Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 29


__ADS_3

"Apaa !!!." teriak Pak RT dan Bu RT dengan kompaknya.


" serius marini !!! Sekarang ibumu dengan Bu Ijoz lagi ribut."timpal nya bu Rt yang tidak percaya.


"Iya bu ... makanya saya datang ke rumah Pak RT untuk menyampaikan perihal ini."jelasnya marini yang memberitaukan kepada bu Rt.


" Astaghfirullahaladzim apa kamu ndak bilang dari tadi."timpalnya bu Rt yang emosi kepadanya.


" anu bu ahh soalnya"jawab marini yang gugup.


" anu opo ?."tanya bu Rt yang penasaran sehingga Pak Rt berkata seperti ini.


"Sudahh bu !!sudahh."


" jangan memperpanjang masalah ini bu, yang terpenting kita menyelesaikan masalah marini ini Bu takut Kampung kita tercemar nantinya bu." sambungnya RT yang menjelaskan kepada bu RT.


" Iya iya ayo Pak hati-hati di jalan ya."timpal Bu Rt yang mengerti dengan desa ini.


"Ya bu."jawab pak RT yang mulai melangkah menuju rumahnya marini.


"Oh ya bu .. kalau begitu saya pamit dulu ya Bu."Timpal si marini meminta izin kepadanya.


" Assalamualaikum."Sahut marini yang mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam." sahut Bu RT sambil ia mengurus-ngulus dadanya saking kagetnya ia mendengar berita yang barusan marini sampaikan.


hingga pada akhirnya mereka bertiga (Pak rt,Ratna,marini) pun mulai pergi ke sana menuju ke rumah saat menuju ke rumah marini para warga pun asik melihat sibuk Endah dan juga bu ijoz bertengkar dengan lamanya sehingga marini Ratna, dan juga Pak RT, pun panik kemudian Pak RT langsung saja bergegas kerumahnya marini lalu di ikuti oleh marini dan juga ratna sampai Pak RT pun mulai sampai ke depan rumah nya bu Endah lalu pak Rt pun beristigfar.


" astaghfirullahaladzim."ucapnya yang mengelus dada Lalu Pak Rt berkata seperti ini kepada marini.


" kenapa bisa seperti ini marini Masya Allah ?"ujarnya yang mengelus dada.


" anu pak sebenarnya Bu ijo, saya mulai duluan memaki-maki ibu, sehingga terjadilah perkelahian seperti ini pak."jelasnya ia kepada Pak rt.


" Ya udah ... ayo kita hentikan dengan perkelahian ibumu sebelum terlambat."ujar pak Rt.


"Ya ... Pak rt ayo."jawab nya marini yang mulai panik kemudian Pak RT pun berkata seperti ini kepadanya.


" ibu-ibu !! .... ibu-ibu !!! tolong hentikan ibu-ibu." Sambung nya memerintakan mereka untuk berhenti kepara Bu Endah dan juga Bu ijoz namun mereka tetap mereka tidak peduli lalu mereka masih saja menghantam satu sama lain karena muak jika perkataan dari ibu ijoz yang semenah-menah dan tak mengenakan di hati keluarganya

__ADS_1


"Enak saja aku dihina-hina seperti ini olehnya, ini semua gara-gara marini jadi keluarga ini menahan malu." gumamnya bu Endah dengan kesal dalam lalu gue Enda pun berteriak seperti ini.


" dasar tak punya tata krama katanya anaknya dokter, terus pengusaha, terus pramugari tapi gitu kelakuan nya amit-amit."sambung nya yang menghina ibu ijoz lalu mulai mencakar mukanya Bu ijoz namun berhasil menghindar dan berkata seperti ini.


"Hehe !!! daripada anak anakmu itu udah pengangguran, nggak nikah-nikah bikin malu keluarga Ulee !!."


" kurang ajar kau ya... maju sini sini maju !!!." teriaknya Endah yang hampir mulai mencekik lehernya Bu ijo.


" Ahkkkk .... Tolonggg, tolongg lepaskan."teriak ibu ijoz yang meminta tolong kepada semuanya.


sehingga para warga pun kaget dan hampir jantungan karena endah berani mencekik lehernya Bu ijos lalu sifatnya pun berteriak pada ibunya lalu marini memohon kepada Pak RT untuk segera menghentikan aksi ini lalu Pak RT pun mengambil tindakan lalu menyuruh para warga untuk menghentikan aksi ini.


" ibu-ibu tolong hentikan." teriak pak RT yang menyuruh mereka berdua untuk berhenti.


"Ya .. Ibu-ibu tolong hentikan ya." teriak warga warga lain untuk menyuruh Bu Endah dan juga Bu ijos untuk berhenti.


namun tetap saja mereka berdua masih saja bertengkar dan tidak mendengarkan kata Pak RT dan warga lainnya dengan 3 Pak RT pun mengambil peluit si Satpol PP beradaa di kantong nya itu dan lalu pak meniup peliut itu dengan kencang.


sehingga mereka berdua pun mulai berhenti dan tak bertengkar sehingga gendang telinganya Bu Endah dan juga Bu ijoz, dan warga-warga pada budeg semua lalu Pak RT pun berkata seperti ini.


" Bu Ijoz dan Bu Endah kenapa membuat kericuhan seperti ini." imbuhnya yang menanyakan kepada bu Ijoz dan juga Bu Endah.


" bohong pak Rt bohong dia diluan merendahkan keluarga saya."sahut bu endah yang emosi sambil menunjuk ke arah ibu ijoz.


"Diaa !! Diia."teriakk bu ijoz yang ingin menengkram bu endah.


"Diaaa."teriak bu endah yang siap siaga ingin melemparkan sendal ke arah ibu ijoz.


"Diaaa."teriak bu ijozz yang ingin menghajar Bu Endah.


sehingga warga lain pun berusaha menghentikan pertengkaran ini Namun siapa sangka mereka ini sangat kuat ya jadi susah untuk menghentikannya tiba-tiba saja Bu Endah pun menarik bajunya Bu ijo sehingga bu ijoz pun berteriak seperti ini.


"Ahkkk !!!."imbuhnya yang berteriak lalu bu ijoz pun mulai emosi lalu berkata lantam seperti ini


"Kurang ajare kau !!."imbuhnya yang mulai menghajar ibu endah.


namun mereka tidak bisa dicegah sama sekali langsung saja mereka berdua pun ribut sehingga Yuli dan Eva pun mulai berteriak lalu mendulung Ibu mereka masing-masing untuk memenangkan pertarungan ini sehingga marini pun Pusing harus bagaimana lalu Pak RT pun naik hitam dan berteriak seperti ini.


" Stoppp !!! .... Berhenti, Berhenti!!! sayaa bilang ya."

__ADS_1


"apa kalian ... selalu bertengkar seperti ini, Apa kalian tidak malu dengan umur kalian." apa RT sambil menasehati mereka berdua untuk berhenti.


sehingga Bu ijo dan juga Bu lat berhenti juga dan juga Mereka pun merasa malu jika dimarahi seperti oleh Pak RT dan lalu Pak RT pun menyuruh mereka berdua untuk minta maaf saja daripada ribut seperti ini dengan terpaksa Mereka pun akhirnya minta maaf juga dan lalu bu ijoz pun dan Eva pun mulai pergi dengan perasan yang sangat malu dihati mereka akhirnya masalah ini selesai juga.


dan kemudian Yuli pun langsung saja pergi dari rumah karena dengan kejadian ini dia pun berusaha untuk pergi dan berpamitan pada ibunya mohon ibunya pun mengijinkannya untuk pergi padahal Ia sedang hamil muda hingga pada marini pun tetap saja disalah-salahkan seperti ini kemudian dimaki-maki oleh ibunya sendiri.


dan menganggap bahwa marini anak yang tak berguna, anak yang bodoh, tidak mendengarkan orang tua, dan lain sebagainya membuat dia direndahkan oleh Ibu seperti itu sehingga marini pun langsung saja emosi dan berkata seperti ini.


" Sudah Bu !!! Sudah marini capek di marah-marah seperti ini Bu."


"seharusnya ibu mikirin dong perasaan marini, Sudah dulu marini capek-capek nyari kerja malah Ibu nolak seenak jidat ibu emang caru kerja gampang apa Bu apalagi, ibu mau menuntut marini lagi hah." Cerca marini kepada ibunya sendiri sehingga ibunya pun emosi dan malah menamparnya tepat pipi mulusnya marini.


"Palkk !!."


"Plakk."


"Ahkk."teriak aih marini yang kesakitan.


"Ahkk ...!! terus Bu terus Bu tampar bu tampar marini juga nggak apa-apa kalo mati Bu." timpalnya dengan emosi sambil marini mau mengeluarkan air mata.


" Dasar .... anak tidak tahu diri kurang ajar kamu sih najis saya melahirkan anak seperti mu." sahutnya ibunya yang emosi dan menghina anaknya sendiri.


" Ya sudah kalau ibu menganggap marini najis dan aib Lebih baik marini akan pergi dari sini Bu." teriaknya si marini yang mulai ke kamarnya sendiri,namun saat marini ingin pergi tiba-tiba saja dicegah oleh ibunya karena ibunya menarik rambutnya dengan kencang dari belakang.


"Ahkk !!!."lirih marini yang kesakitan.


" oh .... berani kamu ngancam-ngancam Ibu ya dasar anaknya tahu diri." teriaknya ibu nya yang memaki marini putri pertamanya sendiri.


Kemudian ibunya melemparkan panci rumah beserta dengan perabotan lainnya seperti vas bunga kesayangannya, terus juga bingkai foto keluarga, itu saja yang ibunya lempar namun marini pun tetap saja tidak peduli lalu ia pun bersikeras mengambil tas kopernya beserta dengan baju-baju yang penting-penting saja yang ia ambil untuk minggat dari rumah dan kemudian marini pun keluarga kamarnya dan berkata seperti ini kepada ibunya.


" Ya ... Gpp bu daripada marini disakiti oleh Ibu seperti ini lebih baik mau keluar permisi Assalamualaikum."


"terkutuk kamu ya terkutuk." teriaknya ibunya sambil melempar vas bunga ke arah marini namun marini pun berhasil menghindarinya.


" Awas Jika kamu berani ,melangkah kamu akan menyesal seumur hidup." sambungnya mulai memaki marini sambil menyumpahinya namun marini pun tetap tak peduli dan langsung saja ia pergi melangkah untuk keluar dari rumah ini sampai-sampai Ratna pun melihatnya Kasihan juga dia pikirnya mungkin menurut marini rumah ini neraka baginya.


" Ibu sumpahin Kamu nggak bakal sukses, dan nggak bakal bahagia dunia sampai mati dan bakal bahagia." sambung ibunya mulai memaki si marini lagi.


sehingga Ratna pun mulai mengikuti Marini dari kejauhan untuk melindunginya dan akhirnya ia pun tetap saja pergi tak peduli dengan ocehan dan sumpahan ibunya asalkan ia tenang kemudian ia melangkah jauh dari rumah dan memakai duit seadanya yang ia gunakan untuk ia pergi sembari ia mencari kosan ya karena ia sudah lelah dengan ibunya makanya ia mulai pergi.

__ADS_1


/ next cerita berikutnya/


__ADS_2