Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Part 32


__ADS_3

" pesan opo yo mas ?".tanya sih marini yang penasaran kepadanya kemudian si Ibran pun melihat Marini begitu lama sampai ia berkata dalam hati seperti ini," seandainya kamu tahu Dek kok Aku sangat ingin menginginkan tubuhmu cuman sayang aku hargai Ari karena ia Temanku juga." lalu sih ibran mulai menghayati dan menghayali simarini yang tidak-tidak saat si ibran berhasil menyetubuhinya dalam khayalan kemudian Lamunan si ibran seketika sirna karena marni sih marini telah menepuk bahu nya berkali-kali dan ia pun mulai berkata seperti ini.


" sebenarnya gini dek saya sampaikan langsung kamu bahwa besok kamu mulai bekerja yo."jelaas sih ibran yang berterus terang.


"Hah ... Serius mas."timpal sih marini dengan ekspresi yang kaget namun Ia senang besok ia akan bekerja.


"Betull ... betul nih Mas nggak bohong." jempolnya si Ibrani yang telah menjelaskan kepadanya.


" Masya Allah makasih yo ... Mas sudah ngasihin informasi ini di padaku." ucapnya yang berterima kasih kepada si ibran.


" yo sama-sama dek, kalau gitu aku wes pamit dulu yo." ucap si ibran yang meminta izin kepada Marni.


"Assalamualaikum." sambungan Ia yang mengucapkan salam lalu Ibran. pun mulai melangkah untuk pergi.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh hati-hati yo mas." ucapkan kamu yang mengucapkan Waalaikumsalam jumpa dirinya.


"Ya .. Dee." timpal Sih Ibranya mulai berjalan.


Indah menerima senang dalam hati selama salat subuh ia panjatkan dengan doa sepenuh hati akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan lain masjid yang sangat beruntung di toko lagi Ia juga belum membayar cicilan rumah sakit Selama 2 bulan kedepan dan lalu si Surti pun bingung melihat si Marini yang telah senyum-senyum lalu dengan kegesiknya si surti menepuk pundak marini kemudian si marini kaget juga.


" Astaghfirullahaladzim ... surti bikin kaget saja toh." sahutnya sambil mengelus dadanya sendiri saking kagetnya karena ulah Sih Surti ini.


"Hehehe."Tawa sih surti dengan riang gembira.


" hayo hayo Lagi senyum-senyum opo, pasti ngelamunin hal-hal jorok yok ni hehehe."timpalnya sih surti yang sok tahu.


"Hehehe ... Ndaklah ti, aku nda ngelamunin toh ti soalnya hari ini aku senang banget ." jelasnya si Marni menyelesaikan katanya, karena dipotong oleh si Surti.


"Senang soalne ... opo meneh,aku rang ngerti."


" iki esok aku diterima kerja sama kamu di bagian operator Sur." jelas si Marini dengan nada riang gembira.


"Masyallah syukurlah , jadi aku punya temen nya hehehe."jawab sih surti sambil tertawa dan riang gembira.


"Hehehehe."tawa sih marini yang riang gembira juga.


dan di situlah mereka semua mulai tersenyum dan tertawa satu sama lain ditambah sebentar lagi besok mereka mulai bekerja jadi harua mempersiapkan nya sebelum ia masuk kerja.


lalu hingga akhirnya mereka pun dengan segara mulai membersihkan area kosan biar tidak kotor tiba-tiba saja para the man alies 2 pria ini sebut saja Ari dan ibran mulai mengetuk pintu, dan berencana mengajak Surti dan Marini untuk jalan-jalan.


"Tock Tock." timpalnya si Ari yang mulai mengetuk untuk kosan itu lagi.


" Assalamualaikum." sahutnya si Ari yang mengucapkan salam.


"Assamualaikum."sahutnya si Ibran yang juga mengucapkan salam.


"Marini !!!."panggil sih ari yang mulai mengetuk pintu.


"Tockk ... Tockkk."


"Surti !!!."sambungnya sih ari yang memanggil sih surti.


" De Mariniiii."sahutt nya sih ibran yang memanggilnya sih yang sedang mengetuk pintunya.


"Surtiiii."sahut nya sib ibran yang memanggil surti.

__ADS_1


"Duh ... Kemana mereka ya ri ?."tanya sih ibran kepada sih ari.


" Aduh ... Aku juga ga tau kemana mereka."jawab nya sih ari sambil mengangkat bahunya ke atas.


sehingga sih surti mulai mendengarnya mungkin itu pak kosan atau apalaah pikirnya kemudian sih surti ini mulai menyuruh marini untuk pergi ke sana aku sih mau ini pun membuka pintu sekali ternyata itu ialah si Ari dan juga ibran kemudian sih marini berkata seperti ini.


''Astagfrillah ... Bikin kaget saja." imbuhnya sambil mengelus dadanya.


" Hehehe ... maaf buat dirimu kaget Marini." ujar si Ari yang meminta maaf kepada marini.


"Yo ... Nda apa-apa mas."jawab sih marini yang sungkan kepada ari.


"Hehehe."tawa sih ibran yg cecengesan.


" ada pasti mas ketawa-tawa terus ke saya."jawab sih marini yang memukul bahunya dengan mesra didepan ari sehingga membuat si Ari mulai cemburu.


" Saya pikir siapa eh ternyata ada mas-mas disini toh." timpalnya sih mariini lagi yang mulai tersenyum kepada ari dan ibran ternyata Ibra dan Ari pun mulai tersipu malu lalu sih ibran mulai menanyakan kabarnya Marini.


" Gimana kabarnya dek ?."imbuhnya yang mulai tersenyum manis kepada marini.


"Baik alhamdulilah mas."jawab sih marini sambil tersenyum malu sehingga membuat si Ari cemburu lagi supaya berpikir seperti ini.


"Cihh .. sok baik Sok Kenal Sok kenal sama si Marini Padahal aku yang kena di luar Ibra ini bener-bener temen muka dua, udah ada ceweknya tuh Di depan kosan malah ngembat gebetan saya." sambung ari yang berpikir dalam hati.


"Syukurlah ... Kalo begitu de marni."jawab sih ibran yang mulai perhatian kepadanya.


sehingga membuat marini pun tersipu malu Mungkin ia sudah mulai merasakan jatuh cinta kepada pria yang selama ini memperhatikan dirinya padahal si ibran ini punya maksud dan tujuan lain you know lah sih ibran itu seperti apa orang nya.


dan kemudian saat itu si Marini pun mulai mengajak mereka berdua untuk masuk hingga akhirnya mereka pun mulai masuk di situ Surti kaget dan sekaligus senang lalu si Surti pun menepuk baunya si Ibrani dan Ari berkali-kali saking senangnya saking kagetnya si Ari pun menyuruh Surti Untuk menghentikan pukulannya karena sakit sekali.


"Sudah ... Sur sudah sur sakit iki loh."pinta sih ari untuk menghentikaan nya.


sampai-sampai mereka bertiga pun mulai ketawa kecuali si Ari ya mungkin Ia tidak suka ditabok seperti ini karena sakit meskipun minta maaf kepada si Ari lalu Ari pun mulai memaafkannya tiba-tiba saja mereka berdua pun disuruh tunggu di luar karena memang peraturan dari tempat kosnya seperti itu tidak boleh membawa laki-laki masuk ke dalam kosan apalagi lelaki yang bukan muhrim takut nya fitnah pernah berintim dan lain sebagainya sehingga membuat mereka lupa Sambil tertawa cengengesan seperti bocah.


"okey .. Sur kita tunggu diluar ya." jawab si ibran yang duduk di depan blangkon depan kosannya.


"ya ... Mas."jawab sih surti yang hendak kebelakang.


" Eh ada dua anak muda tuh ada di sini ada opo iki."tanya sih pemilik kosan ini yang hendak pergi ke pasar untuk belanja.


"Ah ... biasa bu kita lagi main."jawab sih ari yang malu-malu.


"Hehe Yo ... Bu kita lagi main-main."jawab sih ibran yang riang gembira.


" Oalah kirain Kalian lagi ngapain gitu Yo wes ta kalau gitu Saya mau pergi ke pasar dulu ya." timpalnya si pemilik kosan itu izin kepada mereka berdua.


"Enjee bu eh."jawab sih ibran dengan tersenyum.


"Yo ... Hati-hati bu eh."jawab sih ari yang sedang duduk dipalkon kosan nya sih surti.


"Yoo !!."teriak pemilik kosan itu yang lagi berjalan yang hendak berbelanja buat kebutuhan sehari-hari.


hingga pada akhirnya si pemilik kosan itu mulai pergi dan kemudian Surti pun meminta izin kepada Ari dan ibran untuk pergi sebentar karena ia harus menjamukan makanan terenak untuk tamu spesial seperti Ari dan Ibran dan pada akhirnya Mereka pun menunggu sampai 2 menit tibalah marini hendak datang membawa minum untuk mereka berdua.


" Ya Allah ndak usah repot-repot Marini Aduh jadi gak enak kita berdua ya." jawab si Ari dengan perasaan malu-malu.

__ADS_1


"Hehe ... Iyo yo jadi nda enak kita." jawab sih Ibram yang tak enak sambil ia mulai garuk-garuk kepalanya.


" Yo mas Nda usah sungkam-sungkam.Silakan diminum dulu buat kalian,kan kalian haus jadi ku tak bawakan minum sekalian."jawab sih marini sambil membawakan tempayan.


lalu ia pun mulai menaruh teko dan 2 gelas cangkir ini dengena pelan nya untuk mereka minum segelas teh anget dan juga Marini membawakan teko yang berisi air putih untuk mereka minum.


" Makasih Dek .... Kamu baik sekali bawain kita."sahut sih ibran yang sok perhatian kepadanya.


"Yo ... Mas silahkan minum yo mas ibran,mas dan ari juga."sahuttnya sih marini yang memerintahkan mereka untuk minum sambil sih marinu pun memberikan dua cangkir kepada Ibrani dan juga ari.


"Yo ... De."sahut sih ibran yg sok cari muka kepada sih marini saat hendak sengaja memegang tangan manisnya marini.


"Duh ... tanganmu ran modus banget sih ngelihat yang bening-bening." ujarnya si Ari yang tak terima sampai ia mulai menyentil tangan kanannya si Ibrani ini.


"Hehehe ... Maaaf lagi bengok waktu itu." ujar si ibran Yang Tak Jujur.


"Bengong endas mu." timpalnya sih ari mulai menjetak kepalanya si Ibrani.


"aduhh."lirih sih ari yang mulai kesakitan.


"Maaf ... Ri maaf."sahut nya sih ibran yang meminta maaaf kepadanya.


" jangan kau minta maaf padaku sampean minta moof sojo lah kepada si marnini." Titah si Ari yang menyuruh si Ibra untuk meminta maaf di luan.


" De marini .. Kalo begitu Saya minta maaf ya de marini."jawab sihi ibran sambil menunduk.


"Yo nda apa-apa mas ibran."jawab sih marini yang tak tersinggung.


sepertinta si marini tidak merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh si Ibran ya memang seperti itu sih ibran orang nya mata keranjang kalau ngeliat gadis bening sepertinya langsung ia sikat sampai ari pun menasehatinyq untuk menjaga sikapnya kepada Marini.


Karena bagaimanapun juga Ia adalah temannya juga lalu si ibran pun meminta maaf kepadanya cara berulang kembali hingga akhirnya Marini Pun memaafkannya kembali Karena bagaimanapun si ibran ini juga apa ya baik pikir sih marini menurutnya cuman nggak tahu watak aslinya gimana.


sehingga pada akhirnya seperti pun datang langsung saja memberikan gorengan yang enak ini untuk Ari, Ibrani, dan juga marini ya berterima kasih kepada Surti kemudian memakan gorengan itu selagi masih hangat Kemudian mereka pun berbincang satu sama lain mengenai kehidupan mereka.


lalu Ari pun menceritakan kisah yang amat menyenangkan saat ia dulu pernah bekerja di luar negri dibagian ob (Office boy) di kantor betapa serunya mengenal orang luar negeri, apalagi ia sudah berhasil mengumpulkan uang sebanyak itu. untuk biaya sekolah adiknya,yang satu lagi ia menceritakan tetang adiknya sudah meninggal dunia sebut saja Ratna sehingga si Marini pun mengenalnya.


" Mungkinkah yang diceritakan Mas Ari itu ialah ratna." gumamnya si Marini dalam hati.


sampai simarini pun mulai berpikir kemudian si ibran dan Surti pun mulai serius mendengarkan cerita dari si Ari ya Ari akui Ia sangat merindukan almarhumah adiknya yang telah tiada dekat dengan sekali dengan Ratna seperti pacar yang selalu ada untuknya.


apalagi Ratna ini anak yang baik dan rajin sekali Apalagi si Ratna ingin sekolah ya makanya aripun tak tega melihat adiknya yang dulunya bersemangat untuk sekolah malah putus tengah-tengah jalan makanya ia pun bersikeras belajar. kursus bahasa Inggris di saat dulu ia bekerja di bagian konveksi di tahun 1960 setelah si Marini lulus Sma kebetulan beda 2 tahun lebih tua dari Marini.


setelah itu ari selesai belajar bahasa Inggris dengan lancar dengan tekad yang kuat Ari pun langsung saja mendaftar ke TKI Tenaga Kerja Indonesia sampai. akhirnya Ari pun lulus lalu meminta restu kepada ibunya kemudian ibunya pun terpaksa merestuinya demi kelangsungan hidup.


apalagi ibunya Mas Ari ini punya hutang banyak yang ia hutangi yakni ibunya Marni Bu Endah,Bu Iyos, dan juga Pak Tarno seorang rentenir yang paling galak. makanya si Ari terpaksa dan berat hati meninggalkan kampung halamannya demi bekerja di sana selama 3 tahun jadi office boy.


" nak sebelum kamu ke sana jangan lupa salat ya." pesan ibunya kepada si Ari melalui cerita yang Ari Jelaskan kepada mereka.


" Iya bu Ari janji akan terus salat dan ingat pada Tuhan."


" Yo weslah kalau kamu udah mengerti ... Jangan lupa kamu harus ingat pada Allah jangan ngelakuin hal aneh-aneh yo."


"Yo ... Bu."


sampai teman-temannya pun tercengak dan mereka pun sendal gurau malamnya mereka berdua pun diajak oleh Ibran dan juga Ari untuk kulineran di desa SK kebeteulan di desa ini.yang amat banyak kulinernya di situ, sehingga mereka berempat pun mulai makan lengan lahapnya yakni Jangung bakar,bakso malang,pisang gorwng waktu itu masih ada yang jual, terus Es tawon Kidul Dalem,Ronde makanan kesukaa surti, dan juga ronde yang si Marini dan Ari pun memesan kebetulan selera kuliner mereka hampir sama sehingga si Surti dan juga Ibran ronde lagi untuk menghangatkan badan.

__ADS_1


dan sampai tengah malam mereka berdua pun diantar oleh Ibra dan juga hari dan saat itu mereka berdua dicegah oleh preman dan di situ si Ari dan juga Ibra dengan siap-siaga ari dan ibran melawan para preman yang mengganggunya untuk ada mereka mungkin nasib si Surti dan Marini akan habis.hingga pada akhirnya mereka pun diantar pulang hingga sampai di rumah dan akhirnya mereka pun tidur karena keesokan harinya besok mereka bekerja.


/Next cerita mereka/


__ADS_2