
Dan berminggu-minggu mereka bertunangan sampai deni dan yuli deg-degkan menunggu penantian kini hari H pun telah tiba akhirnya mereka melangsungkan akad nikah di rumahnya Yuli hingga penghulu pun menjabat tangan nya.
"saya nikahkan engkau dengan saudara Yuli dengan mahar 500.000 seperangkat alat sholat dibayar tunai."ucap penghulu tersebut yang menjabat tangannya.
"ya .... Saya nikahkan saudara Yuli 500.000 dengan alasan seperangkat salat dibayar tunai."ujar Deni yang mengikuti arahan Penghulunya.
"Apakaah sah."ucapnya sih penghulu tersebut.
"SAHH."ucap para warga yang mengucapkan sah secara berbarengan yang telah tertulis diagana.
"Alhamdulillah."ucap semua orang dan Pak penghulu membaca syukur secara bebarengan.
Kini acara resepsi telah dimulai akhirnya semua warga Kampung termasuk saudara dekatnya menikmati suasana pesta yang mewah meskipun dekat dengan perkampungan juga.
tiba-tiba sahabatnya Yuli datang juga siapa lagi kalo fitri dan pacarnya yang sudah jauh hari diundang sampai-sampai mereka berdua menikmati moment pernikahan Yuli dan Deni yang bahagia setelah mereka berdua makan-makan.
"Yuli ... Ya Allah makin cantik aja kamu."timpal si Fitri yang cipika cipika yang mencium pipinya Yuli.
"aduh... jadi kangen sekali denganmu fit."jawab sih yuli yang memeluk fitri.
"Ah.... Bisa aja kamu,aku jadi kangen."jawab sih fitri yang memeluk sih yuli kembali.
"Dan kamu juga makin cantik dan singset saja sekarang fit."timpal sih yuli yang memuji dirinya.
"Ah ... Kamu juga."ucap sih fitri yang merendah.
Sehingga mereka sudah berjabat tangan dan saling salam dan satu sama lain sehingga pengantin pria menyuruh fitri sama pacarnya untuk makan terlebih dahulu Sementara itu Marini jadikan babu selalu saja ia tertindas dalam hina di sebelah mata orang-orang yang mengejek dirinya tambah lagi para tetangga yang mulai menggosipinnya saat Marini pun menjadi Open organizer sampai para ibu-ibu menggosip ria dari jarak kejauhan seperti ini siapa lagi kalo bukan bu ijoz.
"Oh ibu-ibu lihat di simarini."timpal bu ijoz yang mengomentarinya lagi.
"Iya kenapa sih emang nya."tanya sih ibu satu itu.
"itu loh Marini ... Kasihan juga ya hidupnya nda berubah-rubah."timpal bu ijoz yang ngomongin marini dari belakang.
" ehm2 ... beda sama yuli langsung nikah sama pacarnya."timpal sih ibu-ibu yang rempong itu.
"Ya nama nya juga anak haram Bu nggak beda jauh dari ibunya pasti nya nggak bakal nya tenang hidupnya."timpal bu ijoz yang menghina dirinya secara terang-terangan.
"Hihihi."tawa sih ibu-ibu itu dengan riang.
Sampai sampai marini mendengar sudah sakit hati hina hina dan diremehkan seperti itu padahal juga sesama perempuan itu harus saling menjaga mulut tapi ini malah mengolok-oloknya dari belakang sungguh tidak punya hati ibu ijoz itu.
Acara pernikahannya Yuli dan Deny masih berlanjut sehingga para tamu menikmati momen kebahagiaan Yuli dengan Deni hingga pada akhirnya mereka berfoto bersama tanpa Marini sama sekali rayap malu dihina oleh bu ijos bu lalu bu ijoz pun ikut foto sama dengan yuli dengan keluarganya.
Kenapa bisa Bu ijos diundang di pernikahan ini, karena sebelumnya Pak Susanto dan bu endah pun telah meminta maaf duluan karena mereka punya kesalahan dan banyak dosa dan akhirnya Bu ijoz pun memaafkannya dan akhirnya rukun kembali seperti dulu.
__ADS_1
Sementara itu ia pun mengusap air matanya lalu sambil menangis kesugukan lagi selama 45 menit ia tenang kembali saat itu dia hendak keluar tiba-tiba saja dicegah oleh si Aryo.
"Mau apa kamu."teriak sih marini.
"Hehehe."timpal sih aryo tertawa yang gembira sampai matanya jelalatan karena dia melihat marini yang lumayaan seksi.
"Kenapaa kamu disini."tanya sih marini dengan tegas.
"udah .... Ni nggak usah ke mana-mana."timpal sih aryo yang mencolek dagu marini.
"IHH ... Apaaaan sih kamuu."teriak marini yang memegang tangan aryo yang semakin kurang kepada dirinya.
"Ayolaaah ... Temenin saya aja disini."timpalnya sih aryo yang berusaha melecehkan nya.
"Kamu ... Tuh mau sih ga tahu diri banget,selama 5 tahun kamu membuat hidupku terjebak dan menderita seperti ini aryoo."teriak simarini sambil mengempal tangan nya.
"Sudahlah sini sayang."ucap Arjo sambil mau mencium bibirnya.
sehingga membuat marini ketakutan sehingga ia mulai mendorong tubuh Aryo sebagai kencang-kencang mungkin karena Si Aryo berusaha Marini sampai akhirnya ia memulai menendang pusakanya.
"Agkkkkkkkkkk."teriak sih aryo yang kesakitan
"Kurang ajarr kamu marini."sambung nya yang gak terima kemudian aryo menjambakk rambutnya.
"Agkkkk ... Lepaskan aku lepasskan."teriaknya Marini yang ingin pergi darinya.
"Sudahhlaah ... Ni ayoo aku kangen sekali denga tubuhmu."ucapnya aryo yang mesum kepada dirinya.
"Ahkkk ... Tolong lepaskaan lepaskan aku."teriak sih marini yang berusaha mendorong sih aryo ini.
"Muachhhh."Timpal Aryo yang mencium pipi kirinya.
"AAHHKKKK ... GAAKKK."teriak sih marini yang berusaha menolaknya sehingga Aryo pun mulai mencium dan membuka kancing bajunya.
Sampai-sampai para tamu pengunjung pun mendengarnya hingga akhirnya murni dan lainnya sudah berjalan ke arah sana lalu melihat adegan Marini yang menampar Si Aryo sampai murni pun muak dan langsung saja menamparnya.
"Ahkkkk."teriak sih marini yang kesakitaan.
"Kenapa kamu menampar ku."Timpa si Marini yang bertanya kepada dirinya.
"karena kamu sendiri yang menampar suami ku, aku nggak terima jika kamu melakukan kekerasan kepada suamiku seperti ini."Timpal si murnia mulai menunjuk dan mengancam marini.
"Tapii-."jawab sih marini yang berusaha menjelaskan nya.
"Dasar gak tau diri,sudah dulu kamu numpang di rumah Bibiku kalau kamu berbuat kasar dan seenaknya." cibir si murni yang ngomong seenak jidatnya secara tiba-tiba.
__ADS_1
"tau deh suara anak udah tau diri, sudah Bibiku membesarkanmu malah kau membuat makhluk keluarga kita."Timpal sepupunya yang ikut mencibir Marini siapa lagi kalo saja lastri yang lebih muda darinya.
"DIAM .... DIAMM !!!."teriakk marini lantaran ia kesal dituduh-tuduh sebagai membuat aib dalam keluarga ini.
" padahal ... suamimulah yang mengejar-ngejar ku duluan."sambung sih marini yang tidak terima jika disudut-sudutkan.
"BOHONHG ....ITU BOHONGG."teriak sih aryo yang menyangkal.
"dia duluan yang menggodaiku murni pusaka aku mau dipegang sama dia."timpal sih aryo yang menyangkal
" Apaaa ... Sialan kamu !!!."cerca sih murni yang mulai mengepal tangan nya.
"BOHONGG ... BOHONG dia mulai duluan murni."jelasnya sih marini tak terima di perang dipilih seperti itu.
"Plaakkk."timpal sih murni yang menampar Pipi Marini secara tiba-tiba.
"Ahkkk."teriaak sih marini yang kesakitan.
Hingga akhirnya mereka berdua saling berantem dan menjambak satu sama lain sampai-sampai Yuli dan Deni mulai mendengar gudang yang di belakang yang tak jaub dari tempat pernikahannya sehingga mereka mulai penasaran dan datang bergerombolan.
"ini .... ada apa kok sih ribut-ribut."tanya bu endah yang penasaran sambil menghela nafas.
"Ini Bude si Marini gatel Bude dia Masa rebut suamiku dewe sih."timpal sih murni yang salah paham tentang dirinya, padahal sih Aryo sendirilah yang menggodai dan mengejar dirinya.
"astaghfirullahaladzim."Yuli,Deni dan keluarganya yang beristigfar secara bebarengan.
"Tega ...banget ya si Marini itu." bisik sepupunya Marini sebut yani yang mencibir Marini.
"aku nggak nyangka dia kayak gitu bule."timpal sih yuli yang membisiki dirinya.
lalu keluarga besarnya pun mulai membisikin marini ini saat itu mereka bilang amit-amit pada dirinya bahwa benar sih marini inilah wanita paling murahan yang sangat tega merebut suami sepupunya sendiri.
"Boong ... Itu aryo yang."timpal sih marini yang belum menjelaskan kata-kata Karena kamu telah ditarik oleh ibunya.
"Ahkkkkk."imbuhnya yang berteriakk.
"Oh ... Begitu kelakuan mu ya."cerca Bu endah bener-bener keterlaluan ya itu si Endah sambil menyindir.
"Ahkkkk ... sakitt bu sakitt." teriak Marini yang menahan sakit.
Kemudian ia ditampar oleh ibunya sampai dibuat malu oleh keluarga besarnya beserta dengan teman yang dulu yang mengejek dirinya waktu ia sekolah dulu sampai-sampai mereka menghinamembisiki Marini yang tidak-tidak padahal ini hari pernikahan Yuli dan Deni malah sedikit berantakan karena ulahnya Si Aryo-Aryo itu yang menyebabkan banyak masalah.
Akhirnya marini pun menangis lalu pergi karena malu dengan kejadian menimpa dirinya kemudian bapaknya pun kecewa sambil menghela nafas dan kecewa padahal Aryo sendiri yang memulainya sehingga aryo pun tersenyum licik dan berhasil ia mengelabui orang-orang bahwa Marilah perempuan murahan.
Kasian Marini Padahal dia adalah wanita yang baik Banyak berkorban buat keluarganya dan banyak membantu orang sekitar apalagi membantu Bapaknya yang sedang sakit dan hidupnya masih saja seperti ini mungkin ini ujian dari Tuhan.
__ADS_1
/Next cerita berikutnya/