
"Kok.... Kamu berada disini ni."tanya yang heran kepada sih marini.
"Eh... Anu begini aku harus jaga bapakku yang sedang makanya aku buru-buru ke sini Mas."ujar sih marini kepada ari.
"Hah ... Serius ni."tanya sih ari yg tergesah-gesah.
"Ya ... Mas."
" Kebetulan sekali aku ke rumah sakit mau bayar tagihan ini."jelas ari yang memberitaukan kepada sih marini.
"Hah... Tagihaan apa mas."tanya sih marini yang penasaran.
" ini ... Adik ku kena musibah sedang kecelakaan di sini makanya aku harus bayar tagihan ini ni."timpalnya yang memberitaukannya.
"Hah... Kecelakaan opo mas."tanya sih marini prihatin dan juga penasaran.
" tabrak Lari ni makanya adikku masuk rumah sakit ini."jelas sih ari.
" Masya Allah... Mas aku jadi prihatin kepada keluargamu."jawab marini dengan rasa bersalah.
" Maaf Jika aku berkata seperti ini mas wong sobor yo."imbuhnya sih marini yang minta maaf.
"Oh ... Ya gpp ni makasih atas perhatiannya."
"Ya."jawab marini dengan pelan.
"Kalo ... Gitu aku bayar tagihan dulu yo."timpalnya sih ari yg meminta izin.
"Yo ...Mas."jawabnya dengan pelan.
lalu pada akhirnya ia pun mulai membayar administrasi pembayarannya dan ternyata itu murah dulu sekitar hampir 100 ribuan beda dengan zaman sekarang mahal sampe jutaan.
lalu resepsionis tersebut menyebut nama Ratna dengan tagihan nominalnya sampai akhirnya si marini pun mulai ngeh dengan nama yang pernah ia baca di papan tulis di kereta kereta roda berjalan tersebut.
"Makasihh ... Sus."jawab sih ari sambil tersenyum.
"Ya ... Sama-sama pak."jawab resepsonis dengan ramah lalu ari pun meminta izin kepada sih marini.
" kalau ... gitu aku ke sana dulu ya mau cek adikku yang sudah meninggal."lalu marini pun mulai menjawab.
"Yo .... hati-hati yo mas."imbuhnya yang mulai menjawab.
pada akhirnya marini mulai bertanya apakah kamar ruang inap bapaknya itu sudah di pindahkan, lalu suster pun mulai menjawab bahwa kamarnya sudah dipindahkan keruang no.114.
lalu marini mulai berterima kasih padanya lalu repsesonis pun mulai tersenyum dan mengucapkan sama-sama kepadanya itu.
lalu pada akhirnya marini pun pergi ke kamar inap bapaknya di ruangan tersebut secara tergesa-gesa ia mulai berlari di situ adalah ia melihat kondisi bapaknya mulai kritis.
" ya Allah .... Malang sekali nasib bapak ya allah ,aku bener nggak kuat melihatnya begini, Kasihan bapak ya allah." gerutu marini sambil menangis.
sampai pada akhirnya marini mulai menangis berkali-kali menganai kondisi bapaknya yang sudah kritis.
langsung saja marini mulai masuk ke kamar ruang inap tersebut Namun tiba-tiba saja dokter pun datang Lalu tidak sengaja menabrak disitulah marini berkat seperti ini.
"Duh ... Maaf Dok saya ga sengaja."
"Ya ... gpp de."jawab dokter tersebut dengan santai.
__ADS_1
" untuk saat ini Mbak .... nggak boleh masuk dulu ke ruangan inap Ini ya."jelas kepada marini.
"ya dok."jawab marini.
"karena kondisi Pak Abdi sedang kristis jadi untuk ia sampai pulih kembali ya mba."jelasnya yang memberitaukannya sekali lagi.
"Enggeh ... Dok."
"Sekali ... Saya minta maaf ya dok."imbuhnya yang meminta maaf.
"Ya ... Mba sebelum Mbak pergi jangan lupa tembus biaya rumah sakit ini."jawabnya dokter yang memberitaukan nya.
"Hah .... aku pikirr ibu sama Yuli sudah membayarnya." gumam marini dalam hati secara tiba-tiba.
" Baik ... Dimana saya harus membayarnya."
"Ada ... disebelah administrasi ya mba."jelasnya yang memberi taukannya
"Baikk ... Dok kalau begitu saya permisi dulu ya dok... mari Assalamualaikum." Timpal marini yang pamit kepada dokter tersebut.
"Ya ... mba walaikumsalam wr.wb."
pada akhirnya segeralah marini berlari menuju administrasi untuk pembayaran biaya untuk inap rawat.
dan saat itulah marini mulai bertanya berapa totalnya 25.000 ribu lalu marini pun mengerikan dahinya dengan bingung karena ia punya sisa uang Rp.500 jadi belum cukup membayar uang administrasinya.
" Ya Allah dukung ini mah maksudku sedangkan aku pun belum bekerja sama sekali hiks hiks hiks." Jerit marini dalam hati sambil dia
menangis.
"Bagaimanaa ... Aku membayarnya ya allah."imbuhnya marini dalam hati.
"Ya ... Mb-a."jawab marini dengan gagapnya.
"Jadi .... Gimana mba mengenai biaya adminstarsi nya."timpalnya sih suster tersebut yang mengingatkan tagihan kepadanya.
"Baik ini...Sus kira-kira biaya rumah sakit ini bisa saya cicil ga."tanya nya ia dengan nafas tergesah-gesah.
"Apaahh ...maksudnya gimana ini mba...?"tanya dengan heran.
"Ini ... bisa nyicil seginiii karena ga punya uang lagi mba."timpal marini yang memberikan uang hanya 500 perak.
" Astagfirullah.... Mbak ini nggak bisa dicicil loh ya Ini rumah sakit loh, seharusnya Mbak tahu prosedur pembayaran Rumah Sakit ini seperti apa."jelasnyaa sih suster tersebut dengan nada emosi.
"Tapii .... Saya punya uang segini."
" gimana ... pun juga ini rumah sakit Mbak, seharus tahu biaya bayar inap dan pengobatannya harus full bayarnya loh."teriak suster tersebut.
lalu satpam tersebut pun dengan heran melihat perdebatan antara perawat itu dengan marini di situlah ia mulai mendatanginya, lalu ia mulai menanyakan ada Perihal apa lalu suster pun menjelaskan bahwa sih marini ini tidak bisa membayar biaya rumah sakit ini.
" tapi saya .... tidak punya duit lagi pak Mbak, kalo saya ada uang pasti saya bayar cuman saya duitnya segini." Timpal Si marini menjelaskan kepada mereka(perawat dan satpam itu) bahwa ia tidak punya uang segitu.
" Iya tapi bisa kan di Talang ke saudara atau kesiapa gitu soalnya di rumah sakit dong mbaa jadi harus bisa lah dibayar full."timpalnya sih satpam tersebut dengan emosi.
"Teruss .... Ini Bagaimana pak kita punya uang segini Pak."tanyaaaa marini.
" ya dipastikan sih bayarnya harus full Mbak kalau tidak bapaknya tidak akan dirawat lagi di sini Mbak jadi silahkan cari rumah sakit yang lain." jelas perawat itu dengan tegas pada marini.
__ADS_1
"Ya.... allahhh harus gimanaaa susah sekali membayarrr nya jika sama sekali aku tidak bekerjaa uang cuman segini."gumam sih marini sambil menangiss.
dan di situlah Ari pun mulai datang langsung ingin membayar biaya rumah sakitt ini karena ia melihat marini yang terus bertengkar dengan perawat dan satpam tersebut.
"Segini ... Pak totallnya."timpalnya sih suster tersebut sambil memjelaskannya.
"Kira-kira .... Bapak bisa bayar seginiii."imbuhnya lagi.
" Maaff ... saya ada sisa uang Rp10.000 nih kira-kira bisa dibayar." Timpal Ari yang memberikan uang tersebut pada perawat itu namun paerawat tersebut marah dan menolaknya.
" ini nggak bisa Pak kan sudah peraturan bayar di rumah sakit ini harus full."jelasnya dengan emosi.
"Tapii ... Suss."timpal ari yang belum menjelaskannya.
" sudah sudah .... Mendingg kalian berdua pulang saja pergi pergi pergi!!!."usir satpam tersebut dengan kasar.
"Ya bener Ben ... Mending cepat-cepat dua orang ini diusir gak bisa bayar cepet takutnyee bikin onar." teriaknya ia sambil memanggil temannya satpamnya.
"Yepp ... gw disini jul."
lalu mereka mulai diusir lalu didorong secara tidak terhormat lalu marini dan ari tidak mau pergi sebelum ada keputusan dari pihak rumah sakit.
lalu perawat itu pun rencananya mau menelpon ke Manager rumah sakit ini bahwa salah satu pajak atas nama Abdi dipaksa harus pulang karena tidak bisa membayar biaya rumah sakit ini.
" tolong sus tolong beri saya waktu." Timpal marini yang berusaha memohon kepada suster tersebut.
" Bang adi ...ben tolong usir dong,mereka kalo ga bisa bayar." titah perawat sombong itu.
"Yee... Siap."
"Siapp."
" Heh ayo keluar keluar dari sini."
" tapi Pak kita perlu waktu buat bayar biaya rumah sakit ini."timpalnya sih ari yang memohon kepada mereka.
" Ga bisa ... harus bayar full Pak."
"Saya Mohonn Mbak ... saya akan bersujud disini untuk memberi keringanan agar bisa membayar administrasi untuk biaya Bapak saya berobat di sini."
" nggak bisa Mbak ini aturan rumah sakit loh pak."
" ayo bang ... Di ben usir-usir." timpal perawat itu yang tidak punya hati.
"Siapp-siaap .... laksanakan." timpal satpam yang bernama adi dengan ben itu dengan kompak.
"Tapii ... Pak."timpal marini yang memohon.
"Ayooo ... cepat-cepat."timpall satpam bernama adi itu yang berusaha mendorong marini dan ari untuk segera pergi.
"ya ... Tolong berikan saya waktu pak."timpal ari yang memohon.
"Yaa .... ga ada gadaa cepat kalian pergi dari sini."
dan saat itulah dokter tersebut melihat perdebatan antara marini dengan Ari dengan Security dan perawat tersebut kemudian dokter tersebut penasaran mulai datang ke arah merekaa.
"Adaa ... Apaaa inii."tanya sih dokter tersebut dengan emosi.
__ADS_1
/Next cerita berikutnya/