Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 15


__ADS_3

"Adaa ... Apaaa inii."tanya sih dokter tersebut dengan emosi.


"Ini ... Dok dua orang ini ga bisa bayar rumah sakit."jelasnya sih perawat itu yang ga sopan sama mereka.


"Ehmm."timpal sih dokter itu yang mulai berfikir sejenak.


hingga terjadilah antar cekcok adu mulut antara perawat,satpam dengan dokter itu.


disitulah sih marini mulai menceritakan bahwa ia sangat binggung dengan biaya rumah sakit karena besar dan rencana ia ingin menyicil karena biaya² nya.


lumayan besar menurutnya tapi tidak menurut orang zaman sekarang bisa beli 1 bungkus ayam geprekkk.


"Kenapaa ... Kalian berdua tidak menceritakan nya."cerca dokter tersebut dengan kesal kepada mereka.


"ya ... Maaf dok, masalah ini prosedur rumah sakit jadi tidak bisa diputuskan begitu saja dok."jelasnya sih suster tersebut panjang kali lebar.


"Ehm."pikir dokter tersebut dengan hati yg grusuk karena suster itu.


Pada akhirnya dokter tersebut mulai menyuruh suster itu untuk menelpon staff rumah sakit nya agar permohonan marini bisa diproses.


"Halo ... Tolongg dirubah prosedur rumah sakit langsung dikasih tau oleh managernya ya."jelas sih dokter tersebut dengan detail.


"Ya ... Tapi kenapa ya pak."tanya sih staf tersebut dengan penasaraan.


"Jangan banyak ... Tanyaaa cepat segera dirubahh."titahnya sih dokter tersebut.


"Baik ...Dokter."


jawab sih staff tersebut dengan grogi karena takut.


Disitulah sih staff mulai menelpon sih manager rumah sakitnya untuk mengubah prosedur tersebut dan pada akhirnya marini dan Ari pun mulai bersujud dan berterima kasih kepada dokter tersebut yang memberikan solusi untuk pengobatan Pak Abdi.


"Ya ... sama-sama ini saya sebagai dokter wajib bertanggung jawab dalam keadaan pasien."jelas dokter itu.


" Terima kasih Dokter terima kasih." Timpalnya Sih Ari dan marini dengan kompaknya.


"Ya ... Kalo begitu saya pergi .... karena banyak sekali pasien yang harus saya urus kalau begitu saya permisi "Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dok." timpal si marini dan Ari dengan kompak.


dan pada akhir dokter tersebut mulai pergi untuk menemui pasien lain sesuai yang dibilang olehnya kemudian perawat tersebut menjelaskan seperti ini.


"sekarang prosedurnya ... sudah ubah Jadi mohon Cicil selama 6 bulan dengan biaya ini ya."imbuhnya yang memberitahukan lalu menunjuk rincian yang harus marini bayar.


" mohon dibayar sekian ya totalnya Rp5.000 dulu."


pada akhirnya Ari pun dengan inisiatif langsung membayar uang Rp5.000 itu kepada suster untuk proses pembayaran berikutnya untuk pengobatan bapaknya di situ marini tidak enak dan mulai berterima kasih kepada Ari karena selama ini ia ditolong terus tidak sama keluarganya meninggalkan dia dengan keadaan susah.


" baik sus ... nanti saya usahakan ya." jawab si marini dengan bersyukur.


" Iya jadi mohon dibayar di bulan sesuai dengan tanggalnya ya mbak soalnya kan mbak bayarnya sekarang lewat ini ya." timpal sih perawat itu yang menjelaskan prosedur pembayarannya.


"Ya ... Mba."


pada akhirnya marini pun sangat bersyukur betapa nikmat yang Tuhan berikan kepada marini dikasih calon suami sama seperti Ari menaruh harapan padanya.


meskipun marini dihina orang, diledekin Ibunya dan dicerca oleh ibunya dan dicuekin oleh saudaranya sih yuli itu termaksud para tetangga dan kerabat deket yang membullynya.


tapi ia bersyukur sekali bisa memohon kepada pihak rumah sakit untuk bisa mengerti kondisi marini menganai biaya rumah sakit yang lumayan mahal itu.


"Alhamdulilah ... Mas biaya rumah sakit bisa dicicil."timpalnya sih marini dengan puji syukur bisa cerita kepada ari.


"Alhamdulillah juga ... Syukur nih aku bisa nyicil di rumah sakit sendiri aku jadi ikut senang."jawab sih ari sambil ia mulai tertawa.


"Ehm Tapi ... Aku binggung mas."


"Bingung ... kenopoo sih."


" Ya rek ... Binggung mas Gimana caranya aku bisa bayar rumah sakit tapi aku nggak punya pekerjaan.


" Sabar ya nanti kalau ada waktunya pasti nanti aku kabarin kamu kok untuk bisa mengobati biaya rumah sakit bapakmu."timpanya sih ari yang memberikan semangat pada marini.


"Ya ... mass makasih udah support aku."jawab marini dengan bahagia.


di situlah mereka mulai pergi berdua beberangan hingga mereka berdua naik angkot bersama.


Dan pada akhirnya si arifun dan marini turun dari angkot lalu bertemu Ari pun bertemu dengan kerabatnya yakni Johan salah satu pengusaha lumayan terkenal di Malang.


"Johan."sahut nya sih ari yang menunjuk ke arah Johan.


"Arii."Sahutnya sih Johan yang menunjuk kearah ari.

__ADS_1


"Apakabar kamu."timpalnya sih ari yang menjabat tangan sih Johan.


" Alhamdulillah baik nih Gimana keadaanmu ri." Johan sambil membalas jabat tangannya si Ari.


"Alhamdulilaah baik." jawab ari sambil tersenyum.


"Oh ... ya ri itu sopo yo."jawab nya johan sambil menunjuk kearah nya.


" Oh ini kan kenalin ini teman marini."jawab nya sih ari yang memperkenalkan sih marini terlebih dahulu.


"marini."Sahut si marini yang mulai menjabat tangannya si Johan.


"Johaan."jawab sih johan membalas jabat tangan nya.


"Salam kenal yo mar."jawab sih johan yang tersenyum.


"Yo salam kenal juga."jawab sih marini dengan sopan nya sehingga membuat sih ari lumayan cemburu.


"Ihstt ... Sudahlah jabat tangannya mending ke taman sono aja yuk."ujar si Ari yang mulai mengeblak sedikit tangannya Yohan itu.


"Oh ... Yaa, kamu cemburu ya ri." timpalnya si Johan yang meledek kepada sih ari.


"Ye .... enak ajaa, kamu."ujarnya sih ari yang mengemplang pala sih johan sehingga membuat marini tertawa lepas karena kelakuan sih ari terhadap johan.


"Aduh..... Sakit lah ri." timpal sih Yohan yang mulai membalas mengaplok kepadanya sih ari.


"Ulee... tapi ga kena."sahut sih ari yang meledek nya.


Hingga pada akhirnya sih marini mulai menertawai mkelakuan mereka berdua sampai akhirnya pun baru saja mengajak Arik ke mall bersama dengan marini dan pada akhirnya mereka mulai jalan kaki menuju ke arah Mall itu Sesampai di sana ia pun melihat ada tempat makanan yang paling enak ternyata itu tepat makanan western sampai akhirnya mereka mulai duduk lalu memesan menu makanan tersebut.


" saya pesan waffle, gado-gado, sama jus ya lemon."ujar sih johan yang memesan tiba-tiba.


"Oh ... ada lagi tambahan nya mas."sahut sih waitress itu sambil memegang pulpen buku catatan nya itu.


" Oh ya Ri ni kalau kalian berdua mau pesan apa."sahutnya sih johan yang memberitahukannya untuk memesan menu apa.


" Biar ... aku yang traktir."imbuhnyaa dengan bahagia sambil penumpuk tangan ka arah dadanya dengan bangganya.


"Hehehe ... sip johan, aku rek pesen ikan gurame asam manis satu sama es jeruk sama kaya punyamu itu."ujar sih ari yang membuat johan tertawa.


"Hehehe ... Bisa bea sampean."jawab sih johan sambil tertawa.


"Oh ... ya kalo kamu apa marini."timpal sih johan yang menawarkan mau pesan apa.


"Okeyy .... Sip ini ini ojo pesanan nya yo mba."jawab johan sambil memberikan buku-buku kepada waitres tersebut.


"Baik ... Tunggu bentar ya mas."jawab waitreas itu yang berlalu pergi.


Lalu mereka semua pun menunggu pesanan mereka dan pada akhirnya pesanan Johan pun telah sampai selama 15 menit sedangkan pesanan Ari dan marini masih lambat paling tunggu sampai 30 menit lagi.


dan di situlah johan pun menawarkan hidangan yang ia pesan kepada mereka cuman mereka malu-malu dan tak enak karena mohon traktir mereka masa ia makanan yang ia Pesan diambil.


" Yo wes ambil aja Ini waffel ne siapa tau sampeyan pada doyan." timpal sih johan yang menawarkan tangan ini lagi kepada mereka.


"Duh ... Mas johan aku sangat berterima kasih kepadamu Johan sudah teraktir kita."jawab sih marini dengan sungkam nya kepada johan.


" Yo ... Nda apa-apa marini ambil aja Ndak papa kamu juga Ari makan."ujar sih johan yang mengambil garpu nya itu.


"Yowess ... Wes aku sing makan yok mas bro."ujar sih ari tanpa malu-malu memgambil waffel dengan memgunakan tangan nya sendiri.


hingga pada akhirnya mereka pun mulai ketawa dengan kelakuan Ari yang semakin kocak akhir-akhir ini karena ia mengambil makanan dengan mencowel wafflenya dengan menggunakan tangannya.


Sampai mereka mulai tertawa satu sama lain kemudian sih johan ini pun mulai menceritakan bahwa ia akan bisnis solar untuk dia kembangkan bersama dengan teman dan kerabatnya kemudian Ari dan marini pun sangat excited mendengarnya.


kemudian Arifin menceritakan bahwa si marini pun membutuhkan pekerjaan Karena untuk membiayai kebutuhan keluarganya beserta biaya rumah sakit bapak nya itu.


di situlah hatinya Johan pun mulai untuk mendengar ceritanya Ari karena selama ini marini telah mengalami kesulitan yang banyak hingga pada akhirnya Johan pun memberikan kartu kantor perusahaan ini untuk marini melamar bekerja disana..


cuman sayang perusahaannya sih Johan ini masih diproses dalam pembangunan hingga harus tunggu sampai 2 bulan lagi untuk ia mulai bekerja di situ.


Prat 16


dan pada akhirnya marini pun langsung saja pamit kepada Ari dan juga johan hari ini sudah larut malam Takutnya nanti dimaki-maki oleh ibunya.


setelah ia pergi kemudian marini mulai Melambaikan tangan ke kepada mereka berdua.


" hati-hati ya marini." ujar si ari dengan menggunakan logat Jawanya.


" Aku pergi dulu ya mas ari, Makasih Mas Johan aku pergi yo."


" Yo hati-hati marini." Timpal Johan yang Melambaikan tangan ke arah marini.

__ADS_1


disitulah marini mulai menaiki transportasi yakni bis secara gratis di zaman dulu beda dengan zaman sekarang bayar dengan harga puluhan hingga ratusan ribu.


nah di situlah Mami mau sejenak


lalu hingga pada akhirnya marini pun sudah sampai 1 jam dari bis kemudian jalan kaki dari bis kerumahnya namun saat ia kesana bukannya Ia disambut dengan baik malah dimaki-maki oleh ibunya.


"Heii ... Ada anak ******,dari mono ojo kamu." ujarnya sambil menjewer Kupik marini.


"Ahkk... Sakit ampun."lirih marini yang meminta ampun.


lalu kemudian sih tuan putri pun datang siapa lagi kalo bukan yuli.


" ojo opo sih Bu ribut-ribut begini." tanyanya dengan heran sambil menggulung rambutnya dengan menggunakan roll biar Ikal poninya.


" Oh ini nih ... Kaka kamu nih anak kesayaangan bapakmu habis kelayapan bukan nya cari kerja /beres rumah eh malah menambah-nambah biaya ." ujarnya ibunya mempermalukan dirinya sambil menjambak rambutnya marini.


"Uhh... Akkh sakit bu ampun."


" Huuu .... Dasarr tolol bukannya bersih-bersih rumah malah kelayapan ga jelas ... pasti sama si Ari tuh Bu anak Tetangga Sebelah." timpalnya si Yuli sambil melempar rol ke mulutnya marini.


"AAaa ehmm." timpal mulutnya sih marini yang dibekap oleh sih yuli dengan mengunakaan roll-nya.


di situ ada insiden yang mengerikan antara marini dengan ibu dan juga saudaranya sehingga para tetangga mulai melihatnya bukannya membantunya malah membisikkan marini dan keluarga yang tidak tidak dari belakang.


"Eh ... Ibu-ibu ada apasih kok pada kesini." Timpal tetangga yang bernama Bu Elly sugigi.


" ini Bu biasa keluarganya Bu Endah ribut terus." ujar ibu tetangga lainnya bernama Bu Yeti yang sok tau.


"Oh."


" pasti sih marini buat ulah bu." ujar sih ibu tetangga yang sok tahu itu sebut saja Bu eri.


"Ya ... Pantesan saja ibu endah kesel ?" ujar Bu Eneng yang sempat kesal dan ikut berargumen Tapi sok tidak berdosa saja ibu tetangga satu ini.


"Ya." sahut ibu-ibu yang lain.


" jangan begitu Bu kasihan si marinim" timpq si ibu tetangga itu yang iba terhadapnya marini sebut saja Bu Romlah.


"Ye emang bener tuh anak ga ada kapok-kapoknya."timpal sih ibu-ibu yang bernama Dina yang berpendapat.


"Ya wajarlah namanya juga anam gak perawan lagi pasti habis di ewong sama laki-laki bu." ujar sih ibu-ibu yang suka ngomong ngasal dan sembarangan sebut aja Bu Tini.


"Yo ... ya jelas itu bu tini." Timpal tetangga lain bernama Bu Eri.


itulah ada Bu Romlah yang kasihan sekali dengan penyiksaan yang ibunya lakukan kepada marini itu sungguh kejam bisa jadi itu kena pasal jika ada undang-undangnya di zaman itu.


dan itu belum ada HP sama kamera paling adanya kamera rekam Kasihan sekali Hidup marini sudah dari dulu disiksa oleh sang ibu yang membenci dirinya sejak lama malah dihina-hina oleh Tetangga yang tahu dari sudut persoalan luar dari mulut ibunya itu.


" sudah ibu-ibu tolong hentikan perbuatan ibunya kasihan si marini disiksa mulu." Timpal Ibu Romlah yang memberitahukannya.


" Tapi ... Buat apa bu bantuan mereka itukan urusan keluarga mereka."timpal bu tati yang ga suka sama marini


"Bener tuh bener."timpal ibu-ibu lain yang setuju


"Hehe lagian ... ngapain orang begitu dibantuin biarin aja biar tau rasa dia kan buka keluarga kita ngapain repot2 bantuin dia." Timpal bu tati yang tak peduli dengannya.


" Iya Iya benar-benar udah tahu dia mencoreng nama kampung kita kalau dia pernah hamil." ujar Bu siti ibunya si Ari.


" Ya sudah jangan begitu.... Cepat panggil Pak RT saja kalo tidak saya akan aduin kalian suka gosip dan nggak pernah bayar iuran." jelasnya Bu Romlah sambil mengancam mereka semua.


"Hah." Timpal mereka semua dengan kaget.


"Jangann begitu bu romlah ... Janggan bu."timpal ibu-ibu yang lain yang takut.


" Ya ... Makanyaaa panggill dong,Pak Rtnya."


"Ya .. Ya Bu Romlah."sahut para ibu-ibu tetangga itu yang ketakutan lalu untuk melaporkan kejadian ini kepada Pak RT.


Pada akhirnya salah satu tetangganya dengan terpaksa memanggil Pak RT agar di rumahnya si marini tidak ada kericuhan.


dan pada akhirnya mereka sudah sampai di rumah Pak RT kemudian mereka melaporkan isi dan kejadian antara terjadi di rumah marini bahwa marini telah disiksa oleh ibunya di situ mata Pak RT mulai melotot membayangkan bahwa Sih marini telah disiksa oleh ibu kandungnya sendiri.


sehingga pada akhirnya pak RT pun mulai segera bergegas ke rumahnya peserta diantar oleh para tetangga lainnya sehingga pada akhirnya dia sudah sampai.


"Dimanaa dia."


"Akhhkkk ... Ampun bu ampun ."teriakk marini.


"DiSana ... Dirumah nya pak rt."ujar salah satu tetangga yang telah memberitaukannya.


"Ayoo... Cepat antarkan saya kesanaa."ajak pak rt sambil berlari.

__ADS_1


"Baik Pak rt."


/Next Cerita berikutnya/


__ADS_2