Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 48


__ADS_3

Pada akhirnya mereka berdua pun selesai melaksanakan ibadah salat subuh sementara itu Bu Endah pun masih saja ngedumel ngedubel sendiri karena ia kesal dengan keadaan yang dialami selama ini sampai-sampai bu endah menangis Yuli sehingga tak sengaja Marini pun melewati kamar ibunya itulah ia mulai mengintip Bu Endah dari pintu yang sedikit terbuka.


"Hiks hukss hikss huksss."


"Yuli anakku ke mana dirimu nak Ibu rindu sama kamu Nak kamu satu-satunya teman, cerita ibu dan juga temannya shoppingnya ibu."rengek bu endah yang menangis kepergian yuli.


"ke mana dirimu sayang ku huks huks."imbuhnya ibu endah yang menangis histeris.


Seperti orang gila saja bu endah sehingga ingusnya berceceran langsung saja dia mengambil tisu 2-3 lembar ingus setelah itu baru ia buang ingusnya itu ke beberapa tisu tersebut sehingga marini pun berfikir segitu hina dia sehingga bu endah tak menganggapnya sebagai anak.


"segitu bencinya Ibu kepadaku, sehingga aku pun tak dianggap sebagai anak nya lagi."imbuh nya marimi dalan hati.


sehingga marini mulai pergi ke kamarnya sampai ia mulai menangis sejadi-jadinya dikamarnya sendiri Kadang begitulah hidupnya selalu tak beruntung sudah kuliah samih saja dihina oleh beberapa tetangga memghina sampai ia keluar rumah sebentar apalagi ia dikucilkan dan direndahkan oleh ibu endah mentang-mentang marini imi anak tirinya sampai ibunya menangis segugukan disitu.


"Yuli ... Yuli kamari nak ibu kaangen sama kamu Nak."imbuh nya yang memandang foto nya itu.


"Sayang .... Kemari nak."rengek bu endah yang menangiss sesugukan.


Kemudian Bu Endah pun langsung saja memangil pak susanto dan menyuruhnya untuk mencari anaknya sampai ketemu juga tidak ibu endah tak akan memakan sampai pada akhirnya pak susanto pun kesal dan berkata seperti ini.


"sabar bu sabar ini juga bapak mau nyari si Yuli."


"Iya Pak tapi Ibu takut Yuli kenapa-napa Pak Kemal soalnya dia anak perempuan ibu takut jadi apa-apain."timpal bu endah yang mengkhawatiri anak nya.


"apalagi ia sedang hamil pak."rengek bu endah yang sambil menangis sesugukan.


"sabar bu sabar nanti bapak usahakan mencari yuli sampai dapet."Timpal Bapak Susanto yang mengelap air mata ibu endah yang basah.


"Hikk hukss hukss."imbuh bu endah yang masih saja menangis.


"kalau seandainya belum ada kabar dalam waktu 2 minggu ke depan nanti bapak akan lapor polisi saja ya."ucap pak susanto yang berusaha menenangkan bu endah.


"Iya ... Pak uhks iya."Timpal Bu Endah yang mengeluarkan ingus denga cara tisu nya menempel kehidungnya itu.


 "Ya ...kalau bisa Yuli ketemu segera ya pak."rengek bu endah yang berandai jika Yui segera pulang.


"ya pasti Bu pasti."timpal pak Susanto yang memeluk samping bahunya bu endah agar Ia tetap tenang.


lalu pak susanto menyuruh Ibu Endah untuk istirahat menenangkan pikirannya agar ia tidak memikirkan hal yang tidak-tidak tentang kondisi Yuli yang saat ini belum ditemukan juga Sampai segitunya Marini tidak ada artinya di mata ibu sambung nya itu.


 kemudian ibunya pun mengusap air mata lalu menyuruh menyuruh marini membersihkan rumah sampai Marini pun mengusap air matanya dan Ia pun segera membantu pekerjaan rumah seperti biasa meskipun hatinya Perih dan juga sakit.


"Ya Allah aku pasrahkan semua ini padamusemoga hati ibu terbuka untukku ya Allah."gumam marini dalam hati sambil ia mulai menyapu.


Sehingga Marini punmeratapi nasib nya dan fokus menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cepat Akhirnya marini pun telah menyelesaikan pekerjaan pada pukul 11.21 WIB sembari Ia pun haus dan ingin minum kemudian ia pergi ke arah dapur dan di situlah Marini pun mendengar berdiskusian antara Susanto dengan Bu Endah di situnya Bu Endah teriakan berkata seperti ini.


"aku tuh ... Nda pernah Sudi ngurus dia Pak karena dia tuh pembawa kutukan."timpalnya sambil menunjuk.


"loh loh kamu seperti itu sih sekarang sama dia,bukan nya dia anakmu juga bu."ucap pak Santo sembari meminum kopi.


"apa anakku, sampai kapanpun dia tetap bukan anak saya tapi anak kamu bersama perempuan itu pak."cerca bu endah sambil pak susanto hingga mukanya pak susanto pun merah pandam langsung saja ia menampar Bu Endah hingga pada akhirnya bu endah Pun Menangis sejadi-jadinya.


"cukup bu jangan kamu usik masa lalu saya, Saya dari dulu banting tulang buat mencukupi keperluan kuliah Yuli sama kamu bu,apa itu nggak cukup."ucapnya Pak Susanto yang sedang protes kepada sang istri yang tidak terima dengan masa lalunya.


"Iya tapi kamu berbagi uang sama anak haram itu kan, Ibu tuh nggak pernah mau ngurus kalo bukan karena keinginan."Timpal Bu Endah yang tak bersimpati terhadap marini.

__ADS_1


"Cukupp !!!."teriak pak susanto yang menyuruh bu endah diam.


"tapi memang bener ka-."ucap Bu Endang yang belum menyelesaikan kata karena pak susanto pun menarik rambut Bu Endah dengan kencang.


"Ahkkk .. lepasin mas sakiit."lirih bu Endah yang kesakitan karena rambutnya ditarik paksa oleh nya.


"Jangan Kurang ajar kamu makanya ndah sudah untung saya nafkahin kamu,meskipun saya dulu menikah lagi dengan nya."timpal pak susanto yang menasehati sambil menarik rambut Bu Endah dengan kencangnya lagi.


"Ahkkk."teriakk bu endah yang kesakitan.


" tapi buat apa saya menyayanginya Pak. ... Toh kenyataannya dia bukan darah dagingku."teriak bu endah yang lagi protes.


"astaghfirullahaladzim jadi bu endah bukan ibu kandung ku,melainkan aku anak haram."gumam marini dalam hati sampai ia sangat terpukul mendengarnya saat ia melintasi ke dapur untuk ia memasak.


"Kamu tuh ...ya susah saya bilangin seharusnya kamu sayangi anakku sama seperti anakmu sendiri ndah."teriak pak susanto yang menghajar bu endah.


"Ahkkkk."teriakk bu endah yang ketakutan.


Hingga Pak Susanto pun mulai menghabisi Bu Endah sampai Bu Enda pun ketakutan lalu Pak Susanto pun menyuruh Bu Endang untuk masuk ke kamarnya agar ia tidak berbuat macam-macam lagi kemudian marini ini mendengarnya dari tadi.


 Jadi selama ini Marini bukan anak biologis beda melainkan Anak Tiri dari hasil hubungan haram dari seorang wanita lain kemudian marini pun pergi keluar ke ladang lalu menangis sejadi-jadi.


"Ya allah ... apa salahku Kenapa nasib ku buruk seperti ini."gerutu marini yg masih menangis sambil ia berteriakk.


"Aahkkllkk ... Hikss hukss hiks."imbuhnya berteriak sambil menangis lagi.


"Kenapaaaaaa !!! kenapaa aku dilahirnya seperti ini ya allahh."imbuhnya yang masih berteriak sambil dia mengusap air matanya secara kasar.


Sampai-sampai para tetangga pun melihat Marini yang sedang menangis histeris di ladang saat mereka selesai pulang kerja di ladang karena kesel dengan cobaan yang menyakitkan yang ia alami selama ini apalagi marini tak bisa menerima takdir ini kemudian para tetangga pun mulai menggosipin nya yang tidak-tidak yang menganggap marini pun tidak waras sampai para tetangga pun berbisik.


"Ya Padahal ... Sih marini sudah dewasa bu makin oleng dia."jawab sih ibu yang mulai menanggapi gosipnya itu.


"bener tuh ... Bu mungkin ini azab dan teguran dari Allah kita semestinya harus bersifat waras,sabar dan tawakal ibu-ibu agar rezeki kita dipermudah sama yang di atas."timpal bapak itu yang menangangpi dan menasehatinya.


"betul tuh pak andi betul tuh."jawab ibu-ibu yang menanggapinya.


"Ya udah ... ibu-ibu kita pergi saja dari sini yuk Bu sebelum dia lihat kita."timpal bapak itu yang mengajak ibu-ibu itu untuk pergi dari sini.


"Yu.. Yukk."kedua ibu-ibu tersebut yang bergosip ria sambil meninggalkan ladang tersebut.


sehingga Marini mendengar ejekan orang-orang tersebut yang menghina dan merendahkan dirinya kemudian Marini Pun Menangis sejadi-jadinya karena kesal hidupnya selalu di rendahkan dan asingkan seperti ini.


Dan di situ kamar yang dimulai pergi dan tiba-tiba saja ada mobil pick up yang melintas di jalan raya di tanpa pikir panjang lagi Marini pun sengaja menabrakkan diri sehingga mobil pick up mengklaksonnya hingga akhirnya ari melihatnya saat marini sudah menyeberang jalan.


di situlah Ari pun memanggil Marini berkali-kali cuma Marini Tak Mendengar karena putus asa tanpa pikir panjang ari pun berlari langsung saja Ari pun menarik bahu Marini sampai mereka berdua pun jatuh di pinggir jalan.


Pada akhirnya Ari pun langsung saja bangun dari hadapan Marini dari bawah langsung saja ari menasehati Marini panjang lebar seperti ini.


"Kamu kenapa sih nekad seperti ini ni."tanya ari yang mengunjang tubuhnya.


"Hiksss .. hikss."timpal sih marini yang masih saja menangis.


"Kenapa kam melakukan ini ni,kenapa."Timpal Ari yang guncang-guncangkan tubuhnya Marini sehingga Marini pun tak bisa berkata lagi.


"Apa kamu nggak Takut dosa ni."imbuh ari uang memberikan pertanyaan kepada marini sekali lagi.

__ADS_1


"aku nggak bakal tahu perasaanku di posisi, ini Aku merasa tuhan jahat kepada mu mass!!!."cerca sih marini sambil menangis.


Di situlah dengan sigap Ari menyaka air mata Marini lalu memeluknya agar marini tenang dan bisa melupakan masalah yang ia hadapi selama ini Tanpa disadari Marini memeluk ari Sehingga Ari pun mulai salting dan menggenggam bahu Marini sebelah kiri dan akhirnya mereka berdua pun pulang.


Pada akhirnya ari pun mengantarkan Marini pulang sampai-sampai para tetangga pun mulai bergosi ria dengan apa yang marini dan Ari lakukan di siang bolong seperti ini sehingga mereka bergosip seperti itu Sampai ari pun ya nyapa mereka berdua.


 "Haii ... Ibu-ibu."


"eh ... Nak Ari."sapa ibu yang pertama.


"mau ke mana kamu nak."tanya ibu yang kedua.


"biasa bu anterin Marini pulang kalau begitu saya pamit dulu ya Bu."timpal ari yang pamit kepada ibu-ibu itu.


"Oalah kirain saya pikir kalian berdua nggak ini pergi berduaan buat mesum."cerocos ibu yang pertama yang sok tahu itu.


"Ya ... Hehe nda lah Bu saya kan marini kan cuman Jalan doang sekaliaan saya langsung pulang kerumah."timpal sih ari uang menjelaskan kepada ibu-ibu tersebut agar tidak salah paham seperti itulah warga-warga kampung yang punya pemikiran primitif yang menganggap bahwa wanita hamil diluar nikahbmurahan.


"ya maaf ya nak Ari saya pikir kalian lagi ngapain."jawab ibu yang kedua itu yang meminta maaf kepadanya agar Sih ari tak tersinggung.


"Hehe ...ndak lah Bu."jawab ari sambil bercanda.


"Ya ... Bu kalo saya pamit juga ya Bu."Timpal Marini yang hendak berpamitan kepada ibu-ibu cuman ibu-ibu tersebut memasang muka masam sedikit kepadanya.


"iya iya iya."jawab kedua ibu-ibu dengan ketus kepadanya.


"Assalamualaikum ibu-ibu."timpal si Ari yang menjawab salam secara tiba-tiba.


"Waalaikumsalam Ari."jawab kedua ibu-ibu tersebut yang kompak menjawab salamnya ari.


Sampai-sampai Mereka pun sungkan kepada Ari karena ari tidak mencemarkan nama baik keluarga melainkan membanggakan kedua orang tuanya karena si Ari telah bekerja dibanding marini yang menganggap sarjana murahan yang tak punya tujuan hidup untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan titel jurusannya.


Sementara itu Pak Susanto pun mencari entah ke mana ia pergi bersama seseorang pada waktu itu Yuli kabur dari rumah karena masalah para tetangga yang mengusik kehidupannya sungguh kejam perkataan mereka para warga Kampung sini selalu saja mengurusi hidup keluarganya tapi tak berkaca dengan kelakuan mereka masing-masing.


terus aja pak Susanto mencari yuli sehingga pak susanto putus asa Ia pun mulai melaksanakan salat ashar dan meminta ampun kepada Allah dan juga ia berdosa dengan apa yang ia lakukan selama ini.


"Allah tolong bantulah hamba untuk mencari Yuli,semoga Ia bisa ditemukan segera amin Robbana Atina Fiddunya Hasanah wafil akhiroti Hasanah waqina zabanar."timpal Pak Susanto yang berdoa..


Pada akhirnya pak susanto mencari yuli cuman belum ketemu-ketemu juga,Dan saat pak susanto pun pulang ia berpikir dan berencana untuk melaporkan Yuli Pak Polisi di situ lagi mulai berdiskusi kepada Bu Endah lalu Bu Endah pun setuju dengan keputusan bapaknya untuk mencari Yuli.


Sementara itu Yuli bersama juga denny pun bingung harus bagaimana Iya menyelesaikan masalah ini perihal rencananya Deni akan meminang yulu segera sampai ia sudah sampai di rumah Ia pun ke rumah orang tuanya dan membicarakan perihal tersebut disitulah bapaknya kecewa dan berteriak seperti ini.


"Apaaah .... apa kamu sudah gila ya den."imbuh nya yang menunjuk.


"Maafkan denny pak.. Bu jika denny banyak selama ini makanya deni ingin menebus kesalahan Deni untuk meminang Yuli."timpal denni yang meminta maaf.


"lagi kamu ada-ada saja sih Den, sudah Ibu peringatkan Jangan melakukan sebelum menikah."cerocos ibu yang kesal.


"terus kan jadi gini dan repot Tapi kalian berdua Masih kuliah kan."timpal ibunya denny yang memaki denny.


"Iya Bu Pak maafin Deni sekali lagi."


Pada akhirnya mereka pun memaki Deny habis-habisan lalu orang tuanya menyuruh Deny untuk memulangkan Yuli segera di situ Yuli tidak mau pulang segitu saja karena dia masih malu terhadap keluarganya Yang tempo hari telah kabur dari rumah sampai-sampai Deni pun mengusarkan mukanya.


/next cerita berikutnya tentang pov yuli/

__ADS_1


__ADS_2