
di sinilah Yuli terus saja menunggu Denny hingga selesai dengan pelajaran nya lalu ia pun mulai mengintai denny secara diam-diam dan saat Deni mulai pergi lalu Yuli pun mengikuti Denny dari jauh dengan menggunakan pengantar pespa saat itu sebut aja ojek.
karena zaman itu belum ada ojek online /taxi belum ada juga Jadi biasanya pakai kendaraan seperti pas motor Vespa matic, mobil bebek, sama angkot dan bus umum di zaman itu dulu.
pada akhirnya Yuli pun terus saja mengikutinya dari belakang lalu menyuruh tukang ojek vespah itu untuk melacuh dengan cepat agar bisa mengikuti jejak Denny.
dari belakang kebetulan si Denny berangkat menggunakan mobil bebek tahun itu dengan kecepatan rendah bersama dengan teman-temannya.
"sini Bang saya kasih uangnya." ujar si Yuli yang memberikan uang 250 perak ini.
" Oh ya Dek ... Makasih ya." timpal si tukang ojek tersebut sambil tersenyum manis saat ia memegang uangnya yang dikasih oleh Yuli.
lalu si Yuli pun tidak mengubrisnya perkataan sih tukang ojek itu.
langsung saja yang mengikuti kemana dan pergi dan ternyata ia pergi ke sebuah mall bersama dengan teman-teman nya yang tak jauh dari jarak ia melangkah.
terus saja Yuli mulai mengikutinya dari belakang hingga Deni pun merasa aneh.
Perasaan nya denny pasti ada orang yang mengikuti nya dari belakang lalu Deni pun langsung saja menoleh ke belakang namun ternyata tidak ada orang karena sih yuli mulai ngumpat dari belakang secara gesit.
"Sialan ....untung saja aku tidak ketauan uhh."gumam yuli dalam hati.
pada akhirnya ia pun mulai mengikuti si denny lagi sampai di sana ia menemani teman-temannya untuk beli keperluan lainnya.
seperti belanja kemeja biasa, celana bahan dan juga topi Ala kadarnya beserta dengan gesper yang akan mereka beli dan zaman itu masih ada.
pada akhirnya mereka semua pun langsung saja beristirahat sejenak untuk mengistirahatkan otot-otot yang pegal-pegal, dan juga memenangkan pikiran mereka sambil mencuci mata mereka cewek-cewek cantik itu mulai lewat menggoda- menggodanya seperti ini.
"Cuitt ...Cuuutt."
" Gila Bro cantik banget juga ya cewek nya."timpal sih temennya denny itu sebut saja sabit yang mulai kepincut dengan kemolekan dan paras cantik gadis itu.
" Iya Bung cantik nya kebangetan."
"ya-ya apalagi yang pakai dress minim warna putih yang dadanya besar itu loh." timpalnya salah satu temannya semoga saja namanya Feri yang mulai tertarik kepada kemolekan cewek cantik tersebut.
" sudahlah kau kau ini jangan begitu lah sama wanita ingat kalian sudah punya pacar masing-masing bisa-bisa saat pacar kalian liat-liatin kalian seperti itu berabe."timpal nya sih denny yang mulai menasehati teman-temannya.
padahal dia sendiri yang begitu terhadap semua wanita apalagi melihat kedua wanita itu yang berparas rupawan Lalu hingga pada akhirnya dia ini pun mulai menceritakan perihal masalah dengan si Yuli lalu salah satu temannya sebut saja sih agus mulai berkata seperti ini.
" Astaga Macam mana pula kau bisa seperti ini kepada yuli." imbulnya menanyakan perihal masalah ini kepada Denny.
" mau gimana lagi bung ... Aku saja tak tahan melihat kecantikannya semoga kemolekannya karena sering nonton Film blue." jelasnya denny tanpa rasa bersalah.
"Macam mana pula kau dapat film FB itu Gus,Padahal di zaman ini sudah ilegal bodoh."Seru Agus yang mempertanayakan perihal ini sambil mencintak kelapanya.
lalu ditertawakan oleh cs-csnya agung dan sabit lalu saat mereka mau selesai menertawakan Deni Deni saja tanpa aba-aba Deni menjitak kepala mereka berdua sehingga mereka pun malu lalu minta maaf pada Deni lalu Deni Pun memaafkannya.l lalu ia pun mulai membericarkan topik kepada agung.
" ya maaf sebelumnya aku dapat video itu dari irwan kebetulan irwan itu yang memberitahukan bahwa film itu sangat bagus." jelasnya si Deni yang memberitahukannya.
sampai-sampai teman-temannya mulai menertawakannya di situlah si Yuli Puncak dan kaget sekaligus kecewa dengan perasaan campur aduk ini.
di sisi lain Ia pun senang melihat denny dari kejauhan sisi Lainnya pun ia kecewa dengan pengakuan nya itu sampai ia mulai melangkah.
__ADS_1
" Awas kamu ya mas Den aku akan berikan pelajaran untukmu." Gumamnya Yuli dalam hati sakit keselnya ia kepada si Deni.
pada akhirnya yuli pun masih saja mengikuti Deni untuk melihat aktivitas dan kelakuan apa saja dan ternyata ia melihat pergi bersama teman wanitanya dan ternyata anak sma yang masih belia saat itu sampai Deni pun menggandengnya sampai Yuli pun kaget melihat ini.
" Astaga Jadi selama ini dia selingkuh dengan wanita lain sampai ingin mengabaikan teleponku, selama dua hari ini sungguh keterlaluan."gumamnya sambil melihat mareka pergi.
" Huhff sialan awas aja kamu Mas Den."Gumamnya sih yuli dalam hati.
dan pada akhirnya Yuli pun pergi dan meninggalkan Deni seorang teman-temannya seorang diri sehingga akhirnya ia menangis.
dan tiba-tiba ia menabrak seseorang ternyata itu ialah tia kakak tingkat nya sendiri dan sekarang ia sudah semester 8 namun sampai ia belum lulus-lulus juga sampai sekarang.
"Loh .... tia kok iso disini sih."tanya sih yuli ya ng secara tiba-tiba.
"Loh ... Aku juga nyari buku buat nugas Yul. jawabnya si tia tuh nada biasa.
"Oh."seru sih yuli.
" Kok ... kebetulan yo kita iso ketemuan disini."seru nya sih tia.
"Ah ... Anuu."Jawab yuli dengan gugup saking gugupnya ia tidak bisa menjawab.
" Jangan gugup-gugup gitu Yul, cerita aja aku."timpalnya sih tia yang memberikan saran.
pada akhirnya Yuli pun mulai bercerita terlebih dahuli bahwa ia ada masalah dengan si Deni.
Namun ia belum bisa mengakui bahwa telah hamil selama 3 minggu itu berat sekali menjadi seorang wanita apalagi belum bisa menjaga harkat dan martabat keluarga.
kemudian yuli memberikan diri iya percaya kepada si tia bahwa ia tidak ember mulutnya secara kalian cerita sama temen-temen yang lain pasti akan beritah.
" Allah Yul kok bisa kamu ngelakuin ini sama si Deni."
"aku emang bodoh aku toh aku ndak bisa menjaga kepercayaan keluargaku Aku takut kalau misalnya mereka tahu berabe aku sama ibu dan bapak." timpalnya sih yuli yang mulai menangis terisak-isak.
"Sabar-sabar." timpalnya si tia sambil menepuk Punggung Yuli agar tetap tenang."
" Tapi ... Aku harus bagaimana ti aku takut jika janin ini terus berkembang lalu anak ini akan lahir tanpa Ayah aku takut ti kalau misalnya tetangga aku tau aku malu ti aku Hiks hikss."imbuhnya sambil menjelaskan lagi.
" Ya ... Masalahnya kamu harus beri tahu dulu kepada Bapak ibumu kalo kamu sedang mengandung anaknya Deni."
" nda bisa tia. ... aku takut Ibu samaa bapak kecewa." jawabnya Yuli sambil menangis.
" Ya sudah jangan nangis ... daripada kamu stress begini Mending ikut aku yuk."ajak nya sih tia dengan hati yang ikhlas.
" tapi." Yulia belum menyelesaikan kata karena perkataan nya dipotong oleh sih tia.
" Udah ... Ga ada tapi tapi Ayo ikut." imbuhnya yang membertaukannya.
di situlah akhirnya yuli mulai menuruti keinginan sih tia dan pada akhirnya mereka pun langsung saja pergi dari mall itu dan mencari restaurant di tempat makanan yang paling enak dan efektif dan pada akhirnya mereka pun sudah sampai di tempatnya CFC.
" Wah ... Ti kita benar mau makan di sini." Seru Yuli yang mulai protes.
" Oh iya ... Jelas dong yul mau makan di tempat mana lagi kalau bukan di sini nih." jelasnya sih dia memberitahukannya dengan nada seeikit mencemooh.
__ADS_1
" Olalaah." Timpal Yuli sambil menepuk jidatnya.
"Kok ... Iso sih makan disini ti."timpalnya sih yuli yang mulai protes.
" Ya ... kata temen ku disini tempat makan paling recommend dan paling murah Yul." ujarnya si tia yang memberitahukan nya.
"Oh."
" Dah lah ... ndak usah protes yo pesen waelah." imbuhnya yang memberitahukannya.
"Yo beb ... Yo."
akhirnya mereka pun langsung saja melaju ke kasir dengan antrian yang paling panjang karena banyak anak kecil,anak muda, anak remaja yang baru kasraman ataupun orang dewasa yang makan di situ.
Karena Apa Karena makanan di situ enak-enak dan paling murah beserta dengan paket pilihan dari KFC.
lalu mereka berdua pun mulai memesan Makanan apa saja yang harus mereka dipilih si Yuli pun bingung harus memilih makan yang mana untuk bisa dinikmati soalnya banyak pilihannya.
kemudian si tia pun memesan satu paket a untuk berdua dengan si Yuli yakni jual nasi anget dua potong ayam paha 2 coca-cola beserta dengan kentang goreng.
" Ini Mbak totalnya 757 perak ya." ujar si crew KFC memberitahukannya total harganya.
" Ya ... Mbak uang saya tinggal segini 500 perak kamu ada duit lagi ga yul." serunya tia yang kekurangan uang.
" Ya Allah kok bisa sih kamu kekurangaan uang malu-maluin aja ti." ujar Jutia mulai emosi sambil menepuk jidatnya kepada tia lalu Crew KFC pun mulai menertawakannya dengan membungkam mulutnya itu.
" Maaf ... Yul tinggal segini soalnya buat bayar kosanku terus belum biaya transik,sama biaya lain nya yul." timpal tia dengan 1000 Alasan.
" Ya udah deh kita patungan ojo aku dapat sisa duit segini." timpal si Yuli yang memberikan 200 perak kepada si tia.
" Duh ... Yul Untung ada kamu loh Makasih ya ntar aku ganti duitnya." ujarnya si tia yang berterima kasih.
" yaudah wes cepet kamu kasih aja duitnya ke mba ini ti." soalnya si Yuli memberi saran lagi kepada si tia.
"Yo si si tenang waelah yul."ujar sih tia yang membertaukan kepada sih yuli untuk bersabar.
"Eh ini mba"timpal sih tia yang memberikan uang cash nya kepada crew tersebut.
lalu Crew KFC memberikan pada akhirnya mereka pun langsung saja mengambil hidangan pilihan makanan tersebut.
pada saat itu mereka pun mencari tempat duduknya yang paling nyaman untuk makan dan sambil dia mengerjakan tugas itu yang sangat menumpuk.
lalu pada akhirnya mereka di duduk tepi jendela sehingga pada akhirnya Mereka makan dengan tenang disana.
lalu pada akhirnya Yuli pun langsung saja mulai bercerita tentang si Deni karena Deni pun susah dikabari email ataupun Surat -surat lain nyq yang ia kirim dari rumahnya karena akhir-akhir ini dia lagi sibuk karena ini sudah akhir semester sebentar lagi lalu dia pun memberi nasehat seperti ini.
" udahlah Yul nggak usah dipikirkan, yang penting makan senang-seneng aja dulu jangan dipikirin nanti kesehatan janin mu keganggu loh."jelas tia memberitahukannya.
" Tapi ... aku sangat takut dia selingkuh soalnya aku lihat dia sama perempuan lain Ti."jelasnya sih yuli yang memberitaukan nya.
" Oh itu mungkin saudara ke temennya nggak usah dipikirin Yo wes lah lanjut makan."timpal sih tia yang memberitaukan nya.
"Ehm." ujar sih Yuli yang melanjutkan makannya.
__ADS_1
/Next Cerita berikutnya/