
Hingga sih marini mulai menangis sejadinya mengigat kejadian dan perlakuan dari sang mantan membuat dirinya terluka kemudian ibunya pun seperti biasa menyuruh marini untuk membeli keperluan di warung sayur mayur mbah tin dulu seperti beli beras, telor,cabe merah,sayur kangkung,bumbum dapur lain sebagainya.
pada akhirnya para tetangga mulai melihat sih marini ini dari kejauhan saat marini melangkah kemari untuk membeli sayur.
sebagian ada yang kasihan kepadanya Sebagian ada yang mencibirnya yang tidak-tidak kemudian kedua ibu-ibu muda itu mulai pergi sambil mereka berdua melihat marini dengan sininya namun marini tetap tak peduli Yang penting dia bisa belanja seperti itulah warga WNI zaman dulu sampai sekarang masih aja ngurusin hidup orang lain makanya tambah miskin mereka karena selalu berbuat dosa.
"Eh ... ibu-ibu liat deh sih marini."ujar salah satu tetangga yang melihatnya sebut saja mbah tin.
"Ya ... Mbah ada apa toh."ujar salah satu langgangan sebut bu etun.
"Ya ... Kenapa dia."jawab sih salah pelanggan dari medan yang sudah lama tinggal dikampung ini sebut saja maria.
"Ya .... saya liat sih marini kasian mukanya lebam-lebam deh habis digebukin."timpal nya mbah tin yang memberitaukan nya.
"udah biarin aja lah mbah tin mungkin dia bikin masalah sama keluarga nya." timpalnya maria yang berbicara berbicara nyablak.
" Tapi ... Mar kalo ngomong berteriak2 gitu simpati gitulah seharusnya ama marini." celetuk sih bu Atun Sambil tertawa.
"Ya ... Buat apa saya simpati sama dia bu atun,orang nya males-malesan begitu."cerocos sih maria.
sehingga bu atun dan juga mba tin mulai mengelus-ngelus dada sangking kaget dengan omongan sih maria saat nyablak tanpa di filter dulu.
Begitulah warga Batak yang memiliki ciri khas sangar, kalau ngomong asal nyeblak tanpa mikirin orang, dan juga benci terhadap orang yang tak sempurna seperti wanita hamidun,orang biolar dan idiot dan lain sebagainya.
"Eh Bu Atun ... ibu bu Tin, mba maria."sapa sih marini yang sudah berada warung sini dari tadi.
"Ehm." Timpal si Maria dengan wajah yang judes dan melihat sinis ke arah marini.
" kalau gitu Saya permisi dulu ya ibu-ibu." ujarnya si Maria yang melongos begitu saja tanpa berpamitan kepada si marini.
" Eh Mar aku mau ikut deh." timpal nya sih bu atin yang dari tadi minta ikut karena males ngeliat tampang nya si marini yang menurutnya sok polos dan bikin malu kampung ini.
"Ya ... Saya Tungguin bu atin !!!"
sehingga Mereka pun pamit kepada mbah tin sehingga marini pun merasa tersinggung dengan perilaku mereka akhir-akhir ini mereka berdua menjelek-jelekkan dia dari belakang seperti itulah kehidupan tinggal di pedesaan Ini Banyak masyarakat dari Desa ini tidak menghargai wanita yang pernah hamil luar nikah di desa ini.
apa lagi karena para orang tuanya mengusir anaknya yang pernah hamil keluar dari rumah kecuali marini yang masih selamat karena telah berhasil menggugurkan anaknya tapi itu sangat berbahaya buat kesehatan rahim apalagi tanpa pengawasan dokter kalau main asal gugurin anak dari dukun beranak.
hingga Mbah tin pun merasa Iba kepada marini dan kemudian menyuruh si marini untuk berlapang dada agar ia tidak memikirkan perilaku mereka yang seperti itu.
"Ya ... marini mau beli apa."jawab sih mbah tin yang mengalihkan pikiran marini.
"Oh.. Ini saya mau pesen beras 1 kg, telor 1/5 Kg,cabe merah 1 ons,sayur kangkung 2 ikat,bumbum dapur lain nya ya mbah." Timpal marini memberitahukannya.
__ADS_1
" Oh iya siap Mar mbah siap-siapin dulu ya." ujarnya sih mbah tin yang mengambil cabe yang segar-segar.
hingga pada akhirnya akun langsung saja mengambil dua ikat sayur, kangkung satu lagi baru ia ambil 1 kg beras, selesai mbah ikat.
barulah ia mengambil setengah kg ons telur, baru ambil beberapa bumbu dapur lainnya hingga pada akhirnya si Mbah pun langsung saja mentotalkan harganya sekian.
" segini Ya ni."
" Oh ya ini Mbah uangnya."
" Oke kembalinya 100 Perak ya."ujar sih mbah tin yang memberikan kembalian.
" Iyo Makasih Mbah."ujar sih marini yang berusaha tersenyum.
" somo-somo marini."timpal sih mbah tin sambil tersenyum.
pada akhirnya marini pun mulai pergi dari warungnya Mbah Tin namun saat marini pergi tetap saja banyak orang-orang yang mempergunjingkan dirinya yang tidak-tidak.
mulai diledekin wanita murahan, Sarjana pengangguran,dan juga wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan keluarganya sendiri.
di situlah marini pun sakit hati Namun ia tak ambil pusing dengan ucapan para tetangga yang mulai meledek dirinya yang tidak tidak.
yang terpenting ialah ia bisa pulang dengan selamat dan tidak dihajar oleh ibunya lagi karena ibunya seperti itu kelakuannya jika pulang kelamaan maka ia akan dihajar lagi.
" Eh marini marini." teriak Bu endah dengan keras sehingga ia tidak malu dilihatin oleh para Tetangga.
"Ya ... Bu odo opo."jawab sih marini sambil ia melangkah ke depan rumah nya.
" Dari mana saja kamu hah, 5 menit baru nyampe dasar kunyuk Asu kamu." timpalnya ibunya sambil memukul si marini.
" Ampun ... Ampun Suer Bu barusan marini habis ke warung Bu."lirih nya yang meminta ampun.
" alasan kamu Bilang aja kamu pacaran sama Ari itu kan ya kan bikin malu orang tua aja kamu Hah." cercanya lagi sambil menampar marini kedua kalinya.
"Ampun Bu ampun jangan sakitin marini Bu."pinta marini yang tolong kepada ibunya untuk menghentikan gamparan dan siksaan dari ibunya.
namun tetap saja ibunya tak peduli langsung saja ia menghajar marini lalu menjambak marini sampai marini kesakitan lalu kemudian ibunya mulai menyeret marini ke kamar mandi seperti kesetanan saja ibunya si marini ini tanpa ampun Ia menghabisinya lalu mengambil gayung dan langsung saja menyirami ke mukanya.
"Gyuuuurrrr ...gyuurrrrr." Timpal suara air ke arah mukanya marini sehingga ibunya mulai berani mengetuk kepala marini dengan menggunakan gayungnya itu.
" ah sakit Bu aku jangan siksa saya bu, tolong bu." pintanya yang meminta ampun kepada ibunya.
"Diam kamu Diam."
__ADS_1
" jangan sampai tetangga dengar ya kalau kamu saya siksa, sekarang Kamu siapin masak buat kita san yuli cepatt."carcanya sambil mendorong marini keluar dari kamar mandi nya.
"uh .. Iya bu marini mau ganti baju dulu." mintanya yang mengizinkan ibunya untuk mengganti baju.
" Ya udah cepat sana Awas aja kalau lama-lama ibu siksa lagi nanti." timpalnya sambil mengancam si marini.
"Enje ... Bu enje." jawab marini sambil memeluk tubuhnya karena basah.
hingga yuli pun melihat nya sampai kaka nya babak belur bukanya iba eh malah meledek kakak nya lalu ia pun berkata seperti ini emang iya ya yang dibilang sama ibu kalau dia tuh anak kebanggaannya dibandingkan dirinya itu katanya sangat sombong sekali si Padahal dia juga anak mengandung anak nya sih denny.
kemudian si Yuli pun mulai mendorong si marini Sungguh Kejam wataknya sudah mengikuti sifat tak baik dari ibunya malah memperlakukan kakaknya seperti pembantu emang sih yuli ini selain tidak punya rasa hormat kepada dirinya itu dan juga yuli ini tidak punya otak dan merasa paling dirinya paling benar padahal sama-sama Pendosa.
" berani kamu menyuruh-nyuruh saya seperti ini, memang kamu pikir saya ini pembantumu Apaaa!!!." timpalnya si marini yang berkeinginanan untuk mendorong Yuli namun ia merasa kasian aja sedang calon keponakan nya yang ada didalam kandungannya.
" eh ... memang iya Masalah buat kamu yang nggak bisa nyari duit buat ku, Kan saya pontang-panting nyari duit buat kamu makan ."ujaarnya sih yuli sambil mendorongnya sih bahunya sih marini sehingga marini mencerit kesakitan karena bahu kanan telah terluka karena ulah bu endah sendiri.
"Aahhllkk."teriak marini yang kesakitan Karena dia sudah jatuh sehingga membuat siku kanannya berdarah.
"Ya rasakan itu... jadi wajarlah jika saya nyuruh-nyuruh kamu." jawab Yuli dengan angkungnya sehingga marini pun langsung saja bangun lalu menjambak rambut yuli
" brengsek kurang ajar kamu." teriak marini sambil menjambak rambutnya lagi.
" ah ah hentikan hentikan, bu bu tolong bu tolong." teriak Yuli yang kesakitan lalu memanggil ibunya.
"Ahkkk ... saya tak terima kamu jika kamu memperlaku an saya seperti ini jadi Terimalah."sahut marini yang mulai menampar yuli.
"HIYAAAAA !!!" imbuhnya si marini yang mulai menampar Yuli namun tangannya itu sudah dipegang oleh ibunya dari tadi ibu nya sudah ada disitu lalu ibunya memplintir tangannya marini.
"Aagghhhhhhh."teriak marini
" kurang ajar kamu apakan anakku." teriak Bu Endah sambil memelintir tangannya marini.
"Aghhhhhhh ... Sakit ampun bu ampun."teriak nya sih marini yang menjerit kesakitan.
"Syukuriinn ... Emang nya enak huuu jangan macem-macem sana saya."gumam nya sih yuli dalam hati kemudian ia tersenyum melihat kakaknya menderita dan disiksa oleh ibunya.
"tidak ada ampun-ampun buat kamu sekarang rasain ini hiyaaa."ujar ibunya yang mulai menghajar sih sih marini.
"Aghhkkkk.... Ampun bu ampun."timpal sih marini yang berusaha melindungi diri dadi serangan dirinya.
di situlah para tetangga mulai mendengar bisingan dari rumah sebelah atau depan rumahnya marini tinggal membuat para tetangga lainnya mulai terganggu berbisik-bisik tentang marini yang selalu saja yang disalahkan, dan menjadi orang yang tertindas di keluarganya sendiri sungguh tidak adil.
/Next Cerita berikutnya/
__ADS_1