
Setelah itu ia mulai berjalan beri mengambil ember buat Menyiram tamanan foto yang menyiram tanaman dan tiba-tiba saja ada segrombol ibu-ibu yang menghina Marini seperti ini.
"Aduh Jeng lihat deh tuh dia sok rajin banget ya dia jadi orang."timpal ibu-ibu lain yang mencibirnya dan ternyata mira temen sekolahnya yg mencari masalah dengan nya dari dulu.
"Ya ... Ibu-ibu biar dipandang baik kali ibu-ibu sama kita-kita ini."ucap ibu-ibu yg lain sebut saja bu Dina mantan temen sekolahnya juga.
"betul ... Tuh munafik sekali ya."jawab bu maria yg ikut mencibirnya.
"Ehmm ... Knp ngomongnya seperti itu ke aku ya."timpal marini yg berfikir dalam hati.
"Maksud kalian-kalian ini apa ya."tanya sih marini secara tiba-tiba kepada mereka.
"dasar mantu males udah salah nyolot lagi."Ketus Maria yang sangat emosi kepada Marini.
"Betul itu ibu-ibu."timpal mereka dengan kompak.
"Nda... kasihan kamu sama mertuamu bu siti."timpal Mira yang ikut menyalahkannya juga.
"Ya ... Bener tuh."jawab ibu-ibu yg lain dengan kompaknya.
"udah tahu kamu maless Terus melunjak lagi sama Bu Siti nda punya perasaan."
"Astaghfirullahaladzim kalian apa ya."ucap marini yang beristigfar.
"menghina saya pemalas ngelunjak pada ibu mertua saya."Sambungnya yang tak terima di hardik oleh marini sampai-sampai marini berfikir seperti ini.
"Loh .... kenapa mereka berkata seperti itu dan membenci padaku."gumam marini dalam hati.
"Yuk kita pergi dari sini takutnya kita ketiban sial sama durhaka lagi sama mertua kita karena nya."timpal nya mengajak teman-temannya untuk pergi.
"Yukk."jawab mereka yg sembari meninggalkan nya.
Sehingga Marini pun sakit hati dengan ucapan dan perilaku mereka selama ini yang sudah sabar tinggal di kampung Ini masih saja dihina difitna dan diperlakukan seenak-enaknya kepada akhirnya Yuli pun menyuruh saudaranya Tika untuk mengunjungi Marini.
"Kamu .... Serius mba mau ngasih undangan 7 bulanan ini untuknya."tanya sih tika yg heran padanya kebetulan usianya 20 tahun.
"Ya ... Memangnya knp toh."tanya sih yuli yang heran kepada dirinya.
"Ya .. Aku tuh masih heran samamu mba kan tau dia punya aib dan bawa sial dan ngapain juga kamu undang dia mba."jelas Tika yang Ketus kepada Marini.
"Hust ngawur kamu tika udah ga boleh ngDian kamu lucu omong gitu."ucapnya sambil mencibut pipi Tika.
"Ihh .. Mba."ucapnya kesal dicubit oleh sih yuli sampai-sampai si Yuli mulai tertawa kecil-kecil.
"Lagiaan kamu ngomong nya gitu."ucap si Yuli yang tertawa kecil sehingga Tika pun mulai ngambek sambil memanyunkan bibirnya.
"Tolong kamu kasihin ke Mba Marini ya."timpal sih yuli yg meminta tolong pada sih tika untuk memberikan surat undangannya.
"Yo ... yo mba tak kasih."jawab sih tika dengan ketus.
"pastinya dia iri padaku karena aku lebih beruntung dan kaya dari dia hehehe."gumam yuli dalam hati.
hingga pada akhirnya tika pun dengan terpaksa datang menemui Marini untuk mengirim surat kemudian Ia pun mulai melihat Marini yang sedang mencangkul singkong dan menyirami bibit singkong sembari tika pun datang dengan jalan berlenggak-lenggok.
" hey ... Ni suratnya ini untukmu."Ucap sib tika dgn ketus kepada Marini.
"serius untuk ku."jawab nya marini dengan nada pelan.
__ADS_1
"Ehm ... jangan lupa kamu datang ya,Aku ada urusan permisi."ucapnya tanpa basa-basi lalu meninggalkannya seorang diri lalu Marini pun membaca surat bahwa ia harus datang di acara siraman Yuli pukul 10 pagi besok.
"Terima kasih Tika."ucap Marini yang berteriak sampai tika berjalan tak peduli.
keesokan harinya ada tetangganya Marini yakni teman sekolahnya yuli telah memberitaukan warga-warga lain bahwa ada acara tujuh bulanan yuli jadi semua anggota wajib ikut menemui ibunya untuk meminta izin untuk mengikuti acara 7 bulanannya Yuli.
"Apaaaa ... Nda salah denger saya."jawab ibu siti dgn nada yg meremeh.
"Ndaa ... Bu Soalnya keluarga saya sedang merayakan acara bulan Dan maaf Bolehkah saya ikut."timpal marini yg berusaha meminta izin.
"ya Terus yang nyiapin makan pagi buat kami dan beres-beres rumah ini siapa, Masa Ibu Pikir dong pakai otak."ucap sih tantri menghardik dirinya secara tiba-tiba.
"udah .. Ka Udah jangan berdebat."ucap adiknya yang memberi nasehat kepada Tantri .
"sudah Diem kamu sekarang berangkat kepesanten hari ini kan Kamu udah selesai liburan."ucapp sih tantri dengan ketus padannya.
"Ya ... Ka."
"Assalamualaikum ka bu ."ucapnya yang mencium tangannya Tantri dan bu siti.
"Mbak."jawab adik ipar untuk menyalami Marini malah Ibunya melarangnya dan menyuruh si adik iparnya untuk segera berangkat untuk nyatri kemudian dia berpamitan kepada mereka semua.
"Emangnya ibumu ini babu mu."timpal bu siti yang ketus kepada marini.
"Sudah ... Di untung ya kamu tuh tinggal di sini dan bisa nikah sama adikku Harusnya kamu jadi adik ipar itu yang bertanggung jawab dong."ucap tanri uh menyakiti hatinya sehingga Marini pun kesal dan berkata seperti ini.
"ah ndak salah dengar saya Mbak."
"saya dibilangaih nda tanggung jawab ... Mbak Tantri sendiri enggak tanggung jawab sama anaknya toh malah mas tono yg mengurusi."jelas sih marini yang membuat kaka iparnya malu sendiri untung tidak ada si tono.
"Heyy."teriak bu mertuanya yg menariki rambut marini.
"Ahkkkk ... Sakitt ibu."teriak marini yg kesakitan.
"kamu Jangan pernah menghina anak saya ya kamu tuh harus hormat sama kakak iparmu dan ibu."carca bu siti yg memaki marini sambil tangannya mulai menunjuk.
"Ahkkk ... Saya tahu bicara dengan ibu tapi tolong saya punya perasaan dan jangan memperlakukan saya seperti ini."jawab sih marini dengan santai.
"karena saya kangen dengan keluarga saya "ucapnya sekali lagi.
"oh jadi kamu mementingkan keluargamu daripada keluarga ini iya hah."jawab bu siti mulai manarik rambut marini.
"Ahhkk."Timpal Marini yang kesakitaan.
"Kamu tuh ya sudah untung di nikah ama anak saya dan gak jadi bulan-bulanan orang-orang sini tau nggak semua orang benci kamu."cerca siti yg mengepal lalu mulai menujuk sampai ke lobang hidung nya.
"Ahkkkk."
"Tau ... Tuh."timpaaal sih tantri yg mulai ikut-ikutan memanasi suasana.
"Udah nda bisa diharapkan hampir 6 bulan kamu ga hamil-hamil juga jadi bikin malu keluarga jadi buat apa ibu selalu adil dan bikin kamu senang."cibir bu siti dengan nada yg memaki.
"Dasar kurang ajar."timpal bu siti sambil menampar pipi marini.
"Ahkk ... ampun bu." lirih marini yg kesakitan.
"tahu tau ... bisa-bisa nya nih ngabisin duit adiiku doang."cibirnya sih tantri yang ikut-ikutan sehingga membuat hatinya sakit.
__ADS_1
"Heh diam ya Mbak saya tidak mau berdebat dan jangan ikut campur urusan keluarga saya penting saya pengen ketemu dengan adik saya Yuli."ujar marini yg memaki dirinya lagi karena ia tak tahan sudah di pojok-pocokan dan disalahkan seperti ini.
"Oh beraninya kamu ya sama kami."ucap sih tantri yang mulai mencambaknya.
"ahkkk .... Sakittt."lirih sih marini yg kesakitan.
"Ehmm ... Enakk kan giniiinn."Ucap sih tantri yg menjambak rambut marini dengan kencang.
"Baguss tantrii teruss cambak rambut sampai rontok ti."timpal bu siti yang ikut-ikutan seperti kompor.
"Ahkkkk .... sakitt tolong lepasinn."pinta marini untuk melepaskan cambakan tantri sehingga mereka tak peduli langsung saja Bu Siti ikut-ikutan untuk menjembak rambutan Marini.
"Sinii ... Saya kasih pelajaran kamu."jawab bu siti yg mulai mencambak rambutnya
"Agkkkkk ... Tolonggg."teriakk marini kesakitan.
Itulah Ari pun melihat adegan pertengkaran dari tadi antara Bu Siti, Mbaknya sendiri sih Tantri dengan Marni sehingga Marini pun kesakitan mohon ampun kepada mereka untuk melepaskan genggaman cambakan rambutnya itu Cuman mereka berdua tidak peduli langsung saja menjambak rambut Marini lagi.
"Astagfirazim jadi selama ini ibu pura-pura baik di depanku saat aku pergi kerja, giliran udah ada mereka berani sekali menyiksanya aku harus melakukan menghentikannya." gumam Ari dalam hati sambil ia mengepal kedua tangannya.
"Ahhkkkk ... Sakit bu mba ampunnn ampunn."pinta marini yang meminta ampunnn kepada mereka cuman mereka mencibir marini seperti ini.
"uh Rasakan ini Siapa suruh kamu berani melawan ibu sama Tantri."ucap bu siti sambil menjambak rambutnya marini.
"iya ya kayak bisa cari duit dewe udah tahu kamu tuh numpang."cibirrrr sih tantri sambil menjambak rambutnya lagi.
"Agkkkkkk."teriak marini yg kesakitan.
"Ya allah Buu ... Mbaaa Hentikaan !!."teriakk ari mengepal tangan dengan kesal.
"Hah."timpal mereka berdua yang kaget menatap satu sama lain karena malu dengan aksi perbuatannya.
"Ariii."ucap ibu siti dan tantri dengan kompak.
"Ya Allah kenapa kalian berbuat seperti itu kepada Marini."ujar ari yang menanyakan mereka berdua.
"ini istrimu duluan yang bikin ibu sakit hati makanya tadi kita unyeng-unyeng rambutnya biar bisa diajari sopan santun."ujar sih tantri yg menfitnah marini agaar aksi mereka tidak ketauan.
"Betull nak."jawab bu siti yg ikut-ikutan.
"Ya ... Ibu dibentak sama Dia nak, lantaran Cuman karena dia nggak mau bersihin rumah malah Ibu Terus nak yang bersih."
"Astagfirlahazim."Ucap ari yg mengusarkan wajahnya lantaran ia kesal kepada nya.
"Apa ... Betul yang dibilang ibu dan mba tantri."tanya si Ari menaiki alis kanannya.
"itu ... Nda benar Mas,aku aku dihajar lantaran meminta izin untuk hajatannya."kami berusaha menjelaskannya mqlah Bu mertua menghardik dan Memotong pembicaraannya dan berkata seperti ini.
"bohong itu ri ... jangan percaya dengan istrimu aku sebagai sanksi bahwa istrimu lah yang telah menghardik ibu."sambungnya yg menfitnahi dirinya.
"itu benar nak ... Bahwasannya istrimu telah tega menghajar ibu."jelas bu Bu Siti.
"astaghfirullahaladzim sini kamu."ucap Ari yg menarik Marini.
"Ahhkkkk .... Sakit pelan-pelan mas."tembak si Marini yang kesakitan sampai-sampai mereka berdua tersenyum.
/Next cerita berikutnya/
__ADS_1