdua.


 kemudian sih Tantri pun menjelaskan lalu dipotong oleh bapaknya kemudian menyuruh si Tantri ada anaknya saja daripada mengurusi hal-hal yang tak penting Lalu Ari pun Berusaha menjelaskan dan tiba-tiba saja dipotong oleh Bu Siti seperti ini.


"ini .. Ini anak mu memilih calon istri semmbarangan."sambungnya.


"apalagi seperti marini dih ibu ogah pak."Sambung ibu siti yang tak sudi juga mempunyai mantu seperti Marini.


"Astaghfirullahaladzim Bu udah Bu Stop jangan marah-marah Bu malu di dengar Tetangga."timpal pak ruslan yang berusaha untuk menghentikan perdebatan Bu Siti dengan ari yang akhir-akhir ini makin tidak stabil maklum faktor umur 60-an jadi seperti kelakuannya si Bu Siti ini.


"diam kamu .. Lagian dia bikin Ibu emosi malah Milih dia jadi istri."timpal Bu Siti Yang emosi secara tiba-tiba.


"Ya udah udah... jangan bertengkar seperti ini toh bu udah Biarkan saja ari memilih colan istri dan sih Ari sudah dewasa bu sudah 34 tahun bukan anak kecil lagi."ucap barusan yang berusaha menasehati Bu siti.


"Ehm ... Ihh Tapi pak."Ucap Bu Siti Yang belum menyelesaikan kata-katanya kalau dipotong oleh bapaknya ari.


"Sudahlah bu yang terpenting Ari mau menikah dengan marini dan jangan kamu membuat ari ga bahagia bu."sambung nya pak ruslan.


"Ahk ... Sudahlah terserah bapak saja."ucap si Bu Siti Yang ngedumel.


lalu ia berjalan cepat saking kesalnya dengan Pak Ruslan penutup pintu kamarnya dengan kencang saking bad mood-nya Bu Siti dengan pak ruslan ini dan beberapa hari kemudian hari pun datang ke rumah Marini untuk melamarnya segera kemudian jekuarga yakni buah-buahan, Kue Tradisional dan juga berupa satu set emas gelang, kalung, untuk meminang Marini kemudian Bu Endah berceletok seperti.


"Hah ... serius meminang anak saya dengan lahan seperti ini sungguh memalukan."sambung nya.


"Sudah Bu jangan bikin malu Bu."timpal marini yang memperingatinya.


"DIAM ... Kamu."cerca ibunya yang memaki marini.


"astaghfirullahaladzim."ucap si Marini dan Susanto yang beristighfar secara bebarengan.

__ADS_1


Begitu pun juga dengan keluarganya Ari yang beristighfar dengan kelakuannya di bu Enda ini yang tidak mengerti tata krama dalam butamu padahal juga dia seorang sarjana juga kelakuannya nggak pernah sekolah saja bikin Bu endani tidak menerapkan ilmu agama makanya berperilaku seperti tidak pernah diajarkan secara moral dan tata kramanya itu.


"Buu ... Buu."sahut pak susanto.


" Bu .... Tolong Jaga mulutmu itu ya."jelasnya pak susanto yang memberitaukannya.


"Dih ... Bener toh Pak."cela bu endah yang ga terima jelas-jelas dia yang salah.


"Masa kasih seserahan kayak gini Apaan-Apaan ini tidak mewahh ."sambung nya Bu Endah yang meremehkan keluarganya.


hanya pihak keluarga sih ari kasih seserahan kecil seperti ini penting niat dari ari ini baik meskipun dia memberi seserahan sederhana seperti ini emang Bu Endah tidak pernah bersyukur dan tak pernah mengerti keadaan ini meskipun cuman Anak Tiri Ibu Endah ingin mempunyai mantu kaya saja.


"Beda sama Yuli pak .. dikasih seserahan tuh pas adat lamaran tuh yang megah dan mewah pak."jelas bu endah yang masih meledek pemberian dari keluarganya si Ari.


"Hey ... Tolong jangan hina keluarga saya ya."ucap sih bu siti yang tidak terima.


"Maaf Pak Bu emang seperti itu istri saya harap makhlum pak ibu mba."timpal pak susanto yg meminta maaf kepada keluarganya namun permimtaan maaf tidak digubris oleh bu siti malah menghinanya seperti ini.


"Tau tuh ... sudah untung anak saya mau nikah sama anak ibu."sambung nya.


"saya juga ndak sudi ya kalo anak saya ini dinikah dengan anak sampean."timpal bu endah yang angkuhh kepada bu siti.


" Apalagi saya cih amit punya besan kaya situ." Timpal bu endah yg menghinanya.


"Mau jadi apa paling juga masa depannya nanti Paling suram juga masa depan nya."Timpal bu endah yg menghinanya lagi.


"Dasarrr ... orang-orang miskin."sambung nya


"Dih memang saya mau punya mantu seperti marini Dih amit-amit."cerca Bu Siti yang menghina Bu Endah kembali.


lalu pak rulan menghentikan aksinya penghinaan itu untuk membalas perbuatannya Bu Endah cuman bu siti tak peduli langsung aja ya menghargai berbagai seperti ini.


"Apalgii .... Punya calon besan kaya ibu gini dihh."


"Sudah .. Bu sudah jangan bertengkar bu."timpal pak ruslan yg menghentikan berusaha memberitahukannya.


"Biarin aja pak lagi juga dia yang salah ngatain Ari anak lanang kita satu-satunya."timpal sih bu siti yang tak perduli.


Hingga pada akhirnya pak susanto menghentikan aksi tersebut kemudian Pak Ruslan tetap semangat kepada keluarga Marini lamaran pun ditunda beberapa hari karenanmasih saja ada Perang Dingin Antara Bu Endah dengan Bu Siti.


Dan beberapa hari kemudian lamaran pun dipercepat kembali lalu ari dan Marini menikah di sebuah rumahnya Ari ya Meskipun adat istiadatnya sederhana yang terpenting mereka bisa menikah secara sakinah dan maupun warohmah juga.

__ADS_1


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2