
"Ehnmmmmpppppp ololnhg ehnm !!!."teriaknya sih marini.
"Ehmmmmpppp atna!!! ."teriaknya sekali lagi.
"Masyallah mba marini !!."ucap ratna yg tak percaya saat ia melihat marini telah dibekap telah tersiksa seperti bu.
"Ehmmmppp."timpal marini yang berteriak dengan kencang.
"Sebentar mba ... Aku lepasin ikatannya dulu."ujar nya sih ratna yang berusaha melepaskan ikatannya.
lalu dengan sigap ratna pun berusaha membuka ikatannya itu cuman naas belum berhasil juga Namun sih ratna pun tetap berusaha untuk membuka ikatannya itu cuman ikatan nya kenceng hingga tali bya terlilit sampai susah dibuka lalu di akhirnya Ratna pun berusaha membukakan lakban dari mulutnya si marini hingga ratna pun berhasil membuka ikatannya itu.
" Terima kasih Ratna kamu telah menyelamatkanku." timpalnya marini mengucapkan terima kasih kepada Ratna.
" Iyo samo-samo mbak, Oh ya Mbak Kenapa Mbak bisa diikat seperti ini." tanyanya si Ratna dengan penasaran Padahal dia tahu apa yang terjadi, mungkin Ratna pun perhatian makanya bertanya kembali.
" Ga tau juga na ... Mungkin Ibu bener-bener benci kepada ku, sampai dia tega memperlakukanku kaya gini na." jawabnya sambil menangis.
" Ya ... Allah Yang sabar ya Mbak." ujar Ratna memberi semangat kepada marini.
"Ya na ... Aku udah biasa kok,tenang aja." jawabnya marini sambil tersenyum.
di situlah Ratna mulai menangis sejadi-jadi melihat kondisi marini yang hampir sekarat apalagi ia disakiti oleh ibunya sampai Ratna pun bertanya apakah ia lapar lalu marini pun menjawab iya dengan grecep ratnat mulai pergi sambil mencari makanan untuk si marini.
" kamu mau ke mana rat ?."tanya sih marini yang tiba-tiba
" Aku mau pergi mba sekalian mencari makan, untukmu Mbak Jadi tunggu sini ya."jawab nya ratna yang hendak pergi.
"Tap-i."jawab marini yang gugup.
" tapi apa Mbak ?."tanya sih ratna yang heran kepada marini.
" aku jadi nggak enak sama mu rat."jawab nya yang tidak enak kepada ratna.
" Ya Allah Mbak nggak usah sungkam sama saya kan saya udah menganggap Mbak sebagai kakak saya sendiri." timpannya si Ratna tidak apa-apa jika direpotkan.
" Masya Allah di saat ini dia masih saja peduli denganku dibandingkan adikku yang selalu menghina dan merendahkanku Terima kasih ya Allah untuk memberikan teman kayak Adikku sendiri." gumannya sambil menangis.
Lalu sih ratna pun mulai pergi sembari mencari makanan yang bisa ia kasih untuk marini tiba-tiba saja ada kebun pohon pisang yang ada di situ dan ternyata kebun itu milik keluarganya Ratna pada akhirnya Ratna pun pergi ke sana sembari melihat sambil ia mengingat masa lalu diperkebunan ini saat itulah si Ratna masih SD kelas 4.
"Wah ... Ini serius bu pak uang nya buat ratna." tanya sih ratna yang masih polos.
" Iya nak ini uang buat kamu."jawab ibu nya sambil tersenyum kebetulan ibunya bu ratna adalah bu siti ibunya Ari juga.
" Kok tumben Bapak sama Ibu ngasih uang ini." jawab Ratna yang masih binggung kepada mereka.
" ya karena kamu sedang karena kamu sering banget bantu bapak dan ibu jadi bapak kasih uang ini untukmu." jelasnya bapak nya Ratna kepada dirinya sebut saja Pak Sartono ada Bapaknya Ratna dan Ari sekaligus.
" Nggak papa kok pak Ratna ikhlas bantu Bapak sama Ibu."jawab ratna sambil tersenyum kepada mereka.
__ADS_1
Lalu pada akhirnya orang tua ratna dan ratna saling berpelukan satu sama lain sehingga Ratna pun mulai menangis sejadi-jadinya karena masih kangen kepada kedua orang tuanya meskipun dia telah tiada kamu dengan Sigap Ia pun mengambil dan memetik buah-buahan pisang yang ada di sana yang sudah lama panen sehingga terjadilah samberan petir yang mengeledak.
sementara itu Bu Siti sangat kangen kepada anaknya sehingga ia mulai menangis sejadi-jadinya karena mengingat kenangan terindah dengan almarhumah Ratna yang telah tiada sampai Ia berpikir Sampai kapan ia bisa bertemu dengannya lagi sampai Ratna pun lihat ekspresi bu siti mulai menangis.
" maafin Ratna Bu Ratna masih kangen sama Ibu Maaf juga kalau ratna ngambil buah pisang ini cuman sisir aja bu." gerutunya Ratna bicara sendiri sehingga Siti mendengar jelas Suara Ratna yang telah lama sekali menjadi hantu gentayangan.
"Rat ... Ratnaa."teriak nya ia yang grogi.
"Ratna ... Anakku."guman nya ia yang berteriak dalam hati.
"Aku ... Sangat merindukan nya."imbuhnya dalam hati lagi.
"Anakk ku ngapain ia membawa pisang Sudah lama aku panen ya." tanya Bu Siti pada dirinya sendiri.
pada akhirnya Ratna pun sekilas melihat ibu yang sedang bersedih dan kalut melihat ia telah berjalan sambil memegang pisang yang ia ambil sungguh miris ia telah tiada karena dulu pernah dibully dan juga ratna pernah perkosa sama temen-temennya yakni santri pria sehingga ia mengalami masih banyak tragis sehingga ia ditabrak oleh mobil truk.
"Drukkkk."
sehingga Ratna pun mulai tergeletak di bawah wastafel sehingga tubuh ratna mengeluarkan darah dan banyak luka yang berceceran di mana-mana sampai sampai Ratna ku mulai menangis sambil merindukan ibunya di situlah ia terlupa untuk memberikan marini makan karena si Ratna 2,5 jam ya berdiri pohon pisang di situ.
" Astaga aku sangatlah lupa sekali untuk memberi makan untuk Mbak marini aku harus segera bergegas untuk pergi ke sana." timpalnya yang berbicara sendiri sambil menempok kepalanya karena ia lupa.
sampai pada akhirnya ia pun telah sampai menemui marini yang masih tergeletak disitu hingga mulutnya menganggap sehingga ia tidak kuatnya menahan rasa lapar ini dan hingga akhirnya Ratna pun langsung memberikan pisang ini untuknya.
"ini mba ... makaaan biar kau tidak kelaparan lalu meninggal dunia." timpalnya yang memberikan pisang kepadanya.
" Uh kamu lama sekali sih aku sampai menunggumu sehingga perut ini sangatlah perih rat." lirihnya yang menahan lapar sampai ia masih saja diikat..
" yo wes mbak Sebentar wae Udahlah nih Kamu makan." timpalnya dengan kesal sambil menjulurkan pisang ini ke arah mulutnya.
" iya pelan-pelan ratna hmm ... aaummm am." Timpal Si marini yang berusaha mengunyahnya.
"Ya."jawab nya sih ratna dengan ketus yang perlahan-lahan makan pisang.
lalu marini pun mulai sedikit tersenyum lalu meminta maaf kepada Ratna sehingga ratna pun mulai tersenyum dan menyuapi marini secara perlahan-lahan sampai-sampai marini pun mulai kenyang dan menyuruh Ratna untuk berhenti menyuapinya dan kemudian marini pun kelelahan dan akhirnya mulai tertidur.
hingga akhirnya Matahari pun mulai tiba sehingga marini pun tertidur pulas tiba-tiba saja ada yang menggedor pintu diluar dan ternyata mengedor-gedor pintu ialah bu ijozz kepada keluarga marini dan Kebetulan sekali didampingi oleh anaknya sendiri sih eva.
kebetulan ia sudah menikah sama dua bulan yang lalu Apalagi sudah menjadi dokter yang sudah puas selama 4 bulan yang lalu tanpa mengundang keluarganya dan kenapa bisa ya bu ijoz mulai emosi kepada mereka seperti itu apalagi ini masih pagi.
"BU ENDAAHHHHHH CEPATT Keluarga kauu ...!!!"teriaknya ijoz yang mulai emosi.
" Sudah Bu sabar Bu nanti mereka juga keluar Kok." timpal si Eva yang berusaha menenangkan ibunya namun ibunya Tak sabar lalu berkata seperti ini.
" Ga bisa gitu dong va itu enak aja itukan duit ibu ngapain juga tuh anak minjemin duit sama mereka Memangnya mereka siapa."imbuhnya yang mulai emosi.
" Emang bener-bener sih mas jartono bikin emosi aja." gerutu tuh si Eva yang kesel dengan kakaknya itu.
" iya iya ngapain duitnya dipinjam sama keluarga ini, padahal keluarganya bukan siapa-siapa loh dan juga dulu anaknya sih endah yang sombong itu pernah menolak Perjodohan ini." timpalnya ijoz mulai emosi.
__ADS_1
di situlah marini pun mulai mendengar suara lantam bu ijoz yang terus aja mengetok- ngetok pintu dengan kasar sambil meneriak-meriaki, menghina keluarga Bu Endah bawa keluarga Endah adalah orang yang paling susah, sambil minjem uang segala kepada si jartono anaknya sehingga Bu Endah dan yuli merasa terganggu dan kemudian mereka mulai keluar dari Singgasana mereka Alies tempat tidur mereka juga.
" Hey ... ada apa ini ribut-ribut." cerca si Ibu Endah kepada mereka.
" Tahu Bu masih pagi jugaa Bu."timpal sih yuli sambil mengucek-ngucek matanya karena mata gatel.
"Tau nih .... pakai acara gedor-gedor pintu saya apa nggak punya sopan santun kalian bertamu di sini." cerca Bu Endah yang menghardik bu ijoz dan eva.
" Eh dasar ya kalian keluarga yang gak punya harga diri, dulu anakmu menolak Perjodohan ini dengan anak pertamaku sih jartono Eh sekarang gak tau diri suruh anakku membayar tagihan sayuran jos cuih najis."timpal bu ijoz yang menghardik bu endahh..
" Heh seharusnya, kamu yang menggantikan rugi dagaangan nya Pak Jos malah kamu kabur pula malah saya lagi yang bayar enak ajar." cerca Ibu Endah kepada bu ijoz sambil menunjuk.
" Memamg ... dasar keluarga ini tidak tahu diri."timpal nya bu ijoz yang memaki bu endah.
" Tau tuh ... bu seharusnya si marini-marini ini nih bersyukur ada kakakku yang mau meminang dia dibandingkan mantannya itu."teriakk sih eva yang ikut-ikut memanasi padahal ia seorang dokter.
"Malah ... Kabur lagi." sambung nya sih Eva yang masih saja memanasi keluarga marini.
" Hust udah ... Va Biarin aja itu masa lalunya Yang penting kamu kan nggak gitu kan hehe." timpalnya Bu ijos yang meledek marini sehingga mereka mulai menertawakan kelakuan dan hidup marini yang sudah lumayan sengsara.
"Hehehe ... Ya benerlah aku kan pinter, bisa jaga diri, dan juga calon terbidang terkenal di desa ini Bu bedalah nasib lah aku bu sama sih marini-marini itu tuh."ledeknya sih eva yang mulai menertawakan hidup marini.
lalu dengan siap siaga bu endah menyuruh yuli untuk mengambil ember yg ber isi air sambil Ia pun mulai berbisik ke telinga Yuli lalu Yuli pun mulai mengerti langsung saja Ia pun diam-diam mengambil ember berisi air tanpa sepengetahuan Bu ijoz dan Eva kemudian Yuli pun telah mengambil ember belum memberikan ibunya secara diam-diam lalu ibunya membelakangkan ember agar tak terlihat oleh Bu ijoz dan juga Eva.
" kurang ajar ... ,kalian ke sini mau perhitungan atau meledek anak saya hah."teriak nya sih endah sambil memegang ember suwaktu-waktu untuk menyiram mereka.
" Tau.. Tuh bu datang-datang bertamu malah bikin emosi .." timpal Yuli yang mulai emosinya sambil menyilangkan kedua tangannya karena kesel dengan nya.
"ya nak ibu juga kesal."timpal bu endah yang berbisik ke arah yuli.
" hei ... Dasar ya kalian."cerca nya bu ijoz sambil menunjuk ke arah bu endah dan juga yuli.
"Disini ..saya ke sini sekaligus mau menghina kalian sama minta ganti rugi uang kalian ambil dari jortono ke kalian jadi kembalikan uang balikaan." Timpal ibu ijos kan ada men ngancam sambil menunjuk ke arah mereka berdua (bu endah dan juga yuli).
" ya cepat balikan uang Kakak aku balikan." teriaknya Eva sambil mengadah tangannya.
" setan kurang ajar ya kalian." cercanya Bu Endah yang menyirami mereka berdua.
"Aggghhhhhhh." teriaknya Eva dan bu ijoz dengan kaget nya.
di situlah eva dan bu ijoz tidak terima jika mereka diperlakukan seperti itu oleh bu endah langsung saja bu ijoz menyerang Bu Endah dengan cara mau menyekek lehernya Bu Endah sambil menjambak rambutnya bu endah yang tergerai itu sampai Yuli dan Eva pun mulai melihat pertengkaran antara Bu Endah dengan Bu ijoz jika pembuat si marinipun khawatir dan ketakutan jika ibunya dipermalukan dan dihajar oleh bu ijoz seperti itu.
" Rat ... Rat tolong lepaskan ikatan ini rat aku nggak mau jika Ibu sama bude ijos berantem."titahnya marini yang meminta tolong kepada Ratna untuk mengemukakan ikatan ini.
" Mbak gimana caranya Mbak soalnya aku udah berusaha membuka tali ini cuman tali ini tidak menyatu dengan tanganku." jelasnya Ratna yang memberitahukan kepada marini kalau ia tidak bisa membukakan tali ini.
" aduh tolong lah rat pasti kamu bisa."timpalnya sih marini yg memerintahkan Ratna dan memberikan semangat untuknya untuk bisa melepaskan ikatan ini.
/Next cerita berikutnya/
__ADS_1